Featured Slider

Ini Tentang Aku, meykkesantoso.com



Mungkin banyak teman teman yang berpikir atau bertanya tentang alasan aku ngeblog, kenapa aku masih terus bertahan walau sudah rempong ngurusin anak dan suami, apa saja yang aku dapatkan dari ngeblog, kenapa nama blognya meykkesantoso.com, kenapa kok .com, apa saja yang aku tulis selama hampir 10 tahun ini di sini, dan apa yang aku inginkan dari nama meykkesantoso.com.

Baiklah, akan aku jabarkan semua yang berkaitan dengan aku, meykkesantoso.com.

Baca ini juga, yuk!

Literasi Digital, Emang Penting?

8 Alasan Nulis Blog Versi Meykkesantoso.com

Belajar SEO Mudah dan Anti Ribet

MANUSIA BOLEH MATI, TULISAN TETAP ABADI

"Nanti kalau aku mati, orang orang inget aku itu sebagai orang yang kayak gimana ya?"

"Kapan aku mati ya? Terus kalau aku mati, siapa aja yang bakalan ingat aku?"

"Gimana caranya biar anak cucu cicit nanti bisa tahu kalau mereka punya nenek moyang keren yang (ternyata beberapa tahun kemudian) hobi ngajar, nulis, sama traveling kayak aku gini ya?"

Saat SMA, semua pertanyaan itu terus menggelinding satu demi satu, memenuhi pikiran remaja 17 tahun yang sedang mencari jati diri lewat pertanyaan seputar mati. Lalu, seolah Allah menjawab tiap tiap gulanaku, dihadirkanlah seorang guru TIK yang mengajariku diary online yang bisa disimpan hingga bertahun tahun, yang bisa dibaca oleh siapapun, yang tak lekang dimakan jaman. BLOG, namanya. 

Literasi Digital, Emang Penting?

Sepenting apa sih literasi digital itu

 

"Ih, jangan mau divaksin. Itu mengandung kera, tau. Haram! Naudzubillah. Kemarin aku baca judul di FB kek gitu. Serem nggak sih."

"Halah hidung suntikan aja kok dibangga banggain mbaknya ya. Mentang mentang artis apa apa dipamerin."

"Eh, aku punya video yang 39 detik punya Gingsul, lho. Mau nggak?"

Pernah nggak sih teman teman baca status orang, atau komentar salah satu feed artis atau bahkan denger sendiri omongan orang kayak yang di atas gitu? Atau jangan jangan kita sendiri menjadi salah satu dari golongan mereka? Duh, jangan sampai ya, Mans. Walaupun kata dunia, Indonesia ini darurat membaca alias tingkat minat baca orang orangnya rendah, tapi jangan sampai kita juga ikut ikutan nyebar berita hoax dan fitnah, bully orang walau online, atau bahkan justru memberikan statement yang bikin orang sakit hati atau bahkan meresahkan banyak orang. 

Nah, kalau teman teman pernah baca atau ngalamin hal hal di atas, lalu teman teman pernah denger yang namanya literasi digital belum? Karena ternyata dua hal itu sangat terkait erat. Bahkan, baru baru ini juga Presiden Jokowi dalam pidatonya menyatakan perlunya meningkatkan literasi digital untuk masyarakat. Tidak hanya penting dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, tetapi juga sebagai tameng dalam melawan informasi palsu atau hoax yang marak di masyarakat. 

FYI, sebanyak 65% dari 132 juta pengguna internet cenderung langsung percaya dengan kebenaran informasi dari dunia maya tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu. Bahaya banget, man. Misal dari satu informasi hoax tentang vaksin yang mengandung sel kera. Bayangkan jika masyarakat memiliki literasi digital yang rendah lalu serta merta langsung percaya, bahkan langsung pencet tombol 'share', akibatnya banyak orang menolak vaksin, virus corona makin menjadi menyebar tak terkendali, dan kehidupan sosial, ekonomi, semuanya juga akan porak poranda. Sebegitu dahsyatnya akibat dari berita hoax, akibat dari rendahnya literasi digital masyarakat kita.

