Sunday, 27 August 2017

Mendadak Panen di Wisata Petik Apel - Batu, Malang!

"Dek, coba kau pose sok sok ketawa tapi candid begitu kayak yang lagi ngehits."
"Begini Mas?"
"Oke sip."
Hawa dingin tidak menghalangi niatan kami untuk turun dari mobil.  Lalu kami ke sebuah kebun. Tapi ini kebun bukan sembarang kebun. Begitu masuk,  di depan kami banyak jalan setapak yang mengular di sela sela rimbunan pohon apel dengan apel hijau yang menggelantung di segala sisi. 

"Wah, keren ini Mas."

Depan, belakang, sisi kanan dan kiri dijejali dengan banyak pohon berbatang rendah dengan banyak apel saling menggelayut di masing masing dahan. Hijau ranum berkilatan. Udara yang sejuk dan pemandangan yang indah di segala penjuru memberikan sensasi tersendiri untuk kami hari ini. Apalagi perkataan bapak penjaga kebun ini, 

"Di sini boleh petik apel sendiri lalu makan buah apel sepuasnya, Mas..." Bapak penjaga kebun jelas saja mampu membuat bibir suami saya mengembang. Kami lalu dibekali dengan plastik untuk tempat hasil panen. 

"PARTY TIMEEEEEEEE!!!!" 



Apalagi saat kami menemukan satu kebun lagi di sisi kiri kebun apel. Kebun yang seolah olah melemparkan kami sekonyong konyongnya ke Jepang. Eits, tapi ini Indonesia teman, bukan Jepang. Ijo royo royo, Gemah ripah loh jinawi. Lihat saja bunga bunga cantik bertabur warna pink dan putih yang menguncup beberapa dan mengembang di antaranya. 

"Let's freeze the moments of our youth, Mas"

"Iyo, dek. Alhamdulillah" Lalu dengan bantuan Kak Erna, kami bisa membekukan kebersaman di kebun bunga apel.



Tapi, siapakah Kak Erna tersebut??

Mari kita bahas bersama sama.

----- 


THE JOURNEY HAS BEGUN.....


Kamis, 6 Juli 2017

Dengan mengemban misi mengantar suami tinggal sementara di Surabaya demi masa depan yang lebih cerah, setelah tamat melakoni drama kabut maut kemarin di Dieng,


kami pamit Bapak Ibu untuk meneruskan petualangan kami ke Surabaya. Suami berangkat dua hari lebih cepat disusul saya. Dan begitu sampai di Surabaya, saya diajak silaturahmi dan menginap di sahabatnya yang memang sudah lama tidak bertemu. Namanya Elvis Presley. 

Mari kita dendangkan lagu "Can't Help Falling in Love". Tapi saya serius. Nama sahabat suami saya itu memang Elvis Presley. Kalau Elvis Presley yang kita kenal adalah "The King of Rock and Roll", kalau si masnya adalah "The King of Small Family" karena dia ternyata baru saja menikah dan akan segera punya dedek bayi imut.

Sarapan dulu kita.
"Terimakasih untuk Mas Elvis dan Mba Linda serta Bapak Ibu sudah mengijinkan kami menginap. See you again next time!!"


Dan keesokan harinya, kami segera menuju ke Mojokerto by train.

Ngopi dulu di stasiun sebelum naik kereta.

Untuk apa ke Mojokerto?? Untuk menuju rumah teman suami yang lain. Ini saya juga bingung perasaan teman suami ada di mana mana. Namanya kak Erna. Bahkan, kami juga dijemput oleh sepupu Kak Erna, bernama kak Eko. Tak hanya dijemput, kami juga diajak ke Puncak Mojokerto demi menyantap rawon special yang saya rasa cuman ada di Mojokerto saja. Rawon biasanya berkuah hitam pekat dengan irisan daging sapi keci kecil. Lah kalau ini gaes, nggak cuman daging saja tapi setulang tulangnya alias iga yang gedenya hampir melampaui mangkoknya. Bayangkan, betapa maknyus sekali hidup kami berdua. Sudah dijemput di stasiun, diajak jalan jalan mana ditraktir lagi.

Tornuwun nggih, Mas dan mbak...

Sampai di Mojokerto langsung makan rawon Daplang bersama Mas Eko dan teman temannya.
"Tornuwun Mas dan Mbak.."

