Friday, 20 January 2017

Menyibak Keindahan Hutan Mangrove, PIK-Jakarta Utara!



Gue berada di pucuk perahu, mengamati jejalan pohon Mangrove yang ada di sisi kanan kiri, dan tengah. Mereka mengumpul sedemikian diri sampai membentuk batas di tiap tiap sisi mata angin. Gue seakan ingin merasakan angin yang cenderung sepoi sedikit sambil menahan serbuan panas matahari. Tapi, terik matahari apalah artinya dibandingkan dengan pengalaman yang gue tunggu tunggu ini. Gue pingin membuka lengan lebar lebar dan menghirup nafas dalam dalam; menangkap para angin yang melewati celah celah dahan Mangrove, yang menjalar di akar akarnya dan membelai belai pucuknya. Gue berasa kayak lagi syuting videoklip. Di sekitar gue adalah jajaran Mangrove yang lebat nan rimbun dengan hamparan air kecoklatan bak kolam susu. Ini adalah Jakarta anti-mainstream, gaes!

Image result for hutan mangrove
source

"Udah miss berkhayalnya, gantian dayung nih."

"Baik pak." Gue bubarkan imajinasi lalu segera bergeser dan menyambut gayung dari temen gue. 

Pelan tapi nggak pasti karena kita juga bingung mau sampai mana, perahu mengambang dan berjalan.

"Kanan kanan kanan, awas nabrak pohon..."

"Sekarang kiri tapi mendayung ke depan."

"Awas awas ada perahu. Mundur mundur dayung ke depan sebelah kanan!"

"Direm direm, awas direm!" Dikira kita lagi naik bajaj pakai direm segala. Karena kita semua terlampau awam dalam hal mendayung, baik mendayung perahu maupu mendayung biduk rumah tangga, kita mengalami kesulitan. Tapi, dengan kekuatan bulan persatuan kita bisa mulai menemukan arah tujuan dan cara menghadapinya. Indahnya kebersamaan.


----------



Apa yang terlintas di pikiran kalian saat kalian mendengar frasa "Piknik di Jakarta". Pasti yang terlintas di pikiran kalian adalah piknik di gedung gedung yang menyembul sedemikian rupa saling berlomba lomba menyundul langit, atau mall mall besar dengan seambreg fasilitas yang akan menyedot isi dompet, atau taman hiburan yang untuk masuk ke dalamnya kita harus merogoh kocek ratusan ribu.

Eits, kali ini gue dan teman teman bisa membuktikan kalau piknik di Jakarta itu nggak melulu soal tempat buatan manusia. Karena walau pun memang di antaranya dibuat oleh manusia, tetapi tempat ini menawarkan suasana alam di tengah Jakarta yang hiruk pikuk dan panas cenderung bringas.

Sebenarnya sebagai tempat wisata adalah bonus saja dari tempat ini. Fungsi tempat ini adalah untuk mencegah erosi pantai di sekitar Jakarta dan sebagai tempat konservasi Pohon Mangrove. Keren khan! Kawasan Mangrove Jakarta ini juga dijadikan sebagai salah satu tempat edukasi bagi para pengunjung agar lebih mengenal fungsi dan manfaat dari Pohon Mangrove.

Yuk, kita intip dulu keindahan Hutan Mangrove, yang terpampang nyata dan beautiful di Jl. Pantai Indah Utara I, Penjaringan, Jakarta Utara. Kawasan Konservasi Mangrove Angke ini dibuka dari jam 07.00 hingga 17.30. Harga tiket masuk ke Wisata Hutan Mangrove PIK adalah Rp 25.000/orang.
Image result for wisata alam mangrove angke
source

perahu perahu cantik


Nah, berbeda dengan teman dolan gue yang lalu lalu, ini adalah kali pertama gue dolan dolan bersama teman teman guru gue. Ini juga kali pertama gue dolan dengan personil terbanyak. Biasanya gue cuman dolan dengan 3-5 orang saja, kali ini gue menggapai Hutan Mangrove yang beralamat di Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Jakarta Utara ini bersama dengan 10 orang. WOWWWW!!!


