Thursday, 15 October 2015

MENJELAJAHI 9 SENSASI DUNIA FANTASI, ANCOL - JAKARTA UTARA!

The best photoshot of the day!
Kata orang hidup itu macam rollercoaster, cuy. Kadang dia menukik ke atas lalu sekonyong konyongnya dibanting ke bawah, diputer puter di udara mana pake dipelanting ke kanan dan ke kiri, mana nanti digulung gulung ke atas dan ke bawah, dimiring miringin  macam kambing guling. Kata orang hidup emang macam rollercoaster, nggak melulu jalan pelan sesuai lintasan. Dan kata orang, walo hidup kayak rollercoaster tapi pilihan tetap ada di tangan kita. Lo mau tutup mata sambil ngremes ngremes pegangan dan ngutuk diri sendiri kenapa lo bisa ada di situ ato lo buka mata lebar lebar, nikmati naik turun pelantingan sambil jejeritan dan buang kaki dan tangan ke segala pejuru mata angin. Rasakan! 

Dan dari kata orang itulah gue berpendapat kalo gue juga butuh simulasi menjalani kehidupan. Sekarang gue lagi berada di masa kritis dimana kesempatan untuk stress sedang tinggi tingginya. Gue mulai ditumpuk banyak persoalan duniawi dengan waktu yang terus berputar. Undangan makin banyak. Oleh sebab itu, logikanya kalau naik rollercoaster aja gue lolos, harusnya dalam melewati rollercoaster kehidupan ini gue juga lolos.

30 Agustus 2015 adalah hari yang gue dan teman kost gue, Candra dan Nisa pilih buat simulasi menjalani kehidupan. Kita ke Dufan!! Naik gojeg biar ngehits!



“Kita harus naik semua wahana yang memacu adrenalin karena umur kita udah 20an. Biar nanti saat kita dipacu oleh kenyataan hidup, kita bisa tegar!” Nisa yang notabenenya paling tua dewasa angkat bicara.

“Gue setuju.” Candra angkat tangan tanda bahwa dia sependapat.

“Aduhhh!!” Gue berseloroh.

“Laaah?? Lo kenapa??” Candra dan Nisa bingung.

“Beraaaat!!!” Laaah...Teryata gue angkat beban hidup. Berat,gaes. Don't try at home.


Kesempatan terakhir, guys..Besok kalo ke sini lagi harus bikin lagi yang artinya harus bayar lagi.



Sembari nunggu Candra beli tiket, kita selfie dulu. Ya...namanya juga anak muda.

Dan oleh sebab itu, gue dan dua teman gue ini merasakan begitu banyak sensasi dari wahana wahana merontokkan hati badan yang hampir kita naiki semuanya. Bayangkan saja, kita sampai di sana jam 10 dan baru pulang jam 8!! Itu juga karena Dufan mau tutup. Dan ini adalah sensasi sensasi yang kita rasakan mulai dari sensasi paling sante sampe sensasi nggak sante banget versi gue. Tapi, gue nggak bisa menyertakan ‘Kora Kora alias kapal goyang" karena saat itu dia sedang dalam tahap renovasi. Check this out, guys!!


9. ISTANA BONEKA ; SENSASI –ANNABELLE- BONEKA BERJOGET

Istana Boneka adalah pilihan kedua kita. Maksut gue naik ini adalah buat pemanasan sebelum menjatuhkan pilihan pada wahana yang main banting bantingan sekaligus gue mengenang masa lalu. Ini adalah kali ketiga gue liatin boneka yang bentuknya kayak Susan semua yang kalau diliat liat lebih mirip Annabelle pada make baju adat setempat sambil joget joget. Yess, kali ketiga dengan jarak waktu yang sangat lama. Pertama saat gue SD sekitar kelas 3 pas gue ikutan piknik nenek gue dan teman temannya  dan yang kedua saat gue ikutan study tour SMP di Jakarta. Thus, it is the third one!!


Ceria sekali, khaaaan....

