Monday, 30 July 2012

Queen In-Hyun's Man

Monday, July 30, 2012 2 Comments


Assalamualaikum the world!! :D

Kali ini seperti yang sudah terjadwalkan, aku akan review sebuah Drama Korea yang so sweet tak terperiiiii…saking so sweetnya, aku liat berkali kali. And actually I regret something. I have watched many perfectly sweet Korean dramas, but I didn’t write them on my blog!! Well, it is not important somehow, but it is joyful. It is fun!! everything about romance is interesting. Haha…

Yuk dimulaiii…

I have just watched “Queen In-Hyun’s Man”. And it was damn sweet drama. Itu tidak lebay, itu tidak alay. It was just so sweet and meltable #tsaaaah

Biar kelihatan agak professional reviewnya, yuk mari ini profile dari drama yang memabukkan itu. :D

TV Show: Queen In-Hyun's Man

Revised romanization: Inhyeonwanghooui Namja

Director: Kim Byung-Soo

Writer: Song Jae-Jung

Network: tvN

Episodes: 16

Release Date: April 18, 2012 - June 7, 2012

Runtime: Wed. & Thurs. 23:00

Language: Korean

Country: South Korea

Itu profilenya, jadi ini masih drama yang fresh karena direlease bulan Juni ini. Semua ke update-an ini adalah berkat Bandar dari segala Bandar teman saya yang baik hatinya, haha. Novince dan Inggit yang unyu unyu. They two are soooooo rock!!

And I have its plot in English, to make it more professional. Haha.. here it is..

Kim Boong-Do (Ji Hyun-Woo) is a noble man from the Joseon Dynasty, approximately 300 years ago. He then happens to travel through time and winds up in present day Seoul, South Korea. Kim Boong-Do then crosses paths with Choi Hee-Jin (Yoo In-Na), a not so successful actress. Choi Hee-Jin is currently performing as Queen In-Hyun in the drama series "New Jang Hee-Bin". These two people fall into a romantic relationship ...

Yah, begitu lah awal mula cerita yang super manis ini terjadi..

Ups, castnya mana??

Well, sementara melupakan pemain lainnya, cinta itu tertambat antar dua orang ini. Versi saya, dikisahkanlah bahwa Kim Boong-Do itu kan ceritanya seorang bangsawan di jaman Joseon gitu, lah suatu ketika karena dia menerima talisman atau jimat dari seorang Gisaeng yang entah demi apa jadi religious dan berdoa all the time di sebuah kuil,terterimalah jimat itu, dan ketika dia hampir saja tertusuk pedang oleh lawannya, saat dia membuka mata, dia lihat kotak kotak beroda jalan, dia lihat jalanan beraspal, lalu tertemulah dia dengan Hee-Jhin yang sedang syuting filmnya Queen In-Hyun. Dia jadi Queen In-Hyunnya gitu. Lah, sama ketika Boong-Do itu hidup di Jeseon, itu juga masanya Queen In-Hyun dan tugas dia adalah melindungi Queen tersebut. Dia bisa kembali dengan membaca sebuah mantra sambil memegang jimat itu. Istilah kata, he sacrifices his life to come, and go back easily. Dan setiap dia akan terbunuh, melintasilah dia 300 tahun dan terlempar di tahun 2012 ini, bertemu dengan Hee-Jhin, dan makin lama mereka jatuh cinta..istilah kata, cewek jaman sekarang jatuh hati dengan kakek moyangnya. Ya nggak papa lah nggak masuk akal, yang penting romantic. @.@

Dan he travelled all the way here in purpose, too. Karena masa Jeosong itu tertulis di buku sejarah gitu, dia jadi tahu mau dibawa kemana nasib Queennya itu. Dan ternyata dituliskan di kitab itu dia akan mati mengenaskan. Jadi, dia sudah mencuri garis start dengan mengetahui masa depan. And he changed the future. Jadi, beberapa kali saat dia kembali ke masa lalu dan mengubahnya, di kitab pun berubah, jalan cerita drama yang dibintangi oleh Hee-Jhin juga berubah tanpa seorang pun menyadarinya.

Dan banyak kejadian mengharu biru di antara mereka. Secara gitu mereka adalah dua orang dari dunia yang berbeda, dari jaman berbeda.

Yang paling menyedihkan (menurutku), saat si Hee-Jhin membaca kanal dan tahu bahwa si Kim Boong-Do telah tewas. Nangisnya itu lho, menyesakkan sekali…

Dia nangis berkali kali karena alasan itu, beberapa kali di kitab itu dikatakan Boong-Do mati, tetapi karena dia dianugerahi otak cerdas, dia bisa mengelabuhi nasib.

Dan kisahnya lebih ‘blue’ lagi saat talisman nya sudah tidak berfungsi karena Gisaeng yang mencintai si Boong-Do tewas dibunuh oleh musuhnya. Kasian banget pokoknya, padahal itu saat Boong-Do sudah dilaporkan mati di sejarah (dia mengelabuhinya), dan dia tidak mungkin kembali ke Jeosong, dia sudah ‘dikubur’, dan itu semua dilakukan demi hidup bersama dengan Hee-Jhin. Lah waktu lagi bahagia bahagianya, puff….he disappeared…

Lalu bagaimana?? Pokoknya banyak scene yang bikin meleleh dan bikin yang nonton mempunyai high-expectation terhadap kisah cinta mereka di dunia nyata. Wekwekwek.. yang pada akhirnya mereka tertampar kenyataan..

“Wake up, we are not living in the romance drama, we are living in the true world, in the reality..”

Akhirnya itu yang paling so sweeeeeet…hehehehe..

Trust me, once you watch it, maybe it seems boring in the beginning, but once you follow the story, you won’t stop watching until the end!! Every single episode makes you excited to know what’s next.

Dan siapakah Kim Boong Do? Yang mana yang Choi Hee-Jhin? Let me tell youuuuu…

And they are a real couple. They are dating after the drama release… How sweet!!:D

Ini profile mereka berduaaaa:D

Name: Ji Hyun-Woo / Ji Hyun-Wu

Hangul: 지현우

Birthdate: November 29, 1984

Birthplace: South Korea

Height: 188cm.