Dari depan : Miss Dina, Gue, Miss Dawi, Pak Iswan, Miss Sofi, Pak Dani, Pak Sarmat, Miss Jannah, Pak Saddam, pacarnya pak Ace (lupa namanya, hehe), Pak Ace, Pak Suratman. ( NB : Walo semua disebut pak tapi satu pun dari mereka belum ada yang jadi bapak bapak. Catet!)




Untuk ke sananya saja kita harus pake drama, kawan.

Kita sampai di sana pas matahari lagi terik teriknya, hampir tengah hari!! Padahal kita udah berangkat jam 8 an pagi hari dari Cibubur. Tapi, karena kita adalah kumpulan perantau dari berbagai suku serupa suku Padang, Batak, Jawa dan Sunda, jelas kita sangat awam soal jalanan Jakarta.

"Udah yuk, semua udah lengkap. Tinggal jalan."

"Ya udah yuk, jalan. Kamu yang di depan ya, kan kamu yang ngajak. Kamu tahu jalannya kan?" salah satu personil bertanya kepada yang punya ide.

"Enggak."

"Lah, gimana dong?"

"Aku tahunya cuman sampai Ancol aja."

"Terus, kita gimana dong pak?" gue bertanya ke Pak Dani, yang boncengin gue.

"Ya...ini aja lah Miss. Let...let..let apa itu miss?"

"Let it flow?"

"Nah, iya. Let it flow."

Gue bingung. Kita mau menjalani jalanan Ibu Kota buat ke hutan Mangrove udah berasa kayak mau menjalani hubungan pake let it flow an segala. Gue cuman bisa bonceng sambil berdoa. Dan di hari itulah pertama kalinya gue naik motor paling jauuuuuuuhhhh di Jakarta. Bayangin aja gaes, gue naik motor dari Cibubur sampai Jakarta Utara udah gitu pake nyasar sampai muterin jalanan tikus Jakarta. Yang seharusnya dari PGC kita belok kiri melewati Salemba atau Senen lalu belok ke arah Roxy Grogol ini malah belok kanan dan puter puter lewat cawang, menembus slipi, mengarah ke Pluit lalu sampai terminal Tanjung Priok dan akhirnya baru sampai Ancol. Itu pun harus puter puter lagi untuk bisa sampai ke destinasi. Tuh kan, mencari jalan untuk ke hutan Mangrove saja susah apalagi mencari jalan untuk ke..........

Untungnya sebelum jam 12 kita berhasil menemukan Hutan Mangrove yang dimaksut. Dan sesampainya di sana benar benar nggak rugi karena tempatnya emang bagus. Di sini juga gue akhirnya bisa melakukan apa yang gue impi impikan. NAIK PERAHU! Terakhir gue naik perahu  (speedboat) adalah saat gue dolan dolan di Waduk Jatibarang, Semarang.

Baca juga MERAYAP DI GOA DAN MELESAT CEPAT DI BENDUNGAN RAKSASA, GOA KREO-WADUK JATIBARANG, SEMARANG!!
Waduk Jatibarang, Semarang.
Eits, nggak cuman itu saja, tiga tahun yang lalu gue juga pernah mencoba perahu yang lebih besar dengan lebih banyak penumpang dan tetap nggak mau ketinggalan untuk bisa menggapai pucuk perahu dan membekukan momen di ujungnya.
Baca juga Mengambang di Waduk Kedung Ombo, Sragen.
Waduk KedungOmbo, Sragen
Dan naik naik macam itu yang paling seru pas gue ikutan Rafting di Lembang!!

Baca juga Mengarungi jeram di Sungai Palayangan, Lembang!

Sungai Palayangan, Lembang.

Yang nggak kalau serunya juga saat gue cave tubing bareng sahabat gue di Jogjakarta!!

Baca juga Cave Tubing Pindul dan River Tubing Oyo yang Asoy di Jogjakarta

Goa Pindul, Jogjakarta.

Dan akhirnya karena kebaikan hati ketiga teman gue, keinginan gue tercapai!!

Hutan Mangrove, Jakarta! Yeaaaaaaayyyyyyy!!!



