Friday, 5 September 2014

THROW THE HANDS UP, SAY 'AAAK', AND DO FUN!!! Dunia Fantasi (DUFAN), Jakarta Utara!!

Tahun 2007, SMA kelas 2, depan tipi bersama Ibu.

“Woooooo, buset Bu! Sekarang di Dufan ada wahana kambing guling raksasa kayak gitu!! Tuh, coba lihat Bu!! Diputar putar dua lapisan!! Ibarat kate bumi itu dia udah berputar di poros bumi sendiri masih berputar mengelilingi matahari. Nih masih dimiringin ke kanan dan ke kiri!! Itu keren!!”

“Ke, kui medeni.” Ucap Ibu gue, singkat padat dan jelas. Tanpa ekspresi. Itu menakutkan, Ibu bilang.

“Waaaahhh, sumpah aku pingin Bu. Kapan ya aku bisa ke sanaa. Kalau aku ke sana, pokoknya aku harus naik itu. HARUS!!!” Gue mengepalkan tangan kanan seperti saat meneriakkan kata “MERDEKA!”

Tahun 2014, guru bahasa Inggris, di atas gagang kambing guling, sedang akan melesat bersama teman kerja.

“I can’t believe this!!”

Sesaat kemudian jejeran tangga mulai meninggalkan gue dan para pengunjung yang sudah duduk manis berjajaran dengan sabuk dan pengaman yang berbalut kencang. Gagang raksasa itu mulai naik sedikit demi sedikit! Gue sudah akan mencapai ketinggian maksimal saat tiba tiba si gagang sekonyong konyongnya menjatuhkan diri ke bawah, lalu kembali ke atas, dan ke bawah, lalu kembali ke atas.

“Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!” Gue mulai berteriak kegeringan saat gagang menjungkir balikkan gue di ketinggian. Gue berguling guling ke atas dan ke bawah tepat di pucuk ketinggian. Gue kemudian membentangkan tangan gue lebar lebar. Gue pasrah sepenuhnya nyawa gue hari itu kepada sepasang pengaman yang memagari dada gue lekat lekat. Walau gue bisa merasakan dada, pundak, dan punggung gue terbentur dindingnya setiap kali berpindah gravitasi, sejalan dengan jungkir balik si kambing guling. Maklum, tubuh gue nggak cukup berisi untuk ngepas ke pengamannya. Gue bisa merasakan angin Jakarta menabrak wajah gue dengan begitu membabi buta. Kaki gue kadang di atas, menyisakan kepala gue yang melambai lambai di bawah. Seakan ingin menggoda, gagang raksasa terdiam sejenak dengan posisi serupa itu.  Gue duduk dengan posisi terbalik!! Terkadang gue seperti tengkurap di antara udara, lalu gue akan kembali jungkir balik! Sekarang gue seakan akan menangkap langit saat tiba tiba dada gue ditarik ke bawah dan dijungkir balikkan!

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk, Oh My Gooooooooooooooodddddd!!!” Berputar dan dibalikjungkirkan di udara dengan kecepatan maksimal membuat gue lupa diri.

“Sudaaah!!! Ampuuuunnn!!!!” Ucap mas mas berperawakan tambun di samping gue.

Kembali si gagang ditarik ke atas dengan kecepatan santay saat seorang cewek berteriak,

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaa....”

“Beluuuuuuuuuuuuuum...” Ucap gue refleks.

“Owh, belum ya?” Ucapnya yang kemudian disusul dengan kambing guling yang kembali mengamuk.

“Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkk.” Sekarang gue yang teriak kencang kencang demi dada yang lega, demi peredaran darah yang lancar ke otak, demi pikiran yang plong, demi kesehatan mental gue.

“Oh God, I’m flyiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!!!”




And you know what??? Begitu gue mendarat dengan selamat, gue bisa merasakan dada gue yang jauh dari kata bergemuruh. Gue bisa merasakan pikiran gue yang tak lagi sarat muatan. Trust me, it works!! *laluminumsusu
--

DUFAN!!

