Thursday, 29 May 2014

MENGARUNGI JERAM DI SUNGAI PALAYANGAN!! Part. 2

“Yuk sekarang BOOM!!!”

Lalu begitu dikomando sedemikian rupa melesat cepat sekali kita langsung membenamkan pantat di sela sela tempat duduk yang melambung di perahu ban yang kita tumpangi. Dua bilah tangan langsung menggengam erat erat tali tambang di samping kanan dan kiri. Akang Heri yang emang suka heboh sendiri langsung memekikkan aba aba susulan,

“Liat kameraaaaaaaa....”

Sekonyong konyongnya tepat di hadapan kita jejalanan dengan riak air berbuih buih tiba tiba menurun tajam, dan perahu ban melesat cepat mengikuti jalur sungai dan memberikan sensasi terombang ambing dengan hentakan di akhirannya.

“Aaaaaaaaaaaaaak.....” Di tengah hentakan tiap kali perahu menuruni jeram dengan berbagai nama itu, rasa rasanya perahunya sampai ngelipet di tengah tengah lalu begitu dia mencapai dasar lagi maka kita semua akan terpelanting ke belakang. Rasanya kayak naik kuda liar yang binal. Di tengah tengah keadaan kayak begitu pun gue dan teman teman seperahu masih sempet nyari tuh mas mas yang lari lari ngikutin kami dari daratan. Bukannya apa apa, tiap kami sedang akan mengarungi jeram, mereka akan mencari angle yang sempurna lalu saat Kang Heri berujar,

“Aaaaaak, liaaaaaaaaaaat kameraaaaaa...” Maka dengan sekali bidik, muka takut campur bahagia campur bingung nyari kamera terabadikan di lensanya. Masalah nanti perahunya tengkurep atau terpelanting dilanjutkan bilang #akurapopo padahal nyatanya #akurapuhporanda bodo amat, yang penting muka kite terlihat di kamera biar kayak di tipi tipi.





Ya, hari itu Minggu 4 Mei 2014 setelah sukses mengarungi jejalanan, naik gunung turun lembah, gunung akan aku daki lautan aku sebrangi selama 5 jam lamanya, akhirnya kita sampai juga di bentangan rawa sejauh mata memandang. Kita di sini, kawan!! Situ Cileunca, Pangalengan, Bandung!!

Gue sudah berkelakar panjang kali lebar kuadrat tiga di SINI, cuy tentang betapa perjuangan benar benar harus dikerahkan demi sebuah tujuan. Tujuan kita kali ini adalah sebuah sungai penuh liukan dengan banyak jeram yang ternyata beragam namanya.

Setelah sampai di Situ Cileunca berkat mbak mbak di HP Mas Zaki, kita memutuskan untuk rehat sejenak dan mengulet ria karena kita baru saja duduk selama 5 jam di mobil milik Mas Zulfalah. Siapakah dia? Nanti akan gue bahas.

Setelah istirahat dirasa cukup dan jam sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB, kita berkata,

“Kang Dadang, mari kita mulai!” Lalu kang Dadang beringsut dari dipan kayu yang sedari tadi dia duduki.

Sebelum kita menuju TKP, kang Heri yang tidak lain tidak bukan adalah guide kita memberikan briefing.

“Nanti yang kalian pikirkan cuman satu aja. POSE di depan kamera!! Team rescue akan menjaga perjalanan kalian dari darat. Mereka akan mengikuti kalian dan membidik kalian. Jangan lupa nanti upload di facebook sama instagram.”

“Nanti semisal saat perahu karet terbalik, jangan panik –palingpalingterseretarus- karena tidak akan tenggelam, sudah pake pelampung.”

“Terus kalo ada temannya yang terseret, tarik saja pelampung bagian dada dan tepikan,”

“Kalau dia terseret sudah jauh, pura pura saja tidak kenal. Nanti team kami yang akan menyelamatkannya menggunakan tali. Nah, untuk yang terseret arus sudah jauh, jangan panik. Team akan melempar tali setelah ada kontak mata dengan kalian. Kalau tidak ada, team rescue tidak akan melemparkan talinya karena percuma toh kalian nggak ngeliat.”

“Kalau kalian terseret lalu tenggelam dalam lautan luka dalam, jangan panik. Itu tandanya kalian butiran debu. Ingat, butiran debu hanyalah gumpalan debu yang tertunda. Bukankah sedikit sedikit lama lama menjadi bukit?”

