Saturday, 23 September 2017

MENJAJAL JEMBATAN SURAMADU DAN MENIKMATI MALAM DI TAMAN BUNGKUL-SURABAYA!

Saturday, September 23, 2017 7 Comments



"Mas, tolong foto macam siluet berlatar belakang jembatan suramadu begitu Mas.."
"Kayak begini, Dek?"
"Kok nggak kayak di instagram gitu ya Mas..coba kalau aku hadap sana biar kena cahaya."

"Begini dek?"
"Duh, macam ndak artistik pisan begitu. Kok banyak kerikilnya, nggak ada airnya juga."
"Ingat dek apa kata Mas?"
"Oh iya, ingat. Jadilah orang yang pandai bersyukur. Alhamdulillah sudah sampai di sini ya Mas."
"Ayo mie gorengnya sama kopinya habiskan."
"Baik."
Minggu, 9 Juli 2017

Setelah kami  sholat Ashar di Surabaya Plaza plus mengisi perut demi perjalanan yang belum usai, kami segera menuju ke daerah Tambak Wedi, Kenjeran.


Kali ini kami akan ke pulau seberang. Biasanya orang menyeberang laut menggunakan kapal, tapi kali ini kami akan menyeberang laut, ehm...selat lebih tepatnya, dengan naik sepeda motor.

KAMI AKAN MENJAJAL JEMBATAN SURAMADU!

Ide ini digagas oleh suami. Rasanya kurang lengkap saja begitu kalau udah di Surabaya tapi nggak mencoba jembatan Suramadu. Atas dasar mumpung lagi di sini dan mumpung masih muda, sore itu kami ke Madura dengan melintasi selat Madura via jembatan terpanjang di Indonesia dengan panjang mencapai 5,43 km yang menghubungkan antara Pulau Jawa (Surabaya) dan Pulau Madura (Bangkalan); JEMBATAN SURAMADU!

Wednesday, 20 September 2017

MENJELAJAHI LIMA WISATA ALAM NGE-HITS DI BEKASI BERSAMA AIRY ROOMS!

Wednesday, September 20, 2017 3 Comments


Hello Traveler!!

Apa yang muncul di benak kalian saat mendengar kota Bekasi?
Berdebu? Jauh? Jalanan rusak? Panas dan Macet?

Hm...tunggu dulu, Sobat. Itu dulu. Karena sekarang Bekasi sudah mulai membenahi diri. Bahkan, mungkin tidak sebagian orang tahu kalau di Bekasi ternyata menyimpan banyak wisata alam yang memanjakan mata tanpa menguras isi kantong. Berbeda sekali dengan label Bekasi selama ini, bukan?

Lalu, apa saja sih keistimewaan alam Bekasi yang wajib kita kunjungi?

Monday, 18 September 2017

BAHASA INGGRIS SERU BINGITS! EDISI : "FIND SOMEONE WHO.."

Monday, September 18, 2017 10 Comments
Assalamualaikum wr wb,

Apa kabar Miss? Masih semangaaaat???

Bagaimana sih meningkatkan speaking skill murid murid kita? Plus confidence mereka untuk belajar berbicara dalam bahasa Inggris?

Jawabannya hanya 1, pak.

LET THEM SPEAK.

Cuma yang jadi perkara adalah bagaimana caranya? Nah, itu dia.

Salah satu cara mereka belajar speaking adalah macam interview. Hanya saja interview sendiri ada bermacam macam caranya.

Saya pernah mempraktekkan interview klasik seperti yang ini.


Tapi kali ini saya akan membahas bentuk interview yang berbeda.

Saturday, 16 September 2017

BAHASA INGGRIS SERU BINGITS! EDISI : "INTRODUCTION BERJAMAAH"

Saturday, September 16, 2017 5 Comments
Assalmualaikum wr wb,

"Murid kelas saya itu banyak. Tapi, saya ingin mereka bisa latihan speaking semuanya."

"Saya ingin murid murid saya bisa punya waktu untuk belajar speaking dan listening. Tapi waktu yang ada terbatas."

