Wednesday, 13 August 2014

Menangkap Angin Berutas Tali Melintas Awang, Umbul Sidomukti-Bandungan!!

“Mas, kalau udah bilang ya Mas...” Gue di posisi siaga 1.

Semangat gue meletup letup kayak Popcorn karamel dikenai panci panas dengan sedikit margarine. Gue menyisir pandang dari kiri menukik bawah ke arah kanan. Gundukan raksasa saling salip menyalip menyundul langit dengan selimut hijau berterasering. Awan putih berarakan dengan mentari menyorot santai. Tepat di depan mata bukit kecil menunggu dengan lembah terapit di antaranya. Gue sedang akan melintasi lembah itu dengan menitipkan nyawa di sebilah tali. Gue akan mengayuh angin bertenaga gravitasi bumi. Melirik sedikit ke kanan, Ambarawa merebahkan diri seutuhnya di kaki sebuah gunung perkasa yang pucuknya tertutup gumpalan awan. Kau akan menemukan Ambarawa begitu cantik terpampang di batas pandang, dikepung oleh jajaran gunung berselimut hijau. Hijau dan biru, dua warna yang bisa kau peluk erat erat dalam retina.

“Udah mbak”

Gue menghirup nafas dalam dalam dan lalu merentangkan tangan.

video
maaf Kakak, videonya kebalik. Kayak orangnya -.-

“Gue terbaaaaang...” Gue seakan menabrak angin yang beruntaian sepoi sepoi. Tepat di bawah kaki gue lembah berterasering menganga syahdu. Gue berputar sekali, menari nari dan bergelantungan. Menari di udara tanpa berpijak, bergelut dengan kecepatan dan menyentuh angin adalah kenikmatan duniawi.

Dan ‘terbang’ kali ini mengantarkan gue ke rasa yang senada yang pernah gue rasakan tiga tahun lalu. Hirup nafas dalam dalam, dan hembuskan pelan pelan. Ah, gue bisa bernafas begitu lega. Hidup ini......indah.

UMBUL SIDOMUKTI, THE DAMN BEAUTIFUL PLACE!!! AMBARAWA POENYAAAA!!!

-----


1 Agustus 2014, sehari sebelum gue balik ke Jakarta gue ahirnya bisa menuntaskan keinginan yang bahkan sudah gue bayangkan sejak tubuh masih tersangkut di Jakarta!! Dan berangkatlah gue bersama adik gue, sahabat gue Uma serta adiknya yang pernah menjadi murid gue saat gue Teaching Practicum dulu kala. Sebelumnya, bersama Uma gue pernah berkeliling Jogja, di antaranya ke Goa Pindul, Taman Pelangi, Tamansari, dan Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Benteng Vredeburg, Pantai Pok Tunggal dan Pantai Sundak. Pun gue bersamanya pernah berkeliling kota Solo dan mencari indahnya makna hidup di Situs Purbakala Sangiran dan Waduk Kedungombo. Juga gue pernah berpusing pusing ria di Semarang, menikmati mistinya Lawang Sewu dan megahnya Sam Poo Kong!! Bahkan, Uma sempat menyusul gue ke kost dan sedang akan menjelajahi Jeckardah bersama saat tiba tiba kemalangan menjemput kita berdua di Episode 1, episode 2, dan episode 3!  Dan kali ini Umbul Sidomukti siap menyambut kami!!

Benar kata orang, sesuatu yang maha indah memang susah dijangkau tangan (Pelajaran hidup nomor 47). Gue harus meliuk liuk di jalanan yang mengarahkan langkah gue ke kenikmatan duniawi itu. Jalan menanjak maksimal dengan hehijauan menyambut di sepanjang jalan mewarnai perjalanan kita. Namun, dibandingkan dengan tahun 2011 lalu, jalan menuju ke sana jauh lebih bagus karena sudah dilakukan perbaikan dimana mana. Lu akan bertemu dengan Ibu Ibu yang sedang berkebun, rumah rumah warga, dan juga pemandangan menanjak yang tak terbantahkan cantiknya.


Sebenarnya sudah banyak kali gue mengunjungi tempat ini. Selain pemandangan yang dahsyat dan jarak yang tak terlalu jauh, harga yang ditawarkan pun jelas jelas tidak menguras kantong. Salah satu moment gue ke sana adalah saat bersama dengan teman teman sekelas yang bisa lu baca di SINI. Kalau gue nggak salah, gue juga pernah ke sini untuk pertama kalinya bersama seorang teman dalam status masa sekarang. Kali ini gue akan melakukan sekali lagi apa yang pernah gue lakukan di kala itu, juga makan di warung sate yang sama. Heisssh, tapi inget ya. Kalau mau baca jangan kejer di pancuran. Lu harus tahu, manusia boleh berencana tetapi Tuhan yang menentukan. Investasi waktu tak selamanya berlabuh di kumandang SAH yang berdebam. Kalau lu udah siap, silahkan baca di SINI.

