Tuesday, 27 August 2013

Susaaaaahnya Merantau Ke Jekardah!!!!!

24 Agustus 2013
13.30 WIB

“Mbak, karena ini waktunya tidak cukup, dengan terpaksa semua penumpang diturunkan di sini mbak...”, ujar pak kondektur dengan tengik takzim.

“Pak, ini di Indonesia bagian mana ya pak?”

“Ini di Jagorawi mbak...”

“Pak, saya sering denger jagorawi tapi cuman di tipi pak, ini mananya Cicadas pak?”

“Itulah misteri kehidupan yang harus mbak pecahkan sekarang...”

“Pak, jangan lakukan ini pak! Salah saya apa paaaaak...”

“Tidak pak, ini tidak mungkin terjadi. Tidaaaaaaaaaaaakkkk!!!”

Gue bak bayi kura kura yang dilepaskan di tepi laut menjelang subuh...mau selamat atau tidak, Allohualam.

Gue panik! Ini dimana aja gue nggak paham, dan bahkan di kota yang katanya kejam ini gue akan dilepas dengan semena mena di tepi jalan oleh bis yang gue tumpangin dari asal gue.

Nanti kalau gue diculik gimana? Ato dibius? Ato barang gue yang sejagad raya ini dirampok gimana?? Coba bayangkan gimana???? Gue baru hidup seperlima abad ditambah dua strip.

Gue turun dengan sempoyongan. Muka gue udah buluk, hati jangan tanya. Ransel menggelayut mesra di punggung gue, tas samping menempel erat di dada gue, tangan kanan gue mencengkeram tas raksasa berisi baju , sedangkan tas kiri gue memegang dengan mahfum sekresek oleh oleh untuk tante gue. Kaki gue bengkak kebanyakan duduk karena nggak mampu selonjor selama 19 jam!!!

“Miapah banget ini ya Alloh...nggak beban barang nggak beban hidup sama semua....sama sama....BERATTTT!!!.”

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)

Aamiin ya robbal alamiin...

------------------------

20 jam sebelumnya...


Alih alih ingin keluar dari lingkaran yang gue ciptain selama bertahun tahun, alih alih tidak ingin bak lari di treadmill, no matter how hard you run, no matter how fast you struggle, even one step you won’t ever move on!! Alih alih mumpung muda, sehat, mampu, dan hidup, gue ingin mencoba melewati garis pembatas zona aman gue, dan mencoba hidup di segala ketidaknyaman dan ketidakamanan yang mungkin menghadang di jalan nantinya. Alih alih capek ......galau.

17.00 WIB 23 Agustus 2013

Dengan suka cita gue mulai berbenah. Perjalanan kali ini beda. Gue akan sendirian!! Gue akan menembus kota Semarang, jauh keluar selama berjam jam, menembus Kendal, lalu Brebes, hingga nantinya gue akan berlabuh di kota yang sejak lama gue tulis di Bucket List gue. Tujuh taun bergumul di kota yang sama sudah sangat lebih dari cukup. Sudah terlalu banyak kenangan yang berserakan di tiap tiap sudutnya, gue susah bernapas.

Dari Ayah, adik berikut kakek dan nenek semua nganterin gue ke terminal.

Mereka bak menggiring bayi kura kura ke tengah lautan di ambang subuh.

Bis yang dijadwalkan sampai terminal pada pukul 6 pada akhirnya muncul pukul setengah 8, sodara sodara!

Akhirnya mereka ngelepas gue. Ini adalah kali pertama gue dilepas, sejak gue tercipta sampai sekarang, belum pernah sekali pun gue jauh dari Ayah dan Ibu. Gue nggak pernah nggak pulang lebih dari seminggu. 

Udah, gue duduk bersebelahan sama om om!!

Di perjalanan, gue liat jalanan sambil dengerin musik, biar keren, kayak di soundtrack film. Sampai di Semarang, di kayak tol gitu gue bisa liat kelipan lampu lampu rumah penduduk yang menempati kayak bukit kecil di seberang tol. Bagus!!