Oke, bapak Ibu guru. Ada banyak trik mengajar yang bisa kita terapkan saat kita dihadapkan pada :

1. Jumlah murid yang banyak

2. Waktu yang terbatas

3. Tenaga pengajar yang juga terbatas, alias Anda sendiri.

-----

Yang saya yakini adalah belajar itu bukan melulu tentang menulis sepanjang waktu. Jaman semakin berkembang, mencatat dari papan tulis sudah semakin ditinggalkan karena toh kita punya in-fokus. Kita bisa menonton video edukasi, kita bisa melakukan listening exercise, membaca langsung dari pancaran proyektor dan lain sebagainya.

Nah, bagaimana kalau kita ingin murid murid kita aktif, sedangkan kita dihadapkan dengan tantangan di atas??

Semoga solusi ini membantu ya, Bu Ibu!


Wednesday, 13 September 2017

ICIP ASIK PESTA KULINER DI FESTIVAL KULINER SERPONG 2017

Wednesday, September 13, 2017 10 Comments

"Wah, Ta. Aku mau seblak ta!! Eh itu juga ada Pentol Pedes, Ta...Es Duren juga nikmat dan syegar sekaleeeeeh....Ya udah yang pertama aku mau Es Pisang ijo aja!"

Saya jadi gelap mata karena sejauh mata memandang hanya lautan kedai makanan berjuta macam sajian yang saya dapatkan. Tengok ke kanan, kiri, balik belakang atau pun depan lagi. Mau apa? Main course serupa sate Madura dan sate Padang, Kwetiaw siram atau pun goreng, Nasi jamblang, Ayam Betutu, Nasi Goreng, Bakmi dan Mie Ayam serta Bakso dan lainnya bertebaran di mana mana. Masih ditambah lagi macam macam snacks tradisional macam kue cubit, roti bakar es krim (bingung khan, roti bakar kok malah eskrim?), seblak, pentol pedas, otak otak spesial, dan banyak rupa rupanya saling berjajar memenuhi area  parkir selatan Mall Summarecon Serpong.  Food is all around you!!

Saturday, 9 September 2017

MENCICIPI SENSASI BERADA DI LAMBUNG KAPAL SELAM, MONKASEL-SURABAYA!

Saturday, September 09, 2017 28 Comments
"Liat apa dek, macam serius sekali?"
"Wah, cerah kok. Terang. Shine bright like a diamond"
"Apa?"
"Our future. "
"Aamiin"
Kami disambut oleh dua kakak berseragam di pintu masuk sebuah ruangan yang akan baru pertama kali ini kami berdua sambangi. Dan begitu kaki kami melangkah masuk, apa yang kami lihat?

Suasana di dalam agak pengap dengan penerangan yang cenderung temaram walau lampu LED menancap berjajar. Kami masuk ke dalam dinding melengkung dan mengerucut sedemikian rupa dengan ribuan tuas dan panel yang menancap di sekujur sisi dinding. Ada pemutar yang berbentuk macam setir mobil, kabel kabel yang mengular bertubrukan di mana mana, lalu para pipa besi yang juga melengkung di masing masing sisi. Peralatan navigasi bertebaran. Di depan kami terpampang lubang lingkaran sebesar lubang hula hoop yang ternyata menjadi pemisah ruangan demi ruangan. Kami harus melipat badan sedemikian rupa dan merayap barang sedikit untuk bisa sampai di ruangan sebelah. Ruang kerja, ruang baterai 1 dan baterai 2, ruangan mesin listrik, mesin diesel dan terminal mesin, dan ruangan ramping lainnya  saling berjajar di sebuah tempat raksasa berbentuk macam kapsul.  Kami sekarang sedang ada di lambung, sob! Lambung sebuah kapal selam milik Indonesia tercinta!!

Kok bisa???

Jadi, begini ceritanya....

---

THE BEGINNING OF THE STORY : HAD A VISIT TO KENJERAN BEACH, SURABAYA

Minggu, 9 Juli 2017

Hari ini kami sepakat untuk traveling berkeliling Surabaya, di tempat-tempat wisata terdekat saja yang mampu dijamah dengan sepeda motor. Teman baik hati suami bernama Mas Rohman sudah bersedia untuk meminjamkan motornya sehari penuh karena dia akan pulang kampung di hari itu. God is good!

