Tuesday, 17 June 2014

Bergelantungan Mengitari Angkasa Indonesia, TMII - Jakarta!!


“Yaya! Ayo kita naik itu!!” Gue menunjukkan sebuah benda berbentuk balok berjendela yang wara wiri membelah angkasa Indonesia mini dengan hanya seutas tali bertumpu pada tiang tiang panjang nan kuat.

Begitu lepas landas gue bisa melihat seantero Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Lihat!! Rumah rumah berjejeran dengan bentuk beraneka ragam. Lihat!! Banyak sekali bangunan antik yang menggambarkan wajah rupa rupa Indonesia yang jelas jelas rupawan. Bahkan, di tengah perjalanan gue seolah melewati kepulauan Nusantara hanya dengan sekali kayuh, bergelantungan menembus provinsi demi provinsi yang telah dengan brilian digagas oleh Ibu Tien Suhartoe di tahun 1970!! Jelas saja muka gue penuh binar dengan girang yang berkecipak seantero hati.

“Kita dimana Yaya???”

“Taman Mini Indonesia Indah!!”

“Uuuuu yeaaaaaahhh!!”

----
Rencana untuk berkeliling Indonesia hanya dalam sekali putaran udah kayak pemilihan Presiden ini bukannya tanpa kerikil tajam dan semak belukar. Rencana pertama gue gagal total dihadang macet luarrr biasa. Waktu itu sahabat gue, Uma bela belain tidur di kost gue dan berencana untuk bisa mengitari Indonesia bersama. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, rencana itu berubah menjadi butiran debu karena INI.

Rencana kedua pun tak lebih baik dari rencana pertama. Gue dan teman teman kerja gue sudah berencana untuk ke TMII. Dan apa yang terjadi tiga hari sebelum tanggal merah itu?? Pipi gue menggembung sebelah dan virus Mumps telah menginvasi kelenjar Parotis gue. Istilah bulenya, gue....gondongan!

Pada akhirnya Tuhan menjawab doa gue, di rencana ketiga yang adalah rencana dadakan, akhirnya gue bisa berpijak ke tempat ini. Bahkan gue lupa kapan gue terakhir ke sini. Apakah saat study tour SMP sekian tahun yang lalu?? Atau saat SD bersama nenek gue yang piknik bareng temen arisannya itu??? Entahlah. Yang jelas gue ke TMII dengan mengemban sebuah misi.

Mentari sudah menukik di ujung ubun ubun saat gue dan Yaya pada akhirnya berdiri di depan Gerbang Utama TMII. Sebelumnya Yaya yang baik hatinya telah menjemput gue di kost gue. Gue masih pemula atau newbie dalam hal naik busway. Pun dompet gue melipat wajahnya tiap kali gue bertekad untuk naik taksi.

“Pet, gue kehilangan arah jalan pulang....Apakah naik taksi adalah pilihan yang terbaik??”

“No, Mey...jangan lakukan itu... tanggal 25 masih setengah bulan lagi. Apakah kau tidak tahu kalau naik taksi di Jeckardah ini pun haram hukumnya untuk kehilangan arah jalan pulang. Bisa jadi kita diantarkan sampai ke Ragunan padahal seharusnya ke Cibubur.”

“Tapi, Pet...” Galau menginvasi hati gue.

“Ya sudah Meykke...aku punya ide!! Bagaimana kalau kita, katakan peta!! Katakan petaa!!”

“Tapi Pet, dimana Boots berada?”

Setelah suara jangkrik berkicau, gue pada akhirnya nggak suka naik taksi. Yaya yang sudah menginjak level advance sebagai penumpang TransJakarta menjemput gue ke kost.

Now, kita ada di ujung Taman Mini Indonesia Indah!!!


Hal pertama yang kita lakukan jelas beli tiket dulu. Gue rasa untuk bisa menjelajah Indonesia berprovinsi 33 buah dengan luas 150 hektare dalam satu kayuhan kaki dengan durasi tak lebih dari hanya sehari, harga 10ribu adalah harga yang terbilang super muraaaah!!