Blood Type: B

Name: Yoo In-Na

Hangul: 유인나

Birthdate: June 5, 1982

Birthplace: South Korea

Height: 165cm.

Yap, mereka berdua selisih 2 tahun lebih tua wanitanya. Tapi di Korea sana, kalau cewek mau umur berapa juga masih kelihatan imut imut…

Dan aku sendiri lebih suka lihat drama Korea yang pemainnya lebih tua daripada aku. Kelihatan lebih berwibawa dan kesannya lebih so sweet. Pokoknya bedaaaa… tapi ya kalau dari Bandar dari segala bandarnya dapatnya yang brondong ya tinggal ditonton, toh juga dikasih… Sekarang 2 drama Korea menanti. Ada Proposal Operation yang pemainnya brondong, dan Big yang pemainnya kelihatan sudah sedikit tuaaa… Wait me to report what I watch yahh!!

Tapi, makin ke sana cerita drama korea terlihat makin tidak menggunakan akal sehat sih. Ada yang jiwa cowok tertukar dengan jiwa cewek (Secret Garden) yang kalau di Indonesia adanya anak orang pada tertukar. Ada juga yang jatuh cinta sama sebangsa setan atau rubah atau rubah setengah setan atau gimana nggak mudenga yaitu “My Girlfriend is Gumiho”, ada juga yang cowok jaman Jeoson tersesat ke jaman sekarang dimana bertemu dengan istri dan adik istrinya yang sudah reinkarnasi yakni “Prince Rooftop”, ada juga yang koma terus rohnya tememplek ke orang lain untuk mengungkap sesuatu dalam hidupnya yang ternyata yang ditemploki adalah seseorang yang sangat menyedihkan karena tidak bisa move on dari pacarnya yang meninggal 5 tahun yang lalu karena kecelakaan dimana ternyata cowoknya bertugas menjadi juru pencabut nyawa di alamnya sana demi bisa bertemu dengan si gadis sebelum di’pulang’kan berjudul ‘49Days’, dan masih banyak drama yang tidak pernah bisa bertemu dengan akal sehat. But it is somehow so melting and touching.. and I love it..

Well, terimakasih telah membaca dan ini foto foto keromantisan mereka di dunia nyata..

In Youtube, Yoo In Na declared her relationship with Ji Hyoon-Wu through radio station and what I remembered is that she said that Hyoon-Wu said to her in their first date, “I am not Queen in-Hyun’s man any longer, I am Yoo In-Na’s man..”

Sweet!

Wassalam J

Saturday night, July 27th 2012 10:28 PM in my blue room.

Friday, 27 July 2012

Peeling, Masker dan Air Sari Mawar Putih Mustika Ratu

Friday, July 27, 2012 2 Comments
Assalamualaikum, the world!!
Naaah, this is it review ku yang kedua kalinya. :D
Sebelum mandi dan berangkat kerja karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul 11:40 AM, menulis ini dulu barang setengah jam.
Kali ini akan mereview tiga benda keluaran Mustika Ratu. :D
Yaitu Peeling Mundisari, Masker Bengkoang, dan Air Sari Mawar Putih.

Masing masing benda berharga tidak lebih dari 11ribu saja. Hanya saja, aku mendapatkannya gratis dari Tanteku. Katanya, dari dulu dia masih perawan dia rajin menggunakan ini seminggu sekali dan sampai sekarang sudah jadi ibu ibu juga masih menggunakan ini
Baiklah, rasanya aneh saja menulis review reviewan begini yak. Haha..soalnya emang biasanya cerita cerita banyol atau cerita berbentuk narasi bukan deskripsi. But, I enjoy it. Yuk dimulaiii..
Pertama tama yang harus dipakai apahhh?? I know the whole word know about this; peeling yang berfungsi untuk membantu membersihkan dan mengangkat sel kulit mati. Cara memakainya mudah, campur peeling dengan air mawar barang 1 atau 2 tetes, kemudian balurkan ke seluruh wajah kecuali daerah mata dan mulut, kemudian bila sudah setengah mengering gosok dengan gerakan memutar sampai daki dakinya berjatuhan (aduh bahasanya). Jika sudah, bilas dengan air dingin lalu giliran masker yang dioleskan ke seluruh wajah dan seperti biasa, tunggu hingga mengering dan bila terlalu banyak gerakan pada wajah, akan retak retak bak tanah di musim kemarau (-.-). Bilas, dan rasakan perbedaannya.. apa fungsi masker? Let me check! “Kandungan phosphor dan kalsium yang terkandung dalam sari bengkoang berfungsi mendinginkan kulit dan menutihkan serta membersihkan noda hitam pada wajah dan daerah sekitar leher.” How nice! Sedangkan Air Sari Mawar Putih berkata, “Mengandung Aromatic Essential White Rose + vitamin A, F, E, dan H untuk menyejukkan dan menyegarkan kulit.” See? Incredible!!
Setelah dipeeling dan dimasker itu rasanya segar, dan kulitnya haluuuuus. Pokoknya nyaman sekali. Nah, itu digambar kok ada barang serupa botol kecil berwarna pink. Apakah gerangan?? Itu air mawar yang aku tuangkan dan aku bawa bersama dengan beauty case ku. Kata majalah, bila wajah terasa lelah, semprotkan air sari mawar ke wajah mu dan rasakan perbedaannya, and I think it works. Jadi saat aku ngantuk atau terasa lelah, aku semprotkan dan aku pun kembali terjaga. #tsaaaaah…
Sebaca aku di twitter, air mawar juga untuk menghindari alergi dan iritasi. Hebat khaaan…so, do you want to try??
Baiklah, aku juga baru nyoba pakai benda benda tidak lebih dari sebulan dan ingin mengajak kamu, kamu, dan kamu untuk mencobanya. :D
Dan ini penampakan aku saat memakainya bersama dengan adik. Haha..
Happy reading, semoga bergunaaaa….
Wassalam..
Thursday, July 26th 2012 in my bedroom.

Fiction : Menepuk Udara Kosong

Friday, July 27, 2012 5 Comments

Bermodalkan curhatan teman, saya membuat cerita fiksi ini. Mari dimulai.

…………………………………….