Penampakan di dalam
Di Istana Boneka gue nggak perlu takut capek karena gue cuman cukup duduk di boat lalu ikut kemana saja air mengalir pelan sambil menikmati -Annabelle Annabelle- boneka boneka lagi joget atau maninin alat musik.


Asal muasal gue
Asal drama yang ceritanya romantis abis.
“Can, pasti bakalan lebih seru kalo kita ke sini pas dini hari, malam Jumat Kliwon!” Gue berbisik pada Candra. Candra mendelik seketika, tanda tak setuju.

“Mik, plis! Kita ke sini mau seneng seneng sambil uji mental, tapi nggak uji nyali juga kali.”

Maka, ide brilian gue terpaksa gue urungkan. Tapi, ini seru guys... Gue bisa lihat boneka dengan adat istiadat setempat, nggak cuman dari provinsi provinsi di Indonesia tetapi juga dari mancanegara. Nih, liat cuplikannya guys!



8.   RUMAH MIRING ; SENSASI JALAN KAYAK ORANG MABUK



Walopun gue belum pernah mabuk tapidimabukasmara, tapi jalan dirumah ini serasa kayak lagi mabuk karena gue nggak bisa jalan lurus. Walopun dari depannya rumahnya keliatan normal,begitu gue masuk, makin lama makin miring ke kiri sampai gue harus pegangan. Sayangnya rumah miring ini tracknya nggak begitu panjang. Baru juga jalan dikit, ehh udah pintu keluar..


pegangan ya,guys.

Yah, lumayanlah buat pemanasan.

7. ONTANG ANTING, SENSASI DIONTANG ANTINGIN.



Sebenarnya ini adalah wahana paling perdana setelah kita tiba di Dufan karena kita lihat wahana pemacu adrenalin yang lain masih membludak antriannya.

“Udah, kita naik ini aja dulu...” Annisa usul

“Ehm..gimana ya...aku takut pucing..” Gue ragu.

“Mik, yaelah lu... ati juga udah kebas diontang antingin masa badan lemah begini..”

Dua detik kemudian gue antri.

nggak diterima dibilang lemah..
Gue jauh lebih seneng naik Kora Kora atau Roller Coaster atau apapun yang gerakannya nggak cuman muter muter begini. Suka pusing. Ontang anting gerakannya nggak sekreatip wahana lainnya. Naik ontang anting itu sama halnya dengan liat sinetron TPI, alur cerita dan endingnya gampang ditebak. Gue tinggal duduk di salah satu seat gantung, lalu lama lama gue terangkat, lalu sumbunya mulai muter dan gue terkibas kibas di udara yang makin lama kibasannya makin nggak santay dan teriakan makin membahana. Dan gue masih sempet bikin video macem ini. Maap kalau mukanya agak songong. Dia emang suka kayak begitu. Ckckckckc...

Jangankan tubuh, hati juga udah kebas diontang antingin.

6. ALAP ALAP, SENSASI MELUNCUR NGGAK SANTE



Alap alap adalah roller coaster mini!! Akhirnya gue bisa naik ini lagi karena gue masih inget banget saat kelas 3 Sd gue bersama kedua sepupu gue dan nenek gue juga naik ini. Dan ternyata sampai sekarang wahananya masih ada. It just recalls my super fun childhood moment!! Wahana ini emang cocok untuk anak anak. Nah, karena muka dan kelakuan masih anak anak, wahana ini cucok sekali untuk kita bertiga. Yuhuuuuu!!!!

Lintasannya pendek jadi kita muternya dua kali dan alat pengamannya cuman besi yang diteken di perut kita karena emang nggak ada lintasan menukik tajam apalagi lintasan lingkaran yang sampe kepala gantung di bawah. Tapi, walopun kalo diliat rollercoaster ini terlihat mini,begitu gue ngerasain sensasinya nggak sesantai yang gue liat. Tikungan ke kiri dan ke kanannya bikin badan gue terpental dan terhuyung ke kanan dan ke kiri, jadi saat naik ini jangan songong ya guys. Kita harus tetap berpegangan erat dan jangan lupa bismillah.

