Thursday, 30 November 2017

3 Cara Menggunakan Media Sosial dengan Bijak


"Eh tau nggak kalau si Fulan ternyata sekarang dia tinggal di Bengkulu sama suaminya. Kemarin dia khan update status di WA story"

"Oh, dia udah nikah toh?"

"Udah tau..malah kemarin jam 3 sore dia upload foto hasil foto USG babynya di Instagram."

"Waduh, perasaan baru kali ini aku denger dia nikah kok udah hamil aja? Ih, jangan jangan..."

"Allohu alam jeng, aku juga berpikiran serupa itu...."

Naudzubillah, ukhti. Semoga kita bukan termasuk golongan muslimah muslimah di atas ya. Tau sendiri khan dewasa ini sosial media teramat sangat berperan penting dalam kehidupan people jaman now, dari anak anak sampai orang tua, dari kondektur sampai direktur, dari anak sekolah sampai guru, semua lapisan masyarakat pasti punya FB, Instagram, Path, Twitter atau Snapchat. Kita bisa tahu apa yang teman teman kita perbuat hanya dengan jentikan jari saja. Dan banyak ghibah ghibah atau kedengkian yang kita tabung karena jentikan jari yang scroll down terus menerus. Lalu, sesungguhnya apa yang harus kita lakukan supaya dunia maya ini menjadi berkah untuk kita, bukannya musibah? 









Yang saya suka dari facebook jaman now adalah bukan hanya tentang curhatan tetangga atau teman yang sekedar kenal karena nge-add doang, tapi di facebook sekarang banyak sekali informasi yang berguna, banyak konten video yang penuh inspirasi, atau untuk sebagian orang facebook adalah platform yang sangat responsif untuk meminta bantuan serupa donasi atau dukungan moril para penggunanya.

Bagi saya sebagai seorang muslimah yang masih terus belajar, saya selalu menggunakan facebook untuk mencari konten konten berguna dan inspiratif. 

"Pace, ini kue macam enak sekali. Mari kita buat." Berikut post tutorial bikin kue dengan tag nama suami.

Dari dunia maya kita bisa mendapatkan resep berbagai macam kue dan makanan secara gratis. Jaman sekarang siapa yang mau beli buku resep makanan di toko buku karena toh di facebook kita bisa mendapatkannya secara gratis plus video tutorial pembuatannya. Saya juga gemar menyimpan atau share ulang vide video tentang senam/yoga yang kemudian bisa saya praktekkan pagi pagi sekali. 

Saya juga sering menjelajahi beberapa group akun yang membagikan kisah inspiratif seseorang, atau kisah perjuangan seseorang, bahkan dari facebook saya bisa mendengarkan ceramah beberapa ustadz favorit!! Dari facebook saya juga suka mengikuti kisah traveling para traveler mancanegara. Dari sana saya tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga inspirasi dan motivasi untuk bisa menjadi lebih baik ke depannya.

Muslimah jaman now adalah muslimah yang selalu ingin belajar, berbenah dan haus akan ilmu pengetahuan, bukan??

Tapi, yang tidak boleh dilakukan adalah : 

CURHAT DI SOSMED!

"This is enough for you. BYE!! #pacaryangtakdianggap"

"Apakah pantas suami selalu membentak bentak istri walau hanya karena kesalahan kecil? Apa sepantasnya suami selalu bersikap sini terhadap istri? Kalau sudah bosan, katakanlah!! #jeritanhatiseorangistri

Percayalah kawan, Tidak akan ada yang peduli dengan curhatanmu. Bila mereka bertanya di kolom komentar, mereka hanya penasaran saja. Tidak ada faedahnya sama sekali curhat di sosmed. Yang ada masalah akan semakin meruncing dan membesar. Alangkah baiknya bila sedang bermasalah dengan orang lain, langsung saja chat atau bicara ke orangnya bukannya koar koar di dunia maya.

Semoga kita bisa menjadi muslimah yang bijak dalam menggunakan media sosial ya, kawan.





"Barang, barang apa yang walau dibagi bagikan tetapi tidak berkurang?
"ILMU" 

Dan kita bisa menyebarkan ilmu yang kita punya dengan banyaaaaaaak cara dan media, salah satunya dengan menulis dan menyebarkannya di media sosial.


