Friday, 30 January 2015

Meniti Puncak Mercusuar, Pantai Pandasari-Jogjakarta!!




“Hosh!! Hosh!! Capek Taaa...aku leeeee......OH MY GOD!!”

Seketika semua lelah, letih, lesu dan lunglai berhamburan tertiup angin Selatan. Di sepanjang mata memandang, lautan tenang berjilatan riang di sepanjang pasir, dari pucuk kanan menjalar ke puncuk kiri. Menoleh sebentar, gue bisa menikmati rerimbunan pohon cemara yang berjajaran saling berpelukan. Menoleh ke kiri, gue bisa melihat mentari merangkak naik menyisakan kehangatan bertaburkan vitamin E. Apalah artinya peluh yang berjuntaian saat gue meniti tangga satu demi satu kalau pada akhirnya gue bisa melihat kecantikan surgawi serupa ini?? Bahkan, ini adalah kali pertama gue naik serupa mercusuar dan menikmati pantai dari atas mercusuar. Rasanya gue pingin berdiri di pagar besinya sambil membuka lengan dan dada lebar lebar biar kayak di Titanic. Tetapi, keinginan tersebut kemudian surut setelah mengira ngira apa yang selanjutnya terjadi.

“Jangan Meykke, jangan lakukan itu...” Kembali suara misterius menggaung.

Dari sini gue kemudian sangat percaya tentang pelajaran hidup nomor 27 :

“Keep going...Each step may get harder but DON’T STOP!! The view is beautiful from the top!!”

Di sini juga pada akhirnya gue baru menyadari sesuatu yang penting dalam hidup gue. Tapi, nanti dulu.

So, here I am!! Pantai Pandansari, Jogjakarta!!!


----

Perjalanan gue ternyata nggak berhenti sampai mengulik cahaya mentari biru pucat di permulaan fajar. Gue diajak Ita untuk melihat keindahan yang lebih! Gue dan Ita lalu melanjutkan perjalanan dari Pantai Goa Cemara menuju pantai tetangganya, Pantai Pandansari. Pantainya more or less sama ; berombak ganas dengan dasar curam sehingga kita dilarang untuk berenang. Takutnya nanti pas gue berenang, bangun bangun gue udah di tengah Samudera Hindia dikelilingi hiu. Berbeda dengan Pantai di Gunung Kidul, pasir di sini berwarna hitam, tetapi tetap halus. Coba bedakan dengan pasir saat gue mengunjungi Pantai Sundak atau Pok Tunggal.

Tapi, yang menjadikan gue begitu antusias menuju Pantai Pandansari adalah karena gue bisa memanjat mercusuarnya yang tegak menantang langit. Gue sudah membayangkan apa yang akan gue nikmati setibanya di puncak.



Sembari dibonceng Ita, gue bernyanyi...

“Menuju puncaaaaak, gemilang cahaya...mengukir cita seindah asa..jadi berjaya di Akademi Fantasiiiii...!!!"

--

Sekarang di depan gue berdiri dengan begitu gagah, mercusuar Pandansari. Asiknya lagi adalah gue dan Ita bisa langsung menuju puncak tanpa mengeluarkan uang barang setitik rusak susu sebelanga!! Gue dengan senyum sangat lebar merangkak naik.

mercusuar+pandan+sari+light+house+bantul+yogyakarta+image+by+rumput+ilalang+to+upload+in+jogjaicon+2012.jpg (1000×1500)


Dimana mana yang namanya naik itu emang nggak gampang alias susah, mau naik tangga, naik level di game, naik gunung, naik jabatan apalagi yang namanya naik gaji tu susaaaaah abiiiisssss!! Tapi nggak papa, kali ini dengan semangat menggebu gue lakoni semuanya.



“Ita, let’s go!! You go first!!”

Kemudian, Ita dengan tubuhnya yang ramping dengan cekatan naik tanpa ngos ngosan. Di belakangnya, wanita ababil dengan lekat lekat memegang titian tangga, berjalan terhuyung huyung dengan hidung penuh sumbatan dan kepala pening. Itu gue. Sedih abisss...


Ita, aku lelaaaaaah!