Tapi, kami tak serta merta langsung menuju ke Museum Kapal Selam itu. Bahkan, kami tidak mencantumkan tempat itu sebagai salah satu destinasi kami di bucket list. But, later we know that this place is really worth-visiting!!

Pagi pagi sekali, begitu bangun tidur pace Alfrets sudah ngajakin pergi main. 

"Adek kita pergi main sekarang"
"Kemana?"
"Yang penting ikut saja sudah."
"Baiklah"

Setelah mengambil motor, kami melajukan motor menelusuri jalan Surabaya sampai di sebuah jajaran kedai kaki lima. Sudah banyak orang makan di sana, kami lalu bergabung. Menu pagi ini adalah soto dan susu sapi segar endessss. 

Warung kaki lima rasa bintang lima. Enak, cuk rek!
Selain endes, porsinya juga banyak. Dan berapakah harga soto tersebut? 14ribu plus susu segar seharga 4.500 satu gelas.

Setelah menamatkan sarapan, kami melanjutkan perjalanan ke salah satu destinasi yang sebenarnya destinasi ini adalah yang paling saya inginkan, tapi tidak diinginkan oleh suami.

"Mas, aku pingin ke Pantai Kenjeran."

"Itu jelek Dek, pantainya."

"Nih, di Google bentuknya bagus kok. Tuh, lihat aja."

Image result for pantai kenjeran

"Itu hanya fatamorgana, Dek. Kata Elvis, jelek pantainya. Lebih bagus pantai di Merauke. Nanti aja kalau kamu ke sini lagi ya."

"Kenapa harus nunggu ke sini lagi? Iya kalau ke sini lagi? Kalau ndak? Ah, pace tuh emang nggak  pernah ngertiin aku." Segera saya mengeluarkan jurus pamungkas sambil mata dibuat berkaca kaca.

Tapi, siapakah Elvis? Temukan jawabannya di sini.
Baca juga "Mendadak Panen di Wisata Petik Apel - Batu, Malang "

Lalu, apa yang saya lihat sesampainya di sana setelah membayar 15ribu pagi pagi begini mana mandi juga belum?

Jalan menuju ke tepi lautnya agak jauh dan harus melewati kawanan buaya, Teman, macam Laskar Pelangi saja.

Sebelah kiri saya adalah lapak tempat makan dan ssebelah kanan saya adalah laut. 

"Gimana menurutmu, dek?" tanya suami sambil memandang ke laut lepas dari pinggir pantai yang bahkan bibir pantainya pun tak ada dengan laut berhiaskan sampah mengambang yang airnya bikin bingung.

"Ini laut apa kolam susu plus sereal?"

"Hehe...Ya....kan kalau sudah dikunjungin khan jadi tahu bentuknya kayak apa...hehe...Ya udah ndak papa ya Mas...hehehe"

Dari Pantai Kenjeran akhirnya saya mendapatkan pelajaran hidup nomor 91

"Listen to your husband."

Terimakasih Pantai Kenjeran.

Walau pun banyak kedai makanan dan lapak cenderamata yang berjajar di sepanjang jalan tepat di tepi laut, tetapi banyak sekali sarana prasarana pantai yang terkesan kurang terawat. Banyak sarana bermain yang sudah rusak dan dibiarkan teronggok di sana. Pantainya sendiri juga kurang menarik karena airnya cenderung coklat dengan banyak sampah mengapung. Entah karena kami masuk masih terlalu pagi, tetapi suasana di pantai ini juga sepi. 

Kami sempat ditawari naik kapal menuju ke tengah laut, tetapi kami kurang begitu berminat dan hanya jalan jalan saja di pinggir pantai sambil beberapa kali mengabadikan momen seperti ini.

Berlatar belakang jalan panjang tepat di tepi lautnya.

Kami juga sempat mampir di sebuah patung raksasa yang masih terletak di lokasi Pantai Kenjeran. Patung ini mengingatkan saya dengan Thailand walau pun saya juga belum pernah ke Thailand. Nah, bingung khan?