Yang saya sukai dari dunia maya karena tidak hanya menerima, saya juga bisa 'memberikan' dan 'menyebarkan' apa yang saya punya. Melalui blogging, saya bisa menuliskan tentang ide ide mengajar yang sudah saya praktekkan, isi isi seminar yang pernah saya ikuti, cerita traveling saya bersama suami sampai cerita cerita tentang kehidupan yang bisa saya ambil hikmahnya.


Semua saya tulis di website saya untuk kemudian siapa saja bisa mengaksesnya. Saya tidak sendirian mencicipi sumber sumber ilmu yang ada, tetapi semua orang juga bisa memiliki pengalaman yang sama melalui tulisan tulisan yang mereka baca di blog saya.


Saya ingat betul tentang apa yang guru ngaji saya pernah katakan.

"Saat kamu mati nanti, kamu tidak akan bisa membawa apa apa selain tiga perkara."

"Apa itu pak?"

"Amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh solehah."

Berhubung anak solah solehah sedang dalam proses berusaha, tidak ada salahnya kita mulai menabung ilmu bermanfaat yang bahkan bisa dinikmati oleh banyak orang dan kapan saja, tanpa batas. InshaAllah pahala akan terus mengalir kepada kita selagi ada orang yang mau membacanya, atau bahkan terinspirasi/termotivasi.

Pahala bisa datang dari mana saja, termasuk dari dunia maya ya, kawan. :)

Tapi, yang tidak boleh dilakukan adalah :

MENULIS KONTEN HOAX DAN UJARAN KEBENCIAN

Tau sendiri ya kawan akhir akhir ini begitu banyak konten hoax yang berusaha untuk menjatuhkan seseorang atau berusaha untuk menyebarkan kebencian tentang suatu hal. Toleransi semakin tipis dan bullying di sosmed semakin tak terkendali. Nah, kita sebagai salah satu warga dan muslimah yang baik, jangan sampai kita ikut menyebarkan bahkan menulis konten konten yang berbau SARA, yang berujar tentang kebencian bahkan informasi hoax. Kalau begini, bukannya pahala yang mengalir tetapi dosa yang makin menumpuk. Naudzubillah...





Saya termasuk orang yang aktif mengupload foto di instagram saya, @meykkesantoso ( boleh di-add ya ukhti) tentang kebersamaan saya bersama suami, keluarga dan teman. Bahkan, saya mempunyai dua akun. Akun kedua saya adalah @missmeykke yang berisi tentang momen momen saya saat mengajar, baik berupa foto kegiatan mengajar dan kebersaan saya dan murid karena saya adalah seorang guru Bahasa Inggris,, juga berisi video video kegiatan mengajar kami yang seru seru.

Dan tujuan saya mengupload foto foto itu adalah untuk mengabadikan tiap tiap momen yang ada. Hari ini pun saya masih bisa mencicipi kenangan dua tahun silam di instagram saya dengan scrolll down foto foto yang ada di akun saya. Saya bisa menata tiap tiap kegiatan atau kebersamaan saya bersama orang orang terkasih. Bahkan, saya juga sering mengabadikan cerita cerita traveling bersama suami atau pertemuan saya bersama teman lama untuk nantinya bisa kita kenang bersama lagi.


And for me, it's just so sweeeeettt...

Instagram dan blog bagi saya adalah semacam album foto raksasa yang bisa diakses kapan saja dan tak terbatas waktu maupun tempat. WOWWW!!

Tapi, yang tidak boleh dilakukan adalah :

PAMER 

Allohu Alam ya kawan. Pengertian pamer terkadang agak membingungkan karena terlalu subjektif. Bisa jadi untuk orang yang mengupload adalah hal yang biasa, tetapi untuk orang yang melihatnya dianggap pamer; bisa pamer harta atau pun pamer kemesraan.

Bahkan, ada juga yang berpendapat kalau pamer ya sah sah saja yang penting PUNYA. Dan menurut saya opini serupa itu juga sah sah saja. Tapi, alangkah baiknya kita hanya mengepos hal hal yang baik dan layak menjadi konsumsi publik ya, ukhti. Sepertinya tidak ada faedahnya bila kita terlalu menginginkan pujian dari manusia lainnya karena yang paling penting adalah kita di hadapan Sang Pencipta, Allah SWT. Harta bisa lenyap kapan saja, pasangan pun bisa diambil sewaktu waktu. Lalu, apa yang harus kita sombongkan?

Jadi, mari kita gunakan media sosial untuk menebarkan kebaikan bukan kebencian dan kejahatan. Mari kita gunakan media sosial untuk bisa terus sebagai sarana memoles diri dan menjadi pribadi yang lebih baik dan berkembang. InshaAllah kita mampu menjalin silaturahmi bukan malah memutus persaudaraan karena media sosial.
Ukhti, yuk gunakan media sosial dengan bijak!