Sesampainya di rumah Kak Erna, kami disambut hangat di sana dan diperbolehkan untuk menginap dua hari. Alhamdulillah



Nah, dan berkat Mama Kak Erna ini juga kami bisa menginjakkan kaki di Batu, Malang dan memetik apel sepuasnya!! Panjang khan ceritanya....

---

THE REAL JOURNEY

Indonesia dikenal dengan kekayaan alamnya sehingga tak heran jika negeri ini juga menyimpan sejuta tempat wisata yang indah. Tempat wisata petik apel Batu adalah salah satunya, teman. Kota Batu terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya 15 km sebelah barat Kota Malang.
Kota ini merupakan wilayah pegunungan yang mempunyai udara yang sejuk dengan suhu udara rata-rata 15 sampai 19 derajat celcius. Pemandangan alamnya yang indah merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik lokal, luar kota, maupun asing.
Nah, bersama dalam satu mobil, kami berangkat menuju ke Batu, Malang sekitar jam 2 siang di hari berikutnya. Memang, perjalanan Mojokerto-Malang hanya memakan waktu sekitar 1-2 jam saja. Serunya lagi adalah kami bisa menyusuri jalan berkelok kelok dengan tebing  di sisi kanan dan kiri, lalu bukit yang saling mencuat di kejauhan. Kami juga melintasi sebuah jembatan dengan air terjun tepat di samping kanan kami!! Begitu kami menengok ke kiri, lereng menganga dengan banyak pohon di antaranya. Syahdu banget pokoknya. Nggak heran banyak motor yang parkir sembarang di situ demi mengabadikan momen foto di depan air terjun cantik.

Uniknya lagi, kami sering mampir untuk sekedar menyapa teman teman kami di pinggir jalan.

Salah seorang teman sedang santay di pinggir jalan.
Kami melanjutkan perjalanan melintasi kebun kebun sayur dengan jalan yang masih berkelok kelok super curam. Bahkan, saya sampai pusing. Untunglah sebelum saya -muntah- mengeluarkan hal hal yang tidak diinginkan, kami sudah sampai di salah satu kebun apel yang apelnya sedang berbuah. Jelas kami bisa melihat dari pinggir jalan karena kebunnya berada di terasering yang lebih rendah dari jalan raya.

Ada dua kebun, satu kebun dengan apel hijau, dan yang lain adalah kebun dengan apel merah.

"Lebih manis yang hijau lho malahan, Bu. Yang merah itu ada asam asamnya"

Ah, bisa aja mbak yang jualan. Mentang mentang kebun apel hijau yang punya dia. Okelah Mbak, kami lalu masuk ke kebun apel hijau.

Cekring!!!!

Untuk masuk plus petik plus makan buah sepuasnya, kami hanya dibebani biaya sebesar 15ribu saja!!!! Nanti hasil panen kami juga hanya seharga 15ribu/kilo saja. Extremely cheap!

Penampakan para pohon apel.
Sebelum masuk, kami dibekali plastik untuk menyimpan buah apel hasil petikan. Dan tugas ini saya percayakan kepada suami karena sepertinya dia yang lebih fasih dalam hal pilih memilih. Tugas saya hanya memfotonya memetik buah apel. Oke sip.

Pilih apel aja serius bingit apalagi pilih yang lain ya.
Tanpa babibu, suami langsung sigap memilah milah apel dari pohonnya langsung lalu memetik beberapa di antaranya. Satu apel langsung dia makan, dan beberapa dia masukkan ke dalam plastik. 

"Nih, coba. Enak dek."

Keras. Satu hal yang paling saya ingat dari apel malang. Dia keras sekali sampai gigi saya susah gigitnya. Tapi, makan apel langsung dari pohonnya memang memberikan sensasi tersendiri, jauh lebih segar dan juicy.

Kami mulai menyebar. Kak Erna bersama Mama Kak Erna dan keponakannya, sedangkan saya jelas bersama siapa lagi kalau bukan suami saya. Haha. 

"Biar nggak masam, coba pilih yang kulitnya mengkilat Mas. Nih, seperti ini. Ini pasti manis." Ucap Pak penjaga kebunnya.

Nah, di sini kalian juga pasti akan dijelaskan mana buah yang sudah matang dan mana buah yang belum. Jadi, inshaAlloh nggak akan salah pilih.

