Wednesday, 4 February 2015

Mengintip Kilahan Rawa Pening dari atas Bukit Rong, Tuntang - Semarang!!

Bertumpu pada jalinan kayu bertali di bibir tebing, gue menelan ludah. Ini indah!! Jauh di depan mata, genangan air raksasa menyembul di antara hehijauan, dilanjutkan gerombolan pohon karet dan rumah penduduk yang memencar secara acak. Gue berasa kayak ngeliat miniatur kota Ambarawa. Semuanya terlihat kerdil namun hidup. Pegunungan yang bersusun tegak bersambung menambah cantik keindahan alam Indonesia yang tak bosan bosannya gue nikmati. Udara dingin merasuk masuk menguliti kulit dan tetesan air mulai berguguran. Namun, tak apa. Sedingin apapun hatigue tubuh gue, pemandangan ini sudah lebih dari sekedar menghangatkan.

Kabar gembira untuk kita semua, pemandangan ini nggak jauh jauh dari Ambarawa!!

Well yeah, here I am!! Goa Rong, Tuntang!!!


----

28 Desember 2015

Setelah gue rehat barang sehari pasca masuk angin yang melanda tubuh gue nan rapuh ini saat gue travelling ke Jogja kayak d postingan sebelumnya, gue akhirnya bisa jalan jalan lagi, bersama teman jalan baru dan tentunya destinasi baru. Jalan jalan gue kali ini nggak jauh jauh, tapi pemandangannya cuy....beuhhh...meluluhlantahkan sanubari. Pecah abisss!!

Ini juga sebenarnya adalah rencana dadakan yang seketika terlaksana. Pagi pagi sepulang gue dan Nicken, adek gue lari pagi dan senam massal di Lapangan Jenderal Sudirman Ambarawa, gue mampir ke rumah sodara gue, mbak Ega.

“Mbaaaaaaaak...ayo kita ke Goa Rong, mbak!!” Gue mengajaknya dengan penuh semangat.

“Waaah, aku juga pingin ke sana, dek! Ya udah ayo kita ke sana. Ayo ngajak pacar aku.” Ucapnya dengan level kegirangan yang sama. Gue cuman bisa ngorek tanah sambil cari undur undur.

Pada akhirnya, Nicken juga ngajak dua temannya yang lain dan jadilah gue berangkat ke Goa Rong berenam!!

Sebelum berangkat, poto dulu. Kita udah kayak anak kembar belum kakak??

Rintik hujan nggak menghalangi langkah kita untuk menyelusuri jalan, walau jelas sempat tersesat dan hampir butiran debu. Namun, berkat petunjuk dari warga setempat, kita akhirnya melangkah di jalan yang benar.

Tapi, ini belum selesai. Dari perjalanan perjalanan gue episode pulang kampung ini, gue sadar betul tentang pelajaran hidup nomor 68:

“Semakin cantik dan berharga sesuatu, maka semakin susah dijangkau dan ditakhlukkan.”

Bayangan gue kemudian berkelebatan menelusuri masa lampau saat demi melihat kilahan air di batas fajar gue harus bangun sebelum ayam berkokok dan naik sepeda motor pagi buta menuju pantai mana pake acara masuk angin ataupun saat demi melihat kilahan air berombak girang dari pucuk mercusuar gue harus meniti puncak menggunakan tangga mana gue pake rok yang juntainya kemana mana. Semua nggak mudah. Sama seperti hidup. Semakin berharga sesuatu dalam hidup, maka semakin kita membutuhkan waktu, tenaga dan doa yang lebih untuk bisa menggenggamnya. Ya, hidup. To get something, we sacrifice something else. And it’s okay. Gue kasih kata mutiara biar keliatan pinter dikit.

Untuk  menuju goa Rong juga sama. Kita harus naik sepeda dan menanjaki serupa bukit dengan ketinggian 998 mdpl. Goa Rong sendiri terletak di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kebupaten Semarang.

Setelah melewati jalan berliku dan berkelok kayak hidup ini, dengan medan yang terus menanjak diselingi dengan pemandangan rawa yang semakin terlihat di sisi kanan, kita akhirnya sampai di tempat tujuan. Goa Rong!!!

Tiap pergi pake motor dengan medan curam, gue lebih percaya adek gue yang di depan daripada diri gue sendiri.

mulai menanjak dan berkelok dengan pemandangan asoyyy

hutan hutaaaaaaaan....

