Saturday, 15 August 2015

"Hello Nemo, Hello Coral!" Menyibak Isi Pantai PINK, Lombok Timur!!

 

“Seph, ayo dong renaaang...” Gue merajuk. Uma bergeming.

“No. Gue nggak bawa baju ganti. Lo aja...”

“Emang gue bawa baju ganti apaaa?? Tapi gue pingin bangetttt! Kapan lagi gue ke sini, Seph!”

“Ya udah lo aja renaaang...”

Seumur umur gue belum pernah berenang beralaskan terumbu karang. Gue belum pernah liat ujung terumbu yang bergoyang goyang seirama gelombang. Gue belum pernah merasakan sensasi berenang bersama ikan nemo dan kawan kawan. Gue belum pernah terapung diapit langsung oleh langit dan lautan. Dan sekarang semuanya udah ada di pelupuk pandang. Terus gue nyia nyiain kesempatan ini begitu saja, gitu???

Walau sempat bimbang, akhirnya sedikit demi sedikit gue mencelupkan kaki lalu betis dan paha, merangsek ke tengah, merasakan terumbu karang di sela sela jari kaki. Bahkan, begitu gue ke tengah, tanpa masuk ke air pun gue bisa melihat gugusan terumbu bermacam macam wajah!! Airnya lebih bening dari sekedar paha ceribel!!! Ada terumbu yang panjang dan melambai pelan, ada juga terumbu berwarna coklat yang berbentuk seperti cawan dan sangat besar! Walau pun gue nggak bawa baju ganti, gue memutuskan untuk memikirkan hal itu nanti. Gue harus mencobanya. Gue harus berenang di antara kepakan terumbu yang melebar, bersama ikan ikan. Beberapa ikan bahkan memutari kaki gue. Gue lalu menjatuhkan badan ke belakang dan membuang tangan di masing masing sisi tubuh. Tak peduli mentari ganas menyiksa wajah. Tubuh gue bergoyang mengikuti gundukan tenang para ombak. Gue buka tangan dan kaki gue dan membentuk huruf T yang kakinya bercabang. Gue ambil nafas dalam dalam dan hembuskan pelan pelan. Gue seakan tidur terlentang berselimut air. Sekarang....akhirnya gue bisa....mengambang di lautan!!! Sensasinya......beuh.....even I can’t describe it through words. I’m speechless!!

 Dan sekarang saatnya mengucap salam pada para terumbu karang. Setelah mengambil nafas gue mulai menjatuhkan badan gue ke depan, dan mensejajarkan pundak dengan permukaan. Kini gue menyatu dengan gelombang!!! Sekarang...akhirnya gue bisa...berenang di lautaaann!!! OH MY GOOOD!!

Tapi, saat gue membuka mata di dalam, pemandangan ngeblurr. Ternyata gue lupa sesuatu.

“KALO NGGAK PAKE KACAMATA RENANG YA KARANGNYA NGGAK KELIATAAANNN!!! GUE KAN NGGAK BAWA!! APA YANG HARUS HAMBA LAKUKAN YA,ALLOOOH....”

Gue sedang akan sedih dan rapuh saat gue melihat seorang mas mas di kejauhan sedang berjalan menuju ke tengah sembari membawa..........kacamata renang!!!

“Siapakah dia?? Apakah ini jalan dari Alloh untuk hamba?? Apakah gue akan seperti kisah FTV di SCTV??” Gue tersenyum penuh harap.

----



MENEMBUS HUTAN BELANTARA DAN JALAN BERLIKU TAK RATA

MINGGU, 26 Juli 2015. Hari kedua di pulau Lombok.

Berenang ke hulu, berakit rakit ke tepian. Ibarat kata, bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian!! Kenapa? Karena jalan menuju PINK beach itu benar benar butuh kesabaran, mental yang kuat dan hati yang tegar. Dari rumah dinas Uma, kita sebenarnya hanya membutuhkan waktu satu sampai satu setengah jam saja. Kita membelah jejalanan menuju Praya lalu belok kiri, menyelusuri jalanan, belok ke kanan dan kiri sedemikian rupa hingga akhirnya gue dan Uma sampai di jalan yang akan membawa kita ke pantai berwajah merah jambu.

Hari itu gue menantang diri sendiri karena kalo nantangin preman terminal Kampung Rambutan gue nggak mampu.

