Tuesday, 17 July 2018

EGS. 1 : Penggunaan Subject dan Object Pronouns

Tuesday, July 17, 2018 0 Comments


Assalamualaikum wr wb,

Setelah mendapatkan ide dari pace Alfrets alias suami, akhirnya saya membulatkan niat untuk melahirkan satu lagi label yang saya beri nama “English Grammar Session”. Nah, nantinya setiap Rabu saya akan mengulas tentang Grammar. Dan di postingan perdana ini saya akan mengulas tentang perbedaan dan penggunaan Subject Pronouns dan Object Pronouns.

Tapi, sebelumnya kita berkenalan dulu dengan Personal Pronouns. Apa itu personal pronouns?

Dalam hidup kita nih, baik berbicara atau menulis kita punya banyak sekali benda yang disebutkan macam buku, kursi, sepatu, rumah, bantal dan lainnya. Nah, dalam Bahasa Inggris untuk menggantikan kata kata itu biar nggak terus terusan disebut, kita butuh penggantian kata yang namanya pronouns.  Nah, contohnya di Bahasa Indonesia.

1          1.   Aku membeli sebuah buku baru di Gramedia kemarin. Aku membeli’nya’ dengan uangku sendiri.

Alih alih menulis,

2         2.  Aku membeli sebuah buku baru di Gramedia kemarin. Aku membeli sebuah buku baru itu dengan uangku sendiri.

Kalimat nomor 1 terasa lebih efektif, bukan?

So, pronouns are words that replace specific names of nouns. Pronouns adalah kata kata yang menggantikan nama benda tertentu.

Lalu, apakah personal pronouns?

Personal pronouns adalah kata kata yang menggantikan orang/benda tertentu.

Dan kali ini kita akan membahas 2 personal pronouns yang pertama, yaitu subject dan object pronouns.

Image result for subject pronouns and object pronouns
Perbedaan Subject dan Object Pronouns
NOTE :

I             : saya
You        : kamu
He          : dia (laki laki)
She         : dia (perempuan)
It            : itu ( hewan dan benda)
We         : kami
They      : mereka


Dari tabel itu sudah jelas terlihat perbedaan dan penggunaan subject dan object pronouns, ya.


SUBJECT PRONOUNS


Sesuai dengan namanya, pronouns ini berfungsi sebagai subyek,

  •           Biasanya ada di awal kalimat
  •           Berfungsi menggantikan orang yang melakukan pekerjaan
  •          Berada sebelum predikat/verb


Contohnya, saat kita ingin mengatakan “Aku membaca buku,”. Apakah kita bisa mengucapkan, Me read a book”? No. This is gramatically wrong. Mengapa? Karena ‘me’ seharusnya digunakan untuk object pronouns, bukan subject.

Yang benar adalah, I read a book.”

OBJECT PRONOUNS


Kebalikannya dengan subject pronouns, pronouns ini berfungsi sebagai obyek,

  •          Berfungsi menggantikan orang/benda yang dikenai pekerjaan
  •          Berada setelah predikat/verb


Contohnya adalah “I read a book. I like it because the story is interesting”

It di sini merupakan object pronouns karena dia berada setelah predikat dan berfungsi sebagai sesuatu yang dikenai pekerjaan; yang dibaca.

See? Mudah bukan?

Makanya kita kalau mau tanya sama pasangan kita,

“I love you. Do you love me too?

Bukan

“I love you. Do you love I too?”

Jangan ya dear. Yuk minggu ini hafalkan dulu apa saja subject pronouns dan apa saja object pronouns.

Sebagai PR, boleh yuk belajar sama sama dengan mengerjakan 5 soal super mudah ini di kolom komentar. Saya juga menerima masukan tentang materi yang sudah diberikan ya! Biar nanti di masa depan materinya bisa makin lengkap dan akurat :)

Exercise 1. Subject Pronouns and Object Pronouns.
  1. Luna (.....) is a smart student in her class.
  2. I can’t meet Dona and Dina (........) because I’m so busy.
  3. Don’t disturb my brother (........)!
  4. Can you help (.........) to bring this bag? This is too heavy for me.
  5. My parents (.........) love me so much.

Selamat belajar, dear!

