Saturday, 29 July 2017

Merasakan Sensasi Mengelilingi Dua Telaga, Telaga Warna dan Telaga Pengilon - DIENG!



"Dek, coba kau rekam semua ini bukan hanya dengan lensa kamera.."

"Terus?"

"Rekamlah dengan lensa matamu, simpan semuanya di ingatanmu. Kamera hanya bisa merekam gambar bergeming. Tapi, rekam baik baik lekukan para bukit, juluran aspal yang menukik dan lembaran hehijauan yang menempel di mana mana itu dengan matamu, lalu hirup dalam dalam udara sejuk tanpa polutan, dan rasakan hembusan angin sepoi sepoi berpadu dengan hangat suam suam kuku sinar matahari yang mulai menjulang itu, tepat di atas awan yang saling berarakan.."

Kira kira begitulah kata Suami yang gue dramatisir sedemikian rupa biar keren. Tapi, pemandangan yang ada di pelupuk mata kami sekarang indahnya sudah tak perlu didramatisir.



Sekarang, setelah hampir empat jam menyelusuri jalan mendaki dari Purbalingga, gue dan suami akhirnya bisa mencicipi pemandangan maha indah di depan kami. Kami sedang berdiri di sebuah batu yang saling tumpuk menumpuk, tepat di ambang jurang, berdampingan dengan sebuah pohon yang seakan menggeliat begitu. Menambah suasana syahdu di antara kami berdua yang ternyata diabadikan oleh adek gue, Nicken. Beberapa menit kami berdiri di sana sambil melempar pandang ke segala arah mata angin. Indah, sejuk, dan menenangkan. Sejauh mata memandang, tra da mall, jembatan penyeberangan, atau pun lampu merah dengan mobil yang mengular. Yang ada kami disuguhkan dengan lembah dengan ladang sayur berpetak petak, disusul dengan bukit bukit yang menggunduk berkeliling menyisakan lembah hijau dengan jajajaran rumah rumah penduduk yang kini terlihat mini. Ditambah lagi dengan kabut lamat lamat dan awan yang berarakan di atasnya. Kami seakan sedang menyaksikan sebuah miniatur alam!

YAP!! Sebelum meneruskan perjalanan, ini adalah persinggahan wajib bagi kami. Gardu Pemandangan Tieng. Di sini kita bisa banget melihat pemandangan lembah dari ketinggian. It's just so awesome!! Tidak berhenti hanya foto di tepi gardu saja, kami juga turun sedikit ke ladang, dan menjajal momen seru berdiri di ambang tebing. Tapi, harus hati hati ya, kak!



Nicken dan Farid yang sedang mencoba sensasi menikmati pemandangan dari tepi tebing


Dan perjalanan pun berlanjut.....................



Apa yang terpikirkan oleh kalian saat kalian mendengar kata "Telaga Warna?"

YAP!! Ini tentang telaga bukan sembarang telaga, karena dia bisa berubah warna!! Tapi, berubah warna jadi apa? Merahkah? Pinkkah atau coklat ala susu bendera? Itu dia yang akan kita buktikan. Alhamdulillah sekali liburan Lebaran ini adalah liburan terpanjang gue selama gue kerja lima tahunan ini. Dan alhamdulillahnya lagi gue bisa puas jalan jalan bersama suami yang juga hobi sekali jalan jalan. Akhirnya kita menghimpun kekuatan bersama dan mengajak adek serta pacarnya ikut serta.

Sebelumnya kita mengunjungi rumah Eyang yang ada di Purbalingga dan menginap di sana selama 3 hari 2 malam. Nah, pulangnya, masih dengan mengendarai motor alias touring ala ala, kita melewati Wonosobo lalu terus menukik meliuk liuk menuju ke destinasi kita selanjutnya, yang paling gue tunggu tunggu : DIENG!!

Waktu yang paling utama untuk bisa menukik menuju Dieng seharusnya adalah pagi hari. Kenapa? Karena kalau cuaca sedang cerah, kita bisa melihat seantero ladang ladang petani yang berpetak petak dengan jalan serupa ular di papan ular tangga berikut dengan bukit bukit acak yang berbiku biku di sekeliling lembah sayuran. Perjalanan pun serasa begitu menyenangkan. Itu keren bangeettttttttt!!! Dan jangan lupa buat mampir di sebuah tempat, serupa pemberhetian pertama di Dieng untuk bisa leluasa melihat pemandangan yang nggak bakal kalian lihat di perkotaan!! 