Tik…tok…tik…tok…

Jam berbahasa lirih, memutar waktu ke depan, bukan ke belakang. Hanya saja tak kenal kata tahun, hatiku masih saja tertinggal di masa itu. Mengingatnya membuatku sulit terlelap, terlebih mengingat detik ini pun usianya bergulir, 21. Angka 17 sudah terhempas, ingatanku satu satunya yang tertambat, tak mau move on.

Hanya aku dan dia, duduk di bangku beton abu abu berdebu. Es krim berbentuk contong masing masing tergenggam di tanganku, dan tangannya. Jangan Tanya aku kenapa kita bisa duduk di situ. Duduk bersamanya saja sudah membuat perutku terdesak seribu kupu kupu. Hatiku bergelombang seraya bergemuruh tak terperi. Memegang ujung rok sambil menahan desakan segala pertanyaan.

“mulai darimana..mulai darimana…” mengaung ngaung di telinga.

“kalau ternyata nggak gimana…kalau ternyata nggak gimana..” menggema seantero batin.

Sebut saja dia huruf A. itu bukan berarti namanya berawalan huruf A, atau pun mengandung inisial A di dalamnya. A itu sebelum B, sebelum C, sebelum D, sebelum E sampai tertahan di Z. namun, A tidak akan pernah ‘setelah’, A itu ‘sebelum’. Dan bagiku, dia huruf A, sebelum B, C, D menyentuh hati. Ya, tepat sekali, dia bagiku huruf A, maka sebut saja A.

“eng…piye ya meh ngomong?

“ngomong opo?” tanyanya santai sambil tetap asyik mencomot es krimnya. Dia melihatku dengan tatapan penuh, as he usually does. Usually? Owh, bukan, as he used to do. Right, used to do.

Karena frustasi aku kalap menghabiskan es krimku, desas desusnya es krim mengandung zat tertentu yang bisa meningkatkan hormone endorgen, pemicu rasa senang dan penghilang rasa galau (I wish).

“emang ra kroso ya?”

“Ono opo?gempa?” jujur saja aku ingin menjotosnya, menjotos hatinya biar sadar satu hal.

“perasaanku..”

“ono opo?” jotosku naik level jadi tendang dan balang sandal.

“Seneng kowe..”

Es krimnya ketelan.

“seneng opo?” wajahnya satu level lebih serius. Dan hatiku mengkerut. Nyaliku menciut.

“Kowe..” kataku lirih, antara ada dan tiada. Kalau boleh ubah aku jadi kapas sekarang juga, Kapas menggelantung di permadani biru. Awan, oke nggak nyambung.

Aku benamkan wajahku dalam dalam. Jika tadi hatiku bergemuruh, sekarang petir menyambar pertanda mau hujan, kemungkinan disusul badai bonus puting beliung.

Dead air…

Dead air…

Seakan suara masing masing tenggelam oleh pikiran masing masing, seakan suara tersapu angin..

“Nduk, ….”

“Oke, santai we men…aku kan gor crito..” aku kalut, aku benar benar tak punya mental untuk mendengarkan jawabannya. Tidak perlu dijawab, aku bisa merasakan matamu, geliat matamu saat berpacu dengan mataku. Matamu…datar tak berbinar. Dan bila kau bisa melihat ke dalam mataku, jauh melihat tepat di pupil ku, pupil ku membesar, melihatmu membuat pupilku membesar, melihatmu membuat telapak tanganku membuka tepat ke arahmu, melihatmu tanpa sadar aku mencondongkan badanku mendekatimu. Melihatmu, jantungku berpacu dan bertalu. Dan lihat lah mataku, membara bercahaya apapun itu seakan berteriak,

“I am falling in love with you..”

Samar samar otakku mengelak,

“And you have to fall out of love afterwards. Poor you.” Otak sialan.

“Nduk…” tatapannya nanar,

Wajahku gamang, hatiku memar..

“Aku ngerti dewe konconan sue..soko kelas siji..”

“Well, kalau pengetahuan ini penting bagimu, aku mulai menjatuhkan hatiku saat melihatmu pertama kali di lapangan upacara hari pertama masuk sekolah, sebelum kamu menjadi temanku. Waktu itu kamu berdiri di depanku baris kedua dari depan dan aku baris kelima. Kita terhalang dua barisan. Sesekali kamu menoleh ke kanan ke kiri, bergerak gerak di teriknya matahari. Kadang kamu mengangkat tanganmu, dan dengan tangan terbuka menghadap ke depan, kamu gerakkan telapakmu ke kenan dan ke kiri berkali kali sambil tersenyum. Dia tidak sedang berdiri di podium dan menyebarkan pesonanya. Jangan berangan yang bukan bukan. Dia ramah dan apa adanya. Dan lagi kalau ini penting bagimu untuk tahu, perasaanku menjalar begitu cepatnya saat kita sekelas. Melihatmu setiap hari dari pagi pagi sekali hingga menjelang sore. Berceloteh denganmu sambil tertawa. Setiap kamu tertawa, lesung pipimu menyungging. Dan setiap itu pula aku ingin terus melihat lesung pipimu. Bahkan lesung pipimu aku bawa sampai rumah, dalam angan. Aku peluk dalam tidurku. Oke, terdengar norak sekali, sedikit menjemukan. Tapi, kalau kamu mau tahu, tak peduli betapa norak dan menjemukannya itu, selama kamu mau sebentar saja bertandang di hatiku, dengan senang hati aku akan norak setiap hari. Kamu tahu, betapa jantungku serasa mau loncat saat aku berdiri di depan pintu dan entah demi apa kamu tiba tiba berdiri di belakangku, kita hanya beberapa inci saja jaraknya, tapi soal hati bermil mil tak terjamah. Hatimu tak terjamah olehku. Tak pernah, tak peduli seberasa besar gumpalan rasa di hatiku. Mau tahu lagi, aku selalu melonjak bahagia (dalam hati) setiap kali kamu menendang nendang bangkuku saat pelajaran. Kamu selalu duduk tepat di belakangku, dan terkadang membuat onar, membuat onar hatiku. Dan aku senang. Lebih dalam lagi rasa senangku saat kamu duduk di depanku, menatap wajahmu yang serius terhanyut dalam cerita komik kesukaanmu, dan sekarang aku pun menatap, eh salah, meratap. Ingat saat kamu sengaja berdiri tepat di depanku saat kita menonton bersama film Dealova adegan ………. mencium…… kamu membelakangiku sedemikian rupa hingga hanya punggungmu yang tersisa. Aku nggak bisa lihat filmnya, goblok! Dan itu tujuanmu membelakangiku. Lucu sekali. Dan kini, ini semua tidak lucu sama sekali.”

