Sunday, 12 April 2015

MENUKIK MELIUK LIUK MAKSIMAL di TRANS STUDIO BANDUNG!! (2 - TAMAT)


Bersama Om, tante dan sepupu gue akhirnya gue bisa ngasih centang salah satu bucket list hidup gue. Gue gemar dengan hal hal yang berbau ketinggian dan kecepatan, serupa diontang anting ke udara, terjun dari atas, dibolak balik dan diputar putar secara vertikal. Karena apa? Karena gue bisa teriak sekencang kencangnya dan gue berasa muntah. Iye, muntahin semua ganjalan rindu dan hati yang telah kelu cenderung pilu. #eaaa

Makanya, gue senang tiada tara saat beberapa minggu yang lalu, 21 Maret 2015 gue diajakin mereka ke Trans Studio Bandung. Walopun sempat didera hujan dan kenyataan kalau Yamaha Racing Coasternya ditutup, akhirnya gue bisa teriak sekencang kencangnya di udara saat menukik dan terlepas beratapkan langit pekat jam 8 malem. Iye, Yamaha Racing Coaster dibuka lagi sehabis maghrib dan gue bisa naik dua kali berturut turut.

Tapi, selain Racing Coaster, Giant Swing, dan Jelajah yang gue ceritain di SINI, masih buanyaaaaaak lagi wahana dan pertunjukan yang bisa gue nikmati di Trans Studio Bandung atau TSB. Check this out!!


1. NEGERI RAKSASA

Ini keren, konsepnya keren. Saat gue masuk antrian, di tembok sisi kanan dan kiri gue, gue bisa ngeliat jejeran poster yang membangun sebuah cerita tentang seorang anak yang mencuri telur emas dari kayangan gitu lewat akar tanaman yang menjulang menyundul langit. Udah khan, terus gue naik tuh wahana yang sama kayak Histeria di Ancol atau Mega Drop di Jungle Land yang mencapai 38 meter.

Setelah pengaman dipasang, gue akan ditarik naik secara perlahan. Tepat di atas, tiba tiba sebuah layar di depan gue nyala. Lah, itu monster telur emas yang ada di cerita tadi. Dia bilang sama gue.

“Heyyy...Jadi kamu yang nyuri telur emas milikku??? Arrrrrrrrrghhhh!!” Dia udah main nuduh sembarangan, mana marah marah lagi. Gue khan nggak terima.

“Enak aja lo, bukan gueeeee!!” Gue bilang sama dia.

“Heyyyy,...kamu khan yang mencuri telur emas milikku?? Kembalikan!! Atau akan aku lempar kau dari siniii!!”

“Sumpaaaaahhh!! Bukan gueee!! Anak kecil noh cowok yang nyuri telor looooo!!”

“Akan aku lempar kau sekarang jugaaaa!!!”

“SUMPAAAAAH GUE BILANG BUKAN GUEEEEEEEEEEEEEEEEEE MOOOOOOON!!” Gue terbawa emosi.

“Ih Mbak Ik, nggak usah kumat ah, malu tauuuk!!” Lita yang duduk di samping gue nyeletuk.

Tiba tiba begitu monsternya ngancem mau nglemparin, gue benar benar dijatuhkan ke bawah, lalu gue ditarik lagi ke atas, dan dijatuhkan lagi. Gue jadinya jatuh bangun. Sensasi paling dapet adalah saat gue dijatuhkan sekonyong konyongnya dari titik paling atas setinggi 20 meter.

"WUUUUUSSSSS!!!!”

“AAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKK!!!”

2. DUNIA LAIN


Dari namanya gue udah tau kemana ini akan berujung. Sebelum sampai ke wahana ini, gue disambut dengan ruangan gelap. Gue liat atas, ada lampu khas lampu istana yang goyang goyang. Lalu, kadang ada tembok yang diketok ketok dari dalam.

Antrian banyak, suasana temaram cenderung gelap gulita, lampu gerak gerak dan nih tembok diketok mulu.

“tok..tok...tok...”

