Wednesday, 23 March 2016

MEMBACA ANTI-MAINSTREAM DI UMBUL PONGGOK, KLATEN - JAWA TENGAH

 NB : Santay gaes, tuh buku sumpah udah nggak dibaca lagi. Itu buku gue cari tumpukan buku bekas yang akan segera diloakkan yang udah gue baca saat gue masih SMP. Aman ya..
Kalian pasti udah tahu tentang tempat ngehits buat foto underwater dan gue juga pernah baca kalau tempat ini menjadi salah satu destinasi snorkeling air tawar terbaik.

Kalian juga pasti tahu yang bikin unik tempat ini adalah kalian bisa foto naik becak, naik motor, tiduran di tenda,sampai foto gendong gendongan sama pacar.... UNDERWATER!! Di antara ikan ikan air tawar berbagai bentuk dan warna, cantik mempesona. Airnya pun jernih dan segar karena ini bukan air tampungan, gaes. Ini air yang langsung dari mata air yang juga ada di tempat itu. That’s why orang bilang itu UMBUL.

UMBUL PONGGOK, KLATEN!! Umbul berarti mata air dan Ponggok adalah nama desa itu. Jadi Umbul Ponggok adalah Mata Air yang berada di Desa Ponggok. Gitu.









Kali ini perjalanan yang-ternyata-berakhir-panjang-dan-bertele-tele ini ditemani atau tepatnya diajak oleh salah satu teman kuliah gue bersama dengan pacarnya. Tapi, kalau mereka berdua, bukan berarti gue sendiri. Gue tetap nggak kehilangan akal. Dan akhirnya gue berterimakasih kepada Ayah Ibu gue karena telah melahirkan adek gue.

Pak, Ibu...aku sama Nicken tanggal 2 Januari mau ke Umbul Ponggok ya.... Kita mau renang sama ikan.”

Dan berangkatlah gue dan Nicken naik motor menuju Salatiga pukul 05.30 pagi. Yang gue suka dari kampung halaman gue adalah udaranya yang masih sejuk dan perjalanan menuju Salatiga lewat jalan Lingkar Ambarawa itu benar benar menyejukkan mata,gaes...

Gue melibas jalanan yang seakan membelah bentangan sawah. Kanan kiri gue adalah sawah dengan gunung gunung gagah menyundul langit sebagai latar belakang pemandangan. Angin sepoi membelai manja. Apalagi saat subuh begini, jalan masih kosong dan matahari menyorot hangat dari balik gunung. Ahh, pokoknya indah banget!!

Begitu sampai Salatiga, teman kuliah gue beserta pacarnya sudah menunggu. Dia adalah Arinta dan Joseph. LET’S GOOOOOOO I’M SO EXCITED!!

Sepanjang perjalanan Nicken terus fokus membuntuti Joseph dengan gue yang membantu do’a dari belakang. Ya, gue lebih percaya Nicken daripada gue sendiri dalam hal naik motor, walau pun umur kita terpaut 7 tahun. Gue cuman bisa mengarahkan Nicken pagi itu.

“Yo Ken...Ken..kanan kanan..salip angkot merah...”

“Mereka udah jauh Ken..ngebut ngebut..ambil kiri kosong..tapi awas kiri tebing”

“ Aduh Ken, coba kanan aja,eh tapi ada truk dari depan!”

“BERISIK AH MBAK IK!”

Maka, arahan gue seketika gue hentikan. Gue akhirya cuman bisa bantu do'a. Pukul 06.50 WIB kita udah sampai di destinasi. Nggak nyangka banget bisa secepat ini. Kolam Ponggok belum terlalu rame karena memang masih pagi. Untuk masuk pun per orang cuman dikenai biaya 8.000 saja. CLING!!

Bukan tanpa alasan gue dan Rinta pergi ke sini. Gue yang baru sekali snorkeling saat di Senggigi, Lombok dan itu pun hampir tenggelam jelas masih penasaran dengan pemandangan air bawah laut. Okelah, ini bukan pemandangan air laut karena memang ini bukan laut. Ini air tawar. Tapi,jangan salah gaes...Pemandangan di dalam airnya indah bangett!! Banyak ikan air tawar dengan berbagai spesies dan warna, juga batu batu dan pasir dengan airnya yang super jernih menobatkan Umbul Ponggok sebagai salah satu destinasi snorkeling air tawar dengan pemandangan bawah air paling bagus se-Indonesia.