Lalu, gue mulai ngantuk dan gue tidur, nanti bangun, tidur lagi, bangun lagi. Bukannya apa apa, pantat gue mulai kesemutan dan dengkul gue mulai nyanyi lagunya SMASH.

“Kenapa dengkulku cenat cenut tiap duduk lama”

Waktu gue lagi tidur dengan sentosa, tiba tiba bis berhenti di tepi jalan.

“Ada apa ini? Sopirnya kebelet pipis?”

Owh ternyata bukan. Dia kemudian membuka mesin belakang, dan firasat gue....biasa aja. Gue jarang ada firasat, kalo pun ada suka salah firasat. 

Jam 12 akhirnya kita sampai di restoran Gerbang Elok, banyak bis bis yang parkir di sana buat istirahat. Seharusnya jam 10 nih sampa di sini!

Cekring!!

Delapan ribu gue menguap bersama kemebulnya Pop Mie yang disiram air panas. Udah gitu doang.

Jam 1, jam 2, jam 3. Bis nya nggak jalan jalan. Biasanya juga seperempat jam udah jalan, lah ini 3 jam, bayangkan!!!

Dan tepat pukul jam 3, kondektur berkata dengan takzim.

“Maaf bapak bapak ibu ibu, berhubung ini bisnya rusak, oper bis yang satunya..”

Di dini hari, dimana mata lagi lengket lengketnya, disuruh pindahan!!! Guenya pindahan dengan setengah sadar.Rasanya.... dan lo tau gue bawa berapa barang? 4 barang. Jadi segala bidang tubuh gue kepake. Punggung, dada, dan dua tangan gue. Udah tas gue beraaaat banget yang isinya baju. Nih liat nih...



Ya syudah nggak papa...

Gue nggak SMS siapa siapa. Bisa bisa Ayah Ibu nenek gue nggak tidur semalaman doain gue

Gue akhirnya pindahan ke nomor duduk yang sama, dan tidur dengan berbagai style. 

Kadang kaki gue ongkang ongkangin, kadang gue lipat terus gue atasin bertumpa pada sandaran punggung seat depan gue, kadang gue miring terus kaki gue selonjorin, kadang gue lipat tiga lipatan ke dalem, kadang gue lipat masukin tas. Paginya, belum juga nyampe.

Jam 7 lewat....

Seharusnya menurut prediksi pukul 7 gue udah menginjak tanah Gunung Putri, tempat dimana tante gue tinggal. Yap, tapi manusia boleh merencanakan dan berusaha, Alloh lah yang memutuskan dan menetapkan.
Pukul 7 gue masih sampai Cirebon.

“Waalah..masih setengah perjalanan itu Ke...”, sayup sayup suara tante gue di ujung gagang telepon genggam.

Masih dengan aktivitas yang sama, gue tidur, kepala gue berayun ayun di udara sedemikian rupa. Lalu, gue terbangun karena kaget. Gue tidur lagi, lalu berayun, sebelum terjerebab gue bangun lagi. Ya udah gitu aja terus. Bisanya juga baru kayak gitu.

Pukul 10. Kenikmatan tidur gue kembali terganggu. Bisnya berhenti lagi!!

“Rusak lagi???”

Oh no. Ternyata, mampir makan lagi.

Gue liat liat kaki gue kok ada yang beda, kenapa sekarang lebih gendut, kaki bagian bawah gue keliatan unyu dan imut, ibarat pipi dia chubby. Jari gue makin keliatan gede. Setelah gue liat, amati, teliti, analisa,
Kaki gue........... bengkak.

Gue kasian sama kaki gue. Gue ajak dia jalan jalan, gue bertekad untuk no more Pop Mie, harus makan nasi. Harus.

Sendirian kayak orang ilang, gue pesen soto ayam satu sama teh manis.

“22ribu mbak...”

“Mbak, di Salatiga 22 ribu bisa makan chicken crispy steak sama just tomat mbak..”

Ya syudah.

Kaki gue rasanya udah nggak karu karuan! Lutut gue sakit bangeeeet! Untungnya tubuh bagian lain sehat wal’afiat. Kepala gue dalam keadaan bagus, tangan bisa berfungsi dengan baik, perut alhamdulillah masih dalam keadaan yang bisa diharapkan. Tapi, karena kebanyakan ngelipet dan kaki gue panjang, sirkulasi darah jadi tidak lancar dan kaki gue bengkak.