Kita yang tidak tahu apa apa tentang perahu karet dan arung jeram hanya bisa mengangguk tanda mencoba mengerti.

Selesai briefing, kini kita harus berjalan mendekati TKP. Serupa ini.



Noooo, ini bukan tempat jeram jeram bersiap menghantam kita. Jadi, sebelum kita sampai di sungai di pucuk sana, kita harus mendayung membelah rawa eksotis ini. Keren, khan??? Kalau arum jeram biasa palingan langsung menuju ke sungai, kalau ini kita bisa membelah rawa yang menjadi sumber air dari sungai eksotis di bawahnya, juga kita bisa simulasi bersama Kang Heri.

Di sini juga Mas Heri memberikan simulasi dengan semangat membara bara tak peduli mentari sudah terik menyengati tubuh kita.

“Kalau aku bilang KIRI!! Nah, kalian harus pindah ke kiri. Okee??”

“Nahhh, tiap akan menuruni jeram, kita harus turun dan duduk di sela sela pijakan kaki di perahu kalian dan tangan memegang tali di samping tubuh kalian. Setiap ada jeram dan kalian harus nunduk, aku akan bilang BOOM!!”

“Jadi, di setiap jeram nanti di depan kalian Kang Dadang akan memfoto kalian, jadi jangan lupa POSE.” Gue bingung nih kang Heri sebenarnya mau nge-guide kita arung jeram apa mau jadi fotografer.

“Kang Heri, lu gue banget!! Gue suka gaya lu!”

“Yoiii, mameeeet!!” Kang Heri menimpali.

Nah, jadilah kita simulase. Nanti tiba tiba saat gue menikmati kepungan air tenang di Situ, Kang Heri memekik keras.

“BOOM!!” Sedetik kemudian kita sudah melesat turun dan menjepit diri sendiri di antara tempat pijakan kaki dengan menggenggam erat erat tali di kiri kanan kita.

Karena setiap perahu hanya bisa mengangkut maksimal 6 orang saja sementara kita ada 7 orang, maka Kang Dadang membagi kita menjadi dua regu dengan dua perahu. Perahu satu adalah perahu kami yang berwarna kuning, dan perahu kedua adalah milik Mas Zulfalah dkk berwarna merah. Sebut saja kita team kuning dan team merah.

Sampailah kita di sebuah jembatan penghubung antara situ dengan sungai Palayangan.

“Nah, karena di sini debit sungainya dari Situ yang memang sudah diatur debitnya, jadi walau pun hujan nggak bakal ada banjir bandang. Jadi aman.”

Gue jadi bayangin kalau misalnya lagi arung jeram gitu, tiba tiba...

“Lho lho, kok airnya makin tinggi Kang Heri??”

“Astaghfirullah, BOOM!!!”

“Kang Heri kok udah nggak ada jeramnya?? Airnya kok jadi coklat susu Kang Heri??”

“Liat kameraaa liat kameraaaaa....”

“Kita masih mau poseee???”

“Bukaaaaaaaaaannn, melambai ke kameraa....toloooooooooooooooooonggggg!!! Banjir bandaaaaaang...”

“Huaaaaaaa...toloooooooooooooonggggg, Kang Heri aku belum nikaaaaaaaaaaahhhh....”
“Samaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....”

Akhirnya kita sampai di pantai Ancol. Serem sekali.

Tidak lupa seperti yang gue liat di Google saat mengetikkan situ Cileunca, kita berfoto dulu di depan plang bertuliskan “Sungai Palayangan”

Ini gaul.



Selesai berpose sedemikian rupa dari pose manis, teriak A dan bilang cheese akhirnya petualangan dimulai. NOW!!!

PETUALANGAN DIMULAI!!

Di awalnya, sungai ini berdiameter kecil sekali, hanya bisa untuk satu boat saja saking kecilnya. Sebatas mata memandang, mau kiri atau kanan gue bisa puas menikmati pohon pohon super rindang dengan burung burung yang bersahutan ditambah suara gemericik air. Soal udara jangan ditanya lagi, angin sepoi sepoi tak henti hentinya mengusap usap wajah gue, menembus di sela sela baju gue terus merembes hingga ke sumsum tulang belakang, saking segarnya!!!