Sejak gue pertama kali menginjakkan kaki ke kota dengan manusianya yang berjejalan ini, DUFAN adalah target gue yang wajib sekali gue kunjungi. Sudah sejak lama gue mengidam idamkan naik Tornado, naik Halilintar, naik Kora Kora, naik Histeria!! Dan hari ini, Minggu 31 Agustus 2014, akhirnya gue bisa menamatkan salah satu Bucket List gue. Dufan, Meykke is comiiiiiiiiiinggg!!!!!!

Sebenarnya ini bukan kali pertama gue mengunjungi Dufan. Gue pernah ke sini saat masih SD bersama nenek dan sepupu jauh gue. Masih inget banget saat itu gue naik roller coaster yang melewati lorong lorong dengan banyak tumbuhan melilit di kerangka lorongnya. Gue sampai nggak bisa tidur saking senengnya. Kali kedua gue ke Dufan bersama teman teman SMP. Sayang disayang, gue cuman masuk ke Istana Boneka karena teman gue nggak ada yang berani dibanting banting.

It will be my third visit!! Gue bersama teman kerja gue harus menempuh perjalanan panjang untuk bisa sampai di Utara Jakarta, Ancol, sedangkan gue berangkat dari Jakarta bagian Timur. Gue harus beberapa kali naik TransJakarta dan menghabiskan waktu kurang lebih 3,5 jam untuk sampai ke Ancol.

Sesampainya di Ancol, antrian udah bagaikan ular, meliuk liuk. Kawan, hidup ini memang tidak semudah membalikkan tangan. Kalaupun iya, hidup ini seperti membalikkan tangan Gajah. Tapi ingat, hanya Alloh yang bisa membolak balikkan hati Hamba-Nya. *piyetopiye

Oh ya, sebelumnya gue harus membayar 25ribu untuk bisa masuk di area Ancol. Untuk masuk ke Dufannya sendiri, gue harus merogok kocek sambil tahan napas saking dalamnya. Rp. 280ribu!!

Tiket masuk Dufan dibagi menjadi dua tipe; tipe reguler seharga 250ribu, sedangkan tipe annual pass atau tiket masuk sesuka hati selama setahun seharga 280ribu. Dan gue pilih yang kedua. Rencananya, gue akan kesana at least dua bulan sekali. Mumpung!

Namun, sebelum uang 280ribu itu berubah menjadi kartu, gue harus menjalani banyak tahap. Khan gue bilang, hidup itu nggak sesimple seperti membalikkan telapak tangan. Ada sih, telapak tangan gajah, mau???





Well DONE!!! Setelah makan dan sholat dhuhur, gue dan Dian syiap bingit menikmati masa muda!!! Dimana kitaaaaaaaaa??? Let’s DO FUN in DUFAN!!! Ini bakalan FUN banget!! For your information, Dunia Fantasi yang diresmikan pada 29 Agustus 1985 adalah tempat hiburan yang terletak di kompleks Taman Impian Jaya Ancol (Ancol taman impian), Jakarta Utara, Indonesia.

Dunia Fantasi mempunyai maskot berupa kera bekantan yang diberi nama Dufan (singkatan dari Dunia Fantasi). Dipilih kera sebagai karakter adalah untuk mengingatkan bahwa Ancol dahulu adalah kawasan kera. Pemilihan kera bekantan adalah semata-mata untuk mengenalkan jenis satwa langka yang kini dilindungi. Keren khan?? Indonesia gitu loh!]

source

Menurut informasi, ada sekitar 42 wahana yang terbagi menjadi sekitar 12 kawasan!! Namun, apalah daya sehari cuman 24 jam dan Dufan dibuka mulai pukul 9 pagi sampai 9 malam. Tapi, tak ape. Wahana wahana yang akan gue coba ini pasti memberi warna tersendiri dalam hidup gue!! Apa saja coba??