“Seph, gue yang bawa motor dari rumah dinas sampai pantai!!” Bukannya apa apa, motor Uma ini bukan motor matic.Kalau biasanya gue cuman pake rem sama gas, sekarang gue juga harus lihai memainkan gigi dan rem. Tapi namanya juga belajar instan, adaaaaa....aja salahnya. Tiap kali gue mau nurunin gigi, gue rem dikit lalu gas gue turunin dan sadel kanan belakang gue injek,

“JEDUGG!!” Saking menghentaknya, helm Uma sampe jeduk helm punya gue, berkali kali. Kalo gue itung dari rumah sampe pantai itu jumlahnya bisa 67 kali. Lah khan gue takutnya pas gue buka helm, WADUH!!

“Tuh kan seph, jadi es soda gembira...” otak udah kemana mana.

Malahan pas di jalanan naik kan itu macet karena nglewatin pasar, nah gue berhenti tepat di tanjakan dan gue lupa nurunin giginya. Masih di gigi 4. Nah, pas macetnya udahan, gue mulai mau jalan lagi. Gue tarik gasnya langsung pol karena tanjakan. Lah, malah..

“NGUEEEEENGGGGGG!!!” Tiba tiba nih motor emosi. Jalan kagak ngegas iya. Gue langsung ditabok sama Uma.

“TURUNINN!!! TURUNIIINNNNNN!!! WOYYYY TURUNINNNN!!!”

Saking paniknya gue malah mau turun dari motor. Uma tambah emosi.

“BUKAN LO YANG TURUUUN!! GASNYA TURUNIIIINNNN!!! GASNYAAAAAA!!!”

Astaghfirulloh...ngertiin motor aja gue nggak mampu, apalagi ngertiin kamu.

Apalagi pas jalan yang mengarah ke pantai Pink itu kita bener bener kayak nembus hutan!! Kanan kiri hutan sama rumah rumah semi permanen ilegal. Jalannya jangan ditanya. Nggak cuman rusak. Ibarat hati tuh udah deh...rusaknya kayak besok ijab qobul malamnya putus. Nggak rata, batu dimana mana, debu berterbangan, berlubang, parah banget!! Gue liat Uma di kaca spion bentuknya udah nggak karu karuan.

jalannya rusak bingit! (Gue yang ngambil pas pulang)

Rumah rumah ilegal di sepanjang hutan
Laut yang mengintip di balik hutan
“Seph, sini gue aja yang di depan.” Dia bilang.

“Nggak. Lo nanti aja pas pulang. Sekarang gue mau menguji diri sendiri gue. Gue ini sebenarnya tegar apa nggak. Kalo menakhlukkan jalanan begini aja nggak bisa, gimana gue mau menakhlukkan aral kehidupan, Seph?” Semangat gue masih berkobar walopun tangan kanan gue udah kesemutan semi mati rasa. Beberapa kali gue hampir kepleset dan langsung ditabok sama Uma.

“SEPH!!” Yaelah. Ya kali gue sengajain dipleset plesetin.

Makanya, ini jalanan udah kayak jalan hidup. Banyak hambatannya dan nggak selalu mulus. Eits!! Tapi .... sabar dulu. Karena apa yang menunggu di depan mata itu..beuhh...

Nah, pas menembus hutan belantara itu di jalan gue ketemu sama temen gue, Wiki. Nah, karena dia orangnya pinter banget, gue nanya deh sama dia tentang pantai ini. Lah kan sayang kalo kite cuman main main doang tapi nggak nambah ilmu kan ya. Ibarat jualan kan dagangan laku tapi nggak dapet laba.

Gue : “Hai Wik, apa kabar?? Ceritain dong tentang pantai Pink ini..dia letaknya dimana sih? Siapa tau ada yang mau ke sini juga.”

Wiki : “ Kabar baik, Mey. Pantai Tangsi atau yang lebih dikenal dengan Pantai Pink dari Pulau Lombok terletak di desa Sekaroh, kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur adalah sebuah destinasi wisatawan yang menarik dan patut untuk dikunjungi karena keunikannya.Pantai ini merupakan salah satu dari tujuh pantai di dunia yang memiliki pasir pantai berwarna pink, dan satu dari dua pantai di Indonesia yang memiliki pasir pantai berwarna pink.”

Gue : “Waaah, keren dong Indonesia! Terus, kok bisa jadi ngepink gitu sih, Wik??”

