Sunday, 23 July 2017

TIGA KULIAH DASAR DARI SUAMI

Assalamualaikum wr wb, para istri dan suami....

Banyak penulis mengatakan kalau salah satu manfaat menulis adalah sebagai terapi, entah terapi untuk melampiaskan kemarahan, depresi, kesedihan sampai kebahagiaan yang membara. Kali ini tulisan ini saya buat untuk melampiaskan kerinduan saya yang meluap luap bak lumpur Lapindo..

Berhubung saya rindu suami saya yang baru saja berpisah dua minggu yang lalu yang artinya masih ada 10 minggu lagi waktu yang tersisa untuk menikmati kesendirian ini, kali ini saya akan menulis tentangnya. Sejak menikah, begitu banyak hal yang telah saya pelajari dari hidup suami dan bagaimana suami mengatasi lika liku hidupnya. Dan kini saya telah merangkum 3 hal paling penting yang ditanamkan suami saya.


1. SEMOGA KITA TERMASUK GOLONGAN ORANG YANG PANDAI BERSYUKUR

Quote yang paling paling paling merasuk dalam sanubari saya yang diucapkan oleh suami saya dari sejak kita belum menikah.

"Selalu bersyukur...."

"Jangan mengeluh...."

"Syukuri semua nikmat yang ada..."

Suami selalu menanamkan rasa syukur dalam keadaan apapun. And he realizes whats the meaning of gratitude through his own life. Itu adalah yang paling saya salut dari suami saya. Apapun keadaannya, akan selalu ada sesuatu yang bisa kita syukuri. Bahkan, rongga yang selalu mengembang dan mengempis, jantung yang terus berdetak dan darah yang terus mengaliri para pembuluh kapiler, adalah sesuatu yang wajib kita syukuri.

Banyak hal memang yang bisa kita keluhkan, tentang gajikah, tentang keadaan tubuhkah, tentang tempat tinggalkah, tentang macam macam. Rasa rasanya begitu banyak hal yang minus dari hidup kita. Dan dari suami saya, saya benar benar belajar arti bersyukur. Syukuri tiap tiap proses yang kita jalani bersama, termasuk proses untuk hidup sejauh 763 km satu sama lain, lintas provinsi.

Hitunglah tiap tiap kenikmatan yang diberikan Allah pada kita. Dan sungguh, Alloh Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


2. SABAR YA

"Sabar ya.."

"Selalu sabar dan berdoa..."

Oh tentu saya bukan golongan orang yang sabar. Saya orang yang cenderung grusa grusu dalam mengambil keputusan, selalu ingin cepat dan sama sekali tidak suka menunggu. Lalu, Alloh mengirimkan suami saya untuk bisa mengajarkan saya tentang apa arti dari sebuah "SABAR". Mudah dikatakan, maha susah untuk diamalkan.

Nah, suami saya lah yang selalu mengajarkan saya untuk bersabar. Sabar untuk hidup apa adanya, sabar untuk hidup berjauhan, sabar dalam menghadapi apapun yang terjadi dalam hidup ini,sabar menghadapi sebuah proses rumah tangga yang jelas tidak semudah membalikkan telapak tangan sendiri karena kalau telapak tangan gajah cenderung susah.

Jadi, kalau saya disuruh mikir satu kata ajaib yang sering diucapkan suami adalah sabar. Bahkan, semisal saat kita telponan lalu dia mau pake headset, dia bilang "Sabar ya, pake headset dulu". Atau saat saya pingin buru buru pulang waktu dulu kita masih seatap,dia bilang "Sabar ya...".Atau saat kita melakukan kegiatan bersama dan dia akan interrup, "Sabar dulu ya.."

Sekarang, saat saya bilang

"Mas, aku kangen e..."

"Iya,sabar ya..."

Sabar.


Iman terbagi dua separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur.(HR.Al-Baikaqi) 
Maka, saya harus belajar untuk bersabar.

3. SEMANGAT YA

Ini dia kata ajaib bin sakti yang kerap dilontarkan suami untuk saya. Selain harus bersyukur dan bersabar, kalimat yang paling sering dia katakan adalah untuk semangat.

Jadi,tiap pagi kalau suami sudah whatsapp saya atau telpon saya lalu mengatakan,

"Semangat ya.."