Dead air….

“ra perlu omong opo opo lah A..” ucapku memecah kesunyian..

Semua ‘jika kamu harus tahu’ tak pernah terlahir di dunia ini.

Kami terdiam. Semakin diam, semakin hatiku retak seperti tanah di musim kemarau atau masker yang sedang mengering di wajah yang terlalu banyak bergerak, lalu retaknya menjadi nyata, memisah misahkan yang tadinya utuh menjadi potongan potongan random, lalu potongan itu berkeping keping, dan kepingan itu terpecah pecah, hingga menjadi bagian yang tidak bisa dipotong potong lagi, sel. Seremuk itu.

“yawes ya, ning kelas sek ya, maacih lho eskrime. Sugeng ambal warso yaaaaaa” senyumku mengembang. Senyum getir, pilu, senyum khas patah hati.

Aku berlalu, dan seribu harapan menjejali hatiku.

“Ayo…ayo…ayo…” gumamku sambil mengambil langkah demi langkah.

“Heh nduk, kowe ki sak penakke we ngibrit wet mau aku urung omong opo opo. Dasar!” dia menyusulku dan menjitak kepalaku, pelan.

“Aku meh ngomong opo jal?”

Seandainya aku dulu sudah bisa bahasa Inggris, aku akan menjawab,

“Honestly, I have no idea”

Tapi aku menjawab,

“La mbuh..”

Dia kembali menjitak kepalaku.

“Iyoo…iyoooo….kowe khan nak seneng uwong ketok banget. Aku wes ngerti lah…jane aku meh omong, eh kedisikan…” lesung pipinya menyembul di antara pipinya. Dia cakep, matanya meneduhkan, hatinya menggetarkan….

……………………….

Angan angan itu terus berkecamuk di hatiku, segala harapan bergejolak tak karuan. Dan inilah hidup, yang kita harapkan tidak selamanya menjadi kenyataan, dan memanglah kenyataan tidak selalu terpampang seperti apa yang kita harapkan, no matter how we want it the most, like a hell. Life sucks, sometimes. Love sucks the most! Sh*t!

Aku terus menelusuri langkahku, dan panggilan itu tak pernah ada, jitakan itu tak pernah berbekas di kepalaku. Aku terus berjalan, berjalan bertahun tahun mengobati semua nyeri.. trying to move on by passing years afterwards. 21, here we are now.

Dan di tanggal ini di siang hari nanti, empat tahun lalu hatiku melebur. Jangan Tanya soal sekarang, empat tahun mana bisa menyatukan leburan itu. Itu bukan kepingan, tapi leburan. Ibarat kata, I fall into pieces, kalau aku, I fall into even more than pieces, much more than pieces.

Sekarang kamu sedang apa? Yang jelas tidak mungkin sedang memikirkan aku. Siapa aku? Ha ha ha…

Tik tok tik tok…

Dini hari dan kopiku masih setengah cangkir, jariku masih sibuk menari nari, otakku bernaluri untuk menulis ini. Dan kini, semua rasa tertanam di sini. Dan bisakah kau mengerti betapa dalam, betapa nyeri, betapa tertatih tatihnya aku? Tidaklah, tak perlu tahu..

Aku akan menghilang bersamaan desiran angin laut, aku menghilang bersamaan dengan punggungku yang menjauh darimu di kala itu. Aku akan menghilang darimu, dan sebaliknya..tidak mungkin kamu menghilang dari relungku…

Lima tahun ke depan? Let’s see..

Mengajar Adalah Belajar

Friday, July 27, 2012 2 Comments

Assalamualaikum the world!!

Now is 10 PM, Wednesday July 25th 2012 in my bedroom, and I’m going to tell you about my experience today. Well, to make it easy for me to explain and tell you every detail thing that happened today, let me use Bahasa Indonesia..:D

Hari ini aku dijadwalkan untuk menyebarkan pengetahuan ilmu pengetahuan social anak kelas 3 SD dan juga bahasa Inggris 2 cowok tak begitu bertenaga yang sudah menginjak awal masa SMA.

Pikirku, dengan menghabiskan PP tak kurang dari nominal 8000, agak sia sia tampaknya kalau ke Salatiga dan melintasi sungai, menyeberang jembatan, naik bukit turun lembah, bergelantungan itu Cuma mengajar saja, maka aku putuskan untuk mampir ke Ambarawa membeli segala sesuatu yang aku butuhkan dan sudah aku rencanakan dari beberapa minggu belakangan. Believe it or not, sebegitu well-plannednya aku (walau well-planned doesn’t always mean well-done ), apa yang aku pingin beli, aku tulis di kertas kecil dengan boardmarker dan kemudian aku tempel tempel di sterefoam putih dan aku tempel di tembok samping jendela bersama dengan segala planning jangka pendek dan panjang yang juga aku tulis, dan juga aku print gambarnya untuk menambah feel nya. :D

Melangkah pulang kembali ke topic, setelah mendapatkan barang yang aku cari, dan juga melihat dari dekat proses pembuatan pasar darurat di sepanjang jalan raya Pasar Projo, membentang mulai dari Laris Baru sampai Laris Lama, memenuhi lajur kanan bila kamu dari arah Jogja. Nanti kalau sudah jadi, aku fotokan biar tahu penampakannya seperti apa. Kemungkinan nanti juga akan diliput oleh media media elektronik kok.. Ambarawa bagiku kota kecil yang luar biasa.