Selfie berlatarbelakang jajaran rumah penduduk!
Nah, lalu kami kembali menukik dan melanjutkan perjalanan ke destinasi wahid!

TELAGA WARNA DAN TELAGA PENGILON

Entah mengapa dari dulu gue suka banget lihat air yang berlimpah limpah begitu, entah laut, sungai, air terjun atau pun rawa dan telaga. Tiap kali gue liat air, macam hati jadi tenang dan tentram. Itu mengapa saat gue sedang mengunjungi pantai, gue bisa betah banget cuma duduk di bibir pantai sambil melihat air. Saking gue sukanya lihat air, tiap kali gue bad mood atau merasa hidup tak berjalan semestinya, biasanya gue mandi lama lama sambil liat air di bak mandi. Atau gue sering pasang wallpaper di HP gue dengan gambar sungai, air terjun atau laut.

Itu mengapa gue suka banget jalan jalan ke tempat berair. 

Baca juga "Menyibak Keindahan Hutan Mangrove, PIK - Jakarta Utara"
Baca Juga "Membaca Anti-maintream di Umbul Ponggok, Klaten - Jawa Tengah!"
Baca juga "Meniti Jembatan Pembelah Rawa, Jembatan Biru - Tuntang, Jawa Tengah"  
Baca juga "Menangkap Angin Berutas Tali Melintas Awang, UmbulSidomukti-Bandungan, Jawa Tengah" 
Baca juga " Mengarungi Jeram di Pelosok Bandung" 
Baca juga "Bersun-bathing Ria Kala Sore di Ocean Park, BSD City - Tangerang"
Baca juga "Cave Tubing Pindul dan River Tubing Oyo yang Asoy di Jogjakarta" 
Baca juga "Mengambang di Wadung Kedungombo - Sragen, Jawa Tengah" 
Baca juga "Bersua Kilahan Air Meluncur di Curug Kembar Bolodewo, Wirogomo - Magelang" 
Dan kali ini alhamdulillah berkat suami, gue bisa kembali memandang limpahan air warna warni!!

Harga yang dibandrol untuk bisa menikmati dua telaga, yaitu telaga warna dan telaga pengilon yang saling berdampingan hanya 10ribu saja, teman teman. 

Antri bayar dulu ya. Cuma 10ribu saja!!
Dan hal yang harus kalian lakukan mumpung masih muda adalah jalan mengitarinya


  • MUST TO DO : MENGELILINGI  TELAGA WARNA DAN TELAGA PENGILON

Image result for telaga warna dieng
Bayangkan, kita mengelilingi telaga ini! 

Tidak banyak memang yang mau berjalan mengelilingi telaga Warna dan telaga Pengilon. Kebanyakan dari mereka hanya jalan ke sisi kanan lalu foto foto, lalu kembali lagi dan jalan ke sisi kiri telaga dan berfoto sambil sesekali menikmati gorengan atau pun kopi hitam.

Dan karena kami adalah jiwa jiwa petualang, kami meneguhkan niat untuk jalan mengelilingi dua telaga itu!!

Padahal, sebelumnya gue sempat pesimis karena begitu masuk berasa cuman kolam saja begitu.

"Lah, cuman gini aja nih?" Gue bergumam.

Begitu masuk, kami hanya melihat sebuah jalan agak kecil yang mengarah ke sisi kanan dan kiri telaga. Kami memilih ke kiri terlebih dahulu. Namun, semakin jalan semakin kita dapati spot spot menarik, teman teman. Itu mengapa kita tidak boleh buru buru menempelkan label/judging dulu ya, teman. We have to know deeper before judging!! Itu dia.

Karena ternyata banyaaaaak sekali spot asik yang berhasil kami dapati selama mengitari dua telaga itu. Apa sajakah itu??

1. SPOT TELAGA RASA PANTAI



Kenapa gue bilang rasa pantai? Karena di sisi Telaga Pengilon ini kita seakan bisa bersentuhan langsung dengan airnya, karena terdapat semacam bibir pantainya. Hanya saja telaga ini berwarna kehitaman dan bau belerangnya sangat terasa. Maklum, bongkahan belerang dan kolam kolam kecil yang masih berbuih ada di mana mana. 