Sudah. Itu bisa jadi bekal saya sampai sore. Alangkah indahnya dulu saat dia bisa mengatakan kata kata sakti mandraguna itu face to face atau secara langsung.  

"Semangat mengajar ya..."

"Semangat jadi guru teladan ya istriku.."

Saya jadi pingin gelendotan.

Saya jadi ingat mengapa di sinetron sinetron dulu yang sering saya tonton,tiap kali pemain utamanya babak belur dihajar musuh dan sudah tidak berdaya,lalu kekasihnya memberi semangat sedemikian rupa, dengan serta merta si pemain utama akan bangkit berdiri, tenaga kembali terisi dan akhirnya giliran musuh yang jumpalitan tak berdaya. Itu semua karena kekuatan semangat yang ditularkan orang terkasih untuk kita.

 Ah, tidak bisa saya pungkiri kalau ada kerinduan kerinduan yang memuncah muncah di hati saya, kawan. Apalagi kalau ada yang begini.

"Lo, suaminya nggak tinggal di sini to?"

"Nggak Bu."

"Lha dimana?"

"Surabaya.."

"Berapa lama?"

"Tiga bulan.."

"Astaghfirullah...saya aja udah tua begini kalau ditinggal suami sebulaaaaaaaaaaaaaaaaan aja udah nangis nangis nggak karuan.."

Lalu, saya akan menarik nafas sedemikian rupa dan hembuskan perlahan selama tiga kali. Dalam hati saya mengamalkan tiga mata kuliah kehidupan yang ditanamkan oleh suami saya..

"Sabar, Meykke..... karena ini adalah ujian yang dari ujian itu InshaAllah akan menguatkan akar akar cinta kita, dan selalu bersyukur dengan apapun yang terjadi karena niscaya orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, lalu yang terakhir selalu semangat untuk menghadapi hari demi hari bersama. InshaAlloh Alloh selalu menjaga hati kita masing masing dan memberikan masa depan yang penuh berkah. Aamiin..."

Ya begitulah. Walau pun saya juga agak agak nggak bisa membayangkan hidup saya selama dua bulan kedepan tanpa suami, tetapi saya terus memupuk keyakinan bahwa saya bisa melaluinya. Maka, bila saya butuh terapi saya tinggal memainkan jari sebagai perpanjangan rindu rindu. Dan doa akan terus mengucur untuk kelancaran kita berdua dalam menggapai cita cita bersama.

Sampai jumpa di cerita berikutnya,


Salam Kangen,




5 comments:

  1. Yup 3 poin simpel yang kadang susah buat diamalkan ya gak hihi.?
    Jadi ingat dulu awal kenal mbak mei awal2 di BE masih single, eh sekarang udah nulis tenant suamii.
    Doain ya kak mei biar aku bisa nyusul nikah juga 😁

    ReplyDelete
  2. hmm jadi refleksi pada diri sendiri kalau ngomongin soal sabar.. sy orangnya gak sabaran dan harus ada orang alin yang selalu menjadi rem dan pengingat.

    jadi ldr nih bentar, pasti bisa kok :)

    ReplyDelete
  3. btw datang berkunjung ke blog saya ya... sudah lama saya gak nulis tapi kemarin-kemarin iseng nulis lagi..

    ini tulisan terakhir di blog sy : http://triyan-arief.blogspot.co.id/2017/07/kingdom-has-fallen.html

    ReplyDelete
  4. Sabarrr yaa. Aku mau komen dulu hehe. Sepertinya suami mu orang yang baiiiikk bgt. Itu rejeki besar buat kita para istri, ketika kita diberi jodoh yang sholeh dan bs mbimbing kita ke arah yg lbih baik. Bersyukur yaa :).
    Mey klo galau nulis lagi lah. Sapa tau ntar akhir taun bisa disadur jadi novel. Tuuhh kan... Malah produktif. Hehe

    ReplyDelete
  5. Asli, padahal kata katanya biasa aja. standar. syukur,sabar, semangat. biasa gtu. gk istimema. tapi karna rasa cinta dan sosok suami yg hebat, kata2 sderhana kyk gt jd sangat bermakna. beruntung kak mey berdamping dgan mas nya. mas nya juga beruntung berdamping dgan kak mey. ehe.
    semgangat ya nunggu 10 minggu lg. :-D

    ReplyDelete