Satu kata yang terlintas di pikiran gue saat gue memasuki areal wisata ini adalah padat! Iya, mungkin karena kita ke sana saat hari libur, banyak sekali pengunjung yang menjejali tempat ini. Remaja dan ABG -labil- terlihat mendominasi. Perlu diketahui ya gaes, di sini kita nggak boleh bawa masuk kamera, baik kamera pocket ataupun macam DSLR. Kita hanya boleh memakai kamera HP saja.

"Oh, mereka kan menyediakan jasa foto pre-wedding juga di sini. Bisa jadi kalau mau foto yang bagusan harus foto dari pihak pengelola." salah satu teman gue memberikan terawangan.

"Bisa jadi." Gue mengamini. Tapi, selain foto pre-wedding berbayar, kita juga bisa melakukan banyak hal lo di sini, gaes. Gue telah merangkum beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di sini untuk kalian. Siapa tahu kalian bisa mempraktekannya bersama orang tersayang.



Alias foto foto. Hal yang gue suka saat gue mengunjungi suatu tempat bersama orang lain adalah mengabadikan momen itu. Kata orang bijak, hidup itu bagai air mengalir, sekali kita melewatinya tak bisa kita mengulanginya. Maka, banyak banyaklah meninggalkan kenangan yaitu dengan cara membekukannya lewat lensa kamera. 

Suatu hari gue juga akan menatap foto foto itu dan bergumam,

"Ini lho nduk, Ibu pas masih pecicilan muda."

Banyak spot yang bisa dimanfaatkan untuk mendapat foto yang ciamik, gaes. Mau foto dimana? Di tengah jembatan? BISA.



Mau di jalan kayu yang memutari hutan sampai ke pucuk? BISA.



Mau di atas perahu berlatar belakang jajaran Mangrove yang menawan? BISA



Mau di jembatan kecil sedemikian rupa biar keliatan galau? BISA JUGA.


Mau foto di jalan kayu yang menjulur menuju hutannya pun BISABISASAJA.



Sayangnya gue dan teman teman nggak sempat foto di jajaran depan rumah tenda yang tepat menghadap ke rawa Mangrove serupa ini.




Ini adalah bagian yang paling gue suka!!!

Perahu yang ditawarkan beraneka ragam seberagam harganya. Perahu dayung/kano alias kita mendayung itu perahu sendiri dihargai 100ribu/45 menit dengan kapasitas 4 orang. Atau ada juga perahu kano kecil untuk 2 orang yang ingin pacaran sambil ciprat cipratan air dengan bandrol harga yang sama. Untuk yang lebih advance bisa pakai perahu speedboat dengan harga 250ribu/perahu dengan kapasitas 6 orang atau 350ribu.perahu dengan kapasitas 8 orang. Di perahu jenis ini kita nggak perlu repot repot mendayung sampai otot trisep dan bisep mendadak gede. Tapi, apalah asyiknya menjelajahi hutan Mangrove kalau hanya duduk termenung menikmati pemandangan lalu sekejab sudah sampai lagi di dermaga.

Yang asyik itu kayak kita!



Dan yang bikin lebih asyik adalah kitalah yang menentukan mau dibawa kemana perahu ini. Walau pun akhirnya kita juga bingung. Maksut hati mau ke kanan, eh perahunya ke kiri. Maunya puter balik, eh lurus terus. Manya berkelok kelok eh malah nyusruk pohon.

Di sini kekompakan dan kerjasama diuji, gaes. Kita harus pintar pintar berbagi peran. Kita harus tahu tujuannya kemana disusul dengan apa yang harus kita lakukan untuk sampai ke tujuan itu. Nggak akan sampai ke tujuan kalau maksut kita mau belok ke kanan tapi mendayung di sisi kiri kapal dengana arah dayung berlawanan arah jarum jam. Yang ada kita mundur dan belok ke kiri.

Oh, dari naik perahu ini juga gue tahu kenapa menikah itu diibaratkan dengan mengarungi biduk rumah tangga berdua.

 biduk/bi·duk/ n perahu kecil yang dipakai untuk menangkap ikan atau mengangkat barang-barang di sungai

Dan pelajaran hidup super berharga di baliknya, bahwa Pelajaran Hidup Nomor 56 :




Super sekali. 