Dan udah jam 10, saudara saudara. Gue mencoba bersabar. Iya, hidup emang

“berakit rakit ke hulu, berenang renang ke tepian...bersakit sakit dahulu bersenang senang????? Yak, pinterrrr...kemudian...”

Tapi bukan jadi kayak lagunya Slank!

“berakit rakit kita ke hulu, berenang kita ke tepian, bersakit dahulu senang pun tak datang, malah mati kemudian..”

Naudzublillah min dzalik.

Gue sabar, gue tidur lagi...bangun bangun gue merasa ada yang aneh.

Kenapa ini jalan tol semua? Biasanya juga kalau udah sampe kayak Cikarang, dan CI lainnya itu di pinggiran kota. Ini kok malah kayak mau ke kota...

Udah jam 12 belum sampai juga...nih kaki udah makin bengkak, gue takutnya kalau mbledos susah niupnya.

Ternyata apa???

Sopirnya tersesat!!! Tiap bis itu pasti ada kode setiap kode serupa ‘D’, ‘A’, dan seterusnya itu mempunyai rute yang berbeda. Bis gue yang semula D berganti dengan bis A karena rusak tadi. Nah, sopir bis D karena kecapekan, takut terjadi apa apa, dia harus istirahat digantikan oleh bis seri A. Lah, dia nya nggak hapal. Tersesat lah kita dan nggak jalan di jalan yang semestinyaaa...

Gue yang kelewat capek udah pasrah.

“Ah, terserah lah mau sampe mana, terseraaaaaaaaaaaaah...”

Dari tante gue, nenek,kakek, Ayah, Ibu, adik, semua SMS dan telepon berjamaah. Ini adalah kali pertama gue ke Jakarta dengan kaki tangan sendiri tanpa siapa siapa. Sebagai anak pertama dan juga cucu pertama, mereka panik. Lah apalagi gue -______-

Penumpang mulai berkicau.

“wah, ini tadi nggak usah keluar udah sampe langsung ke pasar Rebo nih...”

“Iya kok malah bisa sampai sini terus ini mau kemana nih??”

“udah kita turun sini aja terus naik taksi sampai Cibinong..”

Lah gue??? Mereka enak at least ada rencana pasti dan gambaran nyata untuk memecahkan permasalahan hidup mereka seturunnya dari bis. Kalao gue??? Ini dimana aja gue nggak paham. Sama sekali.

Kenapa belum belum gini gue udah sengsaraaaaaa.....

Rencananya gue ikut bis ini, duduk cantik tidur imut, sampai Gunung Putri gue siap siap, gue turun dengan anggun, gue telpon tante gue dan tante gue menjemput dengan bijaksana. Sesimple itu. Rencana tinggalah rencana. It is how life works, indeed!

Dalam kegamangan hidup gue, ada gadis seusia gue,

“Mbak mau turun mana mbak?”

“Cicadas mbak...”

“Wah, sama mbaaak!!!!Cicadasnya mana mbak??”

“Gunung Putri, lha kamu mana?”

“Ya Alloh, suama mbaaak...turun di depan perumahan Griya Bukit Jaya mbak??”

“Iya..”

“Subhanalloh mbaaak...sama mbaaaaak...”

Satu hal yang gue petik dari sini.

Setiap kali Alloh menggelontorkan tantangan dan test dan cobaan, di saat yang sama Alloh juga menyediakan penolongnya atau pemecahnya atau kuncinya.

Lebah pun dikaruniai racun berikut penawarnya. Setiap racun yang terkena manusia bisa disembuhkan dengan tubuh lebah itu sendiri. Allohuakbar!

Lalu tragedi semena mena itu pun terjadi. Gue yang semula tanpa harapan, kini harapan gue besar untuk bisa sampai di rumah tante gue dengan usaha sendiri.

“Udah mbak, bareng aku aja mbak..aku tahu kok mbak..”