Dan memang, pemandangannya sangat mencengangkan. Dalam satu waktu saja, sambil berdiri tepat di bibir tebing dengan jalinan kayu sebagai pagarnya, gue bisa melihat perpaduan antara Rawa Pening, Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu, hutan karet dan jajaran rumah penduduk yang membentuk lukisan alam super indah!!

jalan menuju pagar pandang!! Noooh keliatan!
sejuk kakaaaaaak!!

walau pun terlihat gloomy, tapi ini asyik!!

rumah rumah yang mengintip dari balik semak raksasa

just go here and see it with your eyes! Sooooo relaxing and refreshing!


Andaikata ada flying fox yang menghubungkan antara puncak Goa Rong dengan Rawa Pening jauh di batas pandang, pasti asyik bingittt!!


Sekarang, gue mau menikmati goa rong bersama teman teman gue dulu sambil mengabadikan moment yang berharga ini.

Ingat, pelajaran hidup nomor 54 :

“Every single thing happened is worth-remembering!”
proses selfie pake tongsis yang menggembirakan di tepi jurang.

hasilnya serupa ini.


Apa saja yang disuguhkan di Goa Rong???

Aha, pertanyaan bagus!!

Tidak hanya melihat pemandangan asoy saja, di Goa Rong kita juga bisa mengadakan pertemuan serupa ini.



Tepat di samping pagar pandang, serupa gazebo dipersiapkan. Saat gue ke sana, banyak bapak dan Ibu merayakan Natal bersama dengan menyanyikan lagu lagu Rohani.

Tidak hanya itu, kita juga bisa banget duduk duduk di gazebo lain. Nah, dari sini kita juga bisa melihat pemandangan dengan duduk!! Sumpah ini keren bingit!!

gazebo untuk memandang Rawa dengan lebih nikmat

Dengan hawa pegunungan yang dingin dingin empuk dan pemandangan yang memukau hati, tak jarang banyak yang memadu kasih di sini. Rata rata pasangan yang memadu kasih adalah antara 17 tahun sampai 30 tahun. Itu bisa dilihat dari raut muka dan kegiatan yang mereka lakukan.

coba hitung ada berapa???

setelah zoom in.
Pasangan yang masih belasan tahun rata rata pacaran dengan memanfaatkan batang pohon yang melandai atau pun tempat duduk yang agak terpisah dari keramaian. Sedangkan, yang berusia lebih dewasa, mereka akan menikmati pemandangan di pagar pandang sambil berfoto ria. Siapa tahu jodoh, mereka bisa memasangnya di acara resepsi nanti.

Bahkan, gue juga menemukan sangkar burung dan serupa playground juga. Untuk lo yang mau berkemah, juga bisa banget datang ke sini karena disediakan camping ground.

sarang burung juga ada

Gue jadi bayangin bisa camping bareng temen temen gue. Lalu, di malam hari gue akan melihat kilahan Rawa Pening yang berkilat memantulkan cahaya bulan dengan kerlip lampu atas dan bawah. Kerlip lampu atas adalah jutaan bintang dan kerlip lampu bawah adalah jutaan cahaya lampu. Udara akan sangat dingin dan minumlah kita kopi panas dengan sosis bakar. Kita akan tidur beratapkan langit dan beralaskan tanah. Kita akan tidur bersinarkan kilauan bintang dan pancaran bulan. Ah, membayangkan saja gue sudah riang. Walau gue nggak tau kapan gue bisa mewujudkan rencana malam serupa itu.

“Kapan?”

“Yah, doakan saja secepatnya..”

Ucap gue tiap kali temen gue bertanya.

Kali ini gue akan memberikan sedikit petunjuk buat lo yang juga berminat untuk melihat keindahan level bintang 5 yang gue lihat dari pucuk Bukit Rong, di atas Goa Rong yang bersembunyi d bawahnya.