Hal yang gue sesalkan adalah kenapa gue nggak mampu berpetualang bersama Sera di areal yang kalau ditempuh dengan sebatas kaki bisa terjadi gempor ini?? Ohhh mennnn, apa lo sanggup mengitari areal yang luasnya 150 hektar atau kalau diukur dengan kata kata adalah juauuuuuh bingits!! Jelas saja jauuuh, orang banyaaaak sekali hal yang bisa lo lihat dan kunjungi di TMII ini. Lo bisa ke buanyak anjungan daerah atau rumah adat yang dibagi atas enam zona : Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan bangunan khas setempat. Anjungan ini juga menampilkan baju dan pakaian adat, busana pernikahan, baju tari, serta artefak etnografi seperti senjata khas dan perabot sehari-hari, model bangunan, dan kerajinan tangan. Semuanya ini dimaksudkan untuk memberi informasi lengkap mengenai cara hidup tradisional berbagai suku bangsa di Indonesia. Setiap anjungan provinsi juga dilengkapi panggung, amfiteater atau auditorium untuk menampilkan berbagai tarian tradisional, pertunjukan musik daerah, dan berbagai upacara adat yang biasanya digelar pada hari Minggu. beberapa anjungan juga dilengkapi kafetaria atau warung kecil yang menyajikan berbagai Masakan Indonesia khas provinsi tersebut, serta dilengkapi toko cenderamata yang menjual berbagai kerajinan tangan, kaus, dan berbagai cenderamata.

Tidak hanya rumah adat yang gue pikir sebagai daya tarik paling utama, di TMII lu juga bisa lihat sepuas puasnya buanyak museum, juga buanyak taman dan juga tempat ibadah dari semua agam di Indonesia. Kurang gahoool apa coba??? Kalau lo penasaran, ke SINI aja dan lo akan tahu informasi lengkap tentang salah satu ‘harta’ Indonesia ini.

Lo harus berbekal peta saat lo siap menjelajah Indonesia di sini!!

Nahhh, masalah akan datang saat orang orang macam gue ini ke sana hanya berbekal kaki dan cinta doang. Andai gue mampu mengarungi jejalanan Jakarta dan mengelilingi TMII bersama motor kesayangan gue, maka perjalanan gue kali ini akan jauh lebih mudah dan indah!! Masalahnya gue nggak tau jalan dari kost sampai ke TMII. Gue kurang belajar.

Tapi jangan panik dulu. Santay....santay... Lo bisa kok sewa sepeda onthel dari yang single sampai sepeda couple. Lo juga bisa pinjem skuter. Bahkan, lo juga bisa dewa motor dengan tarip 50ribu/jam atau kalau 2 jam jadi 80ribu/dua jam. Untuk sepeda, gue baca di poster bisa sampai 15ribu saja per jam. Tapi, masalahnya adalah, apakah cukup waktu sejam atau dua jam saja untuk bisa mengarungi Indonesia yang kaya akan budaya ini menn??? Noooo....

Lalu, gue datang dengan satu misi yang udah gue emban sejak kunjungan ini masih berlabuh sebatas angan angan.

Setelah makan unyu di salah satu makanan fast food di dalam TMII, gue dan Yaya antri dengan memegang tiga lembar uang bergambar rumah limas. 10ribu berkali tiga!!

Begitu katam membayar, gue dan Yaya lalu segera antri di tangga menuju puncak gemilangcahaya yang berkelok kelok. Behhhh, cuman antri saja panjangnya bukan kepalang!!! Maklum, gue dan Yaya berkunjung ke sana di hari Minggu, tertanggal 8 Juni 2014!!

antrinya udah kayak antri sembako murah plus susu gratis!


Begitu gue berada di dalam balok berjendela itu gue girang bukan kepalang!! Gue BBM sahabat gue, Uma yang juga pingin bingit ke TMII. Mau norak bodo amat. Orang emang norak. *sikap

“Seeeeeph, mimpi gue terlaksana, seeeeph!!! Gue telah mengatamkan mimpi kita yang tertunda untuk bisa bergelantungan mengitari bumi pertiwi walau dalam wujud mini!!!”

Gue tunggu sekian lama, cuman centang doang. Mungkin signal nggak mampu menelusup masuk ke balok ajaib ini.