Mama Kak Erna sibuk memilin dan memilih apel mana yang sekiranya manis. Dan cucunya sibuk berfoto di sela sela pohon apel. Sedangkan suami saya sibuk makan buah apel. Pak penjaga kebun sibuk memetik apel banyak banyak demi kilogram yang berat dan untung yang banyak. Kalau saya? jelas sibuk memfoto mereka.


Bersama keponakan, Mama Kak Erna, dan Kak Erna di sela sela 'panen'

Pak penjaga kebun yang sibuk milihin apel buat kami

"Nah, di sini kita bisa petik langsung makan. Saya sudah makan banyak :D"
Memang, tempat wisata paling terkenal di Kota Batu dan paling banyak diminati adalah tempat wisata petik apel Batu. Buah apel bahkan sudah menjadi ikon di Kota Wisata Buah Apel ini. Rasanya tidak lengkap jika berkunjung ke Malang atau Kota Batu tanpa melakukan wisata petik apel. Perkebunan apel di Kota Batu dikelilingi oleh pegunungan sehingga menyajikan pemandangan alam yang asri serta udara yang sejuk. 


Apel apel ranum yang siap dipetik membuat kami berdua riang gembira!
Puas memetik apel, kami move on ke sebuah kebun yang pohon pohonnnya masih berbunga. Indah sekali!

Saya jadi berasa sedang berada di Jepang, bersamaan dengan para bunga sakura walau pun sekali pun juga belum pernah lihat bunga Sakura. Tapi bunga apel memang indah banget, gaes. Mereka bergerombol di masing masing dahan dan menjalar di sekujur pohonnya, memberikan sentuhan warna pink-putih di sela sela hijau daun. Indaaaaahh!!



Well, this place is so instagramable! Tak ingin rugi, kami mendadak jadi model dengan fotografer andalan, Mas Alfrets.


Flowery hearts in a flower garden. Alhamdulillah

Apel sudah di tangan, saatnya pulaaaaang!!
Selesai berfoto dan memetik buah, kami memutuskan untuk segera kembali ke mobil. Sebelumnya, kami harus menimbang hasil petikan kami. Well, apel milik kami yang paling berat, teman. 4 kilogram!! Tapi kami hanya perlu merogoh kocek sedalam 6oribu saja. Yuhuuuuu!!!!

WHAT DID WE GET FROM THIS JOURNEY?

Sore itu kami pulang lagi ke Mojokerto, rumah kak Erna dengan suka cita. Kami juga sempat mampir di sebuah kedai makan nasi jagung yang endesss banget. Pengalaman memetik buah apel ini adalah pengalaman pertama untuk kami berdua.

Dan perjalanan kali ini membawa pelajaran hidup nomor 78 
"Berusaha untuk berbuat baiklah pada sesama, maka kebaikan akan selalu datang menghampirimu."

Betapa orang orang baik di sekeliling kita itu nyata adanya. Dan pengalaman yang paling berharga dari jalan jalan kali ini adalah bisa bertemu dan bertukar cerita serta berbagi moment bersama mereka yang lalu saya coba abadikan di sini dan saya ceritakan kembali kepada para pelita hati esok hari.

----------

"Nduk, Nang. Dulu bapak sama ibu itu suka jalan jalan. Nih lihat, Ibu sama Bapak pernah jalan jalan ke Surabaya dan Malang."

"Kok bisa Bu?"

"Iya berkat orang orang baik macam Om Elvis dan Tante Erna ini. Makanya, banyak banyak lah berbuat baik. Alloh pun menyuruh kita untuk berlomba lombalah dalam kebaikan. Niscaya kita juga akan dikelilingi oleh orang orang baik juga, InshaAllah..."

"Super sekali Ibuku ini."

"Iya, diajari sama Bapakmu."

Saya sudah tidak sabar melakukan percakapan jenis ini. :D


---------

Bagaimana man teman??? Seru khan?

Nah, kalau kalian sedang mengunjungi kota Malang, harus banget nih mampir ke Wisata Petik Apel Malang dan nikmati sensasi menjadi petani apel dadakan.