Dan walau pun di Jakarta tidak boleh terlalu percaya dengan orang lain, kali ini gue percaya. Dengan tubuh penuh gandulan barang, gue turun dari bis dan menepi di pinggir jalan.

HP gue kalungkan di leher gue dan bunyiii terus. Kadang Ayah gue, Ibu gue, nenek gue, dan tante gue. Rame bangett! Tangan gue sibuk banget megangin barang sambil nyeret nyeret sisa energi sepiring soto seharga 22ribu tadi, nggak sempet ngangkat. Lah, HP gue semakin melengking lengking.

Alhamdulillah banget, gue akhirnya bareng sama Mia, teman baru gue di Jekardah.

Gue ceritakan soal Mia.

Usia kita Cuma beda sebulan tuaan dia. Dia berasal dari Secang dan mula merantau ke Jakarta dua tahun yang lalu.

“Lha dulu waktu ke sini, ikut siapa?”

“Nggak ikut siapa siapa, dulu aku modal nekat. Lulus SMA, aku pingin ke Jakarta. Di Secang nggak ada apa apa, ya udah aku nekat ke Jakarta.”

“Lah, terus tidurnya dimana?”

“Sampai Jakarta aku langsung cari kontrakan, jadi sangu uang gitu buat cari kontrakan dan makan. Aku cuman dikasih alamat PT nya doang, alhamdulillah nya aku langsung diterima di PT itu di bagian produksi, bikin kayak tissue ddl gitu..”

“Wah, keren banget mbak!!! Aku aja belum berani kayak gitu..”

“Lha gimana mbak, kalo nggak begini nanti nggak berubah hidupnya..kalau gini aku bisa kuliah sendiri, udah semester 5 mbak dan udah bisa nyekolah adikku dua.”

Sumpah gue amazed banget sama Mia. Perawakannya lebih kecil daripada gue, tetapi soal keberanian dan niatnyaaa...jauuuuuuuuh jauuuuuh lebih besar daripada sekedar seorang gue ini.

“Keren sumpah mbak...”

“Tapi di Jakarta ini juga aku tu ngerasain pahitnya hidup mbak..”

“Lho? Kenapa mbak?”

“Pas aku semester tiga, kontrakanku kebobolan maling mbak, laptop, tabungan, uang ilang semua, bahkan seratus perak aja aku nggak pegang mbak...aku nggak bisa makan..”

“Terus gimana mbak?”

“Ya udah aku utang utang buat makan, tapi ya mbak..yang penting ada niat, yang nggak bisa makan entah gimana caranya pasti ada aja sesuatu yang bikin kita bisa makan. Aku juga sering nggak punya uang buat bayar kuliah, tapi nanti adaaa aja caranya biar bisa bayar kuliah...Yang penting kalau niat ada jalan mbak...”

Gue manggut manggut, meresapi kata per kata dari seorang Mia.

Saatnya turun.

Belum, belum sampai. Kita harus naik angkot lagi. Setelah seperti anak terlantar di pinggir jalan, akhirnya angkotnya datang juga. Kita naik lagi, gue setipis ini kurang bisa cekatan naikin tas tas gue, beraaaat.
Dan di angkot ini Mia kembali bercerita soal hidupnya yang gue pikir,

“Mia, you have successfully gone out of your safe box!! You’re greattt!!”

Bayangkan, ke Jakarta hanya bermodalkan uang pas pasan dan sebuah alamat!! Iya kalau alamatnya bener? Kalau kayak yang dialamin Ayu Ting Ting gimana? Atau PT nya nggak nerima dia bekerja? Mau gimana? Sendirian di Jakerdah!

“Wah, kita seumuran ya mbak, aku juga 91 tapi akunya Mei..”

“Iya mbak, aku tuaan sebulan doang.”

“Iyalah mbak, mumpung muda ya mbak..”

“Iya mbak, tapi aku kalau ada yang ngajakin ya ayo..”

“Ngajakin apa mbak?”

“Nikah...hihihi..” Dia tertawa..

“Owh, udah ada pacar ya mbak di Jakarta?”

