Friday, 12 September 2014

Ini Soal JODOH (2)


“ Emang gimana prosesnya Miss Mawar?” Siang itu setelah gue selesai menggulung memory ke belakang tentang tingkah polah Melati gagal meretas cinta bersama cowok antah berantah dari facebook, gue kembali fokus mendengarkan cerita Miss Mawar.

Bukannya apa apa, tiap kali gue baca atau nonton berita banyak sekali kasus kasus asusila dan penipuan yang bermula dari facebook. Bahkan, gue baru saja baca dari viva news bahwa Lembaga Perlindungan Anak Garut mencatat dalam tiga bulan terakhir setidaknya ditemukan 15 tindak asusila terhadap anak yang bersumber dari facebook.

DedYzAnkKrwangTimurBnciKeksihPndustaygUdelnaKamana2z : “Hiiii, au byehh knlan gx?”

KamilaBebyzBala2CntxaslSumdanxBauKncurrrUdelnaBdongx : “Hiiii, byehh. asl yah :)”

Nah, gue rasa dari kalimat super ampuh itulah semua malapetaka dimulai. Mereka akan mulai ngobrol intens kayak Melati, lalu mulai panggil “ayang’, sampai yang paling ekstrim “mamih-papih”. Lalu, ketemulah mereka di tempat tempat sepi seperti samping kamar mayat rumah sakit, kebun kopi belakang rumah sampai gubug di tengah tengah sawah mirip yang diomongin Jamrud soal Surti dan Tedjo.

Gue pikir Surti bisa jadi salah satu korban tindak asusila yang dilakukan Tejo yang saat itu baru saja mudik.

Surti sumringah arjunanya pulang
Tiga tahun berpisah nyari dana di kota
Mereka melepas rindu dipematang sawah
Hingga malam selimuti desa

*Jemari Tejo mulai piknik dari wajah, sampai lutut surti
Tanpa sadar sarung merekapun jadi alas
Mirip demo memasak
Tejo mulai berakting di depan Surti

Masang.. alat.. kontrasepsi

Surti menjerit, serentak menutup matanya
Surti menangis kecewa arjuna berubah *jadulabis *ketahuanpenulisnyalahirtahunberapa

Itu ngeri. Tapi, menurut gue facebook ibarat dua sisi kepingan mata uang 500 rupiah.
Di sisi lain, facebook tak ubahnya serupa ladang korban bagi para tersangka yang mata hatinya menderita katarak stadium 4. Namun, karena kata Merry Riana; penulis buku best seller Mimpi Sejuta Dolar, bahwa selalu melihatlah hal positif dari hidup, maka gue mulai menggali hal hal baik apa saja yang bisa bermula dari facebook. Salah satunya adalah pencarian jodoh. Jelas ini baik sekali.

Cerita Melati pernah membuat gue bergidik untuk dapet kenalan dari facebook. Dari ‘hai, boleh kenalan nggak?’, Melati lalu mulai membuka hati dan membuka komunikasi lebih intens lewat SMS dan telpon. Sayangnya, cerita itu harus diakhiri dengan luka terbuka yang tak kunjung sembuh. Kata Melati, “Mey, sakitnya itu di sinihhhh...” Ucapnya sambil menunjuk ulu hati sembari menutup mata dan mengerutkan dahi hingga kedua alisnya bertemu di pangkal ubun ubun dengan mulut menekuk ke bawah sejauh 60% sampai bibirnya nempel ke leher. Sumpah, gue sampai merinding menyaksikan penderitaan Melati. Itu tu sakit abis!!!

Namun, cerita Miss Mawar, salah satu teman kerja gue memberikan sedikit pencerahan.

Dahulu kala saat dia sedang asyik komen komenan status di facebook, tiba tiba chat box di facebooknya terbuka. Ah, ada chat!! Dia lalu membuka chat tersebut. As usual, kalimat ini adalah kalimat paling mainstream sejagad raya..

“Hai, boleh kenalan nggak?”

“Boleh...”

“Kamu tu dulu sekolah juga di SMP Sudi Mampir ya?”

“Iya, kok tau?”

“Karena kamu telah mampir di hatiku...hikhikhikhik..”

Gagal.

