Kunjungan Singkat Kuala Lumpur Galery City, Malaysia


Begitu keluar dari taksi, yang paling menarik perhatian saya adalah tulisan I Love KL berwarna merah bata. Melayangkan pandang sampai 360 derajat, saya makin terpesona dengan bangunan berinterior klasik yang seakan mengitari spot ini.

Bangunan berjendela banyak  dengan banyak pilar berdinding putih gading ini dipadukan dengan ekspos bata merah. Kubah yang ada di atap gedung juga menjadi penanda kuatnya pengaruh India. Well, Gedung rancangan AC Norman dan J Russel yang didirikan pada 1898 ini terinspirasi gaya arsitektur Mughal dari India. Arsitektur Mughal muncul dari penggabungan antara elemen arsitektur regional India dengan Persia dan Asia Barat. Tak hanya itu, bangunan milenial seakan bermunculan tepat di belakang bangunan kolonial ini, menambah eksotisme Galery City yang menjadi perpaduan bangunan jaman old dan jaman now.

Yeayyy, We are in Galery City, Dataran Merdeka - Malaysia!!





----

Baca juga "Mengagumi Pesona Twin Tower di Malam Hari, KLCC - Malaysia"
Setelah puas mengelilingi taman berair mancur di Mall Suria, KLCC, keesokan harinya setelah Lita selesai dengan urusannya, kita akhirnya bisa menuju ke destinasi wisata kedua yang ada di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur dengan taksi. Well, karena kami sangat awam soal Kuala Lumpur dan sangat malas untuk mencari tahu transportasi alternatif apa yang bisa digunakan untuk menuju ke sana, kami selalu kemana mana dengan menggunakan taksi. Tarifnya lebih mahal sedikit dengan tarif taksi di Jakarta, tergantung dengan jenis taksi yang kita pakai. 

Sebenarnya kami ingin mengunjungi China Town terlebih dahulu karena sopir taksi sebelumnya bilang kalau China Town itu pusat baju dan oleh oleh murah. Tapi, kita harus pandai menawar. Satu pesan penting yang disampaikan oleh sopir taksi adalah jangan pernah memegang barang barang jualan kalau kita tidak berniat membelinya. Kalau kita udah pegang itu barang tapi kita nggak jadi beli, bisa celaka duabelas! Pembeli bisa marah. Begitu sampai di China Town kami naik taksi berkeliling terlebih dahulu untuk menentukan mau turun dimana.

Related image
salah satu sudut China Town
Tapi, setelah dipikir pikir toh kami juga nggak berniat beli apa apa. Saya sendiri juga bukan orang yang suka shopping. Jujur, saya tidak suka membeli oleh oleh dan tidak pernah minta oleh oleh. Kenapa? Karena saya tahu oleh oleh itu sangat merepotkan, kawan. Bayangkan kalau misal kalian ke luar negeri untuk jalan jalan dengan modal jalan yang seadanya. Lalu, teman kerja kalian minta oleh oleh, eh masih ada teman kerja yang dulu, eh masih temen kost, temen ngopi, temen nulis juga, temannya pacar kalian. Bisa jadi pengeluaran terbanyak kalian habiskan hanya untuk membeli oleh oleh. Walau pun pada akhirnya saya membeli oleh oleh di sebuah mall tapi bagi saya oleh oleh itu teramat tidak wajib kok. 

Fiuh, akhirnya kami membatalkan niat untuk turun ke China Town. Kami lalu melanjutkan perjalanan menuju ke Galery City yang lumayan dekat dengan China Town. And for me, it was much better!!

Yang membuat saya terkagum kagum dengan galery city adalah bangunan klasik nan besar yang berderet deret di sepanjang jalan yang kemudian disusul oleh bangunan modern berkaca kaca di belakangnya. Warna putih gading dan bata merah plus jendela jendela besar dan kubah di atapnya menambah eksotisme dan keeleganan bangunan ini. 

Para kubah yang memberi kesan megah berlatarbelakang bangunan bangunan milenial. Keyen!!
Image result for city gallery malaysia
Spot iconic di tempat ini. Siapa yang mau foto di situ?




Well, bangunan ini sarat akan sejarah Malaysia. Di area ini terdapat museum yang mengisahkan tentang Malaysia tempo dulu sampai sekarang, Bangunan Sultan Abdul Samad yang sekarang menjadi Kementerian Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Gedung Museum Tekstil Malaysia, dan gedung gedung klasik nan cantik lainnya. Di sini juga terdapat Lapangan Merdeka yang biasa menjadi tempat upacara Kemerdekaan Malaysia. 

Nah, kalau Malaysia punya KL City Galery, Indonesia punya Kota Tua, teman. Fungsi gedung dan keklasikannya hampir menyerupai. 

Baca juga "Menikmati Masa Muda di Kota Tua, Jeckardah!"
Sayangnya, kami bertiga tidak punya waktu untuk bisa masuk ke dalam museum utama yaitu KL Galery City. Tapi, kalau kalian ke sana pastikan untuk masuk ke dalamnya ya..

Di dalam museum kalian aka menyaksikan foto-foto Kuala Lumpur saat masih dalam jajahan Inggris, serta beberapa peristiwa penting yang pernah terjadi di kota ini. Misalnya, peristiwa musibah banjir yang pernah melanda Kuala Lumpur tahun 1970-an.

Di lantai 2, kalian akan melihat maket besar Kota Kuala Lumpur. Selama sekitar 2 menit, bangunan-bangunan mini di maket tersebut menyala kerlap-kerlip. Di sebuah layar besar, muncul video presentasi dari seorang pemandu yang menjelaskan tentang wisata di Kuala Lumpur. Keren!


Selain itu, kalian juga bisa menuju ruangan tempat pembuatan suvenir, berupa miniatur bangunan-bangunan ikonik di Kuala Lumpur. Suvenir itu terbuat dari kayu yang bahannya diimpor dari luar Malaysia.

I'll be back, InshaAllah...

Bagi kalian yang suka sekali berpose di tempat tempat unik, jangan sampai ketinggalan untuk mengambil foto di sini ya. Banyak sekali spot spot atraktif dan instagrammable yang bisa kalian gunakan untuk berbagi momen di instagram atau pun facebook. Serupa ini :)

Jalannya super bersih dan bangunannya keren !






Di depan Lapangan Merdeka dengan tiang bendera tertinggi di dunia, 97 meter! WOW!!
Karena pak sopir masih menunggu kami, kami harus bergegas untuk kembali ke Cheras. Namun, pengalaman singkat mengunjungi KL City Galery ini tetap sangat berkesan. 

Sama berkesannya dengan jalan jalan kami ke destinasi selanjutnya, BUKIT BINTANG!!

Tunggu cerita selanjutnya :)

References : 
https://klasika.kompas.id/kl-city-galeri-rangkum-kisah-kuala-lumpur/
https://travel.detik.com/destination/d-2158328/keliling-kuala-lumpur-mampir-dulu-ke-kl-city-gallery-lah

2 comments

  1. WADAW!
    Kak Mey jalan2 nya mah kece badai. Ke negara upin ipin. Hehe

    Jangan lupa ketemuan sama susanti ya. Dia udah lama maen sama upin ipin. wkwkwkw

    ReplyDelete
  2. Terimaksih informasinya soalnya liburan bulan Juni saya berencana mengunjungi Kuala Lumpur

    ReplyDelete

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)