Tapi, di sini kita juga bisa foto di sebuah frame serupa ini. Hanya dengan merogoh kocek 5ribu saja, kita sudah bisa jeprat jepret sampai capek!!



2. SPOT JEMBATAN MENJULUR

Nah, apa lagi ini?? Berbeda dengan spot sebelumnya, di sini kita bisa menikmati telaga di tengah tengahnya. Jelas saja dengan cara meraih ujung jembatan yang menjulur ke tengah telaga. Di sini bau belerang sudah tidak begitu terasa lagi, kok. Tapi, tetap watch out your step! 

Di ujung jembatan itu kita bisa banget duduk duduk sambil menikmati pemandangan; air hijau yang melimpah dengan jajaran pohon yang saling tumpuk menumpuk sebagai latar belakangnya. Relaxing!!



3. SPOT JALANAN BERLUMPUR BERLIKU LIKU

Ini dia yang paling seruuuuu! Setelah puas foto foto di spot indah tadi, sekarang tibalah saatnya kami harus mengarungi jalan yang puanjang, berliku dan juga berlumpur, teman teman. Untuk bisa mengitari dua telaga sekaligus memang butuh perjuangan!! Jalan yang kami lalui itu hanya jalan setapak saja. Medannya pun beragam. Ada yang tanah kering, ada yang tanah berlumpur, ada yang jalan semak semak, sampai tanah berlumpur bingit!!


sesekali sempat bertemu dengan para pengguna motor trail!

Mau medan jalan sesusah apapun, yang penting foto dulu. Oke sip.
Yang paling bikin males saat berpapasan dengan orang orang yang naik motor trail. Kami harus menepi dulu padahal jalan cuman setapak dan kadang sisi kiri kami semacam jurang. Dan jalan yang paling parah adalah jalan dengan kubangan lumpur. Kami sempat bingung mau lewat mana karena di segala sisi digenangi lumpur begitu. Akhirnya kami harus lompat lompat macam tupai biar sepatu nggak kotor kotor amat. 

Tapi justru itu yang bikin travelling kali ini tak terlupakan. Hitung hitung latihan untuk bisa kuat dalam menghadapi segala macam medan, mengingat hidup pun juga menyuguhkan hal yang serupa. Halangan dan rintangan yang beragam. Hahaha


4. SPOT GUNDUKAN BUNGA BUNGA

Cewek mana yang nggak suka bunga khan? Walau mungkin mereka nggak suka bunga betulan, at least mereka suka bunga bank! Nah, bayangkan kalau di hadapan kalian ada banyak gundukan bunga bunga yang bermekaran dengan telaga berwarna biru kehijauan di belakangnya. 

Nah, di tengah tengah perjalanan kami mengelilingi dua telaga itu, kami sampai di sebuah tangga yang menukik ke bawah, lalu berujung pada sebuah rumah/pendopo kecil yang ternyata adalah pemakaman. Tepat di depannya, bunga bunga putih bermekaran. Indah sekali, teman teman!!

tampak dari atas

Pertama kali sampai sini tuh amazed bangett!! Sejuk dan indah! 


Saya jadi berasa kayak di manaaaa gitu. Udara sejuk, bunga saling bermekaran, pemandangan super duper indah dan bersama dengan orang orang tercinta. Benar memang, maka nikmat Tuhanmu mana lagi yang kamu dustakan?? 

5. SPOT GELAR TIKAR

Saat masih ada di sisi Telaga Pengilon, setelah berlelah lelah jalan jinjit dan mencari celah dari  kubangan lumpur, kami tiba di tempat semacam lapangan kecil memanjang yang berumput, tepat di tepi Telaga. Ada beberapa mas mas yang sedang asik gelar tikar sambil gitaran. Dan saking niatnya, mereka juga sudah menyiapkan bekal makan siang yang digelar di depan mereka. Cucok lah pokoknya!!  

Di sebelah kanan ini ada area berumput yang memang cucok untuk gelar tikar/
Sambil melihat pemandangan, menikmati angin sepoi sepoi di bawah naungan semak yang menjulang, menyantap makan siang sambil gitaran bersama teman teman. Indahnya kebersamaan!!