References : https://study.com/academy/lesson/selecting-subject-object-pronouns-rules-examples.html

Monday, 16 July 2018

TIGA AKTIVITAS PENUNJANG PEMBELAJARAN AKTIF, INTERAKTIF DAN MENYENANGKAN DI LABORATORIUM BAHASA INGGRIS ( Bagian 1 )

Monday, July 16, 2018 4 Comments

Assalamualaikum wr wb Bapak Ibu Guru yang budiman,

“Apa yang membuat kalian menyukai pelajaran Bahasa Inggris?”

Saat anak ditanya hal serupa, mungkin kita akan mendapatkan jawaban yang beragam. Misalnya, gurunya baik, pelajarannya mudah atau pun kegiatannya seru. Nah, dari jawaban itu saya selalu terinspirasi untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan untuk anak anak saya, salah satunya dengan memberikan aktivitas penunjang pembelajaran aktif, interaktif dan menyenangkan di kelas Bahasa Inggris saya.

Berbekal dengan motto mengajar saya, beberapa waktu lalu saya mengikuti lomba makalah untuk para guru se-sekolah Al Jannah ( salah satu sekolah Islam, Alam dan Sains di Jakarta Timur yang terdiri dari DayCare, playgroup, TK, SD, SMP dan SMA ; tempat saya mengajar). Alhamdulillah, dari semua makalah yang masuk dan dipresentasikan di depan juri, saya bisa membawa pulang juara tiga.

Juara Tiga Lomba Menulis Makalah Guru


Kali ini, saya ingin membagikan tiga aktivitas penunjang itu kepada kawan kawan pengajar. Semoga berguna! Kita mulai dari Bab pembahasan supaya lebih singkat ya, pak.

---
Professor John Hattie collated a significant amount of evidence (over 800 meta-analyses)  mengemukakan bahwa :
“The biggest effect of the student learning occur when teachers become learners of their own teaching and when students become their own teachers.” 
Dan bila diterjemahkan secara bebas maka pembelajaran murid dengan hasil yang signifikan akan dicapai saat guru menjadi seorang pembelajar di pengajarannya dan saat murid menjadi guru dari diri mereka sendiri. Artinya, semakin berkembangnya metode mengajar saat ini, metode yang paling efektif adalah metode yang menanamkan student-centered atau berpusat pada murid. Dengan kata lain, guru bukan lagi menjadi pusat di kelas yang kemudian mengajarkan segala hal dan ditutup dengan memberikan soal soal. Guru dituntut untuk menjadi fasilitator saja dan murid muridlah yang harus secara aktif belajar di dalam kelas.

Hal ini yang nantinya akan mengantarkan mereka untuk berada di tahap ‘deep learning’, bukan hanya ‘surface learning’. Surface learning adalah proses belajar yang hanya melibatkan hafalan dan ingatan saja. Sedangkan deep learning adalah proses belajar secara mendalam yang nantinya mereka tidak hanya mampu menghafal dan mengerti, tetapi juga mampu mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi dan menciptakan inovasi baru atau yang sering kita kenal dengan sebutan “Bloom’s Taxonomy”; empat tahap kemampuan berpikir. Pengajaran metode ini tidak hanya bertujuan untuk membekali mereka dalam mengerjakan soal soal nanti di UAS, tetapi membekali mereka dalam bersaing di masa mendatang. Dalam hal ini, membekali mereka dengan kemampuan untuk menggunakan Bahasa Inggris, baik listening, reading, writing, maupun speaking secara aktif.

Note : Pas sekali saya saat itu baru saja menghadiri seminar yang diadakan oleh British Council Jakarta. Saya jadi lebih mendalami apa itu surface learning dan deep learning, juga ilmu tentang Bloom’s Taxonomy. Jadilah pembahasan yang ciamik!


Lanjut ya, bu!

Adapun tiga metode/media yang saya gunakan selama hampir dua tahun mengajar sebagai guru Lab Bahasa Inggris :

      1. SING, DANCE, AND WATCH

 Brown (2001) diambil dari Bardakci (2011) mengakui; “children can also concentrate on something if the things are interesting for them. Teachers can do various activities to keep their interests and attentions alive, such as singing, moving, coloring pictures, etc.”