Naiklah aku di bis penuh sejarah dan kenangan yang bak bunga, kenangan itu masih semerbak harumnya. Meliuk liuk di tikungan, membelah kebun kopi yang bila bunganya sedang merekah ranum akan tercium sedap aromanya, lalu melewati jembatan menyeberang Sungai Tuntang yang masih meninggalkan obsesi untuk berperahu dan foto di situ (when I tell about it to my boyfriend, he just move his head to the right and left many times :p), lalu kembali berpacu di atas aspal menjejal ke sana ke sini, kadang mengebut meninggalkan asap abu abu bak kentut bapak bapak tua. Polusi. But no matter what, I love it! Haha.. (bisnya)

Sampai di kampus, langsunglah aku menuju posnet.

Trerererererererettttttttttt….. kelebat kelebat kegiatan kegiatan tadi memundur seperti backward kalau sedang nonton film dan berhenti saat aku masih dandan di rumah. Alih alih ingin memakai rok untuk menampilkan kesan feminine dan dewasa pula anggun, apa daya malah melayangkan ku pada kenyataan yang berpelajaran “Anda akan berjalan jauh? Jangan sekali kali memakai rok semi span atau pun bahkan span. Unless you would be suffered”

Ini penampakan aku sebelum melangkahkan kaki keluar mengarungi 25 km jarak terbentang.

Jeans itu tak pernah terpakai, beli saat aku masih SD!! Dan karena ingin memakai rok itu tanpa melihat akibat ke depannya, perjalanan by foot 20 menit terasa sangat menyiksa.

Setelah puas online dan mencomot bahan untuk mengajar anak SMA kelas 1, aku beranjak ke tempat les lesan. I went there on foot. Dan itu memakan waktu sekitar 10 menit di kecepatan maksimal, 15 menit pada kecepatan sedang, dan 20 menit jika memakai rok jeans semi span!

Boro boro jalan anggun, aku yang biasanya melangkah secara maksimal pun terhambat menjadi setengah dari ukuran maksimal, dan karena langkahku yang pendek pendek maka total langkahku pun melonjak jumlahnya menjadi dua kali lipat. How tiring!! Dan memang benar pelajaran hidup nomor 89 “Comfort is much important rather than looks” kenyamanan itu harus ditempatkan di nomor wahid sebelum penampilan itu sendiri. Salah salah jatuhnya jadi tersiksa.

Setelah keringat menganak sungai dan bermuara ke laut, sampai jugalah ke bimbel itu. Oh ya, ini memang puasa tetapi aku belum juga bisa mengecapnya terhalang masalah wanita. Walau pun begitu, dari pagi sampai aku pulang tidak sedikitpun aku makan atau minum. Mana sedap dipandang mbak mbak berjilbab puasa puasa kok jajan. -.- dan juga karena memang ingin latihan puasa juga, tempat minum kapasitas 1 Liter yang sekilas terlihat seperti drigen itu tidak aku bawa.

Ini penampakannya..

Ronde pertama yang dimulai pukul 3 sore, mengajar anak SD kelas 3 tentang Lingkungan Alam dan Lingkungan Alam Buatan. Ingatanku kembali pada SD dulu sambil menghayati apa yang tertulis di LKS mereka.

Bagi mereka, gunung adalah bentuk tanah yang menonjol di atas permukaan sekitarnya. Dan bagiku gunung adalah bongkahan piramida buatan Tuhan yang perkasa berdiri dan bila sedang marah, bikin musibah.

Bedanya dengan pegunungan, mereka adalah deretan gunung gunung yang sambung menyambung. Bagiku, deretan gundukan raksasa yang diselimuti permadani hijau raksasa serasa mencium hamparan permadani biru berkapas yang menggelayut manja atasnya.

Teluk adalah bagian perairan atau lautan yang menjorok ke daratan. Sedangkan selat adalah laut kecil yang menghubungkan dua daratan yang berdekatan. Sedangkan danau tidak lain tidak bukan adalah kumpulan atau genangan air yang dikelilingi oleh daratan.

Aku gambarkan, mereka manggut manggut. Mereka belajar, aku juga belajar. Dan memang mengajar adalah proses dari belajar itu sendiri. Mereka belajar ilmu yang diajarkan, dan aku belajar untuk bisa menyampaikan berbagai misteri hidup ini dengan baik dan benar. #tsaaaaah dan aku menikmatinya…

Aku bertanya soal kegunaan dari setiap lingkungan Alam seperti Laut untuk mencari ikan, tempat rekreasi, dan lain sebagainya. Si Nabila, saat aku melontarkan 4 lingkungan alam untuk digali mafaatnya, such as : pegunungan, danau, teluk, dan hutan. Dia menulis seperti ini

Pegunungan : rekreasi

Danau : Foto foto

Teluk : Tamasya

Hutan : rekreasi

“andai hidup sesimple itu..”

Ronde kedua saat jam menunjukkan pukul 4 sore, SMA kelas 1 dengan mata pelajaran Bahasa Inggris. 2 cowok dari salah satu SMA swasta di Salatiga. Aku mencoba men-switch gaya mengajarku. Tadi agak centil dengan suara yang dilengking lengkingkan membentuk kesan ramah dan suka anak anak, sekarang harus lebih serius, berbicara sepatutnya dan sewajarnya.

Menyoal 2 cowok itu,

Yang satu keliatan anak distro dengan celana pendek garis garis vertical berwarna gelap senada dengan kaosnya, beda dengan yang satunya. Bercelana celana coklat tanah khas celana Pramuka oanjang sampai mata kaki (memang itu celana pramuka), memakai kaos sedemikian rupa lengkap dengan topinya yang dipakai terbalik. Dari deskripsi kamu bisa tau yang mana yang bernama Nur, dan mana yang bernama Bryan baca brayen.

“belajar imperative ya…”

“hm…” Nur grememeng,

“sampai mana di sekolah?”

“belum pelajaran.”

“….”

Dan setelah berjibaku mentransferkan ilmu tentang apa itu imperative yang ternyata adalah kalimat untuk menyuruh berrumuskan V1 plus object semisal ‘Close the Door”, dan bila ingin lebih sopan dan menekankan bisa ditambah Do di awalnya serupa Do close the door, dan bila the doornya tak perlu ditutup bisa menggunakan kalimat larangan dengan menambahkan Don’t di awalnya seperti Don’t close the door. Jadi, kalau ada soal semisal You asked your friend because you need a help, imperativenya menjadi ‘Help Me’. Sesimple itu.