Dan akhirnya, setelah hampir sejam kami berjalan, tiba juga kami di sisi kanan Telaga Warna. Berbeda dengan Telaga Pengilon, Telaga Warna ini berwarna biru kehijauan pada saat itu. Tapi, Telaga ini bisa berubah warna, lho! Permukaan telaga ini bisa berubah-ubah warna setiap waktu tergantung cuaca, sudut pandang, dan jarak pandang. Permukaan air Telaga Warna terkadang hijau, biru laut, putih kekuningan, dan kadang berwarna-warni seperti pelangi. Fenomena perubahan warna ini terjadi karena tingginya kandungan sulfur di dasar Telaga Warna. Saat terkena cahaya matahari, terjadi pembiasan cahaya pada endapan belerang/sulfur di dasar Telaga Warna. Terbentuklah warna-warni indah di permukaan Telaga Warna. 

Dan menurut analisa gue, kenapa yang satunya disebut telaga Pengilon karena airnya yang justru bisa untuk 'berkaca' atau merefleksikan benda benda yang terpantul di permukaannya. Pengilon/Ilo adalah Bahasa Jawa dari Cermin. Coba saja lihat gambar kedua telaga itu di atas tadi. Tahu khan bedanya mana Telaga Warna dan mana Telaga Pengilon?

Tapi, perjalanan kami tidak berhenti sampai di sini. Di sisi kanan Telaga Warna tenyata masih banyak spot yang bisa dicoba. Bahkan, saking niatnya Nicken dan Farid sempat duduk di sebuah pohon tumbang yang batangnya menjulur ke tengah Telaga Warna. Foto Prewedding sudah! Tempatnya mendukung banget!! Haha


Untuk kalian yang hobi naik flying fox juga bisa banget mencoba flying fox melintasi Telaga Warna. Sebenarnya gue juga pingin nyoba, plus suami juga sudah mendukung. Cuman nggak ada yang mau diajak dan saat itu suasana juga sedang ramai ramainya. Jadi niat mencoba flying fox terpaksa gue urungkan.

sensasi meluncur di atas Telaga Warna
Jadi, nggak lengkap rasanya kalau mengunjungi Dieng tapi nggak mampir di Telaga yang terletak di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ini. Berada di ketinggian 2.000 mdpl, Telaga Warna cukup mudah dicapai dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Kami malah naik motor. Walau pun capek bingits, tapi IT'S WORTH-VISITING!

Tapi, biar liburan kalian makin seru, kalian harus mencoba tips tips berikut, yuk!!

  • Memakai baju yang nyaman plus sepatu. Ini dia yang nggak gue pake. Alih alih pakai sepatu/running shoes, gue malah pake slip on. Terutama jika kalian ingin mengitari Telaga seperti kami. WAJIB PAKAI SEPATU! Becek juga cyinnn...
  • Membawa air minum. Ini sudah barang pasti karena kalau kita haus di tengah jalan bagaimana? Kalau kitta minum air telaga kan nanti dikira mau niat bunuh diri. 
  • Datang lebih awal. Itu dia! Kami sampai sana sekitar pukul 1. Jelas sudah sangat ramai dan nggak bisa leluasa berfoto atau sekedar menikmati pemandangan. Nah, kalau sudah sampai sana di pagi hari, kita masih punya banyak waktu untuk mengeksplor tempat ini.
  • Memakai masker. Jangan lupa untuk membawa masker karena di beberapa spot gas belerangnya sangat tercium.
  • Sebelum sampai di sini, sebaiknya cari informasi lebih dulu di Google tentang spot spot menarik yang bisa didatangi.
Sebenarnya masih ada lagi satu spot yang belum sempat kami kunjungi di lokasi wisata Telaga ini, teman teman.

Related image
Ini namanya adalah batu Ratapan Angin
Nah, di tempat ini kita bisa melihat kedua telaga dengan leluasa dan jelas bisa berfoto di atas batunya. Keren maksimal!! Nah, kami harus menaiki banyak tangga yang bermula dari Mushola yang ada di sisi Telaga Warna. Hanya saja karena masih ada satu lagi destinasi yang ingin kami kunjungi, kami jadi nggak sempat deh naik ke sini. But, it's ok. For me, it's more than enough. Travelling with my husband will always be sooooooooooooooooooooooo colorful!! 