Yang bila diterjemahkan secara bebas artinya adalah anak anak akan berkonsentrasi dengan sesuatu yang menarik untuknya. Guru guru dapat melakukan aktivitas yang bervariasi untuk terus menarik perhatian dan ketertarikan mereka seperti bernyanyi, menggerakkan badan, mewarnai,dan lain lain. Bermula dari menulis skripsi saya  yang berjudul “TYPES AND PURPOSES OF ACTIVITIES IN TEYL (Teaching English for Young Learners) CLASSES IN SATYA WACANA CHILDREN CENTER”; tentang aktivitas apa saja yang digunakan untuk mengajar anak anak dan dampaknya bagi mereka, saya menyadari benar bahwa mengajar anak anak itu diperlukan aktivitas yang beragam dan menyenangkan. Salah satunya adalah dengan aktivitas “Sing, Dance, and Watch”. Media yang digunakan adalah lagu dan video.

Note : YES, BU! Kebetulan sekali dulu saya juga menulis skripsi tentang tipe dan tujuan aktivitas yang bisa digunakan untuk mengajar anak anak. Dari situ saya mulai tertarik dengan berbagai metode untuk mengajar murid sesuai dengan umurnya, khususnya metode untuk mengajar anak anak TK dan permulaaan SD. Bahkan, saya juga mengabadikan pengalaman saya di sini. ( Sampai ada 14 postingan tentang Skriipsweet ini, dan ini postingan paling final!) yang saya tulis 2013 silam.


Anak berkebutuhan khusus yang ikut aktif menyanyi dan menari

Siswa aktif menyanyi dan menari mengikuti irama lagu dalam bahasa Inggris 

Menari dan menyanyi untuk meningkatkan motivasi mereka sebelum belajar 

Waktu terbaik untuk melakukan aktivitas ini berdasarkan pengalaman saya adalah di permulaan pembelajaran. Saya dan anak anak sering menyanyikan “Baby Shark”, “Skindamarink”, “Penguin Dance”, “In The Jungle”, “Clap Your Hands” dan banyak lagu lainnya. Selain menghafalkan lagu dalam bahasa Inggris, mereka juga akan menari dan bergerak sesuai dengan video. Mereka akan belajar banyak kosa kata dengan cara yang menyenangkan dari lagu dan video yang ditampilkan. Dengan lagu dan video juga kita bisa membangun suasana yang lebih fun dan anak anak akan mulai belajar Bahasa Inggris dengan hati yang riang gembira. Dan proses belajar mengajarpun akan terasa lebih mudah dan menyenangkan. Selain lagu, kita juga terkadang menonton mini video tentang “Rapunzel”, “Car Stories”, dan cerita lainnya dalam bahasa Inggris yang bisa diunduh di Youtube dengan keywords “Pinkfong”.





--



Nah, itu adalah aktivitas penunjang yang pertama ya, pak. Well, saya meletakkan aktivitas ini di awal pembelajaran yang fungsinya adalah untuk ‘memancing’ semangat belajar mereka. Karena begitu mereka menyukai kegiatannya awal, mereka akan terus bersemangat untuk belajar setelah itu.

Jangan lupa juga bahwa guru sebagai role model, ikutan menari. Nggak seru banget kalau kita hanya memperlihatkan video lagu, menyuruh mereka menyanyi dan menirukan gerakannya sedangkan kita sendiri hanya duduk di kursi guru. Bahkan, dengan menari di depan kelas beberapa murid yang semula tidak begitu tertarik menjadi lebih semangat.

“ Lubna, Let’s dance together with your friends!” Kita ajak saja anak anak yang masih belum bergerak.

Tapi, untuk memaksimalkan kegiatan ini, pastikan bapak dan ibu memfasilitasi kelas dengan in-focus dan laptop atau komputer seperti di lab Bahasa begitu ya.

Bagaimana bapak dan ibu? Dancing before studying sounds interesting?

Lalu, apa kira kira kegiatan penunjang nomor dua dan nomor tiga?

Nantikan di postingan berikutnya ya, Miss. :)




Saturday, 14 July 2018

Berkunjung ke Taman Bunga Celosia, Bandungan. Super Seru!

Saturday, July 14, 2018 4 Comments


Berkunjung ke Taman Bunga Celosia, Bandungan. Super Seru! Punya obsesi untuk berkunjung ke banyak tempat terkenal seantero dunia macam Merlion di Singapore, Eiffel Tower di Paris, DisneyLand Hongkong, sampai Taj Mahal di India? Santai... Kalau kalian belum sempat datang ke tempat tempat itu, kalian bisa merasakan sensasi mengunjungi semua tempat itu sekaligus di Taman Bunga Celosia, Bandungan.