1. OMBANG AMBING

Sebelumnya gue sempat antri di wahana Hysteria. Namun, Dian berpendapat kalau mending kita naik yang level medium dulu untuk warm up. Lagi pula, antrian di jam segitu benar benar berjubel!! Bahkan gue rasa antrian saat itu mencapai ratusan.

Nah, akhirnya dipilihlah wahana ini. Sensasinya sih serupa diombang ambingkan saja. Gerakannya juga sekedar memutar poros sambil berayun naik turun.



2. HALILINTAR

source

“Mey, kita bikin misi, yuk!” Ucap Dian di sela sela antrian yang mengular jenis ular piton.

“Apa, yan?” Gue tau kalau dia adalah salah satu fans Running Man. Setiap minggu kerjaannya nonton Running Man sambil guling guling di kamarnya. Makanya dia terkontaminasi dengan adegan Running Man saat main di Amusement Park dengan banyak misi aneh.

“Misinya adalah kita harus senyum menghadap ke kamera saat sampai di turunan tajam yang pertama itu. Oh ya, jangan lupa tangan membentuk angka dua, bring peace to the world!”

“Emangnya kameranya dimana, Yan?”

“Oh kamera ada di sebelah sana, sana dan sana. Nanti semua lampu akan dimatikan dan kita menggunakan kamera ultraviolet. Jika Anda menyerah, silahkan lambaikan tangan ke kamera yang ada di sana. Tim kami akan segera menemui Anda”

“Pelis Yan, kita lagi di Dunia Fantasi, bukan Dunia Lain.” Gue jadi ragu. Nih orang fansnya Kim Joong Kok atau Harry Pantja.

Singkat cerita, kita akan meluncur dengan mengemban satu misi.



Tapi demi hempasan tubuh, meluncur lalu menukik disusul jungkir balik dengan kecepatan cahaya tapi lebay nggak pernah sesingkat itu. Kita mulai antri pada pukul 13.50. Lu tau kapan kita mencapai puncak sebelum meluncur itu jam berapa? 15.00!!!

Dan antrian yang mengular dengan telapak kaki panas dan letih karena terlalu lama berdiri membuahkan pelajaran hidup nomor 56 :

“Tidak ada kata Cuma Cuma di dunia ini. Berjuang adalah satu satunya cara untuk menggenggam impian dari digenggam Tuhan menjadi digenggam tangan, dari angan menjadi kenyataan. DREAM BIG, DO BIG. WANTS MORE, DO MORE!” Asik nggak bahasa Inggris gue. Di titik ini gue ngerasa pinter. 



Makanya, semua kita jalani dengan ikhlas. Kalau nggak mau antri ya sampai kiamat juga nggak bakalan naik apa apa. Ini DEMI!!! Ini demi hati yang tak lagi penuh ganjalan. Karena apa?? Kita akaaan...

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk!!” Begitu roller coaster mencapai puncaknya, maka sekonyong konyongnya dia akan bersinergi dengan gravitasi bumi dan menukik dengan begitu cepat, lalu kembali mengayun naik dan

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk!!” Roller coaster melengkung membentuk semacam huruf O dengan jalur meluncur bawah. Selama beberapa detik kepala gue seakan dibuang percuma ke bawah, lalu kembali menukik dan berkelok kelok begitu syahdu!

Dan bagaimana dengan misi kita?? Who succeeded having a peace pose with such a cheerful-but-calm face?? Let’s see! Demi membawa foto ini gue rela merogoh kocek lagi sejauh 35ribu.

MISSION COMPLETED!!
Keterangan gambar dari depan kiri ke belakang : Meykke, keponakan Dian 1, Dian, keponakan Dian 2, Fauzan (adik Dian), figuran.

3. RAJAWALI

Andaikata si Halilintar antriannya nggak lebay, gue pasti nyobain lagi. Dulu, sewaktu gue ke JUNGLELAND, gue bahkan mencoba Roller Coaster serupa itu yang diberi nama Harvest Time sebanyak tiga kali!!

