NGOPI MARATHON DI ATAS AWAN, PONDOK PANORAMA RESTO DAN MANN KOPI


Ngomong ngomong tentang 5 bahasa cinta, salah satu kesamaan dari bahasa cinta yang kami miliki adalah quality time. Kami senang sekali traveling, atau pergi keluar sekedar untuk ngopi atau keliling desa dan kota naik motor. Ingat banget dulu waktu kami berdua masih tinggal di Jakarta, hampir setiap malam kami jalan untuk beli es buah di pinggir jalan Cibubur tepat di depan Plasa Cibubur nyebrang jalan, atau bahkan jalan kaki menuju ke Plasa Cibubur untuk belanja di Superindo sekalian beli makan, atau naik motor keliling Cibubur sambil mampir beli pisang goreng atau pempek kapal selam. Kalau habis gajian, bisalah naik level dikit makan di cafe namanya Kopi Gayo atau kesukaan kami, Fat Bubble, Cibubur.

Sesama pasangan ambivert cenderung ektrovert kami memang suka datang ke tempat baru, bertemu orang orang dan bersosialisasi. Hahaha...Sama halnya saat kami tinggal di desa, di Semarang. Hampir tiap hari pula kami keluar rumah, baik bertiga bersama Julio ataupun berdua saja biar kayak orang pacaran. Kegiatan yang paling gemar kami lakukan adalah nyobain kopi di tempat baru. Sama seperti beberapa waktu lalu, setelah resepsi ke tempat sahabat yang kala itu juga berbarengan dengan hari ulang tahunku, Pace ngajak ngopi di pucuk gunung Sidomukti sana. Nggak tanggung tanggung, kami maraton ngopi di dua tempat, yaitu di Pondok Panorama Resto yang dekat sekali dengan Pondok Kopi Umbul Sidomukti dan pulangnya kami mampir lagi ke Mann Cafe, udah kayak judul film India jaman dulu. 

FYI, dilansir dari sabakota.id, Ungaran sebagai Ibukota Kabupaten Semarang sudah sejak 2007 memiliki wahana One Stop Vacations yang bertema "The Unforgatable Adventure Place” yaitu Objek Wisata Umbul Sidomukti.

Lokasinya berada di kaki Gunung Ungaran pada ketinggian  sekitar 1.700 MDPL berada pada area tepi lembah yang curam serta jurang. Inilah keunggulan objek wisata ini, view punggung gunung kerap menjadi latar foto yang tiada tandingannya. Pemandangan  alam yang indah ini menjadikan Umbul menjadi favorit para wisatawan. Selain wisata Umbul Sidomukti berupa kolam renang alam di puncak bukit, ada beberapa destinasi lain yang wajib banget dicoba, yaitu berbagai cafe dan penginapan.

Baca ngopi episode lainnya di :

Kopi Areng Panas nan Joss Gandos Khas Jogjakarta!

Hillside Cafe, Kedai Kopi Asik di Lereng Kelir

Rummi Kopi Lan Tresna - Kampoeng Banyumili, Sensasi Ngopi diTengah Taman


KEINDAHAN PONDOK PANORAMA RESTO


Sebenarnya tujuan kami kala itu adalah menikmati pemandangan sambil ngopi di puncak tertinggi di kawasan Umbul Sido Mukti, yaitu Pondok Kopi Umbul Sidomukti. Hampir sampai sana, kok kayaknya para ABG sudah banyak tuh yang menyambangi Pondok Kopi yang terlihat nangkring di ketinggian. Akhirnya, kami berdua memutuskan untuk berhenti saja di resto tepat di bawah cafe fenomenal itu, yaitu Pondok Panorama Resto.

Begitu kami masuk, ternyata di dalamnya ada area makan outdoor dengan suguhan pemandangan indah di depan mata. Kami bisa menikmati makan di tengah taman, romance kali. Tempatnya pun cenderung luas karena kita bisa memilih makan di area taman, atau di kursi tinggi menghadap langsung ke pemandangan semacam di bar gitu atau di semi indoor tanpa dinding tinggi. FYI, memang Pondok Panorama ini menyuguhkan berbagai fasilitas, teman teman. Bahkan kita juga bisa menginap di sini.

Yup, fasilitas yang bisa kita nikmati di sini adalah villa pondok Panorama, Panorama Fresh Milk Resto, ruang meeting dan gathering, plus mushola. Mantap yaaa...

Begitu masuk, kami langsung memilih makan di area taman di sayap kanan. Iyes, jadi tamannya ada sayap kanan dan kiri gitu dengan bentuk kursi dan meja yang berbeda. Naik sedikit ke tangga, kita juga bisa duduk duduk di kursi tinggi dengan meja bar yang menghadap langsung ke pemandangan pegunungan. Kalau kata anak 2000an mah, ini tempat pas banget buat healing.

Area outdoor di sayap kiri, tepat di bawah hotel/penginapan

Area outdoor di sayap kanan, tepat di bawah resto yang semi outdoor

Setelah memesan makanan, aku menyempatkan diri untuk jalan jalan ke bawah, menyeberangi sebuah lapangan upacara dengan bendera Merah Putih masih gagah berkibar di ujung tiang. Terus menyeberang lapangan sampai ujung tebing. Di sana, aku bisa melihat pemandangan pegunungan yang diselimuti pohon pohon. So calming. Melirik sedikit ke kanan, aku juga bisa melihat area serupa mini zoo dengan beberapa wahana outbond, beberapa hewan dan kebun. Puas melihat sekitar dan olahraga kaki sejenak, aku memutuskan untuk naik ke atas.

