Thursday, 12 December 2013

Sohabit Sayang, Sohabit Malang (Episode 1 : Perjumpaan Perdana)

“Yah, kmu akhirnya nginep di rumah sepupumu yang anaknya kakaknya ibunya Ayahmu itu yak?”

Gue menelan ludah kepahitan. Sebelumnya, dia menelepon ingin numpang hidup selama beberapa hari karena dia harus mengikuti test kerja. Dan....................nggak jadi.

“Seph, lusa aku mauk ke jekardah lagi.”

“Ngapain?”

“Ikut job fair di senayan sama temen temenku..”

“Tempatmu ke senayan jauh nggak?”

“Sumpah deh.................aku nggak tauuuuu...”

Jelaslah gue nggak tau. Daerah yang gue jamah baru sebatas kost-tempatkerja-mallciputra-kost-tempatbulek-kost-mallcibubur-kost-mallcibuburJunction.

Bahkan, saking kudetnya, tuh ada mall tinggal jalan aja gue baru ke sana 2 kali dan bahkan gue udah tinggal di sindang selama 3 bulan lebih. 

Ngadem di kost ato balik ke rumah bulek di akhir pekan terlihat lebih manusiawi demi pundi pundi yang katanya sedikit sedikit menjadi bukit.

------

Pada akhirnya, disusunlah rancangan kalau sohabit gue yang jauh jauh dari Jogjakertah ini setelah dia menghadiri jobfair di Senayan, dia akan bertemu dengan sohabit gue yang lain pasar Rebo dan akan mencari jalan untuk bisa bertemu seorang.................

Gue.


Tapi begini begini ada satu hal yang gue tahu.

“Terminal Rambutan itu terminal berkumpulnya bis bis dan angkot angkot dari segala penjuru!! Lo kalo mau cari bis apa ajaaaa di sana pasti ada!”, itu yang dikatakan teman kerja gue, Ika, ke gue. Gue manggut manggut tanda mengerti.

“Seph, dan..kamu pokoknya ke terminal rambutan terus naik 121, turun di Mall Ciputra.”

Gue liat di ujung telepon mereka manggut manggut berjamaah tanda mengerti.

Enaknya Dany, dia dianterin oleh calon mertuanya.

Tapi,

Percakapan saat gue sedang ngajar :

“Eh, kenapa? Aku lagi ngajar nih.”

“Endi Mey?? Katane ada angkot 121, kok nggak ada?”

“Ada kok di terminal Rambutan...”

“Hah?? Bukannya di pasar Rebo?”

Sumpah deh...gue nggak tau tu pasar Rebo apanya pasar Senen dan dimananya pasar Kamis.

“Ngapain ke pasar??”

“Ini bukan pasarrrrr!!! Ini juga terminaaaaal... Cuman namanya emang pasar Rebo!!” Gue liat mereka berdua sudah naik pitam. Gue takut.

Selesai ngajar, gue segera menghubungi mereka. Takutnya mereka malah semakin tersesat dan tak tau arah jalan pulang. Gue takut mereka jadi butiran debu.

Gue telpon, dan mereka bilang, mereka masih di pinggir jalan di Pasar Rebo, maghrib maghrib, kayak dua anak hilang. Bukan, dua remaja hilang. Ah, bukan bukan. Dua tante hilang.

Ternyata dia masih terus berjuang untuk bisa menemukan 121 di kegelapan malam. Karena gue buta jalan, bahkan yang namanya kampung rambutan tuh rambutannya ada berapa juga gue belum pernah liat. Gue baru menyadari, gue nggak bakat jadi anak gaul Jakarta. Gue sama sekali nggak gaul.

Setelah sempat bercakap cakap dengan teman kantor gue yang termasuk dalam jajaran raja jalanan, mereka memutuskan untuk naik taksi saja.

------------------
Mall Cibubur, Kamis, 5 Desember 2013

Setelah gue sempat mandi dan ganti baju, lalu jalan karena mallnya deket bingit. Sampailah gue di depan mall Cibubur yang baru gue injak akan dua kali ini.

“Dimana lo?Cepetan!”

Buset baru beberapa menit di jekartah, Uma udah main lo gua.

Lalu gue merangsek masuk untuk menuntaskan segala rindu yang menumpuk di dalam kalbu.

Gue menyisir lantai satu mall itu. Dari kejauhan, ada dua jilbaber. Yang satu memakai rok panjang, dengan kaos gamis dengan bertahtakan backpack yang melekat erat di punggungnya, dan di pundaknya menggelayut satu shoulder bag bertuliskan I Love Bali. Satunya lagi terlihat mengenakan jeans dengan atasan yang ditutup blazer dan backpack kecil menempel manja di punggungnya.