Gue tak henti hentinya tengok kanan dan kiri. Di kanan gue, gue bisa melihat begitu banyak bangunan dengan sentuhan budaya beraneka rupa berdiri megah berjejeran. Di kiri pun juga sama. Jalanan berkelok kelok dengan taman taman yang tertata indah. Yang paling membuat gue tersepona, eh terpesona adalah bangunan ini!!

bangunan unik di belakang gue ini apa yaaaa....

sumber


Ternyata ini adalah Instana Anak Anak Indonesia yang dinamakan Graha Widya Tama, berbentuk serupa istana dalam dongeng Cinderella. Ini istana bukan istana biasa. Lo bisa lihat khan menara yang menjulang tinggi ke angkasa menggambarkan tentang lambang kebersamaan anak laki-laki dan anak perempuan dalam menggapai prestasi setinggi langit!! Istana Anak-Anak Indonesia dibangun dengan dasar pemikiran bahwa pendidikan anak-anak untuk menyongsong hari depan sangat penting. Istana ini dilengkapi benda-benda peraga ilmu pengetahuan dan teknologi, alat musik diatonik dan pentatonik, medan permainan sehat dan mendidik, serta alat peraga lain yang menumbuhkan keinginan untuk tahu lebih banyak. Itu sebabnya hal yang gue suka dari melakukan perjalanan adalah gue bisa menggapai inspirasi darimana saja. Kali ini bahkan dari sebuah bangunan dengan pesan unik dan inspiratif di dalamnya. Sebagai anak Indonesia, gue juga sedang menggelantungkan banyak mimpi di langit langit hidup gue. Kata orang bijak, mimpi kita hanya sejauh do’a. Yang jadi masalah, do’a itu sejauh apa. Tapi akhirnya tak masalah, selama do’a dan usaha berjalan berdampingan, segala mimpi akan terjamah, InsyaAlloh....

Bagi gue, naik railway atau kereta gantung ini adalah tujuan paling utama. Gue bisa seolah membelah Indonesia yang cantik jelita ini hanya dengan seutas tali saja. Gue bisa melihat betapa indahnya pulau Jawa, betapa seksinya Kalimantan dengan lekukan lekukannya, betapa eksotisnya Papua dan eloknya pulau Sumatra yang seolah setiap pulaunya saling berhadapan dan bersinergi menjadi Nusantara!! Itu khan asik.

walau mukanya kayak gitu, yang penting gue sedang menjangkau Sabang sampai Merauke!! Look at behind me!!

Gue ‘mengudara’ selama sekitar 15 menit, dari ujung depan menuju ujung belakang, dan kembali lagi ke ujung depan. Dalam 15 menit ini gue disuguhi begitu banyak penorama penuh budaya dan kental akan nuansa Indonesia.

Sayang seribu sayang, gue rasa pengelolaan danau ini agak terbengkalai. Gue liat di Google, banyak orang bahkan bisa menjamah setiap pulau dengan kapal kayuh bebek. 

dilihat dari awang awang (sumber)

iming iming saat lihat di Google

Namun, saat gue kesana, banyak bebek menggelepar di di sisi jembatan dengan dermaga yang sudah rusak maksimal. Sekarang para pengunjung tidak bisa lagi mengitari danau itu dengan si bebek. Padahal gue udah siap siap update status di Instagram bareng bebek warna biru.

liat di pinggiran danau banyak bebek menggelepar dengan dermaga yang rusak berat. Ahhh, gue nggak jadi mendayung menjelajahi Nusantara :(


“Gue dari pulau Sumatera, sekarang mau menuju pulau Kalimantan, dilanjutkan Papua.” Lalu gue ngepost foto sedang nggenjot bebek warna biru di tengah tengah danau. It’s gonna be huge!! Tapi gagal.

Dan khayalan gue terganggu dengan mentari yang sudah mulai menguning, tanda Minggu akan segera berakhir. Gue yang baru menginjakkan kaki ke beberapa rumah adat harus menelan kenyataan kalau gue harus cepet cepet pulang.

Tapi gue dan Yaya masih sempat mengunjungi beberapa rumah adat dan rumah ibadah like this!!




Liat tulisan di belakang Yaya bikin gue inget Ayah gue. Ayah gue selalu mewanti wanti sama gue satu hal. OJO DUMEH!!
"Pliss deh mase ngikut pose aja."

Dan beberapa lainnya yang tidak sempat terabadikan!!

But, it’s okay anyway. Masih ada hari esok. Siapa tahu gue akan ke sini lagi dan bisa menjamah setiap sudut TMII?? Kali ini cukup sampai di sini. Kali ini cukup mengobati kekecewaan gue karena melewatkan tanggal merah di hari Selasa dan Kamis karena lagi lagi virus Mumps. Bahkan, lo bisa liat di hari Minggu itu pipi gue masih menggembung.