Tapi, dari tadi bilang literasi digital terus, sebenarnya literasi digital itu apa sih?

Baca ini juga, yuk!

8 Alasan Nulis Blog Versi Meykkesantoso.com

Belajar SEO On Page Mudah dan Anti Ribet

Enggak Tahu Coding? Ini 7 Cara Bikin Website yang Bisa Kamu Coba

11 Frasa Pengganti I Don't Like It

 


Yang diajarkan selama ini dalam  kelas bahasa Inggris itu kalau kita nggak suka sesuatu, just simply say "I don't like it." Padahal, dalam konteks tertentu kalau kita bilang I don't like it gitu bisa jadi menyakiti perasaan orang lain atau terdengar nggak sopan. 

Misalnya aja nih, ada tetangga depan rumah ngasih kue. Dia bikin sendiri. Lalu, dia ngasih kita kue. Nah, waktu dia ngambil piringnya lagi, dia nanya lah itu.

"How was the cake?"

Walau nggak enak masa iya kita mau bilang aja gitu,

"Hm...I don't like it." Kasihan lah ya. Jadi, ternyata dalam bahasa Inggris ini kita bisa mengganti I don't like it dengan beberapa opsi kata, biar nggak terdengar nyakitin gitu. Apalagi budaya di Western gitu, saat mereka nggak suka sesuatu, mereka nggak langsung bilang ah, ga suka. Mereka lebih memikirkan bagaimana bertindak sopan dan nggak nyakitin. Jadilah biasanya mereka ngasih dulu kalimat kalimat yang encouraging/menyemangati gitu. 

Jadi, ingat ingat kuncinya ya,

Don't just say "I don't like it", but start with something encouraging.

Nah, "I don't like it" ini juga bisa diganti dengan beberapa opsi frasa lain biar selain nggak monoton juga bisa lebih sopan, gitu.

Belajar yang lain yuk!

5 Idioms yang bikin bahasa Ingrismu lebih keren

Apa ya Bahasa Inggrisnya?

Broken English Part. 2

Bubur dan Mie Ayam Mandala, Merauke; Sensasi Menyantap Bubur di Cafe Bergaya Skandinavia

Sumber gambar @bubur_mandala


Jika yang ada di pikiran teman teman saat mendengar kata Merauke adalah hutan belantara, rumah rumah kayu, atau bahkan orang orang pake koteka, itu salah kaprah. Hutan belantara memang ada, rumah rumah kayu pun juga ada dan orang pake koteka pun juga memang di beberapa daerah masih ada. Namun, lebih dari itu, Merauke adalah daerah berkembang dengan sentuhan modernisasi dan kemajuan jaman. Mau KFC, toko HP dengan trend terbaru,  toko toko fashion modis, bahkan kafe millenials ada kok di sini. Nah, salah satunya adalah cafe dengan menu utama bubur dan mie ayam ini. Pasti teman teman betah deh lama lama di cafe dengan nuansa homey ala scandinavia ini. Yup, saat di Merauke, kami berkesempatan untuk mencicipi kudapan enak di Bubur Ayam Mandala, Merauke.

Baca tempat wisata di Merauke juga, yuk!

Menjelajahi Monumen Kapsul Waktu, Merauke-Papua

Menikmati Sore di Bomisai dan Pantai Lampu Satu, Merauke

Menyaksikan Tugu 0 Km Merauke-Sabang di Sota, Merauka

Mudik Asik di Tengah Pandemik dengan Rental Mobil TRAC To Go



Kamu ingin mudik tapi tak ingin naik angkutan umum? Di masa pandemi, mudik memang penuh pro-kontra. Dan akhirnya, rental mobil terdekat lah yang menjadi pilihan terbaik. Selain lebih aman, cara pemesanannya pun kini lebih mudah.

Coba cek ponsel pintarmu, apakah sudah ada aplikasi TRAC To Go? Aplikasi ini adalah inovasi terbaru dari TRAC, perusahaan rental mobil yang sudah terbukti kredibilitasnya. Jadi, tentu kualitas TRAC To Go tak perlu diragukan lagi, antara lain: