Wednesday, 26 June 2013

Mencicipi Lidah Drama Korea Daebak di Dae Jang Geum Resto, Jogjakarta.

02.30 PM

Nah, setelah akhirnya berhasil mencoba bepergian sendiri dari Ambarawa ke Jogja melewati kota Solo dan kemudian diteruskan dengan naik kereta Prambanan Ekspress seharga 10ribu atau bahasa kerennya solo travelling, dan alhamdulillah selamat sampai tujuan, Jogjakarta, akhirnya sahabat saya, Umami menjemput saya.

Sebelum saya melangkahkan kaki ke destinasi pertama, saya diajak dia dulu untuk menemaninya mengatamkan tugasnya di sebuah lab di sebuah universitas negeri yang namanya diambil dari nama seorang patih dari Kerajaan Majapahit dahulu sekali.

Nggak perlu mandi dulu apalagi istirahat, sekitar pukul 5.30 PM akhirnya kita bisa meluncur ke tempat tujuan yang paling pertama.

Sebagai penggemar Running Man dan drama drama Korea romance lainnya, saya jelas selalu ngiler tiap para pemain Running Man makan dengan lahap hidangan hidangan khas Korea serupa Bul-go-gi, lalu mie yang warnanya hitam bernama Ca-Jang Myeon atau pun yang terkenal Kim-Bab, serupa nasi/sayur dan daging atau ikan tuna yang dibungkus dengan rumput laut, atau pun seaweed mie yang dimakan tiap ulang tahun itu. Saya juga sudah dari dulu pingin banget merasakan sensasi kimchi yang ada di drama drama Korea. Nanti akan ada adegan cowok dan cewek yang saling jatuh cinta membuat kimchi mentimun atau pun sayuran kubis bareng, lalu dengan gerakan slow motion saling suap menyuapi sambil ketawa ketawa lalu backsound lagu romance menyeruak mengiringi adegan pembuatan kimchi. Syedih.

Dan berkat kedua sahabat saya, Ellena dan Umami, saya bisa membayar lunas segala rasa penasaran saya. Yap, ini adalah spot pertama kita sekaligus mengawali jalan jalan saya di kota istimewa ini.



Nah, dilihat dari namanya, kalian ingat apa hayoo???

Yap, nama ini melemparkan ingatan saya ke sebuah drama Korea yang berlatarbelakang kerajaan Korea yang mengisahkan tentang seorang koki sekaligus tabib kerajaan bernama Jang-geum. Jang-Geum sendiri mempunyai arti ‘Permata Istana’. Ini pun sama, terinspirasi dari drama itu, terbentuklah resto ini. Mengunjungi Dae Jang Geum dengan segala sajian uniknya, akan membawa kita dalam romantisme suasana Istana Korea yang indah. Kuliner Korea sudah begitu terkenal dan sajiannya yang sehat serta menggugah selera.

Dari depan pun udah sangat keliatan kalau ini Korea banget.





Apalagi masuk ke dalam, kita langsung disambut oleh mbak mbak dan mas pelayan yang juga memakai baju berkiblat baju tradisional Korea. Soal ornamen resto jangan ditanya. Setelah melewati pintu masuk berupa gerbang, akan ada televisi segede layar tancep yang berlatar belakang serupa miniatur rumah tradisional korea yang pintunya digeser dan terbuat dari kayu yang dilapisi seperti kertas putih gading itu. Pengunjung juga bisa milih mau makan dimana, mau di hall/joglo, gazebo, VIP Room, atau Tatami Room.

Saya dan kedua teman saya memilih gazebo yang ada di sebuah taman di samping ruang utama resto. Penataan gazebo dan taman mengingatkan saya ke cafe steak Cafeole, Salatiga. Mirip mirip gitu tapi di sini jauh lebih Korea karena ada guci guci yang kalau di drama Korea itu, dia buat menyimpan saus kacang gitu. Bagus pokoknya.


Hanya saja, kita datang di sana waktu sudah remang remang sehabis maghrib, jadi nggak sempat foto foto di gazebonya.. Oh ya, untuk para muslim muslimah juga jangan khawatir, di resto ini disediakan mushola juga.

Lalu, apa yang kita pesaaaaaan???

These are theeeeey!!!!









Dengan main course Bul-Go-Gi hasil traktiran Umami, yaitu daging sapi dengan bumbu dan sayuran, kita menikmati hidangan Korea yang mak jleb nyus ini.

Dari semua hidangan, saya yang paling suka adalah Bul-Go-Gi, karena cara makannya yang beda dan menciptakan sensasi tersendiri! Noh liat....



Umpama minum kopi, kalau yang lain ya seperti semestinya, dikasih kopi bubuk, lalu gula, lalu air panas di gelas, lalu baru diminum. Kalau makan Bul-Go-Gi itu serupa ambil bubuk kopi, masukkan ke mulut, tambah gula satu sendok, tidak lupa tuangkan air panas ke mulut, lalu bergerak sedemikian rupa biar semua bahan berpadu sempurna. Ya, serupa itu. Jadi, sekali kita mengunyah, sensasi dari timun bercampur bawang nan getir, ditambah daging sapi yang gurih enak gitu dan juga serupa sambal pedas. Rasanyaaaa.....nikmat tiada tara!

Beda cerita soal kimchi. Dari dulu saya pingin banget makan kimchi. Dari warnanya kayaknya pedas pedas segar gimanaaa gitu, setelah saya menjumput seperlunya, rasanya itu...ehm....nggak enak! Kayak kita makan kubis atau sayuran yang hampir basi dikasih cuka dan garam, karena memang kimchi melalui proses fermentasi. Baunya...haduuuuh...intinya, sometimes how something looks outside is not the same like how it really is!  

Dan soal minuman, saya memilih yang paling beda, gayanya mau anti-mainstream. Saya memilih yang ini.

Ini adalah rice wine, rasanya kayak minuman tape tapi dengan kadar tape yang sangat pekat. Rasanya kecut kecut getir manis dikit gimanaaa gitu. Kayak minum perasan tape tapi tapenya buanyaak gitu. Ya sudah nggak papa. Tapi kenapa yang aku cobain getir semua begini?? Nyindir ya nyindir???!!! *abaikan

Dan akhirnya kita melahap semuanya bertigaaa...

Soal kenyang jangan ditanya. Ada daging sapi, ada daging cumi cumi, masih banyak sayuran berkuah, juga sup rumput laut, masih toge dan juga kubis, juga ada makanan dari tepung beras yang dimasak dengan saus pedas asam bernama Teog-Bog-Ki. Kenyang bukan main. Alhamdulillaaaah... Saya yang baru saja menempuh perjalanan yang kalau ditotal sekitar 4,5 jam langsung makan dengan binal anggun. Ini enak banget!

It’s worth-paying, walau pun biaya sekali makan ini bisa dibuat makan berbelas belas kali di kampus, tapi ini worthwhile. Tastenya itu bener bener bikin hidup makin berwarna.

You must try!!!

Kalau mau pilih pilih dulu, niiih menunyaaaa...















Dan kalau pingin mengunjungi nggak tau tempatnya dimana, niiiih alamatnyaaa, sekaligus petanya Dora saya bawain sekalian.

Jl. Palagan Tentara Pelajar Km 8,5, Sariharjo, Sleman, Yogyakarta 55282 - Jl. Palagan Tentara Pelajar Km 8,5 Sleman.



Dan sebelum pulang, tak lupa kita narsis dulu di depan pintu masuk yang Korea banget!! And here we areee.... Dae Jang Geum Resto





Tapi, hari Jumat 21 Juni 2013 ini belum berakhir...jam menunjukkan pukul 8 PM, dan masih ada satu destinasi lagi untuk menutup hari pertama pelarian tamasya saya bersama kedua teman unyu saya. Keeeee..... Taman Lampion atau Taman Pelangi!

References :

35 comments:

  1. waaaa...bkin ngiler...lumyan mahal..hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa, tapi worthy gitu Mi, sekali kali Mi..hehe

      Delete
  2. sep itu makan bulgoginya ada cabenya juga loh .. terus bisa juga dicampur sama kimchi .

    ReplyDelete
    Replies
    1. owh iyaaa seeeph...iya krin liat RM yang terakhir itu jga mereka makan sama buanyaaaak gitu isinyah

      Delete
  3. aaaaaak....aku juga suka nonton running man!!!*toss*
    kemaren aku juga sempet mau makan di resto korea, tapi pas ga ada duit, ga jadi deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hore kita samaaaaan..hehehe..
      iya, itu aku jga harus nabung dulu gtu..tapi worthy wes..enak beuuuuuut :3

      Delete
  4. Hmmmm...
    Jadi pengen -__-
    *liat harganya langsung kenyang*

    ReplyDelete
  5. wow....
    keren kali tempatnya...
    pengen foto2 trus upload ke fb...
    jiahahahahah......
    #lebayyah...

    ReplyDelete
  6. Itu restorannya udah p[unya sertifikat halal dari MUI belum, Meyke? Apalagi kan itu makanan korea. Meski yang dimakan bukan yang haram, bisa saja proses masaknya tercampur atau terkena sedikit yang haram.:)

    Ditunggu cerita berikutnya ya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. uhm..kayaknya sih udah cc..semoga sudah..soalnya ada musholanya juga gitu.. *terus? hehehe

      iya cc pantengin terus yaaa :D

      Delete
    2. mohon maaf dek, sejauh yang saya tahu, makgeoli itu minuman beralkohol dan tentu hal itu dilarang dalam agama kita :)
      oh ya, teman saya pernah tanya ke pelayan dia blg halal (jadi menurut saya nanya ke pelayan jelas tidak bisa jadi patokan krn muslim sendiri bnyak yg tidak tahu titik kritis makanan). Dengan perkembangan teknologi pangan seperti sekarang, rotipun bisa jadi haram jika keju, emulsifier ato bahan lainnya tidak didapat dari bahan yang halal. Bahkan ice cream pun iya (pengalaman saya muntahkan hagendaz saya krn diingatkan teman, dan setelah research mmg ada beberapa titik kritis disana)
      http://www.hancinema.net/makgeoli-enlivens-nightlife-at-traditional-market-68087.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

      Delete
    3. wah, maaf kak saya baru tahu dan saya memang sedang dalam proses belajar menjadi muslimah yang baik dan ternyata kali itu (sudah lama) saya tidak sengaja minum minuman beralkohol karena saya tidak tahu kalau itu ternyata mengandung alkohol..terimakasih telah diingatkan semoga saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi..terimakasih :)

      Delete
  7. wah, reviewnya keren nih. tapi keliatannya mahal juga ya karganya :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Kuh mahal, tapi sekali kali buat mengatamkan rasa penasaran gapapa jga nih Kuh :D

      Delete
  8. sekali2 mahal ga masalah lah....

    jadi bayangin kesana berduaan, sama cewek unyu2 terus pesen kopi yang harganya 40 rebu, diminumnya dikit biar tahan sampe siang demi wifi gratis :v *eh*

    ReplyDelete
    Replies
    1. muahaha...padahal jomblo ya? kasiaaan... :p
      kayak nonton iklan gini ya Zim..hahaha

      Delete
    2. siapa siapa.... siapa disini yg jomblo... siappaaaa

      Delete
  9. kemarin sih pernah makan kimchi kesannya sih kaya makan tape dari sayuran gitu.. agak asem-asem gak jelas.. Muahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emang nggak jelas kayak yang makan..haha *ups

      Delete
  10. makanannya bikin ngiler, apalagi harganya aduuh :O
    enak gak kak? '-'

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, uenaaaak Ditsa! hehhe..ya berimbang sama harganya yang lumayan mahal itu...

      Delete
  11. lha ini harganya dollar apa rupiah?pengeeeeennnn coba ^_^

    ReplyDelete
  12. Rice wine itu minuman beralkohol loh kadar kecil.. harusnya jgn dipoto kalo minum/pesan makgeolli hihi

    ReplyDelete
  13. belum pernah ke yogya..:(
    ntar kalau kesana harus mampir nih

    ReplyDelete
  14. jadi rekomendasi ini..zobrikang@naver.com

    ReplyDelete