Nah ini, fakta yang gue dapat di TKP membuktikan bahwa mayoritas pengunjung yang datang itu berpasangan. Sudah barang pasti mereka ke sini untuk bisa leluasa berpacaran. Spot spot yang gue liat berpotensi untuk memadu cinta ( walah ) atau merekam kebersamaan mumpung belum putus adalah tempat duduk di sepanjang jalan kayu kecil yang mengitari hutan Mangrove, tempat duduk kayu di samping cafe utama, di depan rumah tenda atau pun di atas perahu yang bisa membawamu berkeliling di kawasan Taman Mangrove yang hijau, indah, dan segar ini.


nah, bagi yang facaran bisa berfoto sedemikian rupa.
Tapi, alangkah lebih indah lagi kalau pacarannya setelah menikah biar habis naik perahu bisa melakukan kegiatan nomor 4 di bawah ini.Itu.




Ini juga bisa banget kalian coba, gaes. Kalau biasanya kita tidur di rumah biasa, cobalah sekali kali kita bermalam di tepi rawa rawa, di dalam rumah yang menyerupai tenda dengan alam yang melingkupi kita. Cocok banget buat pasangan atau keluarga kecil yang ingin mengenalkan anak anaknya akan alam. Berasa tidur di hutan!!

Soal harga menurut gue masih sangat terjangkau, gaes.

Kalian cukup merogok kocek sedalam 300ribu saja untuk bisa menginap di rumah tenda yang di atas tanah untuk permalam, maksimal 2 orang ya. Kalau kalian mau pilih rumah tenda di atas air dan tanpa AC kalian cukup membayar sebesar 450ribu per malam, sedangkan untuk menggunakan fasilitas AC dibandrol dengan harga 600ribu/malam. Tapi ingat, kamar mandi di luar ya! Nah, kalau untuk villa, harganya lebih melambung, yaitu mulai 1.300.000 sampai 6.000.000 per malamnya.

Coba bayangkan kalian menginap di tenda ini, lalu malam malam kalian jalan jalan di sepanjang jalan kayu, tersiram cahaya bulan. Hanya ada suara suara jangkrik dan deru angin angin sepoi yang menyibak pucuk pucuk dahan pohon bakau yang mengepung dari segala sisi mata angin. Berasa kayak bukan di Jakarta.

Nggak akan ada ular gede kan gaes? Maunya romance yang ada malah kayak syuting film Anaconda nanti.

Kapan kapan coba ah.

Image result for rumah tenda PIK
source
source


Aktifitas yang bisa dipilih saat mengunjungi tempat ini saat beban pekerjaan terlampau berat atau beban hidup makin susah dipikul adalah menenangkan pikiran.

Saat gue liat betapa pohon bakau saling bertautan satu sama lain, berjejalan di satu tempat lalu kembali berjejalan di tempat lain, dengan hamparan air tenang dan awan yang sedemikian cerah, mereka seakan berbisik, gaes.

"Tenangno pikirmu..."

Atau dalam bahasa Internasional,

"Calm down... Relax yourself."

Saat kalian bosan pemandangan Jakarta, tempat ini memang sangat cocok, gaes. Air yang terbentang ditambah dengan pohon hijau dimana mana bisa mengembalikan mood kalian. Bagi yang kurang piknik, langsung aja ke sini. Kalian bisa sekedar berjalan jalan mengitari Taman Hutan bakau sambil menghempaskan semua beban pikiran, menyegarkan mata dengan hehijauan selain lembaran hijau bernama uang; hutan bakau luas membentang.

Jadi, nunggu apalagi? Kapan kalian ke sana?






referensi : http://dolanmu.com/wisata-alam-hutan-mangrove-pantai-indah-kapuk-jakarta/

27 comments:

  1. Belum tau kapan ke Jekardah.. Padahal masih satu negara, tapi kayak susah banget dah berangkat ke sana hehehe tapi kalo emang sempat ke sana, pengen banget ke Hutan Mangrove itu :"
    Kayaknya menyejukkan gitu ya heuh


    Rumahnya itu bisa disewa ya?


