Monday, 29 August 2016

Tujuan Hidup Gue adalah....

Image result for heaven and hell art

Setiap manusia pasti mengelami fase ini. Fase saat semua hal atau banyak hal yang lo inginkan untuk terjadi ternyata nggak terjadi. Dan justru hal yang lo takutin malah sekonyong konyongnya hadir dalam hidup lo sebagai suatu kenyataan yang harus lo terima. Atau fase dimana hidup lo rasanya hambar banget. Tiap kali lo mau tidur atau bangun tidur, lo merasa kayak hidup lo kosong, hampa. Atau lo ngerasa lo terjebak dalam rutinitas yang memelahkan dan membosankan demi bisa memenuhi keinginan lo buat 'jajan' di Charles and Keith, Giordano, atau mlipir bentar di Holy Cow Steak. Ambisi lo akan tersenyum lebar dan obsesi lo akan menyeringai saat lo bisa menjejali instragram lo dengan barang barang nge-hits dan makanan asoy. Tapi, sebagai tumbalnya lo harus terus berkutat dengan kesibukan yang seakan tak ada ujungnya; kesibukan yang sering kali bikin kepala lo mau pecah atau hati lo remuk redam. 

LITTLE ESCAPE : SENTUL MEMPESONA


Sambil masih mengumpulkan nyawa, gue beranjak menuju ke jendela. Pelan tapi pasti gue menarik roller blind; tirai gulung yang langsung mengarah ke kolam renang dan lapangan memanah dengan sebuah playground yang dikelilingi dengan tempat duduk santai. Beberapa orang terlihat sudah hilir mudik berenang dan beberapa di antaranya asik berjemur di sebuah sundeck yang mengitari kolam; tiduran manja di pool chair yang memanjang dengan pool umbrella yang melebar.    Sebuah gunung menyundul di kejauhan, berselimutkan awan berarak arak. Tak jauh dari sundeck gue bisa meliat orang orang asyik mengesap kopi di gerombolan armchair dan sofa lembut berwarna krem. Gue memejamkan mata dan mengulet sedemikian hingga biar kayak soundtrack film.

"Good Morning, universe...." Gue semakin fasih menirukan soundtrack sambil menatap jauh ke arah jajaran pohon berlatar gunung dengan kapas putih di atasnya melayang layang.

"Good morning, you......" Ah, betapa syahdunya scene ini buat gue. 

Gue lalu mengedarkan pandangan. Dan kalian tau apa yang gue lihat di sisi kanan kolam renang??

FREE BICYCLE RIDE!!!

"Lita, ayo kita pit pitaaaaan!"

gue berbalik arah dan mendapati Lita masih...................


mimpi.

Tuesday, 23 August 2016

Meraih Pucuk Monumen Nasional, Jakarta Pusat!



Bukan sungai yang saling mengular, bukit hijau royo royo atau rerimbunan pohon pohon yang berjejalan melainkan gedung gedung pencakar langit yang saling menyundul, rumah rumah yang berjejalan berebut lahan, dan jalan jalan aspal yang mengular berliku liku. Pohon pohon hanya sebagai selingan di antara gedung tinggi menjulang dan rumah berpetak petak. Dan gue sadar sesuatu.

"Inilah JAKARTA, men!"

Dari pucuk ini gue bisa melihat pemandangan di sekitarnya. Gue bisa melihat perhiasan Jakarta; gedung gedung dengan berbagai bentuk yang sisinya berkilauan terpantul sinar matahari. Yang di dalamnya juga menawarkan kilau khas Ibu Kota. Tapi, mereka semua tak lebih tinggi dari tempat yang gue pijak ini. Karena gue sekarang sedang ada di bangunan tertinggi di Jakarta; salah satu icon terkenal yang identik dengan Jakarta.

Gue lagi di................................ MONAS!!!

source
---------

Tuesday, 16 August 2016

SELAMAT ULANG TAHUN, KAWAN VIRTUAL!


Pernah tidak kalian mengenal orang orang yang sebenarnya tidak kalian kenal?
Atau orang orang yang tidak kalian kenal tapi mengenal kalian bahkan lebih dari perkenalan mata demi mata?
Pernah tidak kalian begitu merasa termotivasi dan terinspirasi oleh sosok sosok yang tak terjamah oleh genggaman jari jari tangan?
Atau suatu ketika saat kalian merasa hidup di alam nyata memberi begitu banyak sandungan, kalian mengutarakannya kepada mereka, dan lebih dari teman sebatas pandang, mereka bisa membubuhkan mesiu untuk lesatan semangatmu?

Aku pernah. Lebih dari sekedar pernah, aku punya. Aku sudah mengenalnya sejak tiga tahun yang lalu. Sejak saat itu, aku semakin bersemangat untuk menceritakan kisah kisahku pada mereka. Aku menceritakan cerita lucu, lalu cerita pilu, terkadang cerita kelu atau sekedar curahan kalbu. Tak pernah aku membalas pandang, karena memang mereka tak hidup di jangkauan pandangku. Tapi mereka lebih dekat dari buku diaryku, mengenaliku lewat tulisan tulisan lalu memberikan untaian kata pengokang semangat.

