Pengalaman Tinggal di Jogja Bertiga part.2

Kenangan tinggal di jogja

Well, Allah Maha baik memang. Sebelum PPKM diterapkan di kota Jogja dan membuat kami terjebak di kost selama sebulan lebih, kami sempat jalan jalan di dua mingguan awal kami ngekos di sana. Alhamdulillah yah...

Pengalaman Tinggal Bertiga di Jogja Part.1

SEKELUMIT JALAN JALAN DI JOGJA

1. MALIOBORO

Review Malioboro di malam hari


Mana lagi kalau bukan tempat ini? Ke Jogja tanpa mengunjungi tempat ini pun rasanya kurang sempurna ya, kayak ada yang missing gitu. Apalagi kami yang notabenenya kemarin tinggal di kota ini. Walaupun hampir setiap sore nih kami naik motor keliling Jogja, lihat kereta lewat di samping Malioboro atau pun melewati jalan Malioboro sambil melihat lihat banyak pejalan kaki dan penjual souvenir di pinggir jalan, kami nggak pernah turun dan jalan jalan. Alasannya, ya karena saat itu memang Corona sedang merajalela.

Tapi, alhamdulillah sehari banget sebelum PPKM diterapkan, Pace bertemu dengan teman lama dan istrinya. Lalu, mereka mengajak jalan jalan ke Malioboro di malam hari, plus berkeliling mencari lukisan yang akan mereka bawa ke Polandia. Jadilah kami akhirnya jalan jalan malam hari di Malioboro, dari ujung ke ujung. 

Seru banget memang sih ya, jalan jalan di Malioboro di malam hari tuuuh. Sampai nanti aku mau bikin artikel sendiri mengenai jalan jalan di Malioboro ini, walau berbeda squad. Nanti lah ya aku ceritain.

Tapi yang paling berkesan saat itu adalah pertemuanku dengan Kak Salim, Kak Sonia, dan Kak Kamila. Orang orang hebat di bidangnya masing masing. Semoga aku ketularan hebat ya, Bun. Di akhir perjumpaan, kami makan malam bersama di penginapan mereka dan tentu saja ngobrol riang gembira. Terimakasih untuk perjumpaannya, kaaaak. Kapan kapan semoga berjumpa lagi, siapa tahu berjumpa di Polandia?

2. TAMAN PINTAR

Review Taman Pintar Jogjakarta

Berbekal keinginan untuk bisa mengedukasi Julio dimana pun kami pergi, kami memutuskan untuk mengunjungi Taman Pintar. Alhamdulillah saat itu Taman Pintar masih dibuka nih, Bun.

Masuk di lokasi Taman Pintar berikut seluruh tamannya ini gratis lho. Kita wajib bayar hanya saat masuk ke Gedung Oval Taman Pintar. Satu tiket dihargai Rp. 20.00 saja dan anak kecil di bawah 2 tahun gratis. Di gedung itu kita benar benar dimanjakan dengan berbagai ilmu pengetahuan, seperti dunia Dinasaurus, penemuan penemuan di bidang Fisika, simulator gempa bumi, pengetahuan tentang tsunami, pengetahuan tata surya, dll. Jadi di sana dibagi menjadi buanyak zona, seperti zona Fisika, Biologi, Zona Demokrasi dan Pemilu, Zona Nuklir, Memorabilia dan lain sebagainya. Masih banyak lagi segmen menarik lainnya seperti Virtual Reality, Batik dan Alat Musik Tradisional, dan lainnya.

Wah, seru bangetttt memang. Seru lagi kalau ajak anak yang memang sudah paham sih, kayak umur 4 tahun ke atas gitu. Mereka akan amazed banget dengan apapun yang mereka lihat di sana. Aku jadi nggak sabar nih nulis reviewnya karena sudah komplit banget foto foto yang aku ambil saat kami mengunjungi tempat itu. 

Bayangkan, dengan harga 20ribu saja kita sudah bisa mendapatkan begitu banyak ilmu yang menarik. It's worth-buying!