Patung ini bernama Patung Budha Empat Wajah, sob. Patung ini memiliki 4 wajah yang menghadap ke seluruh penjuru mata angin, dan melambangkan 4 sifat baik sang Buddha, yaitu welas asih, murah hati, adil, dan meditasi. Patung ini digambarkan memiliki 8 tangan, yang melambangkan kehadiran dan kekuatan Sang Buddha. Salah satu dari tangan kanan memegang dada, sedangkan di 3 tangan kanan yang lain memegang cupu berisi air suci, tongkat kebesaran dan cakram (sejenis senjata berbentuk piringan). Air suci merupakan perlambang energi penciptaan semesta. Adapun tangan kiri patung terlihat sedang memegang tasbih, teratai, kitab suci dan kerang. Teratai merupakan lambang kekuatan yang memunculkan alam semesta.




Sayang seribu sayang saat saya dan suami melongok ke sebuah kolam di depan patung itu. Kolam yang dulunya merupakan kolam air mancur kini airnya sudah surut tergantikan oleh buanyak sampah plastik dengan air hijau keruh.

Iyuh.

"Sudah ya pulang."

"Baik, suami. Terimakasih."

----


THE WORTH-VISITING PLACE, PASOPATI SUBMARINE MONUMEN!

Penampakan Monumen anti-mainstream. Begitu masuk, kita berasa kayak di dalam kapal selam, Sob.
Nah, siang harinya setelah mandi dan makan seblak, kami memulai perjalanan. Tiba di Jalan Pemuda kami menyaksikan sebuah bangunan tak biasa tepat di sisi sebuah sungai yang ternyata namanya adalah Sungai Kalimas.

"Waduh, coba kau lihat apa itu Mas?'

"Sepertinya kapal selam itu."

"Oh iya, khan itu ada plang namanya, Mas."


Image result for kapal selam surabaya

Nama kapal selamnya adalah KRI Pasopati 410, Teman. Kapal Selam dengan jenis SS Type Whiskey Class dibuat di Vladi Wosotk -  Rusia pada tahun 1952 digunakan dalam kedinasan TNI Angkatan  Laut sejak 15 desember tahun 1962. Kapal selam itu memiliki panjang keseluruhan 76 meter dan lebar 6,30 meter . Kapal Selam yang 'terdampar' di sisi sungai Kalimas, Jalan Pemuda yang juga dekat dengan Surabaya Plaza ini merupakan kapal selam yang sangat berjasa dalam mempertahankan negara kita. Kapal Selam inilah bersama dengan 10 kapal selam lainnya yang bertempur saat membebaskan Irian Barat tahun 1960.

"Ya udah yuk kita ke sana."

"Yuk."

Cekring!! Untuk menikmati sensasi menjelajahi kapal selam itu, kami hanya butuh dana sebsar 20.000 saja untuk dua orang. Jalan jalan hematt!

Begitu kami berdua masuk ke monumen, saya langsung membayangkan saya sedang berada di kedalaman laut, dikelilingi oleh banyak tuas dan panel di dalam perut Paus karena kalau dilihat lihat dia memang mirip paus raksasa. Suasana di dalam jelas agak pengap dengan penerangan yang agak temaram walau pun lampu penerangan sudah ditancapkan di mana mana.

Apa saja yang bisa kami lihat di dalam??

BANYAK, teman.




Related image

foto para pejabat Komandan KRI Pasopati


Untuk ke ruang selanjutnya harus melewati pintu ala hola hoop dulu, teman.


Image result for monumen kapal selam




Sambil berjalan menuju ke kepala kapal selam, banyak ruang ruang kecil yang kami jelajahi. Di dalamnya banyak terdapat panel-panel dan tuas sebagai peralatan dan perlengkapan kapal selam. Selain itu juga terdapat peralatan navigasi, Ruang kerja, tempat tidur kru kapal selam yang cukup kecil dan bersusun, dapur , Ruangan Baterai I dan baterai II, Ruang Mesin Listrik, Mesin Diesel dan terminal Mesin, dan sebagainya. Ada juga Ruangan Komandan yang cukup sempit  berukuran sekitar 2 x 1,5 meter dengan hanya ada dipan, lemari, meja dan kursi di dalamnya.