Setiap kali gue mendapati udara sesejuk ini, setiap itu pula gue ngerasa pulang ke rumah. Udaranya, pemandangannya, pohon pohonnya yang menjulang tinggi dengan ujung menari nari, burung burung yang terlihat berbahagia, dan alpa kebisingan knalpot mengingatkan gue akan asal muasal gue. Rasanya gue ingin merentangkan dada lebar lebar, menangkap udara banyak banyak buat bekal pulang dan kembali menjalani hari di deru asap dan polusi Ibu Kota.

Cuman, waktu itu gue mau merentangkan lengan gitu biar kayak FTV, sekonyong konyongnya Kang Heri memekik kuat,

“BOOM!!!”

“Sekarang menunduk, jangan lihat depan, menunduk!!!” Ucapnya. Gue bingung. Bukannya tadi kalau pas BOOm seharusnya posisi badan harus ke belakang dan justru pantang menunduk? Kenapa ini malah harus menunduk?

“Kang, kenapa malah menunduk? Ada pohon melintang ya??” Jelas gue penuh tanda berujung tanya, tanda tanya. Si Akang nggak menjawab.

“Kang?? Ada apaa??”

“Kaang?Uwoooooooooooooooooooooo!!!!” Ebuset!!! Begitu gue sedang memandang wajah Kang Heri dengan tanya yang memuncak, jawaban ternyata membentang di depan mata. Sekonyong konyongnya, badan gue seperti terhisap turun, lalu gue seperti akan terpelanting ke depan!! Tiba tiba tangan Kang Heri mencengkeram jaket pelampung gue dari belakang, dan sedetik kemudian, gue ngerasa ujung boat menabrak air dengan binal dan gue kembali terpelanting ke belakang. Ebuseeeeeeeeetttt, kita baru saja melalui jeram paling tinggi! Mungkin hampir 2 meter atau lebih gue lupa. Dan itu sensasinya sangat sangat sangat luarrr biasa. Seperti ini!


"Hiaaaaaaaaaaattt!! Tenang Adinda! Sudah Akang pegang jaketnya!!"

“Itu jeram paling asoy, teh. Namanya jeram Domba!”

Gue kegirangan walau pun hampir telungkup ke depan tadi. Ini jelas apa yang gue pingin. Dan jangan khawatir, jalan masih panjang berliukan di depan!!!

Gue rasa pekerja kayak gue dan lo emang butuh sesuatu seperti ini. Lo bisa inhale exhale dengan penuh kelegaan dan udara yang segar, lo bisa merasakan kesegaran menyesap hingga ke setiap sendi badan lo, lo bisa menyehatkan mata lo akan pemandangan hijau dimana mana beratap biru dengan gumpalan putih yang terus dinamis, lo bisa menyehatkan telinga dengan gemericik air yang bisa menyesap hingga ke otak dan memberikan efek menenangkan. Lo bisa menyehatkan dan menyegarkan pikiran setelahnya. Yang paling penting buat gue, gue bisa teriaaaakkkk sesuka hati!!! Gue teriaaaaaaaaaak mulu kerjaannya sambil pose, itu juga pose teriak! Gue rentangkan lengan lebar lebar dan sangat sangat menikmati segala detail perjalanan gue.

“Di sini jeram ada banyak namanya. Kalau ini jeram gadis, lalu nanti ada juga jeram cinta...Rupa rupa..” Yang gue suka dari pemandu –sorak- rafting gue adalah Akangnya pecah abissss, pecah maksimal!!! Dia lucu, suka ketawa dan bikin perjalanan makin asoyy!! Pokoknya lengkapp abisss!!

“Mana teriakannya, kurang ikhlaaaaaaaaaaaaasssss!!” Ucapnya sembari terus mendayung. Kita yang seakan diprovokasi langsung membuka mulut lebar lebar dan,

“Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk!” Air berderai derai terpecah pecah menabrak boat. Ini keren bangettt!! Gue mau lagiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!





Sekurang kurangnya 1,5 jam kita merasakan kenikmatan hidup serupa ini. Di tengah perjalanan, kita rehat sejenak di sungai yang banyak batunya dengan diameter sungai yang lebih besar daripada sebelumnya karena sudah bertemu dengan sungai lain dan bersatu. Di sini, lagi lagi gue bisa menghirup udara dalam dalam dengan nikmat visual yang terus memanjakan mata gue. Bahkan, gue juga bisa pose ‘hanyut santay’ seperti ini!