Makasih pak sudah bantu pilih pilih apel malang nan manis. Semoga sehat selalu :)


Salam jalan jalan,







Preference :
http://www.naturalsunrisetour.com/kusuma-agrowisata-wisata-petik-apel-di-kota-batu















8 comments:

  1. Lucu juga dialog awal yang caption foto. Ngakak dulu beberapa menit, baru lanjut baca. Cerita mbak Meykke selalu menghibur dengan guyonan ala ibu-ibu yang mencoba muda. Hehehe. Tapi, emang masih muda kok. Kalo disuruh milih sih, emag bingun, untuk pilih apel hijau atau merah. Tapi, kalo cuma bayar segitu bisa gratis, mendingan makannya di puas2in aja disitu. Nginep dua hari, baru pulang bawa panennya~

    ReplyDelete
  2. Apaaa??? Makan apel sepuasnya cuma dihargai 15rb?? Haha murahnya
    Udh gt sekilo nya jg murah, hehe kalau buat oleh2 bs dpt banyak nih...

    btw ini jalan2 lagi toh,
    habis jalan2 ke dieng trus ke malang.. asik ni mainnya jauh2 :D
    Oke siap, kalau ada kesempatan ke malang, sebisa mungkin mampir ke Wisata Petik Apel Malang, hehe mau makan apel sepuasnya

    ReplyDelete
  3. Duh... Yang bikin ngirinya bukan cuma petik apel langsung gitu kak Mey. Tapi.... BIsa bareng suami itu lho.... :D

    Kan ini bikin nyesek kalo yg baca masih jomlo. :D

    Emang keras banget ya kak Mey. Kok sampe gigi susah gigitnya. Itu apel atau apaan.

    Setuju banget sama pelajaran hidup no.78 dari kak Mey. Terbukti suami kak Mey keknya orang yg ramah dan baik banget. Soalnya, ke mana-mana ada temen..

    Salam kenal dari Pangeran Wortel, buat suami kak Mey.

    ReplyDelete
  4. Wiiii kalo traveling memang enaknya kayak gitu bisa ketemu dengan banyak orang yang baik-baik.

    Berntung banget bisa metik apel sendiri cuma 15 rebuan,
    Menang banyak banget itu ya sampe berkantong-kantong gitu ngambilnya wk.

    Sepanjang tempat wisata yang pernah aku kungjungi sih paling metiknya buah stroberi,
    kalo buah apel baru denger yang ini doang.
    Malang emang cocok banget buat panen buah, suhunya bagus untuk kelangsungan hidup buah :)

    ReplyDelete
  5. Waktu di China dulu aku juga pernah dibawa study tour ke kebun semangka sama kampus. Pas pertama kali denger bahwa kita mau diajak ke kebun semangka, aku langsung nyir-nyir gitu, ga ada tempat yang lebih berkelas apa untuk study tour? Tapi ternyata aku salah. Waktu itu aku belajar banyak banget pengetahuan baru tentang dunia persemangkaan, dan selain boleh makan sepuasnya, kita juga boleh metik satu buah semangka pilihan kita untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Asikkkk.

    ReplyDelete
  6. Wah kayaknya sama temen-temen sma bakalan seru ke sini, tapi jauhhhh banget. Masa dari Bandung - Batu cuman buat panen apel aja, hmm sosad. Tapi enaknya ya murah, 15rb/kg. Satu orang bisa abisin berapa apel tuh haha xD

    Wah cocok banget, saya suka buah-buahan yang agak keras kalau digigit. Selain jambu batu, mungkin nanti coba kasih usul ke orang tua buat beli buah apel malang. Enaknya bakalan 2 kali lipat kan, enak karena gratis sama enak karena manis apel wkwkwk

    ReplyDelete
  7. Dulu pernah ke batu ke wisata petik apelnya, tapi itu pas masih kecil dulu, memang udara disana sejuk, pemandangannya juga bagus2, tapi rute jalan kesana yang bikin mual hahaha.

    Btw, enak ya kalo punya banyak temen dimana-mana, mau kemana-mana juga gampang, apalagi kalo temen-temennya baik hati, dapet rekomen tempat2 bagus disana, gausah sewa penginapan dll.

    ReplyDelete
  8. Ah.. Senengnya bisa wisata ke kebun apel..
    Saya pas di malang kemaren ngak sempet buat ke kebun apel.. Padahal pengen banget..
    Suaminya kak meyke temannya banyak ya.. Ada dimana-mana..
    Baik2 pula temennya..

    ReplyDelete