Begitu masuk, gue excited banget!! Gue langsung ganti baju dan segera terjun ke kolam. Nah, di sini juga disediakan alat snorkeling seperti kaki katak,pelampung dan juga snorkle. Soal harga, jangan di tanya. Terjangkau banget!

Masker / Snorkel = Rp.10000
Pelampung = Rp. 5000
Kaki Katak = Rp. 5000
Kamera underwater setengah jam / satu jam= Rp. 60.000 / 100.000

Tapi, gue cuman pinjem snorkle tanpa selang pernapasan. Gue cuman pinjem kacamatanya aja buat liat pemandangan di bawah air. Dan kedatangan seorang mas mas menjadi awal dari tujuan utama kita datang ke sini.

Salah satu bucket list gue jaman masih menerbangkan angan setinggi langit dulu adalah bisa foto pre/post wedding underwater. 

Dan kali ini maksut gue pingin latihan dulu foto underwater. Tapi, untuk bisa foto underwater dengan spot paling bagus, gue dan kawan kawan harus ke tengah dengan kedalaman mencapai 3 meteran. Gue yang emang ‘merasa’ bisa berenang, langsung pake snorkeling tanpa selang pernapasan karena gue ngeri ngebayangin tu selang udah dikecup oleh banyak bibir yang berbeda. Gue bersama yang lain kemudian berenang ke tengah. Nah, pas berenang itu tiba tiba gue kayak berasa di Senggigi lagi.

Gue tiba tiba ngebayangin saat snorkel gue kemasukan air dan gue tersedak. Gue inget saat gue berusaha berdiri tapi ternyata gue udah di ke tengah hingga kaki gue nggak bisa menjangkau apapun. Gue tiba tiba ngebayangin saat mau nglepasin snorkel tapi nggak bisa bisa. Gue tiba tiba panik, dan gue lupa cara bernapas. Dan itu udah jauhhh dari pinggir kolam. Gue tiba tiba nyelup ke bawah dan kaki gue nginjak dasarnya.

"Lah, tenggelam lagi??!!!"

Secara refleks,  gue langsung loncat dari dasar dan berbalik arah.

SREEEETT!!” Gue emang berasa kayak ada yang nyangkut di kaki gue sesaat setelah gue berusaha renang balik arah ke pinggir. Gue buka snorkle gue dan berenang ke pinggir. Ternyata gue sedang mengalami trauma. Tapi, karena di dalam air, gue nggak sadar kalau ternyata kaki gue sudah.......

Sudah dulu dramanya. Saat itu gue belum tahu apa apa. Gue balik lagi ke pinggir, sedangkan tiga orang yang lain udah sampai di tujuan. Akhirnya, dengan bantuan mas fotografer yang kita sewa selama satu jam seharga 100.000 gue bisa ke tengah. Yes!! Untuk bisa foto underwater di Umbul Ponggok, saat itu kita hanya harus membayar 100.000 per jam untuk kamera underwater sekalian fotografernya.

Tapi, foto underwater ternyata nggak segampang yang gue bayangkan.

Pertama, gue harus pake alat pemberat yang diikatkan di pinggang gue. Fungsinya adalah biar gue bisa nyelup sempurna ke bawah.

Kedua, gue harus tahan napas selama pemotretan di bawah air. Gue harus ambil napas dalam dalam dan hembuskan juga sampai habis,nah baru deh gue menenggelamkan diri ke bawah. Karena kalau kita buang nafas di dalam air, gelembung gelembung udara bikin foto jadi jelek.

Ketiga, karena gue pake alat pemberat, buat turun sih gampang. Laaaah, buat loncat ke atasnya berat, gaess!! Jadi,begitu napas gue udah tinggal sampai kerongkongan, jari gue nunjuk nunjuk langit. Untung fotografer gue walau pun cowok, dia peka terhadap kode kode garis keras yang gue berikan. Selama 1 jam, gue telah mempercayakan hidup gue kepada mas fotografer.