Gue segera lari ke arah mereka. Dan seperti lagunya Ayundya, radar kita seperti bertemu di frekuensi yang sama dan mereka berbalik arah dan melihat gue.

“Danyyyy.................Seeeeeeeeeeeeeph....”

Kita lalu berpelukaaaaaan.....horeeeeeeeeeeee....

Tinggal ditambah Ellena yang masih tertinggal di Jogjakertah dan masih berjuang dengan prakteknya, kita udah kayak Teletubbies.

Lalu, kita berdiri di satu garis lurus.

Dany loncat ke depan lalu memaju majukan perutnya.

“Tinky Winky!!”

Lalu, gue dengan takzim maju selangkah dan membumbungkan perut gue sambil kedua tangan ada di kedua belah pinggang.

“Dipsy!”

“Lala!!”

Gantian Uma yang dengan serentak juga menyundul nyundulkan perutnya sambil bergoyang.

“Pooooo...hihihihi!”

Ellena tak mau kalah. Sebagai personil paling muda, dia dengan kiyut memperlihatkan perutnya dan bergoyang goyang.

“Lihat! Ada matahari!!”

Matahari berwajah bayi akhirnya menampakkan diri dan...

“dadah pada matahariiiiiii...” Kita dadah dadah...

Si Inu tampak sibuk mengepel lantai rumah.

Lalu, kita menuju ke Solaria sembari menghempaskan beban hidup dan menambah asupan energi.

--------------

Tak ada yang lebih membahagiakan saat lo ngekost dan tinggal jauh dari rumah selain dijengukin!!!

Entah itu keluarga, entah itu sohabit seperti mereka.

Rasanya bertemu dengan sohabit di tanah rantau tuh, ah, susah dilukiskan dengan kuas dan digambarkan dengan pensil.

Gue liat bawaan Uma yang udah kek mau naik gunung Merapi. Bawaannya nggak santay banget! Liat dia yang juga berjuang dari Senayan sampai ke pinggiran sini.

“Gimana Seph tadi jobfairnya?”

“Nggak, nggak jadi masyuk. Buset dah penuh bingiiiiiitttt. Akhirnya aku liat bazaaar aja di depannya.”

Gue dan Dany saling bertatap muka tanda takjub.

Si Uma yang mengarungi beratus ratus kilometer dari Jogja ke sini dengan tujuan utama ikutan jobfair pada akhirnya berujung di bazaar depan jobfair.

“Ah, nggak papa. Yang penting kita ketemuuuuuuuuuuuu...” Kata gue, sok penting.

“Iyo nih. Liat nih barang bawaanku. Pundakku rasanya mau copot! Mana kita di pasar Rebo lami banget! Udah nggak jelas nomornya di atas kepala angkot, pake lampu lagi. Blereng, man!”

Dan gue sadar semua yang mereka lakukan semata mata demi bertemu seorang.................

GUE.

Gue terharuuuuuuuuuuuuuuuu....

Lalu, seperti biasa kita chit chat sembari makan malam di Solaria. Kalau gue inget inget, terakhir kita ketemu itu sehabis Lebaran tahun ini. Waktu itu, kita karaoke dan makan di salah satu resto baru di Salatiga!

Begitu makanan sudah habis dan sudah beli beberapa snack, kita akhirnya berjalan ke arah kost gue.

Kost gue ini mungilnya nggak santay banget. Begitu ngeliat kost gue, mereka tampak takjub tanda

“Oh, meeeeeeeeeeen...”

So small. Gue yang terbiasa hidup sendiri emang nggak begitu butuh ruangan yang besar. Yang penting bisa buat tidur juga bisa buat minum kopi sambil nulis aja udah cukup. Masalah akan timbul kalau ada sohabit ato keluarga yang akan menginap.

Pada akhirnya, kita tidur bersama.

Pantat ke atas mendarat di kasur dan pantat ke kaki mendarat di karpet pun rasanya nikmat kalau tidurnya bareng sohabit.

“Iya khan??”

“Iya khaaaaaan???”

“Pelissssss...”

Lalu, mereka mengangguk angguk tanda ‘iya aja deh’.

Then, we slept together!

Ah, not yet finished.

This story has just begun!

personil lengkap di perjumpaan sebelumnyah!