Akhirnya di bulan Juli 2018 saya beserta keluarga bisa berkunjung ke taman bunga yang sedang nge-hits di daerah Bandungan. Bahkan, saking nge-hitsnya, perjalanan untuk bisa sampai ke destinasi wisata sangat macet dan ramai. Semua pengunjung mulai dari keluarga, pasangan sampai group tour/piknik yang berkaos sama semua tumpah ruah memadati area taman bunga luas dengan banyak icon terkenal yang tersebar di beberapa spot.

Daya Tarik Taman Bunga Celosia


Pintu masuk ke Taman Bunga Celosia ini cantik sekali lho, guys. Kita harus melewati macam terowongan dengan jajaran bunga plastik yang tersusun indah sebagai tembok kanan dan kiri plus juluran bunga warna putih di atapnya. Tiketnya pun sangat murah, seharga Rp. 15.000 saja. Nah, itu kalau sedang musim liburan. Biasanya tiket masuk taman ini hanya Rp. 10.000 saja. Murce!! Tapi, apa saja yang bisa kita nikmati di dalamnya? Banyak!

taman bunga celosia Bandungan
Pintu masuk yang ciamik dan dipenuhi oleh pengunjung.

Berbeda dengan taman bunga lainnya yang hanya menampilkan berbagai macam bunga untuk spot berfoto, taman bunga Celosia ini mengusung tema tempat tempat iconic di dunia alias miniatur tempat tempat terkenal yang ada di beberapa belahan dunia, seperti : Kincir angin di Belanda, Merlion di Singapore, DisneyLand di Hongkong, Eiffel Tower di Paris, sampai Taj Mahal di India.

TIPS 1 : Jangan lupa berfoto di masing masing tempat iconic.

Wah, jangan sampai melewatkan satu spot pun untuk bisa berpose di depannya ya, bu ibu. Macam kita ini yang secara bergantian berfoto di depan masing masing icon. Bahkan, kita juga bisa memanjat Eiffel Tower! Lebih kreatif lagi Taj Mahal yang sekalian digunakan sebagai mushola.

taman bunga Celosia
Saya berasa di Windmill, Belanda

taman bunga Celosia
Merlion di Singapore

taman bunga Celosia
Astrid tiba tiba ada di depan Menara Eiffel, Paris!

taman bunga Celosia
Lita dan Astrid berdiri di depan kincir angin ala Belanda

taman bunga Celosia
Acha acha, saya sudah sampai di Taj Mahal, India

taman bunga Celosia
Berpose langsung di depan Disneyland, Eiffel Tower dan Windmill? Bisaaa...


Area yang luas juga bisa mengakomodasi semua pengunjung yang banyak dengan baik. Walaupun parkiran penuh, tapi begitu masuk kita masih bisa leluasa menjelajahi tiap spot tanpa berjejalan. Ah, jadi ingat saat saya mengunjungi Museum Macan, Jakarta bersama tante saya. Saking membludaknya pengunjung, untuk bisa berfoto di ruang pameran kita harus berburu dengan detik! Soal jumlah pengunjung jangan ditanya, tumpah ruah!


Tapi, dengan area yang sangat luas kita bisa puas berjalan jalan santai mengelilingi tiap spot plus taman bunga yang ada di sepanjang area.Sayangnya, berbeda dengan banyak foto yang saya lihat di Google, saat saya ke sana sedikit sekali bunga yang bermekaran. Jadi, feel 'taman bunga'nya kurang berasa.

Taman Bunga Celosia untuk segala usia


Tips 2 : Ajaklah seluruh keluarga untuk berkunjung ke sini.

Taman ini juga sangat children-friendly lho, bu ibu. Jangan khawatir anak akan jenuh saat mengunjungi taman ini. Selain tamannya yang luas dan bisa mengajak anak anak berjalan santai, di taman ini juga disediakan playground dengan macam macam fasilitas yang cocok untuk bermain anak anak. Eits, taman bunga Celosia ini juga bisa dimanfaatkan untuk wisata edukasi dengan mengenalkan beberapa tempat terkenal di dunia kepada anak.

Nak, ini namanya miniatur Air Mancur Merlion. Yang aslinya ada di Singapore.”

“Miniatur itu apa Ayah?”

“Uhm..miniatur itu macam tiruannya begitu. Nih, yang asli bentuknya macam begini.”

Nah, bisa khan lalu buka Google dan memperlihatkan aslinya. Ilmu baru deh untuk anak.

“Nanti ajak aku ke sana ya, Ayah.”