“TOK TOK TOK TOOOOKKKK!!” Gue bales biar dia nggak bertepuk sebelah tangan.Apapun yang bertepuk sebelah tangan itu sakit. Abisnya antrinya penuh dan sesak. Begitu sampai, gue dan Lita difoto dengan pose takut untuk nantinya bisa dibeli dengan harga 100ribu per LEMBAR!! Akhirnya, gue dan Lita beserta dua mas mas lainnya naik kereta bersama dan petualangan dimulai. Ada mobil ambulance yang tiba tiba pintunya kebuka dan pocongan nylorot, ada topeng topeng nakutin di atap atap, ada pocong timbul tenggelam.

sesaat sebelum gue naik kereta
noh mulutnya ngeluarin cahaya, jadi inget dulu juga ada semacam bapak bapak di Acara Dunia Lain yang tiap ngobatin orang kesurupan, ehh...mulutnya jadi terang kayak ada lampunya. Ini seriuss!!
pocongnya nyelorot
“Nah, ini mbak..ini nakutin banget mbak!! Nanti ada nenek gayung keluar dari rumah itu!!” Lita memberi aba aba. Gue siap siap takut. Lalu, kita nglewati rumah itu. Nothing happened.

“Laah, mana Ta??”

“Yaaah..tuh nenek gayungnya..udah rusak..seret kayaknya jadi nggak keluar...” Penonton kecewa. Gue liat nenek gayung lagi duduk diem. Mungkin dia lelah...

yang lebih nakutin yang kanan apa yang kiri, gaes?

3. Trans Science Center

Biar gue dan Lita pinter, akhirnya kita berdua masuk ke wahana Trans Science Center ini. Gue disambut dengan mbak mbak cantik yang motoin kita dahulu.



Lalu, ada pesawat terbang yang sayang kalau dilewatkan. 

I BELIEVE I CAN FLYYYYYY!!!

Begitu gue dan Lita naik eskalator, sampailah kita!! 


Banyak sekali alat sains beserta mas mas sebagai semacam guidenya di masing masing alat. Keren!! Alat yang keren menurut gue adalah alat yang menjelaskan cara terjadinya tornado dan juga bola listrik yang bikin rambut Tata berdiri. Kita bisa dapat banyak lmu dari poster poster yag ditempelkan dimana mana dan juga mencoba percobaan terjadinya awan. Banyak pokoknya. Ini DIA!!!

Harpa tak berdawai tapi tetap mengalunkan nada bak cinta tak sampai tapi terus menggaungkan doa. 

Ngeliat dia, gue jadi teringat pelajaran hidup no. 3 :Pada akhirnya, semua manusia adalah SAMA di mata Alloh. Yang membedakan hanya satu, IMANNYA!!




Kalau ngenalin suara hati kamu, gimana?? Iyaaa...kamuu..

Oh NOOOO!! Lita kesetruuuum!!! Rambutnya berdirii!

4. Trans Broadcast Museum


Selain Science Center, wahana ini juga sangat menarik untuk dikunjungi. Gue dan Lita jadi tahu proses behind the scene setiap acara di stasiun TV TRANS, serupa Insert, Empat Mata, dan yang lainnya. Kita juga bisa banget mencoba menjadi pembawa acara KW 10 serupa ini.


Di dunia nyata, gue ga seberisi itu.

Dari sini gue jadi tahu kenapa badan artis yang gue liat secara langsung di sini cenderung lebih ceking dari yang  gue liat di TV. Efek kamera lebih menggembungkan badan mereka. Jadi, kalau ingin terlihat lebih ideal di tipi harus ditipisin di bawah standard. Ckckckc...susah ya jadi artis emang...

5. Sky Pirates.


Saat itu gue naik wahana ini tepat setelah gue naik Racing Coaster dua kali berturut turut. Dada gue masih ada genderangnya dan kepala gue agak kliyengan. Setelah ngesot bentar di pinggir jalan, gue dan Lita akhirnya naik wahana ini. Walau pun masih berhubungan dengan ketinggian, tapi sky pirates ini nggak suka main kasar. Dia akan berputar pelan pelan di langit Trans Studio Bandung. Gue bisa liat hampir semua wahana dari sini, sambil menghela nafas dan istirahat sebentar. Bisa jadi ini semacam bianglala ala TSB. Kalau bianglala mutarnya vertikal, dia horizontal. Bisa jadi....bisa jadi...

mabok, kakaaaaak...