Nggak lah, kalau memang percakapan di atas benar benar terjadi, mana mungkin Miss Mawar mau sama anak laki laki telat puber macam itu.

“Hai, boleh kenalan nggak?”

“Boleh..”

“Kamu tu dulu sekolah juga di SMP Sudi Mampir ya?”

“Iya, kok tahu?”

“Iya, kamu adik kelas aku khan? Angkatan 45?”

“Iya...”

Namun, chat ini bukan chat random dengan mengirim ‘hai, boleh kenalan nggak?’ ke semua kontak facebook, jelas bukan. Sang laki laki memang sedang mencari jodoh. Dan seakan Alloh memberikan penunjuk, “Nih, ini lo nama yang udah ditulis di Lauhul Mahfuz.  Cepetan di chat gih’, akhirnya sang laki laki sebut saja Kumbang mulai mengajukan maksut mulianya untuk bisa membangun cinta bersama.

“Lah, berarti dulu kamu nggak jatuh cinta dulu dong, Miss? Berarti pas nikah kamu nggak cinta sama dia?” Banyak pertanyaan dari seorang butiran debu yang nggak tahu apa apa soal cinta. Cinta?? Ehm, itu aci dicolok bukan? Oh, oke itu cilok. *anginberhembus *suarajangkrikberkumandang

“Ahahaha, jatuh cintah?? Miss, jangan jatuh cinta keles!!”

“Lah, gimana?? Khan katanya Jatuh cinta berjuta rasanya,biar siang biar malam terbayang wajahnya, Jatuh cinta berjuta indahnya, Biar hitam biar putih manislah nampaknya....”

“Lah, kamu nggak nyanyi sampe akhir?? Khan Dia jauh aku cemas tapi hati rindu,Dia dekat aku senang tapi salah tingkah,Dia aktif aku pura-pura jual mahal,Dia diam aku cari perhatian oh repotnya. Repot bingit keles Miss.”

“Oh alright! So what??”

“Jangan jatuh cinta. Tapi, bangun cinta.”

Gue mengangguk angguk. Ini jelas salah satu momen paling berharga dan salah satu percakapan paling berbobot seumur umur. Biasanya percakapan gue sehari hari adalah seputar Running Man episode terbaru udah keluar belum, Lee Min Hoo dan Kim Soo-hyun cakepan mana , tanggal merah kapan dan akan liburan kemana, atau paling berat soal perbandingan harga beras per liter di Toko Rame Rantas dan Toko Malam Puntung. That’s it.

Tapi, gue setuju bulat bulat akan omongan Miss Mawar. Andaikata waktu itu Pak Mario Teguh lagi nganterin anaknya les Bahasa Inggris di Steps2Success, pasti dia akan mengacungkan jempol dan bilang ‘Saudara Mawar, super sekali!’. ‘Salam super, Pak Mario Teguh’ jawab Miss Mawar dan gue serempak. Lalu, tiba tiba dari belakang Pak Mario Teguh, ada Demian yang sekonyong konyongnya menjentikkan sejangkauan jarinya tepat di depan kamera dan berseru, “SEMPURNA!”.  

Miss Mawar mengajarkan gue tentang pelajaran hidup nomor 74 : “JANGANLAH JATUH CINTA,TETAPI MEMBANGUN CINTA. JATUH HANYA AKAN MEMBUAT LARA. BANGUN CINTA TAK ADA AKHIRNYA”

Mau sejuta rasanya, semiliar rasanya, atau pun tak terhingga ataupun bikin melayang sampai ke langit ketujuh, yang namanya jatuh pada akhirnya akan berujung sakit. Bisa jadi Cuma lebam, pendarahan internal, atau berdarah menanah pinak sampai sobek sobek kayak celana jeans. Itu tergantung pada tinggi dan kecepatan gravitasi bumi. Itu tergantung dari pekatnya rasa, tingginya harapan, dan mobilitas hati. Tetapi, bangun identik dengan semakin tinggi. Membangun identik dengan pengharapan yang baik, usaha bersama, dan juga peluang kesempurnaan.

Coba lihat kedua contoh di bawah ini.

“Ayah, si Tono jatuh!! Dia meringis kesakitan. Dia....bergelimang luka”

“Inalillah! Ayo cepet kita obati...”