Nah, saat naik Rajawali ini kita hanya diputar secara horizontal saja dengan terus dinaikkan ke atas, lalu kembali ke bawah. Sensasi yang gue rasakan adalah sedikit pusing karena diputar terus menerus seperti saat gue naik kuda puter waktu kecil dulu.


4.  ROBOCOP


It was my first time watching a movie with a moving chair!! Keunggulan dari wahana ini adalah kursinya yang bisa bergerak miring ke kanan, ke kiri, maju dan mundur. Setelah antri dan minum ini,



Akhirnya gue bisa masuk ke sebuah ruangan serupa cinema. Bedanya, kalau seat cinema di mall mall itu duduknya deketan dengan satu tempat minum dan kita dianjurkan makan pop-corn biar kayak di drama drama Korea. Kalau ini seat nya lebih besar, nggak ada tempat minumnya dan yang mencengangkan adalah ada seat-beltnya! Ini kita mau nonton apa mau balap mobil? Di sini juga dilarang keras makan pop-corn kecuali lu mau atraksi.

Layar lebar membentang ada di depan mata. Tiba tiba pinguin yang jalannya kayak sepupu gue yang baru disunat datang dan joget joget bersama teman temannya di gunung bersalju di Antartika sana. Tiba tiba, mereka pingin main plosotan. Tuh mereka lalu meluncur dari pucuk gunung, berkelok kelok turun. Kursi mulai bergerak. Saat kamera menyorot dan miring ke kanan, maka kursi akan miring ke kanan juga, seolah olah kita juga ikut meluncur bersama penguin penguin itu.

Adegan paling bikin orang seruangan teriak saat penguin entah demi apa dikejar kejar sama belut raksasa!! Tuh penguin renang cepet banget, lalu dia melewati lubang es, dia terjun ke air lalu berenang lagi. Happp!! Beberapa kali mulut si belut siap menerkam, lalu kursi miring ke kanan dan ke kiri, maju belakang kayak kuda binal. Terpontang panting!

Akhirnya, penguin selamat. Mereka bersama rombongannya kemudian membentuk sebuah formasi dan nari poco poco bersama. Tamat.

5. ONTANG ANTING

Senada dengan Rajawali, wahana ini menyuguhkan sensasi berputar secara horizontal dengan ketinggian yang semakin bertambah. Bedanya, di wahana ini gue merasa benar benar diontang anting hanya dengan sebilah tali besi. Ibarat kata, ini ayunan massal. Konsepnya seperti ayunan yang terjulur di segala arah mata angin. Lalu, ujung jilbab gue akan terberai berai diterbangkan angin Jakarta. Gue menikmati suasana, berasa kayak artis iklan shampo yang pernah in di tipi tipi. Semakin miring dan tinggi ayunan, semakin ajib rasanya.
Oh yeaaahhh, I’m flying beibeeeehhh!!



5. HYSTERIA!


Mungkin untuk beberapa orang yang takut ketinggian bisa mencoba wahana ini untuk terapi. Sebenarnya ini bukan kali pertama gue naik wahana semacam ini. Saat gue di JUNGLE LAND, gue pernah mencoba wahana senada dengan nama  SARANG BURUNG BERANG.

saat gue di Jungle Land.


Setelah antri lamaaaaaa secara wahana ini termasuk wahana favorite, gue akhirnya bisa melenggang bebas di tempat duduk paling depan wahana ini. Begitu pengaman terpasang, gue mulai naik perlahan lahan. Belum juga persiapan, tiba tiba sekonyong konyongnya, gue dilempar ke atas dengan begitu cepat sampai dagu gue hampir menyentuh dada gue saking tiba tibanya. Nah, baru aja sampai di puncaknya, tiba tiba gue seakan jatuh bebas menukik tajam ke bawah! Blessssssssss!! Dari semua wahana yang gue coba,wahana ini yang bikin gue takut untuk beberapa detik saat gue persis ada di pucuk dan sadar kalau gue akan dilemparkan ke bawah. Sensasinya tuh kayak cinta, tidak bisa diucapkan dengan kata kata!! And for the second time, I screamed totally out loud!!! Gue buka lengan lebar lebar seakan ingin menangkap angin Jakarta. Tiga kali gue ditarik ke atas, lalu sekonyong konyongnya dijatuhkan ke bawah. It’s totally heaven!!!