“Iya, rajin berdoa ya nak biar kita bisa punya rejeki untuk lihat Merlion asli..”

“Iya siap, Ayah. Aku nanti berdoa yang banyak biar kita bisa ke sana.”

Nah khan, selain pelajaran Geografi, dengan berkunjung ke taman bunga Celosia, kita sebagai orang tua juga bisa menanamkan pendidikan karakter. Super sekali saya ya, tumben bu ibu.

Tips 3 : Sangat cocok untuk berkreasi bersama pasangan.

Atau kalau kalian sedang menjajaki hubungan asmara, bisa banget mengajak pasangan ke sini. Kalian bisa duduk berdua di beberapa spot yang disediakan macam kursi raksasa, di antara bunga bunga, atau ngemper saja di rumput sambil membicarakan masa depan bersama. Nah, siapa tahu dengan dikelilingi bunga berwarna warni, hati juga bisa berbunga bunga.

“Dek, apa bedanya bunga bunga itu sama cintaku padamu?”

“Ndak tau, Mas. Apa ya?”

“Kalau bunga itu bisa layu, tapi cintaku akan selalu bersemi mewangi sepanjang waktu untukmu, Dek.”

Nah, itu salah satu contoh percakapan yang bisa dilakukan di Taman Bunga Celosia, Bandungan.
Saya memang melihat ada banyak pasangan yang bersliweran di tempat ini. Kalau sudah begini saya jadi kangen suami. Selain tempat ini, saya juga pernah mengunjungi tempat yang elok juga untuk berpacaran. Tempat itu bernama Jembatan Suramadu, Surabaya. Saat itu, bersama suami kami menikmati sunset di pinggir laut, lalu menyaksikan jembatan Suramadu berkelap kelip sambil mengesap secangkir kopi panas dan Indom* goreng. Malamnya, kami melangkahkan kaki seribu dengan mengelilingi taman Bungkul, Surabaya. Letih tapi romance, anak muda!


Tapi kali ini, saya bersama dengan keluarga besar mulai dari nenek, ibu, tante, om dan para adik dan sepupu menikmati panorama sambil meninggalkan banyak jejak di penjuru taman bunga Celosia. Macam ni.

taman bunga Celosia
Banyak spot berfoto, salah satunya adalah kursi kayu jumbo ini.

taman bunga Celosia
Cocok untuk wisata keluarga

taman bunga Celosia


 Sebelum masuk, kami juga sempat menikmati kudapan siang di sebuah food court tepat di depan pintu masuk Celosia.

Fasilitas Pendukung Taman Bunga Celosia, Bandungan.


Yup!! Jangan takut kelaparan saat berkunjung di sini ya, guys. Banyak kok kedai makan baik yang berbentuk foodcourt atau kedai kecil pinggir jalan yang menjalar di sepanjang jalan menuju destinasi. Di dalamnya juga disediakan banyak kedai makan dan minum. Fasilitas pendukung lainnya yang juga penting adalah toilet dan mushola.

Seperti yang saya sebutkan tadi, kalian akan mendapatkan sensasi sholat di Taj Mahal! Widih, kurang keren apa coba...Toiletnya sendiri juga bersih walau pun berbayar. Maklum, bumil bawaannya pingin buang air kecil sepanjang waktu. Hehehe...

Dan untuk kalian yang berburu oleh oleh khas Bandungan juga bisa mampir di pusat oleh oleh di dalam area taman paling pojok. Ada beberapa barang dagangan yang dijual di sana. Tinggal pilih untuk dibawa pulang.

Alamat Taman Bunga Celosia, Bandungan

Image result for alamat taman bunga celosia
Spot ciamik lainnya di Taman Bunga Celosia

Untuk bisa menyaksikan banyak tempat terkenal seantero dunia dalam satu waktu, kalian hanya perlu menuju ke daerah Bandungan, tepat sebelum Candi Gedong Songo. Tempatnya ada di sisi kanan jalan sebelum jalan meliuk liuk yang mengarah ke Candi Gedong Songo. Letak tepatnya ada di Beroken, Banyukuning, Bandungan – Kab Semarang.

Video ala vlogger amatir ya, guys biar kalian bisa lihat langsung tempat wisatanya dan keseruan kami saat berkunjung di sini.

Bandungan dan sekitarnya memang penuh tempat wisata ya, guys. Selain tempat wisata yang beragam macam candi, taman, kapel, kolam renang sampai kedai kopi di ketinggian, semua destinasi itu juga tidak akan membuat kantong kering. Murah meriah!