Dan berharap bisa mendapat panggilan untuk bisa mengajar mereka di kedua ronde itu. Yang SD anaknya masih unyu unyu dan lagi penurut. Dan yang SMA kelas 1 bisa jadi tantangan. Hehe..

Time to go home setelah istirahat sejenak. Waktu menunjukkan pukul 5. Menelusuri jalan Kemiri lagi hanya saja belok lewat Cungkup berjumpa dengan Kuburan Cungkup, masuk parkiran kampus, membelah kampus, keluar kampus dan jalan Dipenegoro membentang, menyeberang dan akhirnya naik angkot yang sebelumnya beli mimik ABC orange. Yah, at least menelusuri jalan berdurasi 20 menit itu tak sesulit menelusuri hati seseorang. Bahkan walau sudah ditelusuri sedemikian lama, selalu susah menghafal jalannya, masih suka tersesat. Tersesat di hatinya…:p

Turun terminal Bawen dan disambut lukisan langit yang Maha Dewasa. Bentangan warna biru jenis baby blue hanya saja lebih pucat dan eksotis, bercampur warna orange yang bak melukis seperti digurat guratkan random begitu saja, tetapi dengan tambahan benang benang kapas di antaranya, langit tampak begitu mempesona.

Seperti ini… dan jauh lebih indah ditangkap oleh lensa mata, mengingat lensa kamera ini hanya sebatas kamera HP saja…hehehe.. lensa buatan Alloh jauh lebih Maha Canggih tentu saja..

Dan naik lagi angkot merah melewati jalan Ambarawa Melingkar mengingat jalan nya berubah menjadi pasar, dan sesampai di Palagan, turun dan berganti lagi dengan angkot kuning yang sopirnya berbaik hati mau mengantarkanku sampai di jalan pulang.

Sesampainya aku masih jalan yang berdurasi sekitar 7 menit karena aku tidak berani lewat di jalan yang lebih pendek yang biasa aku lewati karena kalau malam, jalannya berubah jadi agak menyeramkan. Hehe..

Rumah di depan mata, makan tersedia. Kenyang, mandi air hangat campur garam. Berhubung adanya garam beryodium, ya tak apalah..malahan lebih bergizi kata iklan itu,mencegah penyakit gondok.

Sudah begini, menulislah ini dan sekarang sampai di jam 11:27 PM. Memang saat menulis waktu terasa bergulir lebih cepat yaaa… tidak sabar untuk mengepostnya :D

Dan beginilah lika liku hidup yang menantang..

In order to try something new you have to prepare yourself to get something socking, but valuable, priceless.

Wassalam…J

Tuesday, 24 July 2012

Sunddenly Sexy

Tuesday, July 24, 2012 1 Comments

Assalamualaikum the world! :)

Bagaimana dengan puasamu sampai sekarang? Aman terkendali? :D

Hardly wait to post this entry. Well, sekarang adalah malam hari dan jam menunjukkan pukul 09:13 PM, tertanggal 22 Juli 2012. Tidak mungkin bagiku langsung mengepostnya karena tak ada koneksi internet di sini.

Well, come again to “Reading Session”!! having many passion to tell about this book. Suddenly Sexy karya Linda Francis Lee, novel terjemahan. Walau dilihat sekilas sampulnya itu agak norak gimana gitu, tetapi isinya bagus!!!!

Yang aku suka dari novel terjemahan adalah ide ceritanya yang orisinil. Di sini dikisahkan laki laki pemain golf muda, ganteng, bersinar, dan dikenal liar yang terkenal, called Jesse vs wanita 27 tahun yang juga terkenal sebagai pembaca berita yang sedikit berperawakan tegang #tsaaah, dia cantik rupawan, modis dan type pekerja keras called Katie. Mereka berdua sama sama mempunyai kehidupan yang kelam. Well, sebenarnya sumber kekelaman mereka adalah orang tua mereka sendiri. Si Jesse mendapatkan ayah yang menurutku walau pun memang culture America itu berbeda dan lebih “free” menghadiahkan seorang wanita untuk diajak ke kamar pada saat jesse ulang tahun yang ke 14 adalah tindakan gila dan Inalillah. Lain lagi soal Ibu Katie yang doyan gonta ganti cowok walau pun umur mulai menggerogotinya. Ya kehidupan seperti itulah. Cuma kalau Katie tidak mengikuti jejak Ibunya, tapi Jesse kena dampak kelakuan Ayahnya. Merek berteman sejak kecil dan bahkan Katie sewaktu berumur 14 tahun dan Jesse 18 tahun, mereka ada di rumah pohon, Katie mengungkapkan cinta dan ingin dimiliki jesse seutuhnya. You know what I mean lah.. dan begitu pula saat Kattie berumur 21 tahun, dia kembali mengendap ke kamar Jesse dan ingin menyerahkan dirinya, saking cintanya. Tapi Jesse sehabis itu kabur dan menghilang. Singkat cerita alasan Jesse itu adalah karena dia mencintai Katie. Dia memang liar, meniduri banyak wanita, tetapi dia tidak pernah mau menyakiti Katie dengan bertindak serupa. Dia ingin dipercaya oleh Katie, dia ingin Katie bisa mengandalkannya. So sweeeeeet!!!

Ya pokoknya kisah cerita mereka berliku liku karena saat Katie berumur 27 tahun, si Jesse yang minggat dan terkenal karena tampannya subhanalloh dan secara atlit golf gituu, kembali lagi ke El Paso, hometownnya. Nah disitu cerita mengalir sedemikian rupa. Jesse tidak mau mengambil suatu komitmen yang bisa mengekangnya karena dia memimpikan kehidupan yang bebas tanpa hambatan, tetapi dia juga tidak bisa mengelak cintanya pada Katie yang memang membara selama bertahun tahun lamanya. Asiiik…

Dan liku demi liku dialami, dan yahh..taulah akhirnya gimana…Happy Ending!!