Makanya, Opick sampe bela belain kasih obat ati iku limo perkorone. Ya gara gara masalah masalah ini.

dengan

“Ayah, si Tono sudah bangun. Dia tersenyum. Dia...bergelimang syukur.”

“Alhamdulillah...si Tono sudah nggak koma lagi. Ayo cepat kita mengadakan acara syukuran.”

See?? Now, got it?? Kalau aku sih yes.

Gue percaya Miss Mawar bukan tanpa sebab. Dari facebook sebagai permulaan, dengan disadari tujuan mulia untuk bisa membangun cinta demi bangunan rumah tangga yang kokoh di jalan Alloh, pada akhirnya mereka bisa menjadi teman hidup. Makanya, bagi para cewek jangan mau termakan buaian neraka berangin syurga dari para lintah darat.

“Mey, si cewek mau cari pacar apa utangan? Apa urusannya bawa bawa lintah darat?”

Oh, maksut gue adalah bagi para cewek jangan mau termakan buaian neraka berangin syurga dari para buaya darat.

“Kamu mau nggak jadi facar akuh?” Oh come on, gaessss!

Sekarang udah jamannya kayak begini.

“Would you marry me, honey?”

Atau

“Maukah kau menjadi Ibu dari anak anakku, calon Ummi?”

Atau yang paling anti-maintream dan tepat sasaran adalah

“Nikah, yuk! A-K-U , K-A-U, dan K-U-A. Perpaduan yang serasi bukan? Kamu, iya..kamu!" Lalu keluar Dodit Mulyanto dari balik panggung megang biola yang lebih keliatan kayak ukulele nyanyi lagunya Marry Me-Train. Gue pertama kali juga bingung. Nih kereta kok minta dinikahin. Dunia memang sudah tua. Tapi nggak papa, ini lagunya itu menggetarkan jiwa. Sumprit.



Promise me you'll always be
Happy by my side
I promise to sing to you
When all the music dies

And marry me
Today and everyday
Marry me
So sweeet abissss!!!
---

Miss Mawar akhirnya menikah dengan Kumbang. Ingat, facebook adalah permulaannya.

“Tapi, Miss ya jangan asal percaya aja gitu. Kita harus selidiki dulu. Kita lihat biodatanya, kita lihat semua komen komenannya, lalu kita liat dia ngepost foto apa aja, terus berapa like yang dia lakukan dalam sehari.”

Ebuseeet, emang bener kata Alitt. Cewek itu spy ability nya lebih canggih dibandingkan Intel Amerika sekalipun. Gue jadi inget saat dulu gue punya facar. Saking tingginya spy ability gue, gue selalu menyelidiki aktivitas apa saja yang dilakukan facar gue di facebook atau pun di HP. Tapi, ternyata facar gue lebih pinter dari gue. IPKnya lebih tinggi dari gue. Cara berpikirnya pun lebih maju daripada gue. Jadi, dia hafus dulu biar waktu gue selidiki, TKP udah aman. Gue bangga sama dia karena memang seharusnyalah cowok itu lebih pintar dari pasangannya. *showerandiairterjunNiagara

Miss Mawar sempat bertemu dua kali saat itu. Mereka ingin menjajakan diri masing masing terlebih dahulu.

“Oh Mey. Pelis...Mereka mau kenalan apa mau jualan?”

Maap, gaess. Ulangi.

Miss Mawar sempat bertemu dua kali saat itu. Mereka ingin menjajaki diri masing masing terlebih dahulu. Begitu mereka sampai di ujung pertemuan yang kedua kali, HP mereka tiba tiba bergetar.

“SELAMAT!! Anda masuk dalam kualifikasi. Anda bisa melanjutkan ke tahap berikutnya!”