Perjalanan dilanjutkan lagi. Di akhir perjalanan, jeram makin lama makin biasa dan hanya menghasilkan sensasi yang biasa. Tapi, jelas kepuasan tercetak di wajah masing masing dari kita. Sekujur badan sudah basah, sekujur otak sudah segar, dan sekujur hati sudah lega tak terhingga.

“Mau dibalikin??”

“Mauuuuuu!!!!” Lalu dengan sekonyong konyongnya, penuh tenaga Kang Heri menarik boat dari sisi kiri dan byurrrrr!!! Kita semua terpelanting ke air. Bahkan, gue kegencet boat!! Tapi, bukan itu yang jadi perkara. Setelah berhasil meloloskan diri dari boat, sendal gue hanyut!!! Itu sendal kesayangan gue! Itu beli pake perasan keringat gue!! *oke,lebay

Lalu, dengan tangan terjulur julur dan renang ala kadarnya, gue bisa menangkap sendal gue lagi.

“Crobi (nama sandal gue), please don’t leave meee..” Crobi gue pegang erat erat, gue naikkan ke udara dan cepereeeetttt!!



Finally, we reached the end!!! Saat gue sudah menapak tanah, tiba tiba gue lihat Miss Dian dan adiknya malah sudah jauuuh sana di tengah tengah.

“Miss, mau kemanaaa??? Mau ke Ancol??”

Miss Dian hanyut terbawa arus. -.-

ADA LAGI???

ADA!!! Setelah Miss Dian dan adiknya berhasil diselamatkan oleh Kang Heri, kita naik beginian kembali ke Situ. Tapi, perjalanan tidak habis sampai di sini. 

Walo basah kuyup, kaki penuh lendut, muka sedikitpun tak suntuk!! ini ASOYYY!!
mobil ASOY yang akan ngangkut kita pulang

Sebelumnya gue pergi bareng Miss Dian, ada satu lagi harapan dan keinginan yang ingin sekali gue rasakan sensasinya.

“Miss, aku pingin banget bisa turun ke kebun teh terus foto foto di situ, Missss...seumur umur aku belum pernah...”

Now, look at me, look at us!!



Alloh nan Maha Indah tak henti hantinya memanjakan mata kita. Sepanjang jalan pulang, kita dihadapkan pada lautan pohon teh yang mengepung di sisi kanan kiri, depan belakang. Jauh di sana pohon pohon kembali berdiri tegak berumpunan mengepung kebuh teh. Jauh di sana lagi, gunung gunung membingkai elok menyentuh birunya lautan langit berburai putih. Widiiiih, pokoknya ibarat makanan ini tuh "MAKNYUS ABES!!"
----
TIME TO GO HOME

Perjalanan kali ini mengajarkan begitu banyak hal dan menambatkan begitu banyak kenangan buat gue. Kita juga sempat membeli strawberry dan gue dapet gratisan yogurt enak berjudul KANSAP MILK karena  mas mas itu tidak lain tidak bukan adalah pengusaha susu perah!!

Lagi, 5 jam kita harus mengayuh jejalanan Bandung menuju Jeckardah. Namun, toh 5 jam tidak akan terasa kalau dilalui bersama orang orang baik, ramah, dan asik seperti mereka.
 It was my first time enjoying the trip together with them, but they were totally nice.
Thank you very much for Miss Dian, Mas Zulfalah, Mas Zaki, Mas Hafizh, Fauzan, juga Faiz untuk satu hari yang begitu menyenangkan. Perjalanan kita akan gue bawa sampai ke Ambarawa!!!

Hope we can do trip together next time, InshaAllah.... :D
--

Ini belum habis, teman teman. Masih buanyaaaaaaaaaaaaaaakkkk type travelling yang ingin sekali gue rasakan sensasinya. Next time, gue pingin bingit bisa snorkeling. Yeppp, gue culun. Seumur umur gue belum pernah snorkeling. *cupcupcup

Semoga Alloh memberi kesempatan gue buat snorkeling, di Kepulauan Seribu mungkin? Atau mungkin Karimunjawa? I hope I will make it this year!

Dan untuk teman teman traveller yang ingin mengajak gue ikut serta dalam sebuah trip di hari yang memungkinkan alias ada tanggal merahnya biar kalau cuti mungkin bisa satu hari, itu juga semoga koordinator dan bos baik hatinya, boleh banget ajak ajak butiran debu ini.