Wiki * : “Iya. Kamu nggak tau Indonesia diciptakan oleh Tuhan saat Tuhan bercanda tentang surga? Indonesia itu surganya dunia. Di sini, tongkat kayu dan batu aja jadi tanaman!! Jadi begini, Warna pink pada pasirnya terbentuk karena butir-butir asli warna putih pasir bercampur dengan serpihan karang merah muda. Bias sinar matahari dan terpaan air laut menambah semakin jelas terlihat warna pink pantai tersebut.Pantai ini begitu tenang dan hanya memiliki ombak yang kecil sehingga membuat wisatawan lebih nyaman ketika bermain disana. Keindahan Pantai Pink pun terlihat sempurna dengan hamparan bukit di sekelilingnya. Di sisi kiri ada bukit dengan padang rumput yang luas dan dari bukit inilah pemandangan Pantai Pink terlihat sangat indah. Selain itu, ada juga tanjung yang eksotis di sisi kanan dengan gazebo yang memang disediakan di atasnya.”

Gue : “Iya ya, Wik. Kok masih banyak gitu pemuda pemudi yang hobinya caci maki Indonesia. Lah padahal mereka kontribusi aja kagak, cuman mulut dilebar lebarin doang. Owh gitu toh Wik...OK! Makasih ya penjelasannya. Gue jadi nggak sabar nyampe nih Wik! Nanti gue juga pingin mendaki bukit dengan bentangan padang rumput nan luas itu ah. Sama renang juga mumpung ombaknya santai...Doain gue ya Wik!!”

Setelah gue dan Uma melalui turunan paling curam yang pernah gue lewati, tepat di bawahnya...pantai Pink melambai lambaikan tangan.

Akhirnya, gue nggak cuman liat dia di Google aja. Sekarang, dia terbentang tepat di depan mata gue!!!

spot buat berenang

spot buat mendaki bukit berpadang rumput


Kalo pas sore bisa merah bingit begini.
-
MISI 1 : MENDAKI BUKIT

 “Kita bagusnya ke sini menjelang sore. Pasirnya cuman keliatan merah jambu di jam jam tertentu.” Gue angguk angguk mendengarkan penjelasan Uma. Gue dan Uma sepakat naik ke bukit terlebih dahulu sebelum menuju ke ujung sisi pantai yang lain. Hal yang paling gue suka dari menikmati pantai adalah menikmati pantai dari atas. Gue bisa melihat pantai seutuhnya tanpa dibagi bagi. Gue masih inget sensasi merangkak naik ratusan tangga demi melihat pantai dari ujung mercusuar saat di Pantai Pandansari, Jogja. Itu khan keren bingitttttttt pemandangannya!!

Dan sekarang akhirnya gue dan Uma sampai di atas bukit. Saat bagus, pemandangannya akan serupa ini.

saat masih sepi.

Cuman sekarang udah banyak turis dan juga kapal wisata yang membawa pengunjung dari Pantai Pink ke pantai di sebelah bukit. Begini jadinya.



Nah, di sisi lain bukit juga ada pantai lho. Walau nggak serame pantai PINK. Nah, di sinilah kapal kapal wisata berlabuh. Secara gue nggak pernah liat pemandangan seindah ini, gue jadi foto nggak selesai selesai. Banyaaaaaaak bangett!!!

Pantai yang tepat di sebelah pantai pink!

Kapal warna warni
Aku tercengang



Selesai mengabadikan momen dan menikmati pantai beserta kapal yang terlihat mini, gue dan Uma kembali turun dan jalan menuju ke ujung pantai satunya yang jauh itu tuh...



Gue udah berasa kayak syuting video klip. Ni cardigan kenapa panjang amat sih yak.

MISI KE-2 : BERENANG

Airnya hanya sebatas perut sampai bawah dada, tapi pemandangan under waternya beuhh.....

Emang khan sayang banget kalo ke Lombok tapi nggak menari bersama terumbu karang dan para ikan. Makanya hari kedua ini gue pingin banget bisa at least say hello to coral and fish.

Hidup selama ini gue belum pernah renang di bawah ada terumbu karang terus di antaranya ada ikan ikan. Gue biasanya cuman liat doang dari youtube sambil ngelapin iler. Dan sekarang walau pun gue nggak bawa baju ganti, tapi gue harus mencobanya!!

