Friday, 20 April 2018

Fun Yet Educating Watching

Friday, April 20, 2018 0 Comments

Assalamualaikum wr wb, Miss and Mister!!

Ada saatnya anak anak jenuh belajar. Entah karena sudah pusing dengan soal soal try out UNBK yang menguras pikiran dan kesabaran, atau pusing dengan seambrek tugas sekolah dan persiapan menghadapi UAS yang sudah di depan mata.

Tapi, mereka juga harus belajar! Nah, sebagai guru apa iya kita tega begitu memberikan soal soal Grammar atau reading comprehension yang makin makin membuat hidup mereka bergelimang soal. Mereka ini sebenarnya belajar apa lagi 'diajar'? hehehe...

Tapi, belajar Bahasa Inggris itu bisa menggunakan banyak metode dan sarana yang seru kok, Mister!! Contohnya dengan kegiatan yang satu ini.

We called it, "Fun Yet Educating Watching!!"

Friday, 13 April 2018

Cara Kreatif Mengajar Bahasa Inggris Edisi 16 : "Guessing Who"

Friday, April 13, 2018 3 Comments

Assalamualaikum wr wb,

Kali ini saya tidak mengajar anak anak/remaja seperti biasa, tetapi mengajar orang dewasa/ teman teman saya sendiri. Pertama kali saya mengajar orang dewasa adalah saat saya kuliah semester akhir. Nggak tanggung tanggung, saya mengajar karyawan sebuah Perusahaan Jamu dari Ungaran. Dan dengan bermodalkan basmallah, saya nekat mengajar walau lidah kelu dan keringat sebesar biji jagung menganak sungai. Sejak saat itu, mengajar semua umur menjadi salah satu bucket list saya. Dan alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk bisa ada di posisi saya sekarang.

Mengajar anak anak dan orang dewasa bagi saya membawa tantangan tersendiri, Bu. Tapi, ada satu kesamaan yang selama ini saya yakini harus ada di proses belajar mengajar; rasa bahagia dan nyaman. Kalau tertarik pun tidak, bagaimana mereka bisa ikhlas berpikir dan materi yang diberikan bisa mereka pahami? Dan salah satu cara untuk membuat mereka tertarik adalah dengan game!!

Game/permainan dalam belajar Bahasa Inggris tidak hanya ampuh diterapkan untuk anak anak atau remaja saja ternyata, Miss. Ini terbukti dari kegiatan English Time yang saya dan teman teman di sekolah tempat saya mengajar lakukan. Di sekolah itu, kami selalu mengadakan English Coffee Morning setiap Selasa pagi. Kami membagi kelas menjadi tiga kelas sesuai dengan kemampuan berbahasa Inggris dengan satu fasilitator di masing masing kelasnya, yaitu saya, Mr Hendra dan Miss Dian.

Namun, ada kalanya kami juga menggabungkan kelas untuk me-refresh suasana belajar/sharing. Nah, kali ini saya terpikirkan untuk membuat suatu game yang bisa bapak ibu guru ikuti. Kami sedang belajar tentang bagaimana cara mendeskripsikan orang dan tempat dalam bahasa Inggris. Dan lahirlah game ini.

"Guessing Who Game"


Thursday, 12 April 2018

Cara Kreatif Mengajar Bahasa Inggris Edisi 15 : "Mention Five Things That..."

Thursday, April 12, 2018 3 Comments

Assalamualaikum wr wb, Teachers!

Teachers, yang saya suka dari mengajar di Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris yang insialnya Steps2Success adalah banyak pengajar kreatif di sana yang bisa mengajar dengan banyak variasi, salah satunya adalah dengan game.

Nah, kali ini Mr. T lah yang membawa permainan super seru ini ke dalam kelas. Judulnya tidak lain tidak bukan,

"MENTION 5 THINGS THAT..."

Walau pun judulnya macam nggak lengkap begitu, tapi game ini lengkap banget dari segi speaking skill, vocabulary skill sampai telepathy skill antara murid dan gurunya.

Kok bisa? Karena kali ini kami bermain dengan melibatkan guru sebagai salah satu partisipannya. Di kelas sore, kami menyatukan tiga kelas bersama dengan tiga guru. Inilah waktunya untuk eksekusi!!

The Master of The Game!

Sunday, 8 April 2018

Tanda Cinta tak Terduga

Sunday, April 08, 2018 13 Comments


Ambarawa, 22 Desember 2017

Sekonyong konyongnya saya terbelalak. Saya membaca aturan pakai dan cara membaca hasil dan sejurus kemudian hasil terpampang nyata di hadapan. Beberapa kali mengedipkan mata, takut salah baca. Saya langsung memanggil suami. Muka penuh rasa penasaran, dia kemudian menghampiri.

“Pace, kok....kok garisnya ada dua?”

“Iyo?”

“Tenin.Nih, garisnya dua.”

Ucap saya sambil memberikan benda bersampul putih berbentuk macam thermometer. Di badannya bergaris merah berjumlah dua. Antara percaya dan tidak percaya saya terus memandangnya lekat lekat.