Apa yang kita butuhkan sebenarnya di dunia ini selain semangat? Dengan semangat kita bisa mengarungi jarak bermil mil, kita mampu mendaki gunung tertinggi sekalipun, atau berenang menyeberangi selat. Dengan semangat kita bisa melakukan apapun. Dan dari semangat, kita membangun mimpi. Lalu, apa yang kita butuhkan untuk memupuk semangat? Salah satunya adalah kita membutuhkan teman. Tak berlebihan bila aku menempatkan mereka sebagai teman pengokang semangat, walau lagi lagi mereka menyemangati tanpa berkata kata. Mereka menulis. Sekarang, kalian tahu kan keajaiban dari sekedar tulisan?

Thursday, 11 August 2016

Berniat


Aku menabung keresahan demi keresahan. Aku mengumpulkan kegelisahan demi kegelisahan dan menempatkannya di sebuah cawan. Aku mulai berpikir untuk tidak menggantungkan hidupku pada tali yang ku ikat seorang diri. Potret potret diri kawan yang berbahagia menggelitik hatiku untuk berbahagia dan menari atas musik yang senada.

Tak mudah, aku tahu. Hidup memang tak pernah mudah. Saat ku menoleh pun jalan setapak itu dilumuri lumpur, penuh pohon berduri dengan awan hitam menggantung abadi. Tapi, ku bisa apa? Aku tak bisa berjalan mundur atau memutar arah dan mengusir awan, atau mengguyur lumpur atau sekedar mencabut ilalang liar. Bukankah kita tidak bisa memanjat kembali masa yang telah lalu. Bukankah karena itu dia disebut masa lalu?

Aku hanya bisa terus merangkak pergi lalu berdiri dan berjalan walau tertatih. Tubuhku penuh goresan. Hatiku penuh guratan dan jantungku memar. Tapi aku tahu, waktu ibarat obat tradisional mujarab dengan doa sebagai penawar segala luka. Aku tahu awan tak akan berjalan mengikutiku dan mendapati tubuhku basah kuyup. Perih tak akan terus menjalar. Walau terkadang ku tak bisa menggunakan nalar.

Terkadang semua yang ku perlukan hanyalah berdiri sejenak, atau duduk di bawah pepohonan. Lalu, memikirkan jalan mana yang harus ditapaki, gunung mana yang harus didaki, dan sungai mana yang harus diikuti. Ah, terkadang yang harus aku lakukan hanyalah istirahat sejenak, menghela nafas dan menghembuskannya keras keras. Berusaha menguapkan keresahan yang melumuri tubuh dan hati. Lalu, memanjatkan sebuah bisikan yang masih tak terdengar. 

"Aku harus melontarkannya keras keras." Lalu angin akan membawanya ke atas, mengirimkan pesan untuk ku yang berjalan menyelusuri jalan setapak di sebuah hutan penuh dengan jajaran orang orang, penuh dengan tipuan nikmat dan definisi definisi akan hidup yang mereka ciptakan sendiri.

"Aku harus melontarkannya keras keras. Menembuskannya di pekatnya malam dan dinginnya hati. Melesatkan di antara bintang bintang yang berpedar, lalu merasuk bersatu di do'a malamnya."


Tuesday, 9 August 2016

WOW!! Liat Drama Musikal Legendaris "ANNIE" di Ciputra World 1 Mall

WOW!!
Gue duduk di lantai atas mengarah ke sebuah panggung kecil yang tirainya menipu; karena bila dibuka ternyata menjadi luas. Seat penonton ditata sedemikian rupa sampai membentuk setengah lingkaran yang mengerucut dan berpusat pada panggung; di bawahnya lusinan alat musik dengan penabuh para bule menghimpun suara sepanjang show. Orkestra, gaes!


WOW!!
Menit menit berikutnya para pemain "Annie" mulai memainkan perannya. Drama dimulai dengan tingkah polah anak anak kecil yang diceritakan sebagai 8 anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan nan reyot dan kelaparan. Menghadapi hidup yang keras begitu, bangun tidur mereka langsung bernyanyi.



"Lah, ini drama apa film India?" Gue sempet bingung sekejab. lalu gue sadar, ini kan drama musical. Jadi, hidup susah mereka nyanyi, dimarahin ibu pengasuh yang lebih kejam dari Ibu tiri mereka nyanyi, jalan jalan kedinginan mereka nyanyi, ditinggal mantan nikah ayah Ibu mereka juga nyanyi. Hampir semua adegan dilalui dengan bernyanyi, untung bukan nyanyi sambil ujan ujanan dan kejar kejaran di balik pepohonan. 

WOW WOW!! 
Dan sebenarnya bagi gue wow yang paling menohok adalah saat gue liat ticketnya, dimana di situ tertera harga per orang, semacam ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...