#PostinganTematik
#BloggerMuslimahindonesia


"Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia"




33 comments:

  1. Masya Allah,menarik sekali mbak tulisannya. jadi tahu dan mulai mengoreksi diri sendiri, semoga tidak pernah melakukan yang dilarang itu.. :D

    ReplyDelete
  2. Mengenai pamer dilema mbak...
    Biasanya saya memperlihatkan karya anak-anak. Biasanya anak-anak terpancing berkreasi kalau lihat anak-anak lain bisa. Soalnya anak-anak saya begitu.. saya ga tahu apakah dianggap pamer saat posting karya anak-anak.. berharapnya memberi inspirasi.
    Mengenai postingan orang lain anggap sebagai inspirasi atau mungkin sebagai pemacu semangat.

    ReplyDelete
  3. Tulisan yang bijak sekali mbak Meykke, langsung diingatkan juga hal-hal yang nggak boleh dilakukan, apalagi sebagai muslimah.

    Intinya berselancar di dunia maya sah-sah saja ya mbak. apalagi di dunia maya zaman now banyak sekali hal2 yg bermanfaat yg bisa kita petik seperti yang udah mbak meyk jelaskan di atas, tapi kalau kita nggak bijak menggunakannya itu yang berakibat fatal. Seperti menulis dan menyebar berita hoax, curhat di medsos terutama masalah rt (padahal dalam agama kita dilarang keras untuk menceritakan apa2 yg terjadi dalam rt kita ke org lain), dan budaya pamer (ini juga sedikit sulit membedakannya ya mbak, padahal maksud kita memang cuma ingin brbagi tapi orang lain nanggapinnya berbeda atau kita sama sekali gak punya niat buat pamer tp justru krn postingan kita ada org lain yg merasa iri dan cemburu , dll)

    Well, tulisannya jadi reminder banget buat saya mbak😊

    ReplyDelete
  4. Apapun itu, yang penting kita bijak menggunakannya ya Mbak, kalau gak, hal negatiflah yang kita dapat.

    ReplyDelete
  5. Selain ketiga di atas...saya pakai sosmed buat ngekuis, cari rezeki dari hadiah2 kuis. Hehehehe

    ReplyDelete
  6. Lengkap bahasannya mbak. Memang harus bijak dalam bersosmed

    ReplyDelete
  7. Dalam kehidupan modern sekarng memang sulit lepas dari yang namanya media sosial
    tapi dengan kemajuan teknologi harus di dukung juga dengan user yang ikut berkembang
    semua kembali lagi kepada diri kita..

    ReplyDelete
  8. Salah satu temen blogku bilang, jadi blogger emang kudu pamer! Hahaha :D

    Tapi bener, batas antara pamer sama share itu beda tipiiiiis. Susah bedainnya. Semoga kita gak dalam kaum yg doyan pamer sana sini yak :3

    ReplyDelete
  9. Dalam kehidupan modern sekarng memang sulit lepas dari yang namanya media sosial
    tapi dengan kemajuan teknologi harus di dukung juga dengan user yang ikut berkembang
    semua kembali lagi kepada diri kita..

    ReplyDelete
  10. baru bisa yang pertama dan kedua. sudah baikkah saya bersosial media? :D

    ReplyDelete
  11. manfaat media sosial yang membawa begitu banyak hal dan ilmu ya mbak. semoga istiqomah menebar kebaikan melalui media sosial

    ReplyDelete
  12. Betul bangt, Mbak.
    Bagian pamer itu kadang hanya masalah salah tangkap maksud aja ;)
    semoga niatan baik kita ga ditangkap salah ya...

    Terima kasih sudah mengingatkan, Mbak.

    ReplyDelete
  13. Mantap, nih. Bijaknya pas. Ada yang boleh dan ada larangannya yang sebenarnya sering tidak disadari. Salam kenal, Bu Guru :)

    ReplyDelete
  14. Semoga tulisan kita bisa menjadi bekal amal jariyah ya, Mba. Bahkan posisi kita sebagai anak pun, jangan sampai doa kita untuk orangtua terhalang gara-gara kita menunjukkan ketidaksolehan, misalnya dengan membuat berita bohong. Naudzubillahi mindzalik deh.