“Iya mbak, tapi rencananya lulus kuliah dulu...kalau mbaknya? Pacarnya ditinggal di Semarang dong? Udah ada ya mbak??”

“MBAAAAK, LIAT!!! ADA PIRING TERBANG!!!!”

Setelah memberikan lembaran uang 4ribu, sampailah gue pada tujuan awal gue!! Gue pisah sama dia setelah tukeran nomor HP.

“Iya mbak, kapan kapan kita dolan dan berbagi pemikiran mbak...”, katanya..

Saking baiknya dia bahkan mau bilangin ke ojeknya sekalian soal alamat rumah tante gue. Nggak usah, gue bilang.

Lah emang dasarnya di dunia ini ada 2 hal yang paling gampang gue lupain, arah jalan sama nama. Lah ini...belum ada sebulan gue ke sini karena tanggal 1 Agustus gue udah kesini interview di salah satu sekolah gitu tapi menganut 'Kegagalan adalah keberhasilan yang tinggal tertunda', gue sekarang ke sini lagi. Lah gitu gue udah bilang sama mang ojeknya, gitu ya cuman lurus aja terus belok kanan ke salah satu gang gtu udah sampai, gue tetep pake acara tersesat!!!! Gue muter muter dulu sambil telpon tante gue sambil nyanyi,

"Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulaaaaang, aku tanpa mu butiran.....upil." Kenapa arah jalan aja lupaaaa mulu, lah gantian masa lalu aja....

Gue salah masuk gang, syedihhh!!! Tapi akhirnyaaaaaaaaaaaa

14.30 WIB!!

Alhamdulillah!!! Berkat pertolongan Alloh melalui seorang Mia gue bisa kembali ke jalan yang benar dan ketemu dengan destination gue. Gue berharap gue bisa membayar kebaikan Mia, bisa bertemu dan bisa dolan dolan bareng diaaaaa.... Dan dari perjalanan ini gue menggondol banyak sekali pelajaran hidup.

“Mia makasih yaaaa...”

Akhirnya, gue berhas

Dan ini akan menjadikan perjalanan gue pertama kali ke Jekardah seorang diri yang nggak akan gue lupain.

Dan....

Wish me luck!!!

Fighting!!!


إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)



29 comments:

  1. emg naik kereta ga bisa mbak ?
    aku juga nantimau merantau ke sby tapi :3 kayanya harus kuat kaya mbak :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. uhm...jauh sih dan ga tau jalan juga @.@
      ia, harus kuat Fi, hidup emang begini @.@

      Delete
  2. apes gt ke :| pertama x tp udah pindah2an. Pake nyasar. Tp lu hebat bisa sabar. Mungkin kalo cewek laen udah nangis2 :D untung ada mia ya heh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, wah gue hebat ya?? horeeee....hehehe, iya she is my hero..tpi belum ketemu lagi niiiih :3

      Delete
  3. allah selalu ada diaman hambanya sedang kesusahan.. :)

    ke jakarta, penuh perjuangan gitu yah, keren. smoga sukses ya di jakarta :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin makasih ya Pik :D. yeaaah, semangat!!!

      Delete
  4. kalo di jakarta itu susah nyari kerja, biaya hidup juga mahal banget. udah gitu macet lagi..
    kalo aku sih baikan Di yogya, Murah-murah menn

    ReplyDelete
  5. Jadi itu piring terbang nya kemana kak? Pengalihan yang baik. Sangat baik :D

    ReplyDelete
  6. Waduh, gue baca perjalanan Kak Meyke jadi ngerasa miris2 lucu gimana gitu.
    Tapi salut deh kak, syukurlah kakak bisa dengan heboh-ehmaap hebat maksudnya,
    iya, bisa dengan hebat nemuin jalan yang benar. Give thanks to Allah.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, iya nih Zakia, aku heboh gilak gini yaa, makasih lo udah dihibur dengan bilang kalo aku hebat. semoga someday bisa hebat beneran, aamiiin :)