Terimakasih!!! :D 

BENTAR BENTAR, INI MURAH KAGAK KALAU KESINI???

Ahh, jangan khawatir, teman! Di sini murah gilak!! Gue yang kemarin lewat agen dibandrol dengan harga 170ribu per orang sudah termasuk rafting 4 km dan makan siang, juga ngopi sebelum berangkat!! Itu juga termasuk difotoin di sepanjang jalan rafting!!! Asal bawa kamera punya lo sendiri lho ya...Kalau lo nggak ada kamera, ada sih jasa foto, hanya saja satu file foto bisa sampai 150k. Mahiiiiil!!! Jadi, lo kalau pingin ke sana, Situ Cileunca Pangalengan dan ingin bertemu Kang Heri, lo bisa kontak gue dan nanti gue kasih nomor Kang Dadang, partnernya Kang Heri. Bahkan, kata Kang Heri, kalau gue nggak lewat agen yang gue cari dari website, ongkosnya bisa lebih muraaah!! So, tunggu apalagi???

Buat kalian juga, ke sana harus naik mobil sendiri ya....karena angkotnya susah dan jalan berliku kayak hidup kite. Jadi, kapan lo akan membelah Situ dan bersama menjulurkan kenangan di sepanjang sungai Palayangan??? :)

"Maka, nikmat TuhanMu yang mana lagi yang kamu dustakan??"
"Nggak ada, Allohuakbar!!"

21 comments:

  1. AAAAA, Kak Meykke akuu iri banget sumpah iri banget :(

    Jiah, nggak ketinggalan dah butiran debunya wuahahhaha

    Seru banget ya kak melepas lelah dengan cara seperti itu, aku belum pernah tuh, ada kebun teh juga? aku juga belum pernah hiks...

    Ah, ini mah liburannya melebihi dari asik. Sampai ada acara hunting foto juga gitu. Wah kalo kesini oke deh aku bakalan menghubungi kak Meykke :p jarang jarang tuh kak ada guide yang seru kayak gitu hahha

    Aku udahh pernah snorkling lohh kak, seru banget kak. Tapi aku belum pernah diving kak, kalo diving sih kayaknya lebih seru lagi :D

    Semoga kak Mey nggak jadi butiran debu lagi dahhh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. fatimah doaian aku tahun ini bisa snorkeling yaaaa....:D

      Delete
  2. gilaa ini lanjutannya traveling yang postingan sebelumnya ya Kak, panjang banget, lebih panjang daripada yang pertama. tapi emang gitu sih kalo nulis tentang traveling memang harus panjang banget soalnya banyak keseruan-leseruan yang harus ditulis.

    jujur gue kok jadi ngiri banget yaa, ini sumpah keliatan seru banget, menantang andrenalin juga, meskipun bisa ngabisin suara gara-gara teriak terus wkwk. itu padahal hati sudah deg-degan banget tapi malah disuruh pose terus yaa sama Kang Heri. Kak, btw bisa gak yaa pas pose ke kamera itu dengan wajah inocent tanpa teriak sedikitpun, pasti yang bisa kayak gitu hebat banget deh hahaha.

    setelah capek-capek main arung jeram, kemudian di manjakan dengan keindahan kebun teh. enak banget yaaa... jadi pengen teriak nih gara-gara ngenvy. tumben Kakak ga tersesat di luasnya kebun teh itu, kan katanya Kakak butiran debu? hehe *peace*

    Kak, follback blog nya boleh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. huaaa, makasih komenmu ga kalah panjangnya juga aku jadi terharuuu Maz..hehehe..

      bisa kok, aku kapan kapan coba deh pasang wajah innocent :D

      hahaha, boleeeeh ntar aku folbek yaaa...:D

      Delete
  3. keren gilaa.. seru banget pasti !!
    seumur umur aku belum pernah ikutan arung jeram. mentok2 cuman outbound, itupun cuman nyebrang sungai pake jembatan tali gitu -_-

    aku kalo udah suntuk biasanya ke pantai sih. soalnya itu yang lumayan deket dr kos, sekitar 2-3 jam kalo pake sepeda motor.

    snorkling juga belum pernah. mahal banget soalnya hahaha maklum belum bisa ngehasilin uang sendiri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue nginvy sama lu yang ke pantai cuman 2 jam doang udah sampaiiiiiii...gue jugak mauuuuu...huaaaa andai idup gue deket sama pantaiiii...

      iya, kapan kapan mau snorkeling :D

      Delete
  4. Arung jeram!!! Aaaakkk, belum pernah>,<

    Cerita Meyke buat ngiri aja. Moga tahun ini kesampaian arung jeram di....rahasia :p

    Itu keren banget pemandangannya. Jarang jarang bisa bareng teman satu geng menikmatinya. Dan semoga nanti kita bisa travelling bareng yak, Mey.