Setelah gue perang batin, akhirnya gue mencoba ke tengah dan berenang sendirian. Sedangkan Uma hanya duduk jauuuuuuuuh di pinggir sana sembari jepretin gue. Gue udah seneng banget itu khan...Lalu, gue mulai berenang. Lahhh.......ngeblur!

Biasanya kalo di kolam renang mah gue nggak merhatiin bentuk dan warna lantai kolam renang orang sama begitu jadi gue lupa kalau renang nggak pake kacamata itu di dalamnya jadi blawur!! Gue kan sedih. Buat apa nih baju udah basah kuyup tapi gue nggak bisa liat terumbu karang dari jarak dekat. Sebenarnya gue berdiri pun masih bisa keliatan. La tapi kan ya nggak seru liat terumbu karang cuman jalan jalan doang begitu. Ya asyik kan ya ikut melayang kayak putri duyung.

Tapi, Alloh ini emang Maha Penolong. Saat gue mulai rapuh dan lemah, tiba tiba ada mas mas Lombok datang. Satu orang. Bawa apa coba????

KACAMATA RENANG!! Gue mengucap basmallah..

Bismillahirrahmanirrahim.

“Wah, mas...bawa kacamata ya...”

“Iya...”

“Ehm...aku nggak bawa nih...ketinggalan di Jawa. Mau aku ambil tapi kejauhan...Ehm....boleh pinjem kacamatanya sebentaaaaaaar aja nggak Mas?”

“Owh, boleh....”

“Makasih Mas....”




Dan akhirnya traraaaaaaaa....gue bisa dadah dadah sama ikan nemo dan teman bermainnya. Terumbu karangnya banyak. Ada yang warnanya hijau, semi ungu, coklat, semi putih, dan masih banyak lagi. Terus bentuknya pun ada yang kayak tanaman biasa, kayak sedotan gede gede, terus kayak cawan, terus ada juga yang kayak rumput terus kalau dipegang itu agak agak licin. Gue pegang pegang dikiiiit...Terus masnya kayak nyari sesuatu gitu di antara karang. Dia berenang...tanpa kacamata.

“Mas, dari mana Mas?”

“Dari Lombok Timur... kalau mbaknya?”

“Aku orang Jawa.”

“Di sini kuliah?” (Dan dari semua orang di Lombok yang nanya sama gue, gue dikira anak kuliahan. Nggak ada yang nganggep gue udah kerja. Kenapaaa???!!)

“Enggak. Di sini aku sedang menikmati hidup. Ya udah Mas, ini kacamatanya. Makasih ya....”

The end. Antiklimaks.

Akhirnya, setelah gue puas berenang dengan kacamata pinjeman, gue kembali menghampiri Uma. Dan gue cerita semuanya.

MENCETAK JEJAK DI BIBIR PANTAI PINK



Para pengunjung menyemut di bibir pantai.
Sekarang saatnya gue dan Uma menyelusuri bibir pantai biar syahdu. Banyak sekali kapan penuh warna yang bersandar dengan anak anak dan orang tua serta para remaja yang bermain air di antaranya. Jauh di tepi pantai, saung saung berdiri dengn pengunjung yang menyemut demi terhalau dari sinar mentari yang juga masih ganas. Maklum, saat itu masih sekitar jam 12 siang. Tapi, karena gue emang udah niat jalan jalan, mau gosong juga ya biarkanlah. Besok pas udah sampai Jakarta bisa usaha lagi.


FANAS, KAK!!

"Ngajakin temen temen aku buat foto bareng ahh..khan kita umurnya nggak jauh beda."

"Liat kamera terus tangannya begini yaa...man temaaaaan..."

BAWA PULANG PASIR MERAH JAMBU

Kemarin saat gue berkunjung ke pantai Kuta, gue bawa pulang pasirnya yang unik bingit kayak merica. Sekarang gue juga nggak mau ketinggalan dong, bawa pulang pasir dari salah satu dari 7 pantai berpasir pink yang ada di dunia. Langka iniii!! Harus dibawa pulang. Akhirnya, gue cari tempat minum bekas dan gue mulai garuk garuk pasir buat ditaruh di botol.

Langkah pertama : Cari tempat minum bekas
Langkah kedua : isi dengan pasir
Langkah ketiga : bawa pulang buat dikenang

Naaaah, selesai sudah kunjungan gue ke Pantai Pink hari ini. Pantai yang indah, laut yang membentang luas, bukit yang menjulur panjang dan sahabat yang pengertian membuat hidup gue hari ini begitu gegap gempita.