5. HALILINTAR, SENSASI MELUNCUR NGGAK SANTE BANGET



Dan sensasi paling mencengangkan yang menduduki posisi ke-5 adalah halilintar atau Roller Coaster yang sesungguhnya. Ibarat kerja, alap alap itu baru training dan Halilintar ini adalah kerja yang sebenarnya. Ini adalah kali kedua gue mencoba halilintar ini karena gue juga pernah ke sini setahun yang lalu bersama teman kerja gue yang kece bingit, Dian yang gue ceritain di SINI. Sama kayak setahun yang lalu,antriannya mengular meliuk liuk. Kita bertiga harus antri selama hampir sejam padahal naiknya aja kagak ada satu menit. Tapi nggak papa, mumpung muda dan tenaga masih full tank. Mau selfie juga masih belum malu. Jadilah kita selfie beberapa kali biar nggak bosen sekalian membekukan kebersamaan.



Sebentar lagi giliran kita Yeayyyy!!!!
Dan momen yang ditunggu tunggu akhirnya tiba. Sama seperti setahun yang lalu, gue ambil posisi di seat terdepan. Setelah operatornya basa basi, akhirnya kereta meluncur pelan tapi pasti, lalu perlahan mulai mendaki dan begitu di belokan, wuuuuuuuuuuuuuusssshhh!! Kereta mulai mempercepat lajunya, disusul dengan turunan tajam yang dilibas habis.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk!!” Gue bisa teriak sepuasnya saat kereta melaju di trek lingkaran alias menukik naik dengan kereta yang melaju di bawah relnya. Jadi, dia berputar lingkaran penuh dengan kecepatan secepat kilat. Belum juga sempet napas, kereta udah meliuk liuk di lintasan yang berkelok kelok kekanan dan kiri sampai gue rasanya kayak dibanting banting. Ngeliat ke depan aja kayak nonton film yang dikenai fast forward sebanyak 3X saking cuepetnya!! SET!! Set! Set!!

Dan begitu mendekati garis finish, kereta ngerem.Ciiiiiiiiiiiiiiiiiittttt! Selesai. Bener khan, antri satu jam tapi naiknya nggak ada satu menit. But it is worth-trying!! Karena sensasi dalam hitungan detik itu benar benar bikin jantung sehat. Manfaat yang kedua adalah peredaran darah lancar karena kita dipelanting pelantingkan sedemikian rupa sampai kaki di atas kepala di bawah. Mental pun kembali stabil karena dengan teriak beban di dada seakan menguap.NOTED!! 

Apa sebenarnya yang ada di benak Candra saat itu kok tangannya begitu ya, guys?
Tapi, seumur umur gue ngerasain Roller Coaster, Roller Coaster dengan sensasi paling mak nyus adalah Yamaha Racing Roller Coaster di Trans Studio Bandung yang pernah gue ceritain di SINI. Beuhhh....itu rasanya... masyaAlloh. Kayak badan kita dipakein rudal terus ditembakkan ke langit. Greget to the max!!

4. KICIR KICIR, SENSASI CENGKERAMAN BOLAK BALIK



Nah, ini... Kicir Kicir ini sama dengan Vertigo yang ada di Trans Studio Bandung. Ini adalah kali pertama gue naik wahana ini karena saat di Trans Studio Bandung, begitu gue naik Giant Swing gue udah pusing. Mungkin saat itu gue mulai lelah.


Take pictures in line as usual just like a 18 year-old girl.
“Ayo kita naik ituuuu....” Gue sangat excited bingit. Begitu duduk dan dipasang sabuk pengaman serta mengucap basmallah, wahana yang terlihat kayak lingkaran banyak cengkeraman ini mulai naik dari yang semula lingkarannya horizontal, sekarang menjadi vertikal. Lingkaran mulai berputar dari atas turun ke bawah dan terus berputar hingga di hitungan ke-10, masing masing cengkeraman juga mulai berputar!! Yang ada gue jumpalitan di udara. Sensasi paling asik adalah saat gue turun ke bawah tetapi kepala gue dulu yang meluncur dan langsung dibalikkan kalo kayak gue backroll jaman Penjaskes SMA dulu. Dan itu dilakukan berkali kali sampe Nisa dan Candra ekspresi mukanya nggak kekontrol.

“Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk!!!”

Karena gue ada di depan mereka berdua, gue bisa liat muka mereka selama wahana berputar putar jumpalitan. Muka mereka itu perpaduan antara takut, sir siran, panik, sama girang. Dan tiap kali mereka dibalik balik, mereka menjerit sambil ketawa. Gue sendiri sangat sangat menikmati wahana ini. Entah kenapa saat gue naik wahana yang badan dibanting banting dan diputar putar begini, gue merasa semua beban gue menguap. Ah, cara bekerja wahana ini hampir sama dengan wahana Hihibeuran yang pernah gue coba di Jungle Land, Sentul City.

3. HISTERIA, SENSASI DIHEMPASKAN



Histeria ini ada dua sisi. Sisi pertama mengarah ke seantero Dufan dan sisi yang lain langsung mengarah ke Laut Ancol. Lalu, sisi manakah yang kita coba???

DUA DUANYA!!

Ini adalah wahana paling terakhir yang kita naiki karena sebelumnya wahana ini ramainya keterlaluan. Antrian selalu membludak sampe –Jonggol- luar. Jadi, kita memutuskan untuk naik ini terakhir saja, menjelang pulang.

Begitu gue siap, gue mulai dibawa ke atas dengan pelan pelan. Sisi pertama yang kita pilih adalah sisi yang saat kita naik sampai atas, kita bisa melihat sekujur Dufan yang dipenuhi dengan wahana di antara pepohonan. Gue bisa melihat Kicir Raksasa pelan tapi pasti masih berputar, lalu kapal raksasa yang mogok kerja, dan di ujung sana gue melihat kereta laju super cepat yang sepertinya sudah tidak mendengungkan teriakan. Di atas gue, bintang mulai berjajaran dan langit gelap seutuhnya. Lalu, begitu sampai di atas, gue berhenti sejenak dan seperti yang sudah gue duga....

“WUSSSSSSSSSSSSSSSSSHHHHHH!!!!!”

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKK!!”

Sekonyong konyongnya gue dibuang ke bawah. Padahal jantung gue masih ketinggalan di atas saking cepatnya. Gue hirup napas dalam dalam bersamaan luncuran ke bawah. Persis kayak jatuh dari ketinggian dan belum sampe menyentuh ke tanah, gue kembali diangkat lagi setengah tiang dan dijatuhkan lagi. Diangkat dan dijatuhkan lagi. Gue jadi mikir,

“Nis, ini sebenarnya kita lagi naik wahana apa kita lagi diPHPin cowok?”

“Emang kenapa?”

“Ya gitu, suka dibawa ke awang awang, ehh nanti dijatuhin...diangkat lagi, dijatuhin lagi..lah...khan sakit.”

“Mey, kamu lagi curhat??”

“EHH, Naik lagi yuk nyobain sisi yang mengarah ke lauut!!” Akhirnya karena kita nggak boleh langsung naik lagi, kita harus keluar lagi,lalu muter dan masuk lagi. Padahal udah nggak ada antrian lagi alias cuman kita bertiga aja. Nih kadang masnya bikin peraturan nggak ada guna. HUFT! Tapi, nggak papa. Kita emang butuh olahraga.

Dan di sisi ini gue jadi berasa lagi di drama Korea. Begitu gue diangkat sampai puncak tiang, gue bisa lihat air laut berkilat kilat diterpa bulan terang. Itu khan romantis banget!! Dan begitu sampai di puncak, gue kembali dihempaskan ke bawah.

“ Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!” Hanya terdengaran teriakan kita saja karena Dufan udah sunyi senyap. Gue girang bukan kepayang! Kali ini gue membuka lengan lebar lebar di antara kerangka pengaman dan kaki buang ke masing masing sisi. Gue menikmati sensasi hempasan yang romantis abis!! Oh indahnya duniaaaaaaa.....

Tapi emang paling asik kalo naik Histeria saat malam, karena kita nggak akan terpanggang dan udara nggak sepanas siang. Ini sepoi sepoiii!!!

2. NIAGARA GARA, SENSASI MENUKIK TAJAM



Sama seperti namanya, orang yang naik ini emang termasuk orang yang suka cari gara gara. Walau pun wahana ini sama dengan wahana bernama Jelajah di Trans Studio Bandung,tetapi sensasi yang disuguhkan lebih gregret.

Pertama kali gue naik ini, gue songong.

“Ahh, ini mah cuman meluncur terus disambut air aja....” Lalu, gue bersama Nisa dan Candra mulai naik kereta air menuju ke TKP di tengah sana. Tak lupa di sepanjang perjalanan menuju puncak,kita menebar kenangan.

Abaikan biji mata segede semur jengkol ya...
Dan apakah kita mengenal kedua mas bersama kita....
oh jelas......TIDAK.
Lalu, tibalah saatnya kereta bergerak naik.

“Are you ready????” Gue yang duduk paling depan sangat excited.

Lalu,begitu sampai di puncak, gue pegangan erat dengan dibantu alat pengaman berupa besi yang dilekatkan di perut saja. Lah,tapi...pas turunnya itu kemiringannya nggak sante banget!!Pas turun gue berasa kayak mau gulung ke bawah karena terlalu menukik tajam. Bahkan, napas aja gue tahan.

"HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKK!!"

Logikanya kalau kita melaju turun begitu khan badan menolak gravitasi alias condong ke belakang. Lah beda cerita sama Candra. Emang dari awal Candralah yang paling takut. Dan begitu kita meluncur, bukannya dia menarik tubuh ke bawah, dia malah nubruk gue, lalu meluk gue kencang kencang sampe tangan kemana mana.

“BLASSSSSSSHHHHH!!!” Gue basah kuyup karena gue paling depan. Seger cuyyy!!!

 Tapi, kalian bisa liat sendiri betapa ngerinya wahana ini  sampai muka nggak kekontrol.



1. TORNADO, SENSASI KAMBING GULING.



Dan sensasi paling menggetarkan versi gue jatuh pada wahana ini. Ini adalah kali kedua gue naik wahana ini dan gue selalu naik saat menjelang malam. Kenapa wahana ini paling mencengangkan?? Karena nggak cuman diputar membentuk lingkaran besar dengan sumbu penyangga raksasanya tetapi juga diputar membentuk lingkaran dengan sumbu besi di antara dua penyangga raksasanya, dan masih lagi dimiring miringin. Gue rasa ini penciptanya bikin wahana ini terinspirasi dari kambing guling. Tinggal diasepin gue udah jadi Meykke guling!!

Begitu lagu disco dimainkan keras keras dan lampu sorot mulai membelah belah ke segala penjuru, kita mulai dinaikin ke atas lalu bawah tanpa dibolak balikin. Nah, begitu putaran kedua, saat kita ada di puncak, sumbu mulai diputer puterin dan kita dibolak balikin beberapa kali. Dan akhirnya kita mulai diputer puterin sampe jilbab kemana sambil tiang penyangga berputar ke kanan dan kekiri. Sensasi paling asik emang saat diputer ke bawah dengan posisi telungkup dan tengadah. Gue berasa kayak mau jatuh karena dipelantingin sedemikian rupa. Karena gue udah capek teriak, gue hanya melepaskan genggaman gue dan menjulurkan lengan gue panjang panjang ke udara, sambil menikmati udara malam Jakarta dalam balutan kerangka pengaman. Life is so good, mamen.

"Waaaaaaaahhhhhh........."

