Friday, 13 October 2017

Cara Jitu Mengajar "Speaking" di Kelas


Assalamualaikum wr wb, 

Semakin berkembangnya teknologi dan metode pengajaran yang baru, guru jaman now lebih mudah mengakses banyak resources baru nan fresh dan ide ide mengajar yang mungkin sebelumnya belum pernah terpikirkan, atau pernah terpikirkan tapi belum begitu menyadari kalau ternyata banyak sekali faedah yang bisa didapatkan.

Bekerja sebagai guru sekolah sekaligus guru les Bahasa Inggris, membuat saya semakin kaya akan ide ide mengajar, gaya mengajar plus cara menyikapi anak anak yang berbeda umur. 

Di sekolah, saya adalah guru Bahasa Inggris untuk anak anak SD kelas bawah yaitu kelas 1, 2, dan 3 dimana masing masing level mempunyai 5 kelas. Bila ditotal saya mengajar 15 kelas dengan jam terbang 30 jam per minggu. 

Di les Bahasa Inggris, saya adalah pengajar Bahasa Inggris untuk anak SD kelas atas, berkisar dari kelas 5 SD sampai SMA kelas 2. Dan dari pengalaman yang saya dapat dari masing masing kelas membuat saya sadar, beda umur beda cara pengajaran.

Nah, seperti kelas saya di sebuah les Bahasa Inggris ini. Anak anak di kelas ini berkisar dari kelas 5/6 SD sampai ada yang kelas 2 SMA. Kami menggolongkan anak anak ke kelas yang sesuai dengan skill Bahasa Inggris mereka, bukan umur atau level di sekolah mereka.

Dan dari sini saya akhirnya menemukan cara jitu mengajar 'speaking' di kelas yang menarik perhatian mereka sekaligus sangat efektif untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris mereka.


"Learning by doing"

Saya jelas sangat percaya dengan kalimat sakti ini, yang sangat pas untuk diterapkan di kelas saya. Cara terbaik untuk belajar bahasa Inggris adalah dengan menggunakannya dalam daily conversation.

Nah, salah satu cara untuk membiasakan mereka berbicara dalam Bahasa Inggris adalah SPEAKING SESSION!

Di kelas saya, saya membagi beberapa session seperti Grammar Session untuk sesi belajar Grammar, Listening Session, Game Session untuk belajar Bahasa Inggris dengan lebih menyenangkan,  dan salah satunya adalah Speaking session.

Apa saja yang bisa kita lakukan di Speaking Session?
  • Presentasi
  • Role Play
  • Interview
  • 1-minute Talk
  • Story Telling
Kali ini saya bersama dengan enam murid saya akan bercerita tentang....


Ide itu saya ambil dari buku pegangan kami. Nah, dari sebuah worksheet akhirnya bisa saya kembangkan menjadi sebuah project yang kemudian saya rekam, saya upload di youtube channel "Miss Meykke's Class" dan di IG khusus kegiatan mengajar saya di @missmeykke dan hasilnya bisa dilihat oleh orang tua masing masing murid.

Bayangkan betapa senangnya mereka melihat anaknya ngomongin hubungan antara astronout dan alien kok monyet, tapi dalam bahasa Inggris!

"Ok everybody. Now Miss Meykke wants you to make a story. It can be any genre. You choose; thriller, horror, romance, anything. Then you write your story and tell it. I'll record you like usual so that one day you can go back there and see you telling this story. It will turn into a good memory."

Nantinya mereka bisa kembali lagi ke channel atau post ini dan bisa mengingat kembali saat saat indah belajar bersama saya. Hehehehe...

Project ini membutuhkan 2 sesi/meeting ya, teachers. Satu sesi pertama untuk waktu membuat ceritanya plus grammar correction dan sesi berikutnya untuk menghafal dan giliran satu satu direkam. Karena saat merekam selalu ada saja saat saat gagal. Entah lupa, lidah keblinger, atau gugup.

Alhamdulillah, akhirnya mereka berenam bisa menceritakan cerita tentang alien monyet dan astronout.

Mereka tentukan genrenya sendiri,
lalu mengarang ceritanya dan menceritakan di depan kamera.

"You did it, students!"

And here are the results!!










Mereka mengusung cerita yang berbeda beda, bukan?? Nah, dari sini pun kreativitas mereka diuji lho, teachers. Mereka belajar banyak hal walau hanya dari 1 project ini, yaitu :
  • creativity of creating the story
  • building the ideas into paragraph and whole story
  • grammar 
  • speaking skill (intonation, pronunciation, etc)
  • confidence
See?? Menurut saya semuanya sudah bagus, ceritanya menarik dan berliku liku begitu menggambarkan kesungguhan mereka dalam mengerjakan projek. Hanya saja ada beberapa yang membacanya ibarat yang lain bacanya setara dengan kereta Sindoro, eh kereta mereka itu kayak Shinkansen di Jepang sana.

Tapi overall, mereka bagus khan, Teachers?

Kalau menurut kalian, siapa yang paling bagus?




No comments:

Post a Comment