Jadi, kapan nih kalian nak mampir ke sini?



Saturday, 7 July 2018

10 Tips Berkunjung Asyik di Perpustakaan Nasional Indonesia

Saturday, July 07, 2018 9 Comments

Perpustakaan. Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata perpustakaan? 


  • buku?
  • membaca?
  • membaca buku?

What's else? Nah, berbeda ceritanya saat kita melangkahkan kaki ke Jalan Medan Merdeka Selatan, tidak jauh dari Balai Kota Jakarta. Perpustakaan Nasional Indonesia; diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 September 2017 ini mempunyai 24 lantai dan digadang gadang menjadi perpustakaan tertinggi di dunia!! Nah lo, apa iya lantai 24 itu isinya hanya buku dan aktivitasnya hanya membaca? Oh, tentu tidak!!

Ngomong ngomong tentang perpustakaan, saya memang sudah menjadi penggemar Perpustakaan sejak dulu. Sebut saja Perpustakaan Daerah Salatiga yang kerap saya kunjungi saat kuliah dulu, kira kira lima tahun yang lalu.

Baca juga "Pesona Perpustakaan Daerah Salatiga" 

Dan kali ini saya beserta suami akan menjelajahi perpustakaan nasional plus memberikan tips tips berkunjung asyik ala kami. Santai kawan, untuk bisa menikmati seluruh fasilitas di dalam Perpusnas ini kita hanya perlu membayar 0 Rupiah alias GRATIS. Jadi makin semangat, khan? 

Perpustakaan megah menjulang. Yuk, masuk!


MUSEUM AKSARA DI DEPAN PERPUSTAKAAN NASIONAL INDONESIA

Begitu kita sampai di depan perpustakaan dan sebelum mencapai lobi depan perpusnas, kita akan masuk dulu di sebuah Museum. Nah, museum ini berisi tentang foto foto kegiatan kepresidenan Pak Jokowi, gambar gambar interaktif perkenalan mengenai membaca dan aksara dengan ruangan bergaya Batavia yang kental, replikasi asli perpustakaan sepeda keliling sampai penyimpanan sejarah aksara kuno yang masih asli! Kami langsung jatuh hati!

Kami siap menjelajahi Perpusnas!

Alat menulis jaman dulu menggunakan dluwang

Buku dengan aksara jaman dahulu

layar interaktif tentang perkenalan mengenai Membaca

Tapi ingat, untuk bisa menikmati perpusnas dengan maksimal, kita harus berpedoman pada tips nomor 1!

TIPS 1 : Cek dulu jadwal layanan Perpusnas


Kami sampai di sana agak siang dan pulang menjelang perpusnas tutup. Kami bisa leluasa menjelajahi banyak ruang walau pun saat itu masih ada beberapa ruang layanan yang masih dalam tahap pembangunan. (Tapi tenang, kami akan mengupgrade informasi terkini untuk kalian)

RAK BUKU MENJULANG NAN MEGAH

Begitu kami memasuki lobi Perpusnas kami langsung jatuh cinta dengan tumpukan buku langka nan tua yang menjulang tinggi sampai bertemu dengan langit langit Perpusnas. Kerennya lagi begitu kita mengikuti puncak rak buku itu, kita bisa melihat Kepulauan Indonesia terukir indah di langit langitnya. Sooooo beautiful!

Kepulauan Indonesia di langit langitnya

Berisi buku/kitab kitab tua seperti ini.


Nah, karena Perpusnas ini teramat luas dengan banyak lantai plus layanan yang berbeda di masing masing lantai, kita harus :

TIPS 2 : Mencatat/Memotret jadwal layanan per lantai yang biasanya ada di depan Lift.

Untuk mempermudah kita menjelajahi perpustakaan, kita wajib banget nih memotret denah per lantai. Jadi, kalau mau makan siang misalnya, kita tinggal cari lantai dengan kantin di dalamnya. So easy!

Fotolah denah lantai ini supaya mudah.

MENDAFTAR KEANGGOTAAN YUK!

Untuk kami pribadi, mendaftar keanggotaan di Perpusnas ini wajib hukumnya, jadi...

TIPS 3 : Langsung menuju lantai dua dan mendaftar keanggotaan Perpusnas.

Mendaftar keanggotaan di Perpusnas ini anti ribet dan super canggih lho, kawan. Lantai dua ini penuh dengan komputer yang tersusun rapi di antara sofa meliuk liuk untuk mengantri.