      Delete
  7. Harusnya naii kereta aja, Meyke. Yasudahlah udah nyampe kan sekarang? Keren ke Jakarta sekali dan sendirian. Saya mah beberapa kali baru boleh sendirian pp. Selamat datang di Jakarta. Smoga bisa kopdar sama Meyke nanti ya^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi, naik kereta jauh gitu sih cc Linaaa...jadi ya udah deh naik bis aja jadi langsung turun bisa langsung ada di depan perumahan tante aku gtu Linn, :D
      iyaa, mauuuuk banget nih Lin, ayo kopdaaaaarrr!! :D

      Delete
  8. Aku juga dulu nekat kuliah ke Jakarta dan beberapa hari pertama rasanya sebel banget dengan hampir semua hal yang ada di Jakarta. Oh iya, ini tips... Kalo berinteraksi sama orang-orang di Jakarta (terutama pedagang, sopir angkot, dll.), jangan sampe mereka tahu kalo kita orang luar Jakarta. Paling penting sih, jangan sampe tunjukin logat daerah and talk like a real Batavian. Biasanya orang-orang yang nggak baik bakal manfaatin keadaan kita yang "asing" buat menguras duit kita.

    Tapi kalo udah kenal Jakarta, Jakarta itu kota menyenangkan kok. Di Jakarta tempat hiburannya lengkap. Seperti slogannya, ENJOY JAKARTA!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, tips mu akan aku amalkan ya cc Nisa :3
      iyaaa, hehehehe, enjoy jakarta, enjoy our life. semangaaatttt!:D

      Delete
  9. Wahow! Aku yang tinggal di sana dari lahir sampe 10thn kemudian (sekarang udah pindah) gak bisa ngebayangin ._.
    Ribet ya, apalagi sendirian....

    Setuju sama mbak nisa, tapi kayaknya di mana juga tips itu bisa dipake dan memang seharusnya dipake -_- kalau enggak ya konsekuensinya mau gak mau harus diterima :/
    yaps, enjoy jakarta kak mey :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi, orang jakarta asli nih ya Aini :3

      iya, ya mumpung muda mumpung ada kesempatan dan juga waktu ya Aini :)

      Delete
  10. dulu aku juga seperti itu waktu ke jember pertama kali ditelantarin bus gak tahu dimana, memang berat hidup diperantauan tapi harus tetap semangat :D

    ReplyDelete
  11. aku dulu waktu pertama pindah solo sendirian g ribet bgt sih soalnya naik bis dari semarang langsung turun kampus ga pake acara yg aneh2,mbak Mia keren banget sumpah,salut deh berani banget, haha ketahuan banget tuhh jom nya waktu ditanyain langsung mengalihkan pembicaraan :p cemungudh ya kakak di Jakarta

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, gue juga harusnya kek gitu doang..turun dari bis udah deh dijemput Tante, tapi apa mau dikatalah Seeeh -.-
      iya dia berani gilak emang!
      iyaaaa, maacih eaaaaaaaaa...

      Delete
  12. keren mey perjuangannya. gue juga pertama kali ke jekardah emang gak beda jauh kek kisah mu itu mey. buta jalanan.
    semangat ya mey. sukses terus buat hidupna... salam buat jokowi kalo ketemu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaaa, makasih ya Ben!! hahaha, oke ntar aku salamin deh, hahahaa...
      iya, doain yak Ben, lo juga. Semangat!!!

      Delete
  13. keren mbak keren
    setiap kata dan setiap bau nafas yang menyengat bisa diresapi dengan cukup dalem :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. asyim nih bawa bawa bau napas :p
      makasih lo makasih :D

      Delete
  14. Meykeeeeeeeeee keren banget kamu ke Jakarta sendirian...
    sekolah yang kamu lamar dimana tuh???
    mampir2 donk ke Cikarang, soalnya aku ngajar di Cikarang skg.
    oya dlu aku juga pernah tersesat kyk kamu tapi alhamdulillah ada yang menolong, goodluck ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, belum keren aku mbak Meiiii...@.@ doain one day bisa keren beneran yaaaak...
      aku ga di sekolah sh mbak Meii, mau dooong...keren kali ya kalau kita bisa ketemu gitu di jekardah mbak Meiiiii :D

      iya, alhamdulillah masih ada orang yang baik baik yaaa :D

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...