Jalan jalan ke Telaga Warna kali ini emang seru banget. Ini juga merupakan kali ketiga jalan jalan gue bersama suami setelah menikah. Dan masih akan ada destinasi destinasi seru lainnya yang akan kami kunjungi!! Can't wait for it!!



Tunggu apa lagi? Kalau ke Dieng, jangan lupa untuk mampir ke Telaga Warna yaa.....


      Xoxo,






References : 


  • http://mytrip123.com/telaga-warna-dieng-tempat-wisata-alam-di-dieng-wonosobo/#forward
  • https://www.google.co.id/search?q=telaga+warna+dieng&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ved=0ahUKEwjt1r7l9KrVAhWFpZQKHWGpAs4QsAQIKQ#imgrc=1F20Cidf_w65BM:
  • https://wisatadieng.net/telaga-warna-dieng/

5 comments:

  1. belum pernah kesana dan baru kali ini dengar ada Telaga Warna, wkwkwkwk kuper banget ya mbk

    aku emng kurang suka pergi ke tempat-tempat alam terbuka, maklum aku cuma anak rumahan hehe, btw pemandangannya bagus banget ya, dan itu bunga bisa gede gitu, menendakan kalau manusia itu sebenernya kecil ya, hehehe

    ReplyDelete
  2. Terkadang apa yang dibilang suami, Teh Mey, aku juga lakukan. Sebelum melanjutkan baca, seperti apa yang ditanyakan, Teh, Mey dalam postingan ini, apa yang terpikirkan ketika mendengar kata telaga warna.

    Yang terpikir itu suatu tempat dimana banyak airnya, tak hanya sekedar air. Air disitu bisa membuat damai, adem bagi yang melihatnya. Sebenarnya tak cuma tempat seperti ini yang membuatku damai. Bisa juga curug dan pantai. Rasanya adem gitu, beban di otak itu terasa terefres..

    Itu tiket masuknya cukup terjangkau ya, Teh. Spot telaga pantai itu memang sekilas seperti pantai pada umunya lho, Teh, coba aja kalau ada ombaknya, pasti hampir sama kayak pantai banget..hehe

    Seperti yang sudah terbayangkan sebelumnya, meskipun belum ke telaga warna. Tapi, aku sempat berfikir apakah di telaga warna ini ada spot-spot yang baru, seperti bentuk love love gitu untuk mengabadikan foto. Dimana saat ini entah itu di pantai ataupun tempat lain, sering aku menemui spot seperti itu. 5k sampe pegel, abis dah itu memori..wkwk

    Aku suka itu gundukan bungannya, terasa sejuk lihatnya, apalagi berada di tempat seperti itu. Apalagi rumputnya bikin asik, tinggal duduk aja ya, Teh, botram dah disitu..hehe

    ***

    Oh, ya, Teh, itu tulisan (perkataan dari suami, Teh Mey), kalau di block terus dibikin seperti di blogku kayak garis buku gitu, pasti lebih bagus ya, Teh..hehe

    ReplyDelete
  3. Paling suka foto yg batu ratapan angin deh Mey. Cuantikkk banget. Warna2nya cerah dan kontras, pasti karena angle fotonya jg yg bagus. Saya jg suka liat foto2mu bersama suami. Rasanya turut berbahagia. Smg terus bgitu ya. Pada kenyataannya, jalan2 mmg asyik sih, tpi yg bikin paling berkesan pd akhirnya adalah "karena kita jalan2nya dgn org yg kita cintai"

    ReplyDelete
  4. Sudah kesana dan memang indah banget, apalagi pas liatnya dari atas batu ratapan angin.
    Emang bener Mey, kesana itu enakan pagi-pagi jadi nggak begitu rame, juga sekarang kan Dieng udah dikenal banyak orang pasti lebih rame karena terakhir ke sana itu Dieng macet banget udah kayak di Jakarta, apa mungkin karena datengnya pas long weekend juga kali yaaa...

    Bahagia terus ya Mey... :)

    ReplyDelete
  5. Udah pernah dengar telaga warna, pengen kesana pas liat spot2nya.

    Kak Mey liburan bareng suami, keren, kayak Arip-Tipang, bedanya, mereka vlogger, kak mey blogget~

    ReplyDelete