    Betewe, Mayke beneran belum pernah foto di kebun teh selama kuliah? Cupu banget. cuppppuuuu abiizzzzzz. Hahahahaha *piiiiiiiiiiiiiiiiiiiissss

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, aamiin mbak aku pingin bingit bisa bolang bareng sama kamu mbaaak Linaaa :D

      huhuhum emang aku cupu kakaaakkk :3

      Delete
  5. Oalahh di postingan pertama kirain, arung jeramnya cuma di danau gitu, ternyata di postingan ini beneran arung jeram toh. Hahahaha seruu banget kak! :3

    Eh iya, aku juga belum pernah foto di kebun teh, datang pun belum pernah. Disini mana ada kebun teh, kebun jagung banyaaakk.. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak lah Rick, masa cuman gitu aja ya nggak serrruuuu...

      hahaha, cabal ea Rick :3

      Delete
  6. Serius deh aku ngenvy abis sama kamu Kaaakkk. Aku yang tinggal di Bandung belum pernah ke sana. Iya sih di Bandung kan kuliah bukan liburan. Tapi wajib buat dateng ke sana kayaknya. Asik ya Kak :(

    Arung jeram emang bikin tegang sih kayaknya, tapi itu ekstrem dan bikin seru. Basah-basahan, teriak-teriak juga.

    Subhanallah. Cuma bisa berdecak kagum aja sama view-view di sana. Pangalengan emang tempat yang bagus banget. Alamnya indah banget. Dan jalan ke sananya juga... Umm... Butuh perjuangan banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, you are right!!! ayo cepetan ke sanaaaa...mumpung kuliah di banduuuung :D

      Delete
  7. Seru banget, aku pingin arung jeram an juga. tapi belum kesampaian. Enak juga ya kalau ada yang ngambil foto pas lagi arung jeram, jadi liat wajah pada ngejerit semua.
    Itu juga kebun teh nya benar-benar ngemanjain mata banget, kerennn. tapi kalau ke kebun teh sih aku lumayan sering mbak. Lumayan dekat dr rumah cumaa 1 jam an. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, ini kenang kenangan berhargaaa cc Litnaa...hehehe

      Delete
  8. serru sekali.. kak Meyk jalan-jalan terus nih...

    ReplyDelete
  9. Aaaaaaaaaaaaaakkkk aku kalo liat arung jeram di tv tv gitu biasanya ikut teriak ngeliat mereka teriak bahagia melupakan segala macam rutinitas menjengkelkan di serat-serat wajah mereka! Dan aku pengen. Apalagj setelah baca ini dengan gaya tulis kak Mey membuat suasana jadi hidup dan sungguh ini lebih bikin pengen daripada nonton di tv-tv!

    Brifingnya berasa gimana gitu yak. Isinya foto-foto mulu. Haha. Oke fix ini keren bgt. sumfeh

    ReplyDelete
  10. Aaaaaaaaaaaaaakkkk aku kalo liat arung jeram di tv tv gitu biasanya ikut teriak ngeliat mereka teriak bahagia melupakan segala macam rutinitas menjengkelkan di serat-serat wajah mereka! Dan aku pengen. Apalagj setelah baca ini dengan gaya tulis kak Mey membuat suasana jadi hidup dan sungguh ini lebih bikin pengen daripada nonton di tv-tv!

    Brifingnya berasa gimana gitu yak. Isinya foto-foto mulu. Haha. Oke fix ini keren bgt. sumfeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe ebuset lu komen diksinya keren ada serat serat jugak...hahahaha

      wah makasih looo Hud, aku terharuuuuuu :D doain bisa jalan jalan lagi yaaaaakkk...

      Delete
  11. Huaaaaa kak Meyy keren banget sih, pengen ke sana ahh >,<

    ReplyDelete