6. Kong Climb

Lita siap memanjat.

Dari kata climb, wahana ini menyajikan kegiatan panjat memanjat! Begitu gue dan Lita udah agak segeran, kita berdua nyoba wahana ini. Gue jadi inget sewaktu gue dan Lita menyambangi D’Ranch, Bandung! Saat itu sebelum mencoba flying fox, kita juga harus panjat tebing KW macam ini. Kali ini, kita mencoba lagi. Bedanya, kalau dulu gue susah banget rasanya narik badan gue yang setipis papan bilasan, sekarang gue udah agak mendingan. Tangan gue udah lebih kuat megang pegangan di tiap tiap sisi tembok dan narik badan gue buat manjat ke atas. Gue rasa apa yang gue alami selama hampir dua tahun di Jakarta atau bisa disebut hutan belantara ini, nggak cuman bikin hati gue kuat, tetapi tangan gue juga jauh lebih kuat. Ah, emang benar kata Pelajaran Hidup no. 24 :

“What doesn’t kill you, just makes you much stronger!!” Kalau nggak matiin, ya pasti nguatin!  

tinggi juga nyak!!

karena ada kepala King Kong di atas sana, gue berasa bukan manjat tembok atau tebing, tapi manjat dada Kingkong.



7. Trans Car Racing


Sepanjang hidup gue naik boom boom car, ini adalah boom boom car paling seru yang pernah gue coba. Antriannya pun panjangnya nggak ketulungan. Kita harus menunggu sampai 30 menitan buat nyobainnya. 


Walau pun ini emang bukan boom boom car, tapi cara kerja dan bentuk mobilnya hampir sama. Hanya saja, panjang lintasan mobil ini jauuuuuh lebih panjang dan asik!! Gue juga pernah naik macam beginian di Jungle Land tepat abis gue mabok naik Bandul Raksasa. Tapi, sensasi di sini jauh lebih asik walau pun di indoor.


“Taaaa...ayo kita NGEBUUUUUUUUTTT!!”

“Ojo mbak, ngebut benjuuuuuut..TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKK!!”

Gue berasa kayak di Fast and Furious 7, scene balapan. NGUEEEEEEEEENNNNGGGG!!!!

8. Marvel Superheroes 4D


Setelah antri nggak seberapa dan pose cantik macem ini,
Akan aku hancurkaaaaaaaannn!!!
Tak akan aku biarkan kau menghancurkannya!
Nih anak mau liat film 3D apa mau keramas abis dicreambath?
Gue dan Lita siap nonton aksi Superman, Spiderman, Ironman, Paiman, dan Man Man yang lainnya. Wahana ini mengusung tema nonton pilem kayak beneran alias 3D. Gue juga dapet kacamata tiga dimensi kayak waktu gue liat Pinguin dikejar monster laut serem di 3D Movie, Ancol bareng temen kerja gue, Dian. Sebelum film dimulai, gue nggak ketinggalan buat pose khas abege. Gue emang abege,Anak Bener Bener Gede.

Liat film dulu yeeeee...
Begitu film dimulai dan sabuk pengaman dipasang, kursi mulai goyang goyang seirama dengan gerakan kamera di filmnya. Ada adegan tinju tinjuan terus jatuh ke kanan, kursi gelimpang ke kanan. Ada adegan disemprot air, kite kena semprot air juga. Ada adegan naik kereta, kursi kita geter geter. Macem macem pokoknya. Entah kenapa, naik macam beginian gue malah pusing.

“Ini kapaaaaaan..selesainya.” Gue liat dalam keremangan cahaya, Lita bahagia banget. Guenya pusing, mungkin liat Man Man macam itu udah bukan jamannya gue. Mungkin jamannya gue adalah liat a Real Man, untuk masa depan yang lebih baik. Ya, gitu....