Suami juga sibuk meneliti benda benda sambil membaca tulisan tulisan yang ada di permukannya. Tak lupa dia juga sibuk mengarahkan gaya.

"Ikuti aku..."

"Ke sini kalau bisa..."

"Tapi Mas, ini kapal selam kan harusnya dia di dasar lautan. Lha dia kok bisa sampai di sini gimana caranya ya?"

"Ini misteri, Dek."

Kami kemudian berpikir keras.

Dan ternyata butuh perjuangan sangat luar biasa untuk bisa mengantarkan para rakyat Indonesia untuk menikmati sensasi masuk ke kapal selam ini. 

KRI Pasopati harus dipotong menjadi 16 bagian dan selanjutnya dibawa ke area Monkasel (Monumen Kapal Selam) kemudian dirakit kembali menjadi sebuah monumen. Niat sekali, bukan??

Dan kita juga harus berbangga hati karena Monkasel di sisi Sungai Kalimas ini disebut-sebut merupakan Monkasel terbesar di kawasan Asia. Bahkan pengelola wisata dan pemandu dari Turis Information Centre Surabaya, Sultan mengatakan yang memiliki museum kapal selam, kurang dari lima negara di dunia.

WOW WOW WOW!!

Kami keluar dari lambung Kapal Selam Pasopati denga hati gegap gempita.

sudah selesaiiii....

Eits, tapi area ini tidak hanya menyodorkan sensasi masuk ke dalam kapal selam, tapi kami juga bisa melihat video dokumenter tentang Kapal Selam ini lho. Dan jangan sampai dilewatkan karena tiket masuk ke theaternya GRATIS.

Image result for monumen kapal selam
source

Tak hanya menonton sejarah kapal selam saja, tapi kami juga bisa duduk duduk tepat di tepi sungai Kalimas sambil bercengkrama menunggu Ashar. Sangat berbeda dengan Pantai Kenjeran, sungai Kalimas ini sangat bersih. Bahkan, sesekali kami bisa menangkap keberadaan ikan ikan kecil yang berenang di permukaan sungai. Udaranya juga tidak terlalu panas, kok. 

Sungai bersih dengan banyak tempat duduk di tepinya. Cucok sekali

Fasilitas lainnya :

Kolam renang untuk anak anak

Playground.
Museum kapal senam ini memang children-friendly alias ramah anak.
Bisa banget untuk wisata keluarga. Ilmu dapet, keseruan pun dapet :D

Tapi, karena kami masih berdua saja, kami menepi di tepi sungai sambil mengumpulkan memori.


Sambil liat sungai, sambil ngobrol ngobrol. Syahduuuu


"Ternyata ke museum/monumen seru juga ya Mas."

"Iya to. Bisa menambah wawasan kita."

"Dulu aku juga pernah ke Museum anti-mainstream yang ada di Jogja."

"Apa itu?"

"Museum Dirgantara. Museum pesawat dan kendaraan perang Angkatan Udara."

Baca juga "Mencoba Terbang, Museum Dirgantara - Jogjakarta " 

"Eh, sudah Ashar. Mampir makan ke Surabaya Plaza sekalian sholat di sana ayo. Nanti habis itu kita lanjutkan perjalanan."

"Kemana Mas?"

"Kita mau ke MADURA!"

"Wowwww..."

Lalu kami berjalan keluar dan menuju Surabaya Plaza. Lalu, bagaimana caranya kita ke Madura sore sore begini ya?

MISSION COMPLETED. MOVE TO THE NEXT  MISSION!


-Bersambung-

Salam jalan jalan,




References :
http://www.kompasiana.com/jelajah_nesia/serunya-berwisata-di-monumen-kapal-selam-surabaya_5529969af17e617f0ad623e1
http://travel.kompas.com/read/2017/06/22/142100627/monumen.kapal.selam.surabaya.bukti.kejayaan.maritim.indonesia