Tapi, kesedihan gue jelas tak berlangsung lama. Begitu gue katam tangga terakhir, gue bisa bernapas lega, selega leganya dengan pemandangan cantik, secantik cantiknya. Gue langsung menebarkan pandang ke segala penjuru. Kilahan air laut bertemu di horizon tepat di depan mata dengan lembaran pohon cemara memenuhi kaki mercusuar hingga ke gunung, tepat di belakang gue. Mentari di sebelah kiri gue sedang akan merajai hari. Hangat, kaya vitamin E.

Begitu memandang laut lekat lekat dan memeluk udara pagi rekat rekat, gue dan Ita mulai berpose. It’s just damn awesome. Gue juga sempat merekam semuaaaaaaaaaaanya buat sangu saat gue sudah kembali di Jakarta dan menghadapi kerasnya hidup ini.  Keras bangeeeeeeeeeeettttt!!!



-------



Nah, lihatlah perbedaan foto sehari sebelumnya dan hari itu? Apakah Anda menemukan sebuah kejanggalan? Gue baru menyadari sesuatu yang penting dalam hidup gue itu saat gue ngeliat liat foto gue di rumah. Pas di sana, karena gue hanya tertuju pada pantai, gue sama sekali nggak ngeh!

Yak benar!! Ternyata gue pake kaos kebalik. Saking ngantuknya karena cuman tidur 2,5 jam saja, gue sampai nggak konsen make kaos. Gue cuman make kaos tanpa konsentrasi, cuci muka lalu berangkat. Kayaknya gue harus sering minum AQUA. Iya....

--

bersama anak anak pening skripsi
Nah, apakah gue kenal mereka?? Oh jelas.....TIDAK! Lah gue khan ke pantai cuman berdua doang sama Ita. Hanya saja, yang gue suka dari tempat kelahiran gue atau orang Jawa adalah kita mudah akrab walau pun tidak kenal. Bahkan, bermula dari peminjaman tongsis oleh mereka, gue kemudian bisa tahu kalau mereka naik mercusuar ini demi melarikan diri dari kenyataan. Mereka mulai lelah...... ngerjain thesis. Kasian....

Mentari mulai menukik dan kepala gue mulai semakin pening. Karena gue takut terkapar di jalanan, gue ngajak Ita turun dan pulang, tanpa menyeburkan diri ke pantai Pandansari, tepat di depan mercusuar. Ternyata 6 bungkus Tolak Angin tidak terlalu punya kuasa untuk menolak angin  yang melanda tubuh. Apes!!!

--

Setelah sempat tiduran di rumah Ita dan sarapan numpang, akhirnya gue diantarkan Ita yang baik hatinya menuju ke Jogjakarta, meniti perjalanan yang cukup jauh....lagi. Sebelumnya, gue janjian sama temen baik gue, Wawan.

Gue sebenarnya jarang punya temen cowok. Wawan ini adalah satu dari segelintir temen cowok yang gue punya. Dia adalah tipikal orang yang meletup letup dan bagi gue, dia adalah HERO biar kayak lagu barunya Noah. Hero, heboh sendoro!! Andaikata gue bareng dia sehari saja, gue mustahil sedih karena dia suka sekali berbicara dengan gayanya yang sangat ramai tanpa harus pecahkan saja gelas gelasnya. Walau pun dia terlihat garang dengan rambut gondrong seperti itu, sesungguhnya hatinya adalah Tinky Winky. Itu mengapa, punya temen kayak Wawan itu....asik bingiiiiiit!!!

Beberapa menit kemudian, dengan disusul Wawan, Eni dataaaang!! Sebenarnya gue baru bilang sama Eny kalau gue lagi ada di Jogjakarta dan lagi minum cucu di Kalimilk, Jakal! Dan secepa kilat Eni datang. Eni sendiri adalah teman sebanku gue saat SMA dulu. Tapi, pertemanan gue dan dia jauh lebih panjang dari itu. Eni adalah orang yang tidak begitu banyak bicara, tetapi begitu mengangkat suara, kata katanya dalem atau ‘jeroooooo’. Eni adalah tipikal pekerja keras dan pintar. Gimana nggak pintar? Sekarang dia langsung menempuh pendidikan S2 Peternakannya dengan Cuma Cuma karena mendapat beasiswa dari UGM. Eni memang juara!!