9. SHOW TIME


Gue dan Lita suka banget sama pertunjukan ini. Pertunjukan ini kalau gue nggak salah inget dimulai tiap pukul lima atau enam. Di jam itu, semua wahana ditutup agar semua pengunjung terpusat di halaman Magic Corner untuk melihat pertunjukan. Banyak lampion lampion berbentuk gajah, ikan warna warni dan kereta kereta ala kereta kencana lengkap dengan mbak mbak dan mas mas yang nari nari pake gaun. Satu hal yang menarik perhatian gue dari pertunjukan itu adalah mermaid cantik, kecil yang lincah banget ke sana ke sini pake roll skater. Dia bisa melintas lurus, berkelok kelok dan berputar putar beralaskan sepatu roda. Gue jadi bayangin andaikata gue yang jadi mermaid itu. Gue mau sisik gue warnanya biru laut, rambut gue warnanya coklat dan gue bisa snorkling dan diving tiap hari di Samudra Pasifik. Begitu gue menginjak tanah, gue bisa jalan pake sepatu roda biar keren. Ahh, indahnya imajinasi....

keren bingiittt!!



10. Dragon Rider

Sensasi yang ditawarkan di Dragon Rider ini hanya puterin sumbunya sambil dinaik turunin kayak kita naik Carousel atau kuda puter di Pasar Malem itu. Cuman dragon rider naik turunnya lebih tajam. Ya, jadi kita Cuman kayak naik kuda sambi muter muter gitu.


Gue masuk jam 3 sore dan gue baru keluar jam 9 malam, sesaat sebelum semua wahana dan mall Trans Studio Bandung tutup. Harga 270ribu buat sekali masuk bener bener kita manfaatin semaksimal mungkin. Gue hampir mencoba semua wahana, tetapi begitu gue searching di Google, masih banyak lho wahana yang belum sempat gue coba, di antaranya emang lagi tutup, keabisan waktu atau gue udah terlanjur puyeng. Wahana yang belum sempat gue coba adalah Vertigo. Sebenarnya ini juga masuk daftar wahana yang wajib gue coba. Sensasinya hampir sama kayak waktu gue naik Air Race di Jungle Land atau Tornado di Ancol. Gue akan dibolak balik dan juga diputar putar sedemikian rupa. Tapi, karena gue udah capek bingit, gue nyerah. Wahana lainnya yang nggak sempet gue cobain adalah Special Effect Action, Blackheart Pirate Ship, Pulau Liliput, Trans Movie Magic, Trans City Theater, Amphitheatre, dan Si Bolang Adventure.

SARANGHAEYOOO, MISSION COMPLETED!
Akhirnya, gue kembali ke kamar gue di Ibis Hotel yang letaknya bersambungan dengan mall Trans Studio Bandung. Esok harinya gue beserta tante dan sepupu gue pake kaos samaan biar kompak kayak anak SMP study tour bareng. Ini diaaaaaa!!


Sebelum pulang, kite ngemol dulu dan gue dapet sepatu kayu yang lucu.

Liburan kali ini, untuk kesekian kalinya bersama Om, tante dan sepupu gue yang cantik jelita, Lita adalah liburan yang indah buat gue. Pertama, kalau biasanya tiap kali jalan gue mesti  mikirin transportasi, konsumsi dan akomodasi, kali ini gue tinggal pasang badan dan duduk manis di seat mobil. Kedua, dompet gue aman. Ketiga, gue bisa mencetak momen bersama bareng tante dan sepupu gue ini. Toh semuanya nggak ada yang abadi.

Jadi, kafan liburan lagi, kakaaaaaak????



10 comments:

  1. Wih, serasa lagi di Trans Studio beneran saat baca postingan ini.
    Foto-foto dokumentasi dan cara kak meykke jelasiinnya bikin yang baca serasa ada disana.
    Itu kocak banget foto kak meykke sama tulang gitu wkwk :D. Itu ibarat sebelum kena sinar radiasi dan sesudahnya :D

    ReplyDelete
  2. Akhirnya, Part 2 terbit. Yakin, deh. Ceritanya bakalan seru abis.