Maka, sekarang saatnya bilang....

“SEMPURNA....”
--

SEE YOU AGAIN, PINK BEACH!!
"THANK YOU, SEPH...."

13 comments:

  1. emang paling asyik tu main di pantai ya. seru. tapi sayangnya aku ga bisa berenang. hiks. dan sayangnya lagi sampai detik ini aku belum pernah liat terumbu karang yang katanya cantiik2... :(

    ReplyDelete
  2. Aku belum pernah ke sana :( ga terlalu pink kalau di foto ya... Btw itu foto yg gif bagusss hahah. Lucu

    ReplyDelete
  3. Seru banget di pantai kayak gitu, jadi pengen.. Pengen liat ikan yg bagus2 sama Terumbu Karangnya, pengen nyelem..

    ReplyDelete
  4. Haha bisa aja ngerayu mas Lomboknya pakai bilang kacamatanya ketinggalan di Jawa terus mau ngambilnya kejauhan. Padahal tinggal nelpon si Jawa pasti dia mau nganterin kacamatanya kesitu.

    Wah itu pas banget ya perumpamaan jalan dengan hati yang sakit gara-gara putus pas mau ijab qobul.

    Beneran lho pantainya cantik, terusnya pasirnya bisa pink gitu kenapa ya?

    ReplyDelete
  5. tiap berkunjung di blog ini selalu ngomongin liburan...
    jadi pengen jalan ke lombok, tapi sayang udah di penghujung liburan kuliah dan gag ada dana buat kesana. hahhaha

    ReplyDelete
  6. emang ya meyyke ini kalau nulis selalu panjaaaaang hihi...
    seru banget! Kayanya aku jadi mupeng juga pengen ke pantai pink terus renang liat nemo juga!

    hihii...udah syukuri aja meski dikira anak kuliahan. Awet muda hahaha

    ReplyDelete
  7. Akhirnya, perjalanan panjang ini, selesai juga kak mey. Pangerna jadi ngikut syahdu bacanya. Syahdu bukan karena sedih, karena cemburu gak diajak terus ke situnya.

    Apalagi pantai PINK yang merona-rona itu. "ADuh.... pengen nybur di air birunya..."

    Owalah, ternyata kak mey suka ngambil pasir gitu, ya. Sebagai bukti kalo udah pernah ke tempat itu. Hati2, kak mey. Entar yang di sana ngikut... hihihihih...

    ReplyDelete
  8. Kak Meykk emang sering nebar racun. Sering bikin postingan liburan. Jadi pengen liburan kesana juga. Tapi kok aku agak bosen ya ke pantai, soalnya anak pantai sih. Aku malah sukanya ke pegunungan gitu.

    Tapi pantai pink kayakna bisa dicoba nih. Soalnya pengen juga ngerasain sensasi renang bareng ikan nemo. Pengen nyentuh terumbu karang juga sih. Eh terumbu karangnya keras nggak sih kak? Yang dideskripsiin kok kayaknya terumbu karang yang lembek (?) yang kalo di tv itu bergoyang-goyang.

    ReplyDelete
  9. Asik banget sih kak Mey... Kyaknya smua pantai di Lombok udh dikunjungi nih?? Bkin envy ah:( pgn ke pantai jugaaaa... Aaaakkk...

    Pantainya Indah banget yaa.. Pink gtuu.. Tp pas dibawa kenapa jd gak warna pink? Jd coklat tua gtu ya? Wkwk. Klo ke pantai aku mau bawa oleh pasir lagi aaahh.. Oleh2 pasir sm karang yg aku bawa dri anyer skrg udh pda ilang-__-

    Ini prjalanan wisata lomboknya udh tamat nihh? Apa msh brlanjut lg?

    ReplyDelete
  10. Bener kayak syuting video clip dah... Itu berjubah-jubah gitu kirain batman. Hahaha
    Etapi beneran keren loh pantainya.. Bisa warna Pink gitu. Itu yg jilbab pink terakhir oke juga.. *eh

    Berpetualang lagi ya mbak mey.. Ada cerita apa nih bisa sampe ke lombok? Haha kapan-kapan ke Gorontalo yukk... Tak ajak ke Pulau Saronde (searching aja) :P

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...