Cara Mendaftar Keanggotaan Perpusnas :


Taraaaa...... nggak harus menunggu siang dan malam macam bikin KTP, member card kita sudah langsung dicetak dan jadi deh. Kartu ini tidak hanya digunakan untuk sekedar sebagai barang kekinian atau meminjam buku di Perpusnas semata. Kartu ini nantinya juga bisa sebagai akses masuk e-resources dari banyak perpustakaan online di penjuru dunia. Keren banget, khan!

TIPS 4 : Gunakan kartu keanggotaan untuk mempermudah kita mengakses e-resources 

Cara mengakses koleksi digital

Perpustakaan online yang bekerjasama dengan Perpusnas dan bisa diakses dengan menggunakan nomor keanggotaan.

TIPS 5 : Titipkan tas dan barang bawaan di lantai 2.

Penitipan barang setahu kami hanya ada di lantai dua. Jadi, daripada kita dilarang masuk di lantai atas karena masih menjinjing tas dan harus balik lagi ke lantai 2, lebih baik kita langsung menitipkannya di sana. Selebihnya kita hanya perlu membawa dompet dan barang berharga. Nah, untuk kalian yang membawa laptop, disediakan tas transparan untuk membawanya kok.

MENUJU LANTAI TERATAS DI PERPUSNAS ; LANTAI 24

Menurut kami berdua, spot yang wajib banget dikunjungi adalah lantai 24; Lantai layanan koleksi budaya nusantara dan executive lounge!

TIPS 6 : Nikmati Pemandangan Jakarta dari Lantai 24 Perpusnas
Sempat memilih milih lantai yang akan dikunjungi begitu kartu keanggotaan selesai, akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju lantai 24. Di sana kita bisa melihat pemandangan Monas dan gedung gedung pencakar langit di dua beranda yang ada di sisi kanan dan kiri. Saat itu, suasana agak lengang dan pintu beranda ditutup. Tapi, dengan alasan bahwa kami adalah blogger yang akan me-review Perpusnas ini, akhirnya kami diijinkan keluar plus dibukakan pintu. Jadi blogger emang enak, ya! :)

Sebelum sampai di beranda, kami melintasi executive lounge yang digunakan untuk pertemuan/conference tamu tamu penting. Serupa ini :

So cozy!
Dan begitu pintu beranda dibuka,  kita bisa melayangkan pandang ke seluruh penjuru dan menikmati pemandangan Jakarta dari puncak Perpusnas. Cantik sekali!!

Monas di kejauhan

beranda yang menghadap Monas

Bersama pak satpam yang baik hati


Pemandangan ciamik dari atas Perpusnas

Wajah penuh kepuasan

Sedangkan di lantai 23, kita bisa melihat koleksi buku buku bertemakan negara negara di dunia dan majalah terjilid. Di samping rak rak buku ini, disediakan banyak kursi dan meja untuk membaca lho. Tapi ingat, begitu selesai membaca, jangan lupa letakkan buku di meja yang telah disediakan alias jangan asal meletakannya di rak buku. Petugas akan menyortir buku sesuai dengan kodenya.

Sedangkan kantin sendiri ada di lantai 4, di sebelah pameran buku buku Biografi Presiden Presiden RI. Nah, di tempat ini juga saya berkesempatan untuk mewawancarai salah satu pengunjung. Check this out!


TIPS 7 : Letakkan buku yang sudah dibaca di meja yang disediakan, bukan diselipkan di rak buku.

LANTAI YANG WAJIB DIKUNJUNGI, LANTAI 7.


TIPS 8 : Berkunjunglah ke Lantai 7 untuk mengintip Perpustakaan koleksi anak, lansia dan disabilitas.

Perpusnas tidak hanya tentang membaca saja. Banyak hal yang bisa kita temukan di sana, di antaranya adalah ruang koleksi anak, lansia dan yang paling menarik untuk kami berdua adalah koleksi untuk disabilitas.

Ruangan ini sangat rapi dengan banyak rak berisikan buku buku Braille. Ada juga beberapa kursi roda yang masih baru dan pegangan besi di beberapa sisi untuk mempermudah para penyandang disabilitas membaca buku di sini. 

Rak penuh buku Braille. Di sampingnya terdapat banyak meja dan kursi untuk membaca.