    1. Negeri Raksasa : Wah, ini sepertinya kalo naik bisa bilang Monyet gak kedengeran, ya kak. :D

    2. Dunia Lain : Kok keknya kocak gitu dunia lainnya, kak. Pocong yang nyelorot segala. :D Tapi keknya keduanya nakutin, deh kak. :D

    3. Trans Science Center : Ciyeee sekarang udah pinter apa belom kak mey. Kan udah ngobrol sama Harpa. Terus miripin sama tengkorak. :D Itu yang kesetrum kayak di Mr. Been, ya?

    4. Trans Broadcast Museum : Sepertinya wahana ini seru banget. Kak Mey jadi pembawa acara Investigasi. Emang siapa yang diinvestigasi kak, Cinta? :D

    5. Sky Pirates : Kak mey emang gak ada capeknya. Udah mabok, masih aja main wahan ini.

    6. Kong Climb : Ciyeee yang manjatin dada gorila. Kerasa denyut2 gak, kak? :D

    7. Trans Car Racing : Ciyeee yang balapan sampe bunyi ngueang. :D

    8. Marvel Superheroes 4D : Lah, katanya 4D kak. Kok jadi 3D. Di mananya yg salah? :D

    9. Show Time : Pertunjukannya jelas keren, ya kak. Apalagi nontonnya sama "Ehm." :D

    10. Dragon Reader : Meskipun hanya puteran selow. Tapikan lelah juga, kak mey. -_-

    ReplyDelete
  3. Wah, seru banget nih kayaknya di Trans Studio Bandung ;)

    Aku pengen deh ngerasain naik yang kayak di Negeri Raksasa itu, dibuat naik turun gitu, apalagi di Trans Studio dibikin efek dinaikturunin sama raksasa, bakal seru dah kayaknya :D. Oh iya, itu selain Mbak ada yang teriak sama kayak mbak gak? xD

    ReplyDelete
  4. pembawaannya dapet baget kak, serasa ikut seru seruan bareng di trans studionya, hehe :D ah, itu nenek gayung yg di dunia lain mungkin bukan karna lelah, tapi dia takut sama kakak kali jadi gak berani keluar hehehe

    ReplyDelete
  5. pengalaman yang menarik, saya belum pernah masuk ke trans studio bandung. Sepertinya masuknya mahal, terlihat dari berbagai wahana yang mengagumkan, saya senang bisa melihat berbagai pengalaman mbak yang pastinya menarik dan tak terlupakan. Saya jadi ingin membuat puisi, eh nggak jadi deng, hehe.. :)

    ReplyDelete
  6. Waaaah, seru banget kayaknya yaaa XD belum pernah pergi ke Bandung sih. Doain bisa explore Jawa Barat saat akhir tahun ya mbaaak.
    Btw, dari 10 permainan yg dicoba, entah kenapa tertarik banget sama film yang man man sambil nunggu The Real Man :p

    ReplyDelete
  7. Ngiri euy jadi pengen haha. Sayang bagi mahasiswa, harganya gak mahasiswai banget deh yaa.

    Menurut kamu, bagusan dufan apa trans studio bandung?

    Wahana paling asik itu yang eskalator deh, kayaknya seru ya. apalagi foto anak kecil baju pink itu, terlihat bahagia sekali

    ReplyDelete
  8. Ahhhh... fotonya selalu bikin iri nih, gue kapan ya bisa ke trans studio bandung.
    kong climb asik tuh, apalagi hobi gue manjat-manjat gitu, jadi tertantang nih.
    Asik nih mba mey kayanya puas banget main di TSBnya,hampir semua wahana dibabat habis seru tuh.

    ReplyDelete
  9. wah kayaknya seru juga nih kalau main ke transstudio bandung,wahananya banyak ya :)

    ReplyDelete
  10. Baca postingan ini saya ngiri bener... saya belum pernah ke trans studio, padahal orang bandung tulen ... semoga aja ada yang mau ngasih tiket gratis...wkwkwk

    ReplyDelete