Keempat, gue harus bisa punya banyak ide gaya saat di dalam air, which I had nothing in mind. Salahnya lagi adalah baju gue yang nggak mekar di ujung dan jadinya saat gue nyelup di keangkat. Ribet bener emang! Dan ini dia hasilnya, guys...



Kayak  ShahRukhKhan dan Ranee Mukherjee ya gaes..


Ciyeee...fotomodel..



"Aku tenggelam dalam lautan luka dalam...."

"Di darat atau pun di air, aku akan tetap melangkah bersamamu, menggenggam tanganmu. Ciyeeeee"

Semakin siang, semakin banyak orang yang renang dan itu berarti semakin banyak kaki yang menjulang di atas. Mataharinya pun juga udah nggak menghasilkan efek yang bagus di dalam air karena langsung menembus air tepat dari atas. Kata mas fotografer, waktu yag tepat untuk berfoto adalah pagi pukul 7-9 dan siang menjelang sore. Akhirnya kita menepi .

Gue ngerasa beberapa kali jari kaki kiri gue kram saat berenang tadi. Begitu naik, gue cek dong. Antara dua jari gue memerah. Gue nggak punya firasat apa apa sebelumnya. Gue buka lipatan di antara dua jari kaki gue. Laaaah, dia ngebuka sampai ke level daging. Kulit gue kebuka sampai menyisakan lubang memanjang kira kira 3 cman. Bahkan, karena terlalu lama di air, lubang yang menganga sudah berwarna putih pasi. Nggak ada darah sama sekali. 

"Lah, ini kenapa yak??" Gue nanya sama fotografer.

"Wah, itu terluka mbak, harus segera dijahit..."

"Anu, hati saya juga Mas."

"Hatinya kenapa?"

"Terluka."

Akhirnya gue dibawa ke klinik terdekat dan kaki gue mendapat dua jahitan. Setelah gue pikir pikir, bisa jadi gue kena kail pancing. Kenapa?? Karena dulu memang masih ada yang mancing di situ. Bahkan,saat sesi pemotretan pun fotografer sempat ngambil kail di dasar laut.

“Wah,bahaya ini ada kail di sini. Itu mbak, orang orang yang suka renang pake ban itu sebenarnya dia sedang mancing diam diam...”

“Owh, ternyata nggak cuman mencintai yang diam diam, memancing juga bisa diam diam...” celetuk gue, tanpa sadar kalau kaki gue ternyata udah sobek juga kena pancing di dalam air sana. Gue emang nggak peka.

Syukurlah, gue liat sekarang Umbul Ponggok sudah direnovasi karena dulu saat gue ke sana, belum sebagus dan serapi saat muncul di Net.TV seperti ini.





Gue berharap pihak panitia dan masyarakat sekitar Umbul bisa lebih menjaga Umbul demi keamanan dan keselamatan para pengunjungnya. Bahkan,bagi gue ini adalah piknik paling tragis sepanjang sejarah hidup gue. Akibat luka di jari itu, gue sangat menderita. Bahkan, cerita proses penyembuhannya pun diwarnai dengan demam, infeksi, iritasi sampai harus ke UGD sebanyak tiga kali karena saat jahitannya dilepas, jari gue sobek lagi.

Gue juga bingung ini jari apa hati, kok sembuhnya susah sekali. Dan dari situ, gue mendapatkan hidayah yang luar biasa dari Alloh SWT,yaitu Pelajaran Hidup Nomor 32:

"PEKALAH!!"

Pekalah terhadap diri sendiri dan lingkungan. Pekalah terhadap kemampuan diri sendiri. Kenali diri sendiri lebih jauh. Karena bagaimana pun, tubuh gue ini adalah satu satunya sarana gue untuk bisa berkancah di dunia fana ini. Gue nggak punya cadangan tubuh lainnya. Dan tanpanya. gue........................................... transparant!