Adalah bu Fajria, pustakawan yang bertugas di sini dan sempat mengobrol ngobrol bersama suami. Tak ketinggalan, kami mengabadikan momen bersama dan saling menambah pertemanan di facebook. 

Bersama Bu Fajria, librarian di Koleksi Disabilitas

Salah satu ruangan favorit saya juga perpustakaan anak yang ada di seberang perpustakaan disabilitas. Begitu kita masuk, kita akan disambut dinding penuh warna dengan banyak rak buku kayu. Kita bisa melihat koleksi buku buku berwarna semacam WHY dan teman temannya, juga banyak sofa dan tempat duduk emput yang bisa juga dipakai untuk bersantai. Di luar ruangan, kita juga bisa menemukan playground mini.




Membaca pewe 
"Pace, nanti kita bawa anak anak kita main ke sini pasti mereka suka!"

"Siap, mace! Kita berusaha dulu ya"

"Baeklah"

Kami berdua saja yang sudah dewasa suka sekali dengan interior penuh warna dan penuh gambar dilengkapi dengan berbagai sofa dan tempat duduk santai yang tersebar di banyak spot. Ah, kami harus punya perpustakaan mini plus reading corner suatu saat nanti!

SURGA BAGI PARA PEMBACA 

TIPS 9 : Untuk para pembaca budiman, mampir yuk ke lantai 12, 21, dan 22!!
Reading corner. Sesuai dengan nama tempatnya, di sini kita bisa berdiam diri untuk membaca atau menulis di laptop. Banyak sekali tempat duduk plus meja kerja lengkap dengan kabel LAN untuk internetan yang disediakan. Macam di working space pribadi begitu Dijamin betah deh membaca/menulis di sini. Sayangnya, kami berdua tidak membawa laptop jadi hanya melihat lihat saja deh.

Reading corner

Kebalikan dengan lantai 12 tanpa rak buku, lantai 21 dan 22 ini mirip perpustakaan kebanyakaan. Banyak rak buku plus tempat duduk yang disediakan untuk membaca atau menulis di laptop dengan interior super minimalis dan clean. Lantai ini juga dilengkapi dengan ruang kedap suara yang bisa digunakan untuk kerja kelompok atau meeting komunitasmu. Wah, keren kali ya meeting di Perpusnas!

Lantai 21 dan 22 : Layanan Koleksi Monograf Terbuka

Selain banyak fasilitas keren ini, Perpusnas juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya seperti kantin dan executive mushola. Jadi jangan takut kelaparan atau ketinggalan waktu sholat saat di sini. Semuanya lengkap!! Ada beberapa outdoor garden juga di masing masing lantai.

Ah, mengunjungi Perpusnas kali ini tidak hanya memperkaya ilmu tetapi juga memuaskan dahaga untuk bisa lebih berdekatan dengan buku buku dan menyaksikan interior minimalis plus teknologi canggih di Perpusnas Indonesia. Jadi, tips penutup kami adalah :

TIPS 10 : Jangan lupa mengabadikan momen di banyak spot instagramable Perpusnas Indonesia.

Siapa bilang, spot instagramable hanya milik kafe kekinian atau wisata alam dengan pemandangan menakjubkan. Di perpustakaan kita juga bisa mengabadikan momen plus ladang eksistensi buat kalian yang gemar berfoto, macam saya. Hihi

SPOT SPOT INSTAGRAMABLE PERPUSNAS INDONESIA

Di antara rak buku

Di beranda Lantai 24

Di depan quotes favorit

Ndlosor di depan lobi perpustakaan

Jauhan dikit dari lobi perpustakaan

Di museum depan Perpusnas

Di sofa Perpusnas
Walaupun sangat berbeda, pertama kali saya gemar ke Perpustakaan adalah di Perpustakaan Daerah Ambarawa lho. Walaupun hanya terdiri dari dua ruangan saja, saat itu saya cukup bahagia bisa meminjam buku plus menggunakan wifi gratis. Tujuh tahun yang lalu! WOW!!

Baca Juga " Hidup Perpustakaan Daerah"

Well, masih banyak spot liburan yang nanti akan saya share di sini walau pun sudah late-post banget. Tapi, tiap momen yang terlewati, sayang kalau dilewati tanpa jejak apapun di blog ini. Apalagi masa masa traveling bersama suami. Traveling together with my husband is the moment I cherished a lot. Can't wait to have more adventures!

Kemana lagi setelah ini ya?