Ceritanya dikemas begitu rupa, menarik dan di akhirnya so sweet. Memang sih salah satu cirri khas dari novel terjemahan adalah adanya adegan yang kemungkinan tidak ada di novel Indonesia seperti teenlit atau pun chicklit. Itu mengingat culture Indonesia dan Bangsa Bangsa Barat yang berbeda. Kalau di sana have sex sebelum menikah itu adalah hal lumrah dan bukan hal yang tabu, lain halnya di Indonesia. Jadi novel terjemahan setahuku, memuat adegan itu. Tetapi bahasanya juga tidak terlalu vulgar, disesuaikan saat proses menerjemahkan, itu sangkaku. Ceritanya pun semakin ke akhir semakin bagus dan menarik.

Well, akhirnya si jesse membuat pesta pernikahan kejutan. Katie tiba tiba diajak ke geraea, lalu saat pintu gereja dibuka, sudah ada banyak sanak keluarga dari Ayah dan Kakak Jesse, dan juga Ibu Katie. How sweet!!!

Pelajaran hidup nomor 67 yang aku petik dari novel ini kurang lebih, “Cinta sebenarnya bukan merampas hal paling berharga, bukan menyakiti, bukan pula menodai. Tapi menjaga dan melindungi.”

Entahlah, terdengar agak norak dan isi perutku tiba tiba bereaksi pingin keluar. Tapi, I think it is perfectly true!!! Menurutku cowok benar benar sayang sama pacarnya, nggak mungkinlah dia tega ngapa ngapain pacarku, orang juga belum sah… sebisanya dijaga dan dilindungi.. hehehe

Ini berhalaman 543 dan tidak terasa kalau itu ternyata setebal tu saat membacanya. It is soooo interesting!!

Besok mau aku kembaliin ke perpus dan mulai berburu novel yang seru lagi untuk bisa ditulis dan di share.

Selamat malam dihitung dari sekarang aku menulisnya, have a nice dream the world!

Wassalam J

My blue room,

Selamat Ulang Tahun, Salatiga!! 3 wishes for Salatiga :)

Tuesday, July 24, 2012 4 Comments

Assalamualaikuuum The World!! Hehe..

Baiklah, mengikuti event dari sang ketua Salatiga Blogger Community, Angga (hehe..), saya akan bersepatah dua patah demi Salatiga tercinta. Sebelumnya, bagi teman semua yang berdomisili di Salatiga, dan atau rumah asalnya Salatiga, dan atau lagi menuntut ilmu di Salatiga, go join with us dan ramaikan komunitas kita. Go click this link! :D

Sebenarnya saya juga bukan orang Salatiga kok. Saya hanya menitip badan setiap harinya untuk bisa pintar dan nanti bisa mendapatkan penghidupan yang saya inginkan. Dan lagi buanyaaaaak kenangan indah bertebaran di Salatiga, bersama orang orang tersayang, sahabat sahabat, dan teman teman kuliah yang mempesona. It leads me to the conclusion, “I do love Salatiga”

Dan di ulang tahun Salatiga yang ke-1262, andaikata ada Alladin atau apapun yang menemui saya dan bertanya,

“Kisanak, apa yang kau inginkan dari Salatiga ke depannya? Berikan tiga permintaanmu dan akan aku kabulkan..”

Jadi begini, Din. Tak usahlah muluk muluk aku minta padamu. Hanya tiga saja cukup bagiku untuk Salatiga. Perpustakaan canggih nan lengkap nan gratis berlantai 5, kolam renang besar dengan tratak atau bahasa gaulnya indoor dengan taman yang mengalir sungai sungai jernih di luar ruangan kolamnya, dan juga diadakan Komunitas Lintas Agama.”

“Selayaknya tak ada api jikalau tak ada angin, tak ada perpustakaan, tak ada kolam renang, tak ada komunitas lintas agama kalau tak ada alasan di baliknya. Jadi kisanak, jelaskan padaku mengapa kau menginginkan itu.”

“Baiklah Din, as you wish..semua alasan akan dijelaskan di bawah ini..”

#Aladin turun dari langit pake elang

1. Perpustakaan. Kenapa harus berlantai 5? Karena kalau terlalu luas dan memakan banyak tempat kasian juga mengingat Salatiga adalah kota kecil. Menghemat tempat bisa dibilang. Jadi itu bukan sembarang perpustakaan. Di salatiga memang sudah ada perpustakaan seperti yang ada di Ambarawa, perpustakaan daerah. Tapi, karena ini sama Aladin dan tidak ada yang impossible, wong the word itself says I’m possible, saya ingin perpustakaan dimana lantai pertama untuk sekolah gratis anak anak tidak mampu sekolah, atau bisa juga untuk les lesan bahasa inggris gratis untuk anak anak SD, SMP, SMA yang tidak punya biaya untuk les dan tertarik bahasa Inggris. Nah, lantai kedua sampai keempat adalah tempat dimana buku buku dengan berbagai bidang anggun bertahta. Ada novel terjemahan sampai chicklit dan teenlit ter-uptodate biar nggak perlu pada pinjam di rental majalah dan sejenisnya yang Cuma dikasih waktu sehari, itu pun kalau telat didenda sepadan harga pinjam alias dilipatkan. Shame shame… tak lupa majalah majalah yang di-update setiap minggu, dari majalah Bobo, Annida, Story, Kawanku, Gadis dan lainnya. Mungkin majalah Metropolitan biar di rental majalah saja… yang terpenting ada buku buku motivasi, buku peternakan dan pertanian untuk bapak ibu petani biar ngeh membaca, buku ekonomi, TI, dan buku islami tak lupa buku Kerohanian dan buku buku agama yang mencakup 5 agama yag diakui di Indonesia, buku bisnis, semua buku ada. Nah, lantai kelima nya khusus bangku panjang beserta meja meja panjang tersedia dengan colokan dimana mana disertai wifi. Suasana pasti hening karena di lantai paling tinggi, sembari membaca buku atau ngenet pakai laptop, bisa juga memanfaatkan deretan computer dengan koneksi internet di meja panjang menghadap jendela, kita bisa melihat pemandangan di luar untuk mencari inspirasi. Dan lagi, ada kedai kopi di samping pintu masuk. Bukannya apa apa, saya terkadang jengah bila harus di perpustakaan tanpa meminum apa apa. Jadi, untuk perpus satu ini, khusus di lantai 5, diperbolehkan minum atau beli kopi asal jangan mengotori. Membayangkan saja sudah sangat terpesona. Semua buku, atau pun wifi, semuanya gratis. Semua bisa melek informasi dan teknologi, mau anak kuliahan, pelajar, orang kantoran, anak anak, petani, guru, semuanya bisa masuk perpustakaan. Ada juga majalah serupa majalah MOP saja yang isinya berbagai rubric yang bisa diisi oleh member perpustakaan sendiri. Missal puisi oleh anak anak SD, terus cerpen oleh anak anak remaja, rubric share ilmu umum oleh kalangan umum dan sejenisnya. Pasti minat membaca serta menulis jadi meningkat dan juga bisa terkenal di kalangan member, dampaknya meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas diri. Subhanallooh… tak lupa juga dapet honor kalau dimuat. Dari mana uangnya? Pemerintahlah… pajak mengalir kemana ek?Oh ya, bagaimana kalau lantai 4 khusus buku tentang anak anak dilengkapi dengan tempat bermain anak anak, dimana mereka bisa membaca sambil bermain. Ruangannya juga didesign unyu unyu begitu?? Sounds so interesting!!! What do you think?