Berbeda dengan sebelumnya, saat kami menyentuh bibir umbul ini, orang orang sudah begitu membludak!! People were just everywhere!! Mobil mobil berjajar serupa di showroom raksasa, dengan motor yang menyemut di beberapa parkiran yang telah disediakan dengan imbalan seikhlasnya.

Gue dan teman teman hanya perlu merogoh kocek sedalam 12ribu saja per orang untuk bisa masuk dan menikmati hidup bentangan Ambarawa di ujung mata dengan hidangan perbukitan yang berpadu mesra dengan atap dunia. Lu akan dihadapkan dengan jalan panjang berkelok sebelum sampai di loket tiket. Banyak kuda hilir mudik di sana. Kalau gue nggak salah dengar, satu kuda dibandrol dengan harga 25ribu saja per satu putaran. Lalu, lu bisa jalan jalan berlatar belakang pemandangan serupa ini.

Bayangin lu sekolah ditemani angin semilir, tepat di kaki bukit berlatar belakang pemandangan indyaaaahh

bukit berselimut terasering!
Kolam renang berlantai batu kali dengan satu semburan di pinggiran kolam renang berkedalaman medium menjadi icon dari tempat ini. Lain waktu gue pernah renang di sini bersama sepupu sepupu gue. Andaikata gue kali itu renang, gue bisa berenang dengan berlatar belakang lembah Ambarawa tepat di depan gue. Kolam renang itu dibuat seakan berada di tepi jurang dengan lembah Ambarawa yang langsung menganga tepat di depan mata.



sambil renang sambil menikmati pemandangan. Maka, nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan?
source


kolam renang yang penuh sesak
orangnya berjubel!!
Tapi kali ini ramenya jangan ditanya. Andaikata kita berenang, gue yakin kita tidak bisa berenang. Kita bahkan bisa jadi siap dikeruk lalu diberi sedikit susu dan gula jawa cair. Cendol. Maka, hal pertama yang kami lakukan adalah mencari spot yang tidak terlalu banyak orang dan mulai mengeluarkan amunisi peperangan kami. Dua buah kamera dengan satu buah tongsis hasil perburuan di Pekan Raya Jakarta telah melengkapi perjalanan kami.








Puas membidik masa, kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Eits, jangan ngaku makan di sana kalau lu nggak makan sate kelinci. Selain di Gedung Songo, Umbul Sidomukti juga dikenal dengan sate kelincinya. Warungnya pun sama persis dengan warung yang gue sambangi saat pertama kali gue kesini. Bahkan, saat gue membaca lagi postingan gue, harga yang ditawarkan pun sama persis!! Hanya saja, karena ini sedang musik liburan, satu porsi sate kelinci dihargai 16.500 dan sate ayam yang dihargai 15.000. Tapi, tetap saja murah khan? Tuh liat satenya menggairahkan.



Nah, ini adalah moment yang paling ditunggu tunggu, sodara sodara!

“Seph, pokoknya aku mau naik flying fox!! Dari beberapa flying fox yang pernah aku coba, flying fox ini yang jelas paling panjang lintasannya dan paling spektakuler karena melintasi lembah dengan pemandangan yang sulit dijelaskan hanya dengan kata kata!!!”

Hampir jam 1 dan orang orang sudah berjubel mengantri tiket flying fox di loket. Tak hanya flying fox, lu juga bisa bermain banyak wahana yang jelas memacu adrenalin. Buat lu yang takut ketinggian, inilah saatnya atasi ketakutanmu. Nooh iklannya. Lengkap khan??


suasana ngantri Flying Fox selama sekitar 45 menit!!
Tiket Fling Fox yang harganya dinaikin sebanyak dua kali!!

Namun, lagi lagi karena masa liburan, harga yang ditawarkan pun hampir dikalikan dua. Seperti tiket yang kami beli. Kami berempat membeli tiket flying fox yang semula harganya hanya 12ribu menjadi 23ribu. But really, it was worth-paying!!! You have to feel the sensation!! Sooooooooooooo spectacular!!

mau ngantri tetep happy!!!
Ini adalah flying fox tahun 2011



Dan ini adalah flying fox tahun 2014.



Sebenarnya gue ingin merasakan flying fox terusan yang dibandrol dengan harga 42ribu. Lu tidak hanya akan melayang dengan seutas tali sekali, tetepi lu juga akan melayang lagi ke tempat yang lebih jauh dengan pemandangan yang lebih membahana.

time to flyyy!!!!