Kemudian disusullah Ellena. Ahhh, sama seperti teman lainnya gue kangen bingit sama Ellena. Dia adalah salah satu teman deket gue waktu SMA sampai sekarang. Tiap kali gue, Ellena dan kedua personil lainnya, Dany dan Uma pulang ke kampuang, kita berempat selalu menyempatkan diri untuk bertemu. Time flies and everything changes. Kita semakin sibuk dengan urusan duniawi masing masing dan berpencaran. Ellena sendiri adalah orang yang kelihatan tenang dan cool di luar. Dia adalah calon dokter gigi berbakat. Dia punya aura ‘innocent’ dan mukanya serupa bidadari yang jatuh ke bumi.

Dan orang yang hanya mampir barang semenit adalah Fita. Dia juga teman SMA gue dulu. Fita adalah orang yang berpacaran paling lama dan belum putus (semoga enggak) yang pernah gue kenal. Dia mulai berpacaran sejak kelas 1 SMA dan hingga kini mereka terus merajut masa depan bersama dan kalau gue hitung mereka sudah berusaha cocok selama 8 tahun!!! Fita adalah orang yang periang dan juga pekerja keras. Kini, dia sudah resmi menjadi dokter hewan. Yeyyy!!
Wawan, Meykke, Fita, Eny, dan Ita ! Thank you soooo much! 
Ellena, Eny, Meykke, Wawan! Thankyou sooo much!! :D
Dan karena cuman seorang gue, mereka menyempatkan diri dan waktu untuk bisa ketemuan di Kalimilk ini. Gue terharu. Tapi, ini serius. Gue selalu bersyukur sekali mempunyai teman teman yang baik dan tulus seperti mereka. Semenjak gue bekerja, gue semakin bersyukur mempunyai teman yang peduli, baik, tulus, dan nerima gue apa adanya seperti ini. Gue tidak akan bisa menemukan yang kayak mereka lagi. Itu mengapa gue sangat berterimakasih sama Angga, yang ngajakin gue ke Jogja dadakan dan akhirnya gue bisa kumpul bersama teman teman lama gue dan sekaligus tambah teman baru satu lagi yang asik abis, Ita.

Siang itu, gue dan mereka minum cucu bersama di Kalimilk, Jakal dan tak lupa mengabadikan momen lewat lensa kamera untuk dibawa pulaaaaaaaang.




before go home!!
“Mey, kamu nggak usah pulang dulu, tidur sini dulu sehari lagi...nanti tidur di kost aku deh, khan kita bisa jalan jalan di jalan Malioboro...di situ buat foto foto khan bagus...” Eni promosi.

“Iya, Mey...nanti abis ini kita karaoke aja sampai sore...” Wawan memberikan ide yang brilian.

“Iya Mey, udah tambahin aja 1 hari..kapan lagi bisa begini..” Ellena mendukung.

Sambil mencetin hidung pake tissue, gue dengan sangat menyesal menolak ajakan mereka. Memang, masuk angin itu paling menyiksa adalah di awalan. Yang gue rasain siang itu adalah kepala gue pening, hidung gue bampet, kerongkongan gue tercekat, mata gue pedes dan gue ngantuk beraaaaat!! Ditambah lagi karena dari rencana one-day trip, gue cuman pake 1 rok, bawa 1 kaos cadangan dan 1 pasang underwear cadangan. Semuanya sudah terpakai. Gue harus gimana?

“Ya khan bisa beli dulu underwearnya, nanti yang baju aku pinjemin..ya Mey?” Eny menambahkan.

Tapi, gue harus pulang terbentur keadaan. Gue sedih banget. Gue nggak punya tenaga lagi buat goyang morena, dumang apalagi gergaji. Gue cuman pingin pulang dan tidur barang dua hari.

Akhirnya, dengan diantar Ellena, gue mampir dulu sebentar di Malioboro demi oleh oleh buat adek dan sepupu sepupu gue. Bahkan, gue nggak beli kaos buat gue sendiri, saking nggak konsennya. Liat orang banyak yang berjubel di sepanjang jalan Malioboro bikin gue mual dan pusing. Ternyata, gue lafar.