    Makasih rekomendasi tempatnya mbak Meyke, salam kenal. Aku suka deh baca blog post para traveler :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, masih 1 negara ini haruslah ke Jakarta, ke ibu kotanya.
      Iya, bisa. Itu udah ada seharga harganya. Kalo mampir ke sini bisa sekalian nginep juga.

      Salam kenal juga. Thankyou!!!

      Delete
  2. wah seru banget tuh, bisa ada bungalo kecilnya di pinggir pantai. Jadi pingin.
    Enak ya mendayung, tetapi pasti ngeri sedap kalao aku. Karena aku gak bisa berenang.

    Mbak mey, untuk postinganmu kali ini terlalu banyak foto bertebaran. Jadi bikin mupeng yang belum pernah ke sana euuuuy :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. santayy, nggak bisa berenang bisa pake pelampung atau asal bersama teman, Insha Alloh aman.

      Ya su, langsung saja yuk ke TKP.

      Delete
  3. Ada juga ya tempat asyik kayak gitu di Jakarta, kalau ke jakarta paling aku ke ancol, dufan, ke tempat gedung gedung gitu.

    Aku kalau ke hutan mangrove juga pernah tapi di Lamongan Jatim. Ya hampir sama lah suasananya. Emmmb kenapa ya gak boleh bawa masuk kamera. Bolehnya cuma kamera hape ya?

    Ya kalau tempat indah kayak gini emng jadi tujuan para pemuda yg pacaran hihihi.

    Km kapan bawa pacar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. khan, apa gue bilang, Ini anti-mainstream. Karena pihak mengelola menawarkan foto pre-wedding kalo nggak salah deh jadi ga boleh foto bagus sendirian. hehe

      Gue mainnya udah nggak pacar pacaran, bro.

      Delete
  4. WOW!! Keren banget tempatnya, apalagi bisa seru-seruan bareng teman-teman kayak gitu. Itsss... ada yang pacaran juga.. :D

    Emang yah, kalau udah jalan-jalan, pasti yang banyaknya Foto-foto, keren deh!

    #SalamKunjunganBalik

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo pacaran mah buanyaaak... Raya mau pacaran juga di sana? Hehe

      #okesipmaacih

      Delete
  5. Seru banget dah ternyata jakardah punya tempat yang kayak gini, aku kira cuma gedung perkantoran dan mall yang ada dijakardah, ehhh kapalnya emang pake dayung semua ya ? nggak ada yang pake mesin biar nggak japek gitu ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya khan, dan ini bagus lo, ayok sok ke sini...
      Kapalnya ada yang nggak pake dayung kok, cuman dia lebih mahal. Khan kite suka yang mure mure,,,hehehe dan lebih unforgettable kalau pake dayung sendiri

      Delete
  6. Ini bisa jadi acuan destinasi nih haha. soalnya belum pernah liat hutan mangrove juga hehe. Puas nih sama gambar2 yang di posting jadi pengen banget ke sana coba nikmatin secara langsung keindahannya dari hutan mangrovenya

    ReplyDelete
  7. Keren ya Mey, padahal belum pernah ke sana... Waah mesti di masukin planning perjalanan di tahun 2017.

    Itu sengaja pake pelampung ya? takut jatoh apa gimana? Cuma ya itu kenapa nggak boleh bawa SLR ya?

    Btw tetep ya ujung-ujungnya ada nikah-nikahnya, wkwkwk... ditunggulah undangannya Mey. Eh iya tau gak berapa biaya sewa rumah itu? Unik deh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, padahal Mbak Binsa udah sampe ke gunung mana mana tapi belu pernah ke sini. Soklah mbak ke sini, worth-visiting ini.

      iya, takut kecemplung walo kita juga paa bisa berenang. hehehe

      iya, kaykanya udah waktunya. Oke sip ditunggu ya mbak :D
      adaaaaa...itu udah gue tambahin info tentang penyewaan rumah tenda. Murceee!!