Dari Kota Semarang untuk menuju bukit Rong bisa di tempung dengan sepeda montor, dari pertigaan bawen ambil arah solo, setelah melewati jembatan tuntang ada pertigaan pos polisi ambil arah kiri ikuti jalan sampai di lapangan delik/TLOGO ambil arah lurus kira-kira 200m ada pertigaan ambil kanan sampai ujung jalan ambil arah kanan lagi di sekitas area ada papan yang menunjukan rute bukit rong berada, kalo #SobatKeong masih bingung saya sarankan untuk bertanya kepada warga setempat. - See more at: http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/pesona-alam-yang-terlewatkan-bukit-rong.html#sthash.H6obTjGw.dpuf

Masalah harga jangan kawatir..lo hanya perlu merogoh kocek saat sampai di gardu pengawasan sebelum menanjak dan gue pikir tarifnya tergolong super duper murah untuk pemandangan semegah itu dan jalan semulus paha ceribel itu. Gue lupa tapi untuk dua orang saja gue nggak sampai menghabiskan uang 20ribu. Celiuuuuuus!!! Muyah bingiiiitttt!!

Gimana?? Kapan lo ke sana??

Eits, tapi ini belum selesai!! Di tempat ini, gue dan teman teman melihat indahnya kilauan Rawa diterpa mentari. Nah, setelah ini kita akan turun dan menuju langsung ke RAWANYA!! Iye, kayak begini!!

cihuyyy!!! Tunggu yeeee...



16 comments:

  1. aku baru tau kalo rawa bisa jadi tempar wisata. biasanya kan yang mainstrim2 tuh kayak pantai, gunung, kebun binatang, alun-alun tempat diputusin mantan, :3

    itu sempat-sempatnya ya nguntit orang pacaran :v , btw great trip kakaaa :D

    ReplyDelete
  2. Meyk kamu ndak turun ke goanya?
    Ada goanya juga, tapi serem jalannya.
    Ayoo kita camping! Di pinggir pantai aja tapi. :3

    ReplyDelete
  3. Wiiww aku belum pernah kesanaaaaaa T_T

    ReplyDelete
  4. Sebenarnya tiap aku pulang kampung selalu melewati jalanan rawa pening Meyk, tapi belum pernah mampir ke sana :(
    pengin ke daerah Tuntang yg terkenal dgn kesejukannya huuuu
    emang sih enaknya ajak pacar, tpi kan kamu gak pnya pacara ya Meyk? eeeehhh

    Btw kita bisa dong kemping di sekitaran goa rong wuiiih keren.

    oy kenpa km mesti fotoin org2 yg lagi pacaran itu? Kenafaaaah?

    ReplyDelete
  5. itu daerah kabupaten semarang ya?
    wah ternyata ada tempat seperti itu juga di semarang, bagus juga
    sayang kurang diekpos
    mungkin harusnya pemerintahnya lebih aktif dalam menggalakkan pariwisata di sana

    ReplyDelete
  6. Kak Meykke enak, jalan-jalan terus. Ajak aku dong kak :D
    Kak bajunya enggak kebalik lagi ? :p

    ReplyDelete
  7. Wah, indah sekali pemandangannya. :)

    ReplyDelete
  8. Indah sekali pemandangannya.. kayak semacam puncak di bogor gitu nggak sih Mey?

    btw, adek lo ya yang foto kasonya kembaran itu? PINnya berapa mey hahaha

    gue nggak sangka dibalaik perjalanan terselip quote2 tercetar yang bisa gue dapet.. :)))

    ReplyDelete
  9. Kebiasaan.... bikin iri terooooos :v
    keren ya pemandangannya :D blm pernah ke Semarang ._.

    ReplyDelete
  10. Saya terakhir ke Semarang tahun 2004 kalau nda salah. Sudah lama memang. Belum banyak kemana mana. Semarang kota yang hebat, besar dan modern. Saya belum sempat explore kota Semarang karena waktu kunjungan yang terbatas. Hanya sampai ke Masjid Agung dan Sam Pho Kong aja. Hiks hikssssssssssss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk Baca Wisata menarik dalam Exploring Kabupaten Semarang di ww.DMY-Official.blogspot.com

      Delete
  11. Wah masih asri banget ya, pohon-pohonnya masih banyak. Udah gitu ada taman buat pacaran, mbak mey kok gak bawa pasangan? Masa tiap traveling bareng temen mulu. Bareng pacaarrr dong. :p

    Etapi bener deh, untuk lihat pemandangan bagus emang ada perjuangannya. Haha. Ngomong-ngomong itu tmennya siapa aja mbak mey. :3

    ReplyDelete