Featured Slider

MENTORSHIP KE-7 : SURAT UNTUK MENTOR DAN MENTEEKU

 


Cerita Tentang Blogger Mager



Well, akhir akhir ini sejalan dengan kegiatan di Miss Meykke's Class yang semakin rame dengan murid yang semakin banyak Alhamdulillah, berdampak pada suasana blog yang semakin sepi. Loh, kok bisa? Ya bisaaaaa karena waktu yang digunakan untuk menulis blog jadi semakin sedikit. Hiks.

Padahal, buanyak rencana tulisan review yang menanti sampai aku list ada 35an. Tapi ya gitu deh, saking magernya buat nulis jadinya nggak nulis nulis. Palingan aku nulis sesuatu yang urgent saja seperti tugas dari Institut Ibu Professional atau hasil webinar/kelas yang menurutku harus banget dicatat untuk diamalkan nantinya. 

MENTORSHIP PEKAN KE-6 : FOKUS PADA KEMAJUAN

 Akhirnya pekan ke-3 harus dilewati di Hutan Kupu Kupu ini. Sebenarnya hasilnya tidak memuaskan untuk saya pribadi. But, well, masiha da hari esok dan tetap semangat sampai saya bisa menghasilkan 1 produk tulisan ilmiah atas bimbingan mentor saya.

Dan kali ini, saya ingin share tentang photo diary dan rangkuman rangkuman rencana dari pekan kedua hingga sekarang. Mbak Dinda sejauh ini sangat membantu dengan memberikan materi materi yang saya butuhkan. 

MENTORSHIP PEKAN KELIMA : FALSE CELEBRATION AND DEVIL'S ADVOCATE

Alhamdulillah sudah sampai ke Mentorship Pekan ke-5 dan alhamdulillah juga masih semangat bersama dengan Mentor dan Menteeku tercinta ini. Nah, di Pekan ke-5 ini ada 3 hal yang ingin aku jawab, terkait dengan apa yang Magika sampaikan di videonya. Yaitu, ada false celebration, 360 degrees feedback dan Devil's Advocate.

MANCING, BUAT APA?


Siapa yang suaminya suka memancing, bun? Kalau iya, wah bisa samaa..walau kalau suami saya nih, sukanya musiman alias cuman beberapa waktu saja. Hehehe...

Jadi ingat pandemi masih rame di Indonesia dan Pace belum bisa melanjutkan studinya ke Australia, kita sering menciptakan kegiatan yang seru untuk dilakukan. Let's say naik motor keliling kota setiap sore, piknik tipis tipis ke sana kemari dan mancing! Sampai akhirnya Pace juga membeli alat pancing plus Julio pun juga dibeliin. Jadilah mereka beberapa kali mancing di Kampong Banyumili, Tuntang. Memang bagus banget sih tempatnya, bun. Kita bisa makan bareng, jalan jalan di sekitarnya karena areanya luas, plus bisa mancing dengan ikan yang super gede gede di beberapa spot kolamnya.

Review Kampoeng Banyumili, Tuntang

Nah, aku juga sudah ada review tempatnya nih, bun. Selain di situ, kita juga sempat mancing di Kampung Rawa, Ambarawa dan di kolam ikan berbayar dekat rumah. Seru emang sih, kayak pagi pagi belum juga mandi, eh kita langsung mancing. Habis mancing kita sarapan soto lalu hunting duren deh. Bisa juga hunting buah buahan karena di desa kami, buah buahan tropis itu melimpah. 

Ngomong ngomong tentang memancing, ternyata memancing ini membawa banyak manfaat lho, bun.