Dibandingkan dengan Jungle Land, tiang listrik ini lebih 'nyetrum!!'

sebelum lepas landas


the best way to enjoy the ride is throw your hands up, open up the whole chest and say "aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk"

6. TORNADO



Save the best for the last!!

Gue benar benar mencanangkan pepatah bule itu. Di ambang magrib gue ada di barisan antrian yang mengular melekuk tak karuan. Well yeah,, I’m gonna try the most wanted ride!! I’m gonna feel the sensation of being somersaulted!!

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk, huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk, Oh My Gooooooooooooooooooooooooddddd!” Begitu kaki jadi kepala, kepala jadi kaki gue teriak tiada tara.

 Begitu gue ditarik ke atas, gue kemudian dibanting ke bawah lalu dijungkirbalikkan berkali kali. Tak hanya itu, sisi kanan dan sisi kiri akan miring secara bergantian. Gue seakan melakukan roll depan dan roll belakang di udara!! Gue kayak pemain akrobat!!! Kembali gue merentangkan lengan luas luas dan membuka mata lebar lebar seakan ingin menangkap utuh utuh sensasinya untuk dibawa pulang. Gue bisa melihat langit, lalu tanah, lalu kerumunan orang bergantian dalam kejapan mata saja saking cepatnya.
It’s heaveeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennn!!

Kaki gue yang mana hayo??
Namun, wahana paling mencengangkan menurut gue tetap PETIR yang ada di Jungle Land. Bandul Raksasa itu mengayun ke kanan dan ke kiri dengan putaran horizontal. Sensasi paling yahud adalah saat sampai di puncak ayunan lalu sekonyong konyongnya dibanting ke bawah dengan berputar putar.


But still, this ride is the best ride of Dufan!!

Begitu gue mendarat dengan selamat, gue SMS Ibu.

“Mommy, aku abis naik kambing guling yang tujuh tahun yang lalu kita liat di tipi, mommyyyyyyy!!”

Kepuasan benar benar menjejali lubuk hati gue secara penuh. Dada gue benar benar lega. Pikiran gue plong. Mental gue sehat. Alhamdulillahirrabilalamin.

Maka, nikmat Tuhanku yang mana lagi yang ku dustakan??

Dengan begini, satu list lagi yang bisa gue coret karena gue telah katam melaluinya. Sebelumnya, dengan dalih menjelajahi Jekardah gue sudah katam ke :

Ocean park BSD City
Istora Senayan
Kota Tua
Ragunan Zoo
Taman Mini Indonesia Indah
Taman Budaya Sentul
Pasar Grosir Cililitan (hehehe)
Pekan Raya Jakarta

Eits, tapi ini belum selesai. Di Jeckardah, masih ada tiga spot lagi yang ingin gue sambangi.

1. SNORKELING DI SALAH SATU PANTAI DI PULAU SERIBU

2. NAIK SAMPAI ATAS DAN MELIHAT JECKARDAH DARI ATAS MONAS

3. MENJAJAL SLIDE SPEKTAKULER KAYAK DI TIPI TIPI DI WATER KINGDOM.

Doakan gue semoga selalu sehat, rejeki terus mengalir dan panjang umur. Gue doain kalian juga bisa menjajakan langkah kemana pun kalian inginkan. Semoga kalian sehat, rejeki lancar selancar air irigasi dari mata air kaki gunung, dan juga panjang umur.

Malam itu, tanpa berdesak desakan di dalam TransJakarta, gue dan Dian bisa duduk manis dan mengayuh perjalanan pulang dengan sangat cepat. Dian dijemput kakak iparnya dan otomatis gue nebeng, pulang dengan selamat. Alloh Maha Baik, ya? Alhamdulillah.....