#Aladin menggerakkan kepalanya ke atas kemudian ke bawah berkali kali.

#Meykke melanjutkan point kedua.

2. Kolam renang indoor yang besar dan taman yang di dalamnya mengalirlah sungai sungai bening. Why??? Karena renang adalah olahraga yang sangat berguna. Tau sendiri kalau renang sama halnya dengan berlari, menyebabkan semua anggota badan bergerak dan juga melepaskan hormone endorgen yang memicu rasa bahagia, hanya saja kalau berenang bisa merilekskan pikiran. Sambil renang gaya tengadah ke atas, seolah olah tidur di air, melihat ke atas, dan wah pokoknya susah dijelaskan dengan kata kata…nikmat sekali. Hanya saja yang jadi masalah adalah kalau lagi tengadah ke atas, matahari menyengat, wajah dan kulit terpapar sinar matahari dengan begitu ‘tanpa tiding aling aling’nya, maka akan menimbulkan permasalahan lainnya yang sangat mengkhawatirkan. Makanya, dikasihlah atap..alangkah baiknya bila laki laki dan perempuan dipisah. Dikasih sebatas dinding atau apalah, renang tenang, hidup bahagia…dan juga begitu keluar, taman menyambut..sungai sungai jernih mengalirr…Taman di tengah kota Salatiga, taman mewah dengan air mancur dan sungai, ya..kalau bukan sungai beneran tak apa kiranya sungai buatan di sekitar taman…bisa buat tempat piknik, bisa buat main dan foto foto karena indah, dan juga bisa buat…yaaa… tau lah untuk para muda mudi yang sedang menikmati masa muda di taman sambil membaca buku dan mendengarkan music dengan earphone tertancap di masing masing kepala, beralaskan rumput dan sangu makanan ringan, kayak di drama Korea…sooooo sweeeeeeeeeeeeet!:) gimana Din??

#Aladin mencoba membayangkan adegan terakhir.

# Meykke is moving on..

3. Komunitas Lintas Agama. Din, lihat Indonesia kita sering bercerai berai karena agama. Ada pula lagu, “Tuhan memang satu, kita yang tak sama,,,,haruskah aku lantas pergi..bila cinta cinta tak kan bisa pergiiii” by Marcella atau film dua cinta dua hati dua apaan itu yang mencintai berbeda agama dan akhirnya setelah nari nari di panggung entah demi apa langsung menangis bersama dan narasi penutup berujar, cowoknya nikah sama siapaa, ceweknya menikah dengan siapa. Saya tidak mengupas soal itu karena masalah cinta dan agama saya pun tidak bisa menolak. Tapi, bukan berarti tidak bisa menyatukan cinta karena perbedaan agama, lantas harus mengumbar permusuhan dan sikap frontal karena perbedaan yang ada. Tugasnya daripada Komunitas ini untuk menjalin silaturahmi antar pemeluk agama. Biar damai, sejahtera, orang juga Tuhan itu Esa, mau dalam bentuk apapun dan dengan menyebut apapun nama Tuhan, menurut saya yang kita sembah ya satu. Ibarat pohon, ya dari akar yang sama hanya saja berdahan banyak. Soal agama mana yang paling benar, menurut saya jelas apa yang dianut yang kita rasa paling benar, jadi tidak perlu dipersoalkan. Keadaan sudah berbeda begini, jadi tugasnya bagaimana hidup damai dalam perbedaan. Duh, bahasaku…

#Aladin manggut manggut..

jadi, bagaimana Aladin? “

“If God’s willing, there is no something impossible..”

#Meykke mencerna kata katanya..

#Aladin meneruskan…

“But then, God will not help people who have no willingness to help themselves. God will not change people’s destiny unless they change their own destiny..”

“Injeh…injeh…”

“ la tapi kamu ada harapan perseorangan gitu yang berkaitan dengan Salatiga?”

“Uhm…ya semoga saya bisa langgeng dengan orang Salatiga itu..”

#tersipu sipu

“………”

Intinya, semoga Salatiga menjadi kota yang pintar dan cerdas, melek informasi dan teknologi dengan adanya perpustakaan. Semoga Salatiga menjadi kota yang sehat mempesona, rapi dan bersih karena masyarakatnya gemar berolahraga di kolam renang yang tidak ditakuti oleh kaum hawa karena ada trataknya dan juga tamannya bisa buat lari lari ala di lapangan Pancasila, dan yang terpenting semoga Salatiga menjadi kota Beriman, hablum minalloh, hablum minannas. tak hanya mencakup beriman secara vertical dengan berdoa sesuai agama masing masing, namun juga beriman secara horizontal yaitu menjaga kerukunan umat beragama.. Agama untuk menjadikan manusia memeluk sifat sifat masuniawinya, bukan bertindak selaksa hewani..

Well, once again!!congratulation to beloved Salatiga,

Semoga menjadi kota kecil yang penuh berkah…

“Selamat Ulang Tahun Kota Salatiga yang ke 1262, Srir Astu Swasti Prajabhyah”