-To be Continued!-


18 comments:

  1. waaaahh asyikk yah kak kalau kedatangan sahabat di kos tercinta jadi numpuk2 gitu... wkwk ngakak pas adegan tinky winky nya itu... jadi ngebayangin hahaha lucu,,, oke dutunggu sambungannya:)

    ReplyDelete
  2. Sohabit apa sih kak? :/

    Ketemu temen2 lama emang asyiikk... Apalagi di kota orang. Haha.. Oh ka mey anak jogjyahkertahhh toh.. Baru tau. Ahaha maap...maap.. xD

    Ka mey tinggal di ibukota harus jalan2 dongg.. Datang ke kali ciliwung, katanya sih bisa mandi disitu. #ehh hahaha xD
    Atau kalo ada demo ikut aja, kalo di jakarta mah, demo dikasih nasi bungkus, kan lumayan tuh buat anak kost. :3

    ReplyDelete
  3. asyik ketemu teman lama nih,.. pas ketemu dengan sesuatu yang dikangenin..
    hah. kayak reonian... pakai personil, kayak group band saja..

    ReplyDelete
  4. sohabit itu bahasa dari mana sih meykke..aku baru tau...
    seru banget ya...mereka bela2in kesana demi kamu...
    bener tuh...apapun kondisinya, kalo sama best friend, bakalan seru dan seneng2 aja.. :D

    ReplyDelete
  5. Gueeeee...... ahahahahai bahasa jakarta nya keluar.
    Udah berasa pindang berjemur aja ya itu kamar kos., para gadis berkumpul.

    ReplyDelete
  6. waaah, type sahabat yang baik tuh. ;D
    asik banget bisa ketemu temen lama gitu..

    ReplyDelete
  7. sohabit itu sahabat sahabt yang suka makan surabi? okesip kaks..

    ketemu teman yang cukup lama gak dijumpain emang gitu.. apalagi cewek2.. uwooh banget hahaha

    ReplyDelete
  8. emang paling enak tuh ketemu temen lama, berasa di flashback ke saat kita masih ngumpul duluu, keren.
    mampir yaa http://catatankiting.blogspot.com/

    ReplyDelete
  9. 4sohibat yg berkumpul kembali.
    pasti asik ngumpul sma sohibat yg jauh dan akhir ketemu juga.

    ReplyDelete
  10. beuh, *buka kamus
    susahnya dijengukin trus nginep tuh ya nyiapin tempatnya, tapi namanya sama sohib mau tidur kaya pindang dijemur rasanya bakalan tetep nikmat, hoho

    ReplyDelete
  11. minum kopi sambil nulis memang hal yg paling nikmat..

    Asik Jadi rame kostanmu dgn kehadiran mereka..

    ReplyDelete
  12. ia sama problemnya dengan gue,
    kalau ada temen dari luar kota datang dan minta jalan-jalan pasti problemnya kita gak tahu harus kemana.. -_-"
    krena yg kita tahu hanya kostan ama tempat kuliahan...haha

    ReplyDelete
  13. jiahaha bener juga sih Mey, kalo ga tau jalan di jekardah bisa bahaya. kayak pengalaman Edotz waktu abis kopdaf kmaren.seneng deh kalo ada sahabat2 yg jengukin..

    ReplyDelete
  14. Sohabit itu sahabat kan? YA KAAAN?!
    Gak perlu bakat tau jalan untuk dibilang anak gaul jekardah., cukup dengan jadi blogger sekeren kak mey ini gaulnya udah super duper muehee...

    Kost sempit gamasalah, muter2 nyari angkot juga gamasalah, yang penting bisa pulang udah gitu ajah.

    ReplyDelete
  15. ini cewe2 kuliahan gagal move on dari teletubies yaaa.??
    biasanya kalo cewe udah ngumpul gitu pasti gosipin cowo tuh, atau menghancurkan dapur dengan masak....masak aerrrr #eakkk

    ehh iaaa, masalah buku beli di gramed kota kak Mey aja yaa, soalnya stok dari gue udah abisss jugaaa. heheheh. udah ada tuh pasti di gramedia sanaaa. :)))

    ReplyDelete
  16. oh jadi kamu anak salatiga yang merantau di jakarta ?

    -___- kok malah jadi teletubbies hahahahha.

    kasian sahabarnya disasarin :D .

    cantik2 ya , kenalin satu dong, biar gue gak jomblo hahahahha :D

    ReplyDelete
  17. ktmu tman lama i2 ngangeninnya gk bkalan hbis :)
    cantik bnget mbak meyke yg pke bju kebaya smbil bridi ngadep ke smping :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...