Next time, I'll come back here and try again, of course without any stitches. Thank you for my college friends, Arinta and the soulmate. Let's have another fun trip next time!!! :D



References :



15 comments:

  1. Whaa seru yaa.. udh beberapa kali sih baca tentang umbul pobggok ini.
    Katanya airnya bening dan pemandangan di bawahnya keren abisss.
    Tapi yg saya bingung, itu kan setiap hari ramai pengunjung yang nyemplung, apa gak jadi keruh ya airnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emang akhir akhir lgi ngehits. dulu pas gue ke sana belum terlalu sih, gue cuman liat pas Arinta majang foto underwater terus gue ngajakin dia lagi. hehehe...nggak, kan itu mata air bro. emang sih pemandangannya keren abis. kapan kapan gue harus ke sana buat muasin diri ngeliat dalamnya.

      Delete
  2. Wah indahnya, emang udah sering denger n liat di sosial media juga. Tempatnya emang kece banget deh.

    Eh iya. Klo foto underwater itu kita nafas gak ya? Keliatan di foto enjoy aja tuh. Kayak lagi di tempat biasa yang penuh banyak oksigen. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih kece lagi kalau liat langsung bro. ya enggak napaslah kecuali kalau putri duyung. iya keliatannya sih enjoy aja padahal megap megap...biasa..manusia mah pintar menyembunyikan perasaan.

      Delete
  3. Udah pernah kesini!! Yeeeee..
    Tapi aku sama temenku g nyewa jasa motret, kita foto sendiri. Emang bener kalau kesini buat hunting foto itu harus pagi. Aku pun sempat ngeposting umbul ponggok beberapa minggu lalu. Dari tempat emang menipu, eh pas nyemplung keren. Kalau udah mahir berenang mending nyewa kacamata sama sepatu kataknya, biar g ngos2an

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeayyyy....iya, pas gue sampai sana gue sempet nyesel. "lah, cuman gitu doang nih??" kayak cuman kolam renang kayak gitu doang, lah pas nyemplung, surga duniaaaa...itu sebabnya gue nggak boleh asal ngejudge dari sisi luarnya aja, kita ahrus memahami lebih dalam. *opotoh

      Delete
  4. kalau udh sampe di blog ini rasanya pembaca di buat iri dengan liburan yang begitu menyenangkan yang ga dipikirkan saya
    tpi bagus juga ya buat rekomendaasi liburan yang akan datang

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, makasih bro. sering sering mampir yaaa

      Delete
  5. Umbul Ponggok udah ngehits banget ya :D banyaaak yang foto-foto keren disana :D

    Aku belum pernah kesana -_- padahal deket sih ._. tapi... apaan, nggak nyelam gitu ._.

    ReplyDelete
  6. Astaga jari kaki dijahit 2 jahitan gara2 kail pancing, parah bener pengunjung yg mancing diam2 di sana.. lagian ikan2 unyu nya mau diapain, dimakan? -__-

    btw di umbul panggok ini booming sekali ampe keluar negeri, hehe ampe2 ada yang bilang foto2 itu hasil dari editan photoshop karena tdk percaya dgn keaslian foto-foto itu.. secara bs foto ama motor, laptop, dll dibawah air. Kan kesan nya itu impossible :D

    ReplyDelete
  7. kan kan kan.. semua aja tepat wisata di jawa sana lu datengin mey ngiriiiii... :(

    ya allah mey, bisanya cidera. iya kena kail pancing kali tuh..
    duh harusnya pengelola bisa lebih tegas lagi sama para pencing diam-diam.

    btw ini postingan banyak unsur unsur bapernya... wkwkwkw

    ReplyDelete
  8. Serius ini keren banget.. kemaren ada temen yang lagi main kesana, tapi foto2nya kok gak sebagus ini ya.. wah

    ReplyDelete
  9. Terimakasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Pariwisata

    ReplyDelete
  10. Wakakak ga tau harus sedih apa gembira,
    ceritanya lucu abis cuy !

    Sepertinya umbul ponggok yang dulu bukanlah umbul ponggok yang sekarang.
    kalo sekarang sudah banyak yang dibenahi,
    FAsilitasnya juga udah bangus,
    tapi ga tau deh kalo kail pancingnya mungkin masih ada di dasar aiir huu :(

    ReplyDelete