      Delete
  8. aku pernah sama temen temen nyewa perahu dayung sama temen temen disalah satu danau dikota ku, mengemudikan perahu biar jalannya bener itu emang susah, :D

    kalo yang aku liat dari foto foto diatas serasa bukan dijakarta yaa

    cakep bener dah tempatnya...
    apalagi bisa bermlam disana, wih bakal tambah asik...

    wah kalo ada kesempatan gue mau kesana dan nginep disana bareng istri, biar bisa mesra mesraan kaya di film anaconda ( emang film anaconda mesra ? )

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, naik kapal, gethek atau apapun itu yang bisa mengapung emang seru abis. Ya bisalah ajak istri. Ah, mentang mentang udah punya.

      Delete
  9. Waw, ada juga ya di Jakarta tempat kaya gini. Gak cuma mol mol buat nongkrong abege labil.
    Keren juga tempatnya, cuma sayang jauh -_-
    Kenapa gak boleh bawa kamera ? takut nyaingin tukang foto prewed ?
    Harga villa nya 6jt ? gaji gue setengah abad itu..... -_-
    Kapan-kapan nyoba ah main ke sini. Soalnya belum pernah nyoba jalan2 ke jakarta utara.
    Nice post :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya khan ternyata jakarta itu lengkap! hehehe..
      yuk ah ke Jakarta Utara mumpung masih muda

      Delete
  10. Aku baru tau provinsi sepadat jakarta masih ada hutan magtovenya......hehe

    Dilihat dari Gambarnya aku sudah bisa berekspentasi betapa serunya bermain perahu, arum jeram. Nanti klo ke jakarta insyaallah aku ke jakarta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. adu sepertinya kakak salah baca. Sesungguhnya itu buka Arum jeram, tapi perahu kecil. mana ada arum jeram di Jakarta..bisa sih, di Kali Ciliwung. Khan seyem. hihi

      Delete
  11. Haha emang bener ini Jakarta anti mainstream mbk, ada juga ya tempat yang bernuansa alam, dan air.

    Ya emng kalau udah gak pacaran kamu udah nikah ya mbk, btw nama kita sama-sama ada Santosonya, apa kita sodara yg tertukar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gue juga heran ya ternyata Jakarta ada juga tempat anti-mainstream.

      Belum juga. hahaha..

      Waduh, nama bapak kamu pak Agus Santoso bukan? hahaha

      Delete
  12. Waaaaah keren. Sisi jakarta yang mempesona. ^^
    Btw, aku suka sekali dengan pemandangan alam yang disuguhkan di foto-fotonya.
    Aku juga pernah menjelajahi hutan mangrove (dan ikut menanam mangrove), tapi di Muara Gembong, Bekasi.

    Coba deh, Mbak, berkunjung. Ada habitat lutung jawanya juga lho yang di Bekasi. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, di Bekasi juga ada ya bro? keren dah...kalau menanam Mangrove kita juga belum pernah. Jadi pingin nih, jadi ada kenang kenangannya di sana gitu.

      Oke, inshaAlloh harus ke sana ya :D

      Delete
  13. hutan mangrove gini emang bagus banget sih. kebetulan di balikpapan banyak tempat wisata mangrove, tapi menurutku yang di post ini lumayan murah loh cuma 25rb/orang. Di Balikpapan mahal :')

    sayang juga ya gak boleh bawa kamera, kasian yang kamera hapenya bagus pasti jadi korban wkwk

    ReplyDelete
  14. Ini beneran di Jakarta kak mey? Bagus banget. Apalagi ada rumah-rumah kecil itu, lucu banget.

    Tempatnya bagus-bagus banget, berasa kaya lagi di hutan yg dikelilingi danau, eh, atau kebalik ya? Pokoknya tempatnya bagus.

    Padahal deket, aku jg di Cibubur tapi baru tau ada tempat begini, kapan-kapan mau ajak ortu kesana ah~

    ReplyDelete
  15. Itu tempatnya masih bagus banget,masih alami.Apalagi ya ada jejeran rumah,nuansa nya jadi tenang gitu ya.

    Pas sih ya,tempat ini jadi rekomendasi untuk refreshing,liburan.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...