Sebelum pulang, gue makan dulu, juga ditemenin Ellena. Bahkan, Ellena sempat ngajakin foto gue kayak begini...

Walaupun sakit, teteeeeeuuup....


Walaupun muka gue lagi pucat dan idung gue mengembang karena kebanyakan cairan serta mata gue jadi gede gede kayak biji kacang, gue ladeni dengan senang hati karena entah kapan lagi gue bisa ketemu sahabat gue ini.

Akhirnya, gue ada di penghujung petualangan gue di Jogjakarta.Walau pun berakhir agak getir karena terserang angin yang masuk tanpa diundang, petualangan gue kali ini asik geboy abisss!!! Gue bisa bertemu dengan teman baru, berjumpa dengan teman lama dan merasakan pengalaman yang belum pernah gue rasakan sebelumnya. Ahh, rasanya gue pingin bisa liburan tiap hari. Tapi, kalau gue nggak kerja juga gue nggak bisa liburan. Mumpung masih muda, gue harus bisa bekerja sekeras kerasnya dan liburan sebanyak yang gue bisa.

Terimakasih buat Angga dan mbak Vica, buat Ita yang baik hatinya, buat sahabat sahabat gue Ellena, Wawan, Eny dan Fita. You are sooo coool!!!

Kapan lagi bisa ke Jogja ya??

Karena gue masih menyimpan beberapa destinasi yang pingin banget bisa gue jumpai, yaitu :

1. Gunung Purba Nglanggeran
2. Air Terjun Sri Gethuk
3. Gumuk Pasir
4. Rafting di salah satu sungai di Jogjakarta.

See youuuu.....


10 comments:

  1. Kak mey, mecusuarnya tinggi banget. Yakin banget kalo gue udah nyampe situ, gak mau diajak pulang. :D

    ReplyDelete
  2. memang sangat diperlukan teman seperti Wawan yang selalu membuat suasana menjadi lebih baik. Tapi orang jawa yang di Riau gak mudah akrab juga kak, udah terkontaminasi sama budaya melayu dan minang, jadi ya kurang ramah.

    ReplyDelete
  3. Selamat kak bisa naik mercusuar tanpa mengeluarkan uang barang setitik rusak susu sebelanga :D
    Dan itu, teman-temannya baik banget, mau nemenin kakak. Emang enak kalo punya temen-temen yang kayak gitu :))

    ReplyDelete
  4. padahal aku di Jogja tapi belum kesampean buat kesitu hehehe ..
    tujuan destinasi yang ke jogja itu mau rafting di sungai mana ? mending di selokan mataram deh.. kayaknya seru soalnya hehehehe

    ReplyDelete
  5. wew mbak meyke ini jalan jalan mulu dah. Asoyy...
    ajk-ajak napa mbak *ceritanya ngarep*

    emang masuk angin itu agak menyebalkan. apagi kalo datengnya pas lagi jalan-jalan gitu.
    beuh rasanya tuh kaki ini kayak gak napak. melayang-layang gitu. GWS mbak

    ReplyDelete
  6. Keren euy cerita dan foto2nya. Pertanyaan:
    1. Gimana bikin gif kayak gitu
    2. Itu seriusan. Nenen-ers. Ngakak bacanya nih.

    ReplyDelete
  7. heolll ~~~ aku ga diajaaaaaaaaakkkkkkkkkk :'( eh itu bukan vitamin D yang dimaksud? kkkk

    ReplyDelete
  8. Sayang banget sih, Kak Mey. Pasti nyeselnya bukan main tuh sekarang gara-gara nolak ajakan mereka untuk berlibur satu hari lagi. Hmm.. kan jogja lumayan jauh kak Mey, kenapa nggak nginep deh. Padahal lagi seru-serunya lho. Kerasa banget sampe sini perasaan belum puasnya. Huahahaha. Sing sabar, ya! :p

    Btw salam buat kak Ellena dari manusia planet bumi yang terkenal imut sejak dini sampai saat ini, Mamat's. Pake 'S' kak Mey biar greget.

    ReplyDelete
  9. pergi bersama teman-teman memang paling menyenangkan ya..

    ReplyDelete