Pemandangan menakjubkan dari ujung lapangan upacara di depan area outdoor. Bagus lagi kalau nggak berkabut ya, gengs.

Karena dirasa minum susu hangat sambil ngeliatin pemandangan dan ngomongin masa depan itu lebih syahdu, kami memilih tempat makan di area bar. Yah, sayangnya baru juga mau ngomongin masa depan, hujan malah datang. 

Akhirnya, kami memutuskan untuk pindah ke area semi indoor. Nah, di sini, akhirnya kami memesan makanan dan lanjut nyusu. 

Makan siang sambil lihat hujan dari ketinggian!

Enak banget sup iganya! Kami yang sama sama penyuka sup iga, setuju banget kalau sup iga ini menduduki peringkat sup iga paling enak nomor 2 setelah sup iga langganan kami di area Kuliner Pasar Lanang, Ambarawa. Apalagi hujan hujan begini. Selain makanan yang kami pesan, ada juga beberapa makanan utama dan selaras dengan namanya, kita bisa memesan produk susu seperti es krim di sini. Berikut menu dan harganya, teman teman.


Nah, untuk lokasi dan jam operasional Pondok Panorama Sidomukti ini adalah :

Manggung, Jimbaran, Bandungan, Semarang, Central Java 50661, Indonesia. 

Teman teman bisa mengunjungi tempat ini mulai pukul 08.00 sampai 21.00 setiap harinya. Dijamin akan takjub dengan segala pemandangan yang disuguhkan, dengan udara dingin sepoi sepoi. Enak lagi kalau bisa nginep ya, man teman. Sekalian honeymoon. Hehehehe...


Selagi menunggu hujan, akhirnya kami berbincang panjang kali lebar. Akhirnya, hujan mulai reda. Karena kami masih harus mengarungi perjalanan cukup jauh, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang. Eh, baru juga keluar dari wisata Umbul Sidomukti, hujan mulai datang lagi. Akhirnya, kami memutuskan untuk berbelok ke sebuah cafe unik di kanan jalan bernama Mann Kopi. 

MANN KOPI, CAFE VINTAGE YANG MENGHANGATKAN



Dari luar, cafe ini terlihat warm dengan sebagian besar bangunannya berupa kayu dua tingkat. Dan begitu masuk, vibenya beda banget dengan Pondok Panorama. Menurut aku, Pondok Panorama itu kayak magnificent dengan pemandangan yang MasyaAllah indah, tempatnya super duper natural, kalau Mann Kopi ini begitu kami masuk, vibenya sangat klasik dan vintage dengan berbagai ornamen kayu dan sofa sofa berwarna pastel. Feel so warm dengan nuansa warna dominan coklat dan biru. 

Penampakan dalamnya

Kami langsung memesan dan membayar, lalu menuju ke lantai atas. Dan lantai atas ternyata lebih spektakuler! Areanya juga semi indoor tanpa dinding tingga, dimana di bagian kanan itu benar benar terbuka lengkap dengan beberapa tempat duduk yang langsung menghadap ke pemandangan. Mana suasana lagi hujan, ngopi sambil ayunan di tepi tebing gini gimana nggak syahdu?? Sayangnya, semua tempat duduk yang menghadap ke pemandangan sudah dipakai semua, jadi kami harus cukup puas duduk di tepi yang lain. Tapi hawa syahdunya masih tetap nempel kok!

Lantai atas yang langsung menghadap ke pemandangan luarrr biasa. Bagus lagi kalau nggak ada kabuuut.

Nah, kalau tadi aku pesan susu, kini saatnya ngopi. Rate harga kopi di sini adalah 22k sampai 26k/cangkir. Honestly, karena ini kejadian sudah lama, aku kurang inget sih rasa kopinya kayak apa. Tapi bagikupun, kopi dimana mana rasanya tetap sama. Walau hampir tiap hari minum kopi, tapi susah bedainnya. Hahaha..

Drinking coffee with a view

Selain kopi, kita juga bisa pesan berbagai teman ngopi, serupa singkong goreng, kentang goreng, sosis, pisang dan lain sebagainya. Tapi, lebih dari hidangan yang ada, aku jatuh cinta dengan tempatnya sih. Andai punya rumah model kayak gitu dengan lantai atas terbuka gitu, bisa banget tiap hari produktif nulis sambil ngopi. Atau sekedar ngobrol bersama suami dan anak tentang ide ide atau rencana masa depan. Suka bangettt sama vibenya!

Ngobrol asik sambil ngopi!

Wah, kayaknya bakalan bagus lagi kalau kami ke sini di malam hari karena kami bisa melihat kerlipan lampu kota Ambarawa dari atas bukit!

Lalu, dimanakah letak Mann Kopi ini?

Blanten Lor, Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50661. Cafe ini buka Selasa-Minggu mulai pukul 10.00 sampai 21.00 saja. 

Ngopi ronde kedua akhirnya kami katamkan karena hujan sudah mulai reda. Kami akhirnya harus pamit dan say goodbye dengan cafe minimalis nan vintage ini. Ada juga area lain di lantai bawah, di bagian belakang yang difungsikan sebagai mushola terbuka. Keren ya...Jangan lupa sholat walau lagi ngopi, teman teman..

Mushola di belakang cafe

Lalu, kemana lagi kami berdua nak ngopi? 



Tidak ada komentar

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)