Dan akhirnya gue dan Yaya pulang ke kost masing masing dan bersiap menghadapi kenyataan lagi. Kembali gue bergulat dengan para penumpang bis Trans Jakarta yang wajahnya banyak dihiasi oleh masker dengan banyak variasi, tidak ketinggalan pula gue. Kembali gue menjalankan rutinitas gue sebagai guru. Eitssss, tapi perjalanan gue belum selesai sampai di sini.

Di Jakarta ini, masih ada dua tempat lagi yang pingin bingit gue kunjungi. Yang pertama adalah Monas hingga naik sampai ke atasnya, dan yang kedua adalah Dufan hingga naik wahana yang paling ekstrim di sana!!! Ahhhh, gue nggak sabarr!! Apakah tahun ini gue bisa ke kedua tempat yang juga merupakan icon Jeckardah itu??? Let’s see!!

Akhirulsalam, anak gaol Jeckardah asal Ambarawa dan Tuntang harus foto kayak gini.

Big thanks for Yaya yang udah jemput gue ke kost dan sampai mau nulisin Trans jurusan mana aja biar gue bisa kembali dengan utuh. Let's visit other places, friend!! Good luck for your job and everything!! FIGHTIIIING!!!


 Bagaimana?? Let's visit TMII and see the true beauty of our country, INDONESIA!!! 

References :

http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Mini_Indonesia_Indah

11 comments:

  1. wah, lagi-lagi dapet referensi destinasi wisata nih.. tapi kenapa harus TMII? kan jauh.. hehe

    jadi gitu ya dalemnya TMII itu.. waktu itu pernah ke Jakarta, tapi cuma ke kebun binatang Ragunan.. waktu itu masih kecil siy -_-

    berarti kalo udah ke sini, udah jadi anak gahol geto? heheheh...

    ReplyDelete
  2. asik.. jalan-jalan lagi... kapan yah gue bisa?

    ReplyDelete
  3. waah asik nih ceritanya. (y)
    pengen kesana jugaa. kapan bisa ya? haha

    ReplyDelete
  4. Cuman bisa bergumam "ohh, keren, kapan kesana?"

    Udah ah, bikin ngiri aja. di Riau sedikit banget tempat rekreasi, itupun belum ada yang pernah dikunjungi :D.

    ReplyDelete
  5. aaaaak tmii emang gapernah bosen di kunjungin.. pengen balik lagi kesana.. bikin iri aja ah ka mey mencuri start jalan2 haha ._.

    ReplyDelete
  6. ah tidaaaak aku mau aku mau , ajakin dong kesana hehehehehehehehehehe
    btw itu pulau nya kecil bener dah :3 kayak lapangan golf sepertinya.

    aku mau yang rumah disney itu loh >.<

    ReplyDelete
  7. emang cakep kalo diliat dari atas, pulau2nya jadi keliatan. meski sekarang ga sehijau dulu.

    btw belum pernah ke monas sama dufan ya? anak gaholkah? hahahaha *guepuas

    ReplyDelete
  8. Kak, btw gimana kabar pipinya? udah sehat kan? udah agak kempes gitu, tapi masih agak besar juga sih hehe.

    lagi-lagi dibikin ngenvy sama postingan jalan-jalannya Kak Mey. kali ini enak banget yaa, bisa mengitari Indonesia mini dengan kereta yang menggantung diseutas tali itu. meskipun antrinya panjang banget, tapi tentu terbayar pas udah naik kereta itu. selain lihat Indonesia mini, juga bisa liat bangunan-bangunan dan tempat ibadah yang beragam disitu. ahh asik banget!

    kapan yaa gue bisa kesanaaaa?
    oh iya, semoga keinginan Kakak yang dua itu bisa tercapai juga hehe

    ReplyDelete
  9. Aaahh... Postingan jalan-jalan... Ini membuat banyak dilema antara pengen kesana, tapi belom bisa, nggak sempet. Btw, ini asik banget ceritanya, ngalir dan keseruannya dapet. Apalagi pas naik kereta gantung... Asiiikk sumfeh.

    ReplyDelete
  10. Sempet ga percaya istana anak indonesia ada di tmii, bangunannya bagus banget kyk disneylalnd gitu

    ReplyDelete
  11. Eh ini bisa enggak sih bikin postingan tentang destinasi liburan kek gini tanpa harus bikin yang baca kepengen? >,<

    Aaaak ceritanya hidup, aku jadi berasa bergelantungan sungguhan! Jadi mungkin kalo kita pengen keliling Indonesia, mending dateng dulu ke miniaturnya aja dulu ya.. kayaknya lebih asik, bisa tahu budaya-budayanya juga. Nc post

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...