“Ya alhamdulillah to, Mace.” Wajahnya sumringah, sedangkah wajah saya memerah. Entah apa yang saya rasakan saat itu. Tapi, apapun yang saya rasakan, satu hal yang langsung tertanam dalam otak saya adalah,

“Allah pasti punya rencana yang indah untuk ini.”

Tapi, karena saya masih belum yakin sepenuhnya, saya minta suami untuk membeli tes pack yang lain.

“Kita nggak usah bilang siapa siapa dulu sampai kita test pack lagi.” Saya mengingatkannya. Kami diam seribu bahasa dan melangkah menuju ruang tamu seperti tidak terjadi apa apa. Padahal hati dan pikiran saya bergulat ; pergulatan batin.

Sore harinya, saya meminta suami untuk membeli testpack lagi. Akhirnya dia membeli test pack termurah dan termahal di apotek terdekat. Dua sekaligus saya celupin, dua garis merah makin ketara.

“Alhamdulillah...” Seolah pace mengajarkan saya untuk mengucapkan kata itu.

“Iya, alhamdulillah.”  Masa depan yang saya dan suami rencanakan akan mengalami pergeseran sekonyong konyongnya. Benar kata pepatah,

“Manusia boleh berencana, Allah yang menentukan.”

Sunday, 1 April 2018

Hello, There!

Sunday, April 01, 2018 2 Comments

Assalamualaikum wr wb, everybody!!

Akhirnya gue pecah telor juga karena ini adalah post pertama gue di tahun 2018. Dan ini udah 1 April, it means udah 3 bulan banget gue nggak nulis apapun di sini. Alasannya adalah karena banyak kejutan yang terjadi dalam hidup gue di awal tahun ini, banyak hal hal yang nggak pernah gue sangka terjadi plus ups-down hidup gue, serta pergeseran stage/tahapan hidup yang gue mulai jalani di tahun 2018 ini. 

Setelah berhasil melewati bulan bulan kritis penuh drama, akhirnya gue memutuskan untuk bisa buka blog gue dan mulai menulis lagi. Dan setelah tulisan ini gue akan menulis sesuatu dengan label baru yang belum pernah gue tulis sebelumnya, "Pregnancy Diary". Dan mungkin nantinya akan terjadi pergeseran pembaca dari remaja yang suka cerita cerita lucu getir, atau remaja beranjak dewasa yang suka jalan jalan, atau yang sedang dalam hubungan cinta membara menjadi calon ibu dan ibu ibu.

But well, life changes. Life is dinamic, isn't it?

Bertahun tahun sebelumnya, gue bercita cita untuk bisa menikah di umur 25-26 tahun lalu mempunyai generasi penerus bangsa di umur 27 tahun. Tahun lalu, di umur gue ke-25 tahun dan 11 bulan, gue menggenapkan separo agama dan the unexpected thing happened after that.

Dan gue rasa panggilan 'gue' udah nggak pas lagi di blog ini karena gue rasa nantinya untuk label ini yang berkunjung di sini akan kebanyakan wanita dewasa dan ibu ibu. Gue nggak bisa bayangin misal nyapa ibu ibu di jalan,

"Eh Mama Shinta, lo mau kemana? Gue mau ke warung nih."

Nggak pas ya?

Jadi setelah ini akan gue biasakan pemakaian kata 'saya' walaupun di awalnya mungkin akan terasa janggal. Tapi, once more, life is changing, it's so called as a dinamic life.

Dan sekarang, semangat membara, rasa syukur yang membuncah buncah sudah menjadi bagian dari hari hari gue. Dan gue nggak sabar berbagi dan mengabadikan tiap tiap momen dan rasa yang melekat di masing masing bagiannya.

Lusa, gue tinggal suruh anak gue buka blog,

"Anakku, kalau kau mau tahu tentang sejarah kau dulu, coba kau buka blog Ibumu itu. Resapi dalam dalam tiap tiap perjuangannya. Berat tapi bermakna."


See you again,




Sunday, 24 December 2017

Kunjungan Singkat Kuala Lumpur Galery City, Malaysia

Sunday, December 24, 2017 2 Comments

Begitu keluar dari taksi, yang paling menarik perhatian saya adalah tulisan I Love KL berwarna merah bata. Melayangkan pandang sampai 360 derajat, saya makin terpesona dengan bangunan berinterior klasik yang seakan mengitari spot ini.

Bangunan berjendela banyak  dengan banyak pilar berdinding putih gading ini dipadukan dengan ekspos bata merah. Kubah yang ada di atap gedung juga menjadi penanda kuatnya pengaruh India. Well, Gedung rancangan AC Norman dan J Russel yang didirikan pada 1898 ini terinspirasi gaya arsitektur Mughal dari India. Arsitektur Mughal muncul dari penggabungan antara elemen arsitektur regional India dengan Persia dan Asia Barat. Tak hanya itu, bangunan milenial seakan bermunculan tepat di belakang bangunan kolonial ini, menambah eksotisme Galery City yang menjadi perpaduan bangunan jaman old dan jaman now.

Yeayyy, We are in Galery City, Dataran Merdeka - Malaysia!!