Pertemuan ketiga adalah pertemuan sebelum akhirnya mereka menautkan hati masing masing dengan janji sampai mati. Tanpa banyak mengumbar kata “yang, udah makan belum?”, “Yang, aku kangen kamu, mumumu.”, atau pun “Yang, bangun yaaaang...tadi malem kamu mimpiin aku khan? Pelissssss...”, dengan sekali jabat tangan, disaksikan keluarga besar berikut malaikat Raqib dan Atid dan alunan lagu dari alam semesta, Kumbang berkata :

''Aku terima nikahnya Mawar binti Pinus dengan Mas Kawinnya seperangkat alat sholat dibayar TUNAI''

Dengan mengucapkan kalimat sakti mandraguna itu, maka si Kumbang sepenuhnya berjanji :

''Maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yg berhubungan dgn si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yg menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku''.

Kumandang bait indah nan mempesona yang terdiri dari tiga huruf mandraguna menggelegar ke seluruh penjuru sisi mata angin.

“SAH.”

“Muhrim”

“Bangun CINTA.”

Gue hampir tepuk tangan sambil berdiri kayak juri Indonesian Idol  saat dengan mimik yang berseri seri miss Mawar menceritakan akhir dari kisahnya. Kalau dilihat secara sekilas, kisah cinta ini begitu simple namun elegan. 

Fasenya adalah : kenalan di facebook --> ketemuan untuk membahas tentang kemungkinan memiliki visi, misi, dan pandangan yang sama --> melamar --> ijab qobul --> happy ever after.

Eits, itu kedengarannya. Tapi lu belum tahu kisah seluruhnya tentang bagaimana Miss Mawar menetapkan pilihan if yeahhhh he is my Mr. Right khan? Lalu, persiapan apa saja yang dia lakukan? Lalu, panduan berkenalan di facebook yang sesuai dengan EYD, juga panduan mengobrol dengan kualitas HD saat berjumpa demi menyelaraskan misi?? Oh come on, gaesss!! Marriage is not that simple. Life is not that simple.

“Ehh, Miss. Tapi ya...love is simple. Love is not all about words. Because love is a verb. Love may fade away, but love altogether with commitment will still stay.” Pelajaran hidup nomor 98.

to be continued, gaesss....



7 comments:

  1. ENTAH KENAPA GUE SEDIH NGEBACA KUTIPAN TERAKHIR, MEY. iya sedih..., nggak paham artinya :|

    oia, gue mau nikah bulan depan. ucapin selamat dong mey :3 *apaan sih?!PLAKK!

    ReplyDelete
  2. Kenalan di facebook ya. Bisa jadi siklusnya kayak gini. Klik, ketemuan, Jadian. Hahahahah

    ReplyDelete
  3. Wah mbak mey udah ngomongin jodoh nih, setelah fase galau skripsi terlewati, galau kerja terlewati, sekarang udah masuk ke galau jodoh ya? Wahaha kalo aku mah baru masuk galau kerja. :3

    Kalo nyari jodoh di facebook mah banyak, cuma kasus yang banyak beredar di media ini biasanya korbannya tuh para ABG labil, kalo udah mateng mah pasti udah pinter2 mengfilter mana yang bisa dijadiin jodoh dan mana yang enggak. #halah

    ReplyDelete
  4. Nyari jodoh itu kayaknya susah-susah gampang ya..
    ah, entah lah.. saya belum fasenya. hee

    Yang pasti saya suka kutipan terakhirnya, "cinta itu bisa pudar. tapi cinta dengan kominten itu akan bertahan"
    semoga bisa menemukan orang yg tepat utk diajak berkomitmen

    ReplyDelete
  5. wah serius, mau taaruf lewat FB...............

    dahyat miss mawar.

    Gue jadi keinget mey, beberapa hari yang lalu gue disuruh kirim CV ke salah seorang teman. Iya cewek tentang nikah, Namun sayang aku belum yakin.

    Sebab selama ini gue selalu ditinggalin.

    dan yang mau gue kirim CV dia hafid beberapa surat panjang macam ar rohman, gue galaunya. ama orang biasa aja ditinggalin, masak ama gadis sholehah,

    akhirx gue gagal kirim CV

    ReplyDelete
  6. Walaupun aku cowok, nggak tau kenapa kayaknya dari gabung di Facebook tahun 2009 nggak pernah nanya "boleh kenalan nggak" sih hahahah

    apa coba berapa like dalam sehari. ciri ciri stalker sejati itu namanya.

    tapi bener banget sih kata katanya tadi. conta itu dibangun bukan jatuh.

    ReplyDelete