Seperti yang gue sebutkan sebelumnya, lu juga bisa mencoba banyak sekali wahana yang seru. Niiiih....


Salah satu wahana menantang berjudul Triangle!
start point wahana Triangle!!
meniti jembatan beralaskan lembah!
tampak bawah
Berjalan melintasi lembah dengan jaring jaring. Asoyyy!!

flying fox tampak bawah
Gimana?? Kalau lu ke Ambarawa lu harus banget naik sedikit ke Bandungan dan menjadi saksi betapa dunia ini indah sekali. Yang ingin sekali gue lakukan adalah menapaki bibir tebing di sana saat pergantian Tahun Baru. Sungguh, lu nggak perlu beli kembang api. Lu tinggal duduk di bibir tebing sambil menikmati langit Ambarawa yang merekah oleh kelipan cahaya di sana sini. Beuuuuh, it must be so amazing!!!

Setelah kami flying fox, saatnya kembali ke atas dengan meniti banyak tanjakan di jalanan kecil yang lagi lagi menyuguhkan banyak sekali pemandangan yang sayang sekali kalau dilewatkan begitu saja. So, we captured all the happy moments. We do love it!!!

flying!!!

para adek tak mau ketinggalan!
Bagi lu yang sedang merasakan kepenatan dunia fana, yang setiap harinya bergelut dengan asap knalpot atau bis gandeng yang penuh sesak dengan deru mesin yang meletup letup memekakkan telinga, lu bisa banget ke sini dan melihat sisi lain dari Indonesia!!

Nih gue kasih petanya!!



That’s why I do love Indonesia. Cantik cetar membahana!!

Banyak hal yang gue dapat kali ini. Ibarat kata kemarau setahun dihapus dengan hujan sehari. Dan hujan itu adalah Umbul Sidomukti!! Special thanks for my lovely sister yang telah mengantarkan gue ke sana. Normalnya, kakak akan memboncengkan adiknya. Hanya saja dilihat dari poster tubuh, Nicken lebih perkasa dan jagoan daripada gue, gue hanya mampu duduk di belakangnya sepanjang perjalanan dan memberikan bantuan moril dan materil. See you again, guys!!!

Let's go for another trip, beibeeeh!!!

I will come back so soooon!!


8 comments:

  1. gila, indah banget lokasi umbul sidomukti ini
    bukan karena efek kamera kan ya hehe :)
    udah pergi kebanyak tempat yang seru kayaknya

    ReplyDelete
  2. Gilaaaaa.... Keren banget punya sekolah macam tu!!!
    Dan satu lagi...
    Tiket Flying Foxnya "Keren!" #SalahFokus

    ReplyDelete
  3. Seru...Seruu Banget... Pemandangannya bagus banget ya :D
    Tapi nggak tahu juga kalo nanti nyobain naik wahana gitu aku bisa berani enggak, soalnya aku rada rada takut ketinggian nih hehehe..
    Ini masuknya masih daerah Semarang ya, okelah kalo ada waktu disempetin bisa maen kesitu :D

    ReplyDelete
  4. Setiap pergi ke blog keren ini, saya menemukan sejuta cerita-cerita. Cerita kali Ini ada quotenya, I like this.
    "The best get only by the best ". Sip, jadi semangat baca cerita. Kapan kapan main ke kediri kak meyk, entar kuajak jalan jalan..

    ReplyDelete
  5. seruuu banget kak, kalo gak liburan apa juga rame gitu?
    mau flaying fox, terakhir pas smp itu juga acara pramuka -__-

    maen ke malang kak, banyaaak banget tempat asoooy :D

    ReplyDelete
  6. wah jadi elo main ke umbul sidomukti nih Mey :D
    keliatannya menikmati banget yak... flying fox-nya gak begitu gregret deh kayaknya.. gue belum pernah naik sih..:D
    btw.. sate kelincinya emang makanan wajib.. pokoknya kalo daetng kesitu, kita wajib nyicipin :P
    haha kalo gue dulu sih biasa aja sama ni tempat wisata.. emang sih kolam renangnya asik tapi gue gak hobi renang.. jadi ya mending narsis2an aja :P

    ReplyDelete
  7. waah asik banget nih kak meyk.. sorry banget tapi aku gak baca sampe abis -_- lagi mencuri-curi kesempatan di dalam kesibukan. Hehe..

    Tapi keren lah, aku udah baca beberapa yang liburan bareng si uma, kayaknya udah trip partner deh.. aku juga liat video flying foxnya juga loh!

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...