Thank you, Dian Fitriani for the totally-fun experience!! Since today is memory for tomorrow, I'm gonna save our journey here so we can feel the sensation again when we are not longer together like right now!! Muahhh!! :*


References :

http://id.wikipedia.org/wiki/Dunia_Fantasi
http://www.tempatwisatamu.com/2014/03/22-wahana-di-dufan-yang-paling-seru.html


13 comments:

  1. mei....itu sapa sih Mba nya...selalu ada di setiap kamu jalan-jalan. :P

    ReplyDelete
  2. Iya juga ya kata rainonmeadow, siapa hayooo??

    Seru jalan2nya.

    [@HeruAryaa]

    ReplyDelete
  3. aaaaaakkkkkk pengeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnn seeeeeeepppppp !!!!!!!!

    ReplyDelete
  4. kak meeey .. kita ke dufan bareng yuuuk !!! aku punya annual pass nih hahahaha :D

    ReplyDelete
  5. dimana-mana yang namanya tornado emang paling joss (y)

    ReplyDelete
  6. Foto di Halilintarnya bagus banget loh! Menurutku ga rugi ngerogoh 35rb. hehehe. Ah, pengen ke Dufan jugaaa~ T.T
    Itu Pasar Grosir Cililitan juga ada di wishlist? mau belanja grosiran yaaa? :D

    ReplyDelete
  7. Yey, untung saya sudah memenuhi bucket dream kamu, Meyke. Haha *sombong:D

    Itu keren loh kata katanya pake bahasa Inggris. Kapan kapan ajarin yak:D

    Wahananya seru dan tambah banyak sekarang, meski keamanannya juga harus terus ditingkatkan. Kalau saya diminta milih sih, mending duduk anteng di pantai sambil lihat sunset kalau sekarang ke Ancol mah:D

    ReplyDelete
  8. kak Meey, kkk insfirasi bnget. smua dreamnya hmpir bsa digenggam. aku juga pengen kesanaaaa. kayanya hrus buat list dreams juga nih. klo pun bkan dlm wktu dkat ini terealisasiknny, smoga 7 thun lg ky kkk.

    pengen naik kuda guling jugaaaa. pengen triak-triak plong jugaa. hehe

    ReplyDelete
  9. Cie cie yg berhasil foto sambil salam dua jari. Annual pass itu gmn ka? Tiap bulan apa dibatasi berapa kali kunjungan atau tiap bulan g ada pembatasan kunjungan? Gueh sih mending beli annual pass kalo selisih harganya segitu. Mmm.... kyknya wahana2 serupa udh prnah gueh coba. Hampir semua. Tornado, robocop, halilintar yg belum.

    ReplyDelete
  10. cie cie mbak mey, lagi jalan jalan kedufan ceritanya.
    kalo aku yang disuruh naik wahana wahana itu nyerah deh kayaknya.
    gak berani ehehe

    ReplyDelete
  11. Weeehh dufan, sekarang udah banyak dufan2 di indonesia, tapi kayanya gak afdol kalau belum ke dufan jakarta hehehe

    Gue belum pernah masa, waktu kecil sih pengen banget secara korban iklan dufan di tv. Tapi makin dewasa makin biasa aja, apalagi naek semacam halilintar ato tornado, dari pada kena serangan jantung mendadak mending gak usah deh hehehe

    Kalau gue ke dufan pengen jadi badut maskot2nya masa --"

    ReplyDelete
  12. enak kali kau mey :D jalan-jalan terus....


    itu mbak mbak baju biru yang antri bikin kartu punggungnya mulus banget hahhahaha


    kok mainnya wahana yang serem2 sih mey, emang gak ada yang sepeda air bebek-bebekan ya disana... :D

    itu yang ontang anting gak cepet ? kok masih bisa foto - fotoan ,,, gak takut hapenya jatuh ?

    ReplyDelete
  13. Oke. Gue mungkin lebih baik nggak usah ke Dufan. Karena gue takut dengan wahana-wahana di dufan. Ngelihat gambarnya aja jantung gue udah harlem shake, apalagi kalau gue ada di situ. Entahlah.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...