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah jadi inget lagi kalau nanti pas kematian yg bakal dibawa itu salah satunya ilmu yg bermanfaat O:) insya Allah bakal diterapin di blog :)

    ReplyDelete
  16. Iya, mba. Setuju. Kalau salah satu tujuan menulis untuk mengabadikan moment. Saya banget itu...hihihi

    ReplyDelete
  17. Bener mba.. curhat di sosmed itu seperti air candu yang terus menerus menarik untuk *hayuu ngeluuhh sini sini* berusaha di tahan terus.. terimakasih mba sudah di ingatkan.. ^^ tetap bermanfaat tetap menginspirasi

    ReplyDelete
  18. Benar sekali, hidup di dunia maya pun ada cara dan harus bijak menjalaninya

    ReplyDelete
  19. Bener banget ya, kadang kita hanya sekedar mau tau terus udah tanpa ada kontribusi

    ReplyDelete
  20. Pamer memang susah diidentifikasi. Disatu sisi pengen eksis, tapi pasti terbersit juga keinginan untuk memperlihatkan siapa diri kita..Ya, mungkin semua dari niatnya

    ReplyDelete
  21. Keren sekali ulasannya Mbak..

    Tentang pamer..memang beda perspektif bisa terjadi ya ,,..padahal kita nggak ada maksud begitu :(

    ReplyDelete
  22. Aku seringnya nulis itu untuk mengabadikan momen ^^ perlahan aku coba ngurangin sisi curhat gak jelasnya hhe

    ReplyDelete
  23. inspiring tulisannya mbak.. itu tentang hal yang ngga boleh dilakukan: curhat di sosmed, menulis konten hoax dan ujaran kebencian, serta pamer. Kereen! salam kenal ya mba meyke :)

    ReplyDelete
  24. Dulu, saya pun pernah setiap saat ingin selalu update status di FB terutama saat anak pertama baru lahir. lama kelamaan bisa menyaring mana yang baik untuk dishare dan mana yang tidak :)

    memang harus banyak menahan diri sih ya, apalagi dunia maya, yang baca bisa orang sejagad :D

    ReplyDelete
  25. Bijak di sosmed penting banget, karena sekarang bisa jadi jempolmu adalah harimaumu....makasih ya mbak

    ReplyDelete
  26. Tulisan yg keren, pas sebagai pengingat buat kita para muslimah

    ReplyDelete
  27. Tapi kadang ada juga yang curhat di dunia Maya karena nggak Ada yang mau dengerin di dunia nyata lo mbak.. mungkin saking butuh temen ngobrol. Anyway thanks for sharing ya mbak.

    ReplyDelete
  28. Wah bener banget tipsnya.
    Terima kasih sharenya mbak.

    ReplyDelete
  29. Hahahaha. Setujuuuu. Poin pamer itu terlalu subjektif. Kadang niatnya cuma membagi informasi, orang lain menangkapnya pamer. Wkwkwkwkkw. Tapi kembali ke diri kita sih ya. Thanks for sharing, Mbak. 😊

    ReplyDelete
  30. Aku pake medsos buat cari duit hehe. Lumayan. Paling gak suka liat orang yang marah2 di medsos. Apa banget. Macem labil gitu.

    Dan paling males punya temen medsos yang maniak politik banget. Tapi memihak. Bukan di posisi netral. Pasti postingannya nganu banget . Mana nyepam lagi.

    *curahan hati pengguna medsos kategori silent reader ini*

    ReplyDelete
  31. Memang bener gitu Mey, kalau di dunia maya... Kadang semua ditelan mentah-mentah, orang berpikir subjektif. Tapi ya bener apa kata kamu sih, semua kembali ke diri masing-masing. Yang penting niatnya positif, kalau dianggap pamer ya mau gimana lagi?

    Semoga aku juga bisa bermedsos dengan bijak ya... hehehe...

    ReplyDelete
  32. setuju deh sama kak mey. memang. dijaman now penggunaan media cenderung negative, kyk yang kak mey sebutin di atas, curhat, nyebarin hoax, gosipin orang. yah semoga kita terselamatkan dari kegiatan tidak berfaedah di atas. maka dari itu gues etuju dengan saran saran bijak kak mey d atas. btw, kalo masalah mengabadikan. gue lebih pengen momen yg menyenangkan itu justru momen di saat kita bahagia betul menikmatinya sampai lupa untuk upload di sosmed. itu kata kata yg gue denger diari siapa entah bukan dari gue tp itu menempel banget di pikiran.

    ReplyDelete