Gue berasa terbang naik rudal ke bulan, lalu meluncur secepat kilat zig zag dan berputar sedemikian rupa menghindari komet lalu menembus lapisan ozon dan bergerak bebas di antara planet Mars dan Pluto.

Dan demi bisa mendapatkan bekuan sensasi yang bisa dibawa pulang dan diawetkan di instagram, kita bertiga sampai naik tornado dua kali karena yang pertama kita nggak difoto.

"Kita nggak bisa diam. Kita harus melakukan sesuatu. Masa giliran yang lain difoto,giliran kita enggak??" Gue buka suara.

"Ah,benar juga. Momen ini khan bisa jadi momen yang terjadi seumur hidup. Begitu kita berpisah dari kost Bu Emil kita akan melanjutkan hidup dan kemungkinan besar tak akan bersua lagi." Nisa mulai terbuka pikirannya.

"Duh, gerah..." Candra malah mau buka baju. Dia emang suka begitu. Lalu,kita larang. 

"AUROOOOOOT..."

Dan jadilah kita naik Tornado lagi dengan harapan kita difoto. Dan akhirnya Alloh mengabulkan doa anak solihah. Alhamdulillah...


Dan walau pun posisi kita telungkup, pose 'peace' tetap yang utama. Yeayyyy!!!

Gue riang gembira sekali malam itu dan gue mulai menyusun rencana rencana dan keinginan gue yang kayak pop corn dimasak; meletup letup. Gue pingin banget bisa nyobain Bungee Jumping di Bali,sukur sukur bisa di Macao Towerr!!! Dan juga gue pingin terbang naik Gantolle. Ahh, life is indeed chalenging!!

Jam 8 akhirnya kita pulang karena Dufan udah tutup. Terimakasih ya Alloh karena teman teman kost gue asik bingit dan terimakasih teman teman kost gue yang bisa sejalan seiya sekata saat menjelajahi Dufan dari buka sampai tutup, terus naik wahana yang meguji keberanian dan mental, terus naik Gojek malem malem membelah Ibu Kota dan akhirnya badan sakit semua keesokan harinya.


And there comes a day that you can't forget forever because you pass the day with your friends doing something challenging together!!!




Annisa ( Marimar ), Meykke (Mercedes), Candra (Casandra)
for the one who always follow my story, you know what I mean :D
















10 comments:

  1. Wow.... jadi kangen dufaaan... seru banget kesana mah apalagi kalo rame-rame... wah hampir semua udah pernah ngerasain wahananya yang kamu sebutin cuma satu aja yang belom itu Histeria... gak cukup waktunya sih.. hahaha...

    Tapi aku cukup sekali naik kicir-kicir, ini perut kayak di kocok-kocok... kalo yang lain mah hayuuuk...

    ReplyDelete
  2. Wuih!! seru banget tuh!!!
    sayangnya gue belom sempet2 ke sana....
    gue pengen naik tornado...
    pasti rasanya kayak masuk mesin cuci...

    ReplyDelete
  3. ckckck. sensasi kambing guling

    yang no 9 itu memang cocok pas malem dini hari. siapa tahu tuh vonekanya jalan ke perahu terus naik minta uang

    kan lucu.


    tapi itu ngeliatnnya geri ya, yg tornado samma histeria

    ReplyDelete
  4. kalau di daerha sumatera utara ada sih namanya Mickey Holiday, memang ga selengkap DUfan, kalau ga salah ada 32 wahana aja. Tornado yang bikin mabok beneran, gue mabok, untung ga muntah, parahlah pokoknya

    ReplyDelete
  5. Iya matamu itu loh mbak.. Mengalihkan duniaku. #salahfokus

    Gue gak pernah naik roller coaster karena ditempat gue gak ada, lagian kayaknya gue gak kuat naik roller coaster, kemaren naik perosotan anak TK aja gue muntah-muntah, demam 7 hari, gagal mope on 3 tahun.. *uhuk

    Itu dari pagi sampe malam kalian gak istirahat makan? Perempuan-perempuan emezinggg..

    ReplyDelete