3. KIDZOONA DAN KID PLAYGROUND

Review Kidzoona Hartono Mall Jogjakarta

Jelas dari semua tempat yang kita kunjungi di Jogja, ini lah yang terbaek untuk Julio. Sampai serunya Julio pernah main di Kidzoona dari jam 2 siang sampai 7 malam. Sekalian biar dia puas karena kami berpikir kalau sudah kembali ke Semarang, dia nggak bakal bisa ke playground lagi. Karena memang nggak ada playground di Ambarawa. Dan alhamdulillah banget untungnya kami nggak kena korona setelahnya.

Oiya, Kidzoona ini ada di Hartono Mall ya, Bun. Sedangkan Kid Playground ada di Ambarrukmo Plaza. Untuk masuk ke Kidzoona, Julio harus membayar 90ribu seharian di weekday dan 150ribu seharian di weekend. Beda cerita kalau sudah jadi member ya Bun. Sedangkan kalau di Playground Timezone, Ambarrukmo Plaza, Julio membayar 60ribu selama 2 jam. 

Review Kid Playground Jogjakarta

Kidzoona ini memang lebih lengkap area bermainnya, seperti roleplay jualan di toko, shopping di market, balapan sepeda, area bermain pasir, area menyusun giant block, dan masih banyak lagi. Bahkan area mandi bolanya juga mantap. Tapi, Julio justru sering ke Playground Timezone karena di sana lebih sepi. Jadi Julio lebih bebas bermain deh. Bahkan, Julio sempat membeli voucher gratis 10 kali masuk seharga 250ribu dan berlaku selama satu tahun. Sayang disayang, habis beli voucher malah PPKM.

Habis ini aku juga mau review kedua playground nih, Bun.  Tungguin yak!

KISAH DI BALIK TINGGAL BERTIGA

Kisah di balik tinggal bertiga di Jogjakarta

Memang jika sudah berkeluarga ya paling seru kalau tinggal hanya bertiga. Nggak bisa bermanja ria, harus bisa menghadapi segala kesulitas secara mandiri, nggak ada yang bisa ikut campur juga. Begitu juga saat kami tinggal bertiga di Jogja.

Pelajaran baik yang aku bawa dari Jogja adalah jadi rajin ngepel sesampainya di rumah Ambarawa. Para istri atau Ibu Ibu juga pasti tahu dan nggak kaget lagi dengan drama drama rumah tangga yang kadang so sweetnya nglebihin drama Korea tapi parahnya juga nglebihin sinetron Indosiar. Yak, kayak kami ini. Ada juga drama yang bikin air mata berlinang berderai derai karena suatu masalah atau karena bongkahan rasa yang sudah lama dipendam dan akhirnya meledak tak tertahankan.

Apalagi kami masih dalam fase 5 tahun pertama. Itu juga masih dikurangi LDM yang menurut kami kurang efektif menempa kami menjadi sepasang suami istri. Seperti saat ini dan saat yang dulu dulu, saat kami LDM justru lebih ayem, jarang bertengkar dibandingkan jika tinggal bersama. Karena jelas saat tinggal bersama, masalah setitik nila saja bisa berubah menjadi sekolam susu. Eh, gitu nggak sih konsepnya?

Tapi justru ada rasa bersyukur juga dengan adanya kami tinggal bertiga di Jogja ini, aku merasa kalau kami bisa sedikit saling memahami satu sama lain sebagai seorang pasangan. Ye kan sedikit sedikit lama lama menjadi bukit. Pokoknya tinggal bertiga sebenarnya opsi tepat sih untuk dua pasang insan bisa menyelami karakter masing masing pribadi tanpa ikut campur pihak ketiga, keempat, kelima dan sebagainya. 

JOGJA KU KAN KEMBALI

Jogja memang kota yang bikin kangen

Memang entah Jogja ini mengandung candu atau bagaimana. Seperti kami yang pertama kali ke Jogja saat Julio masih berumur bulanan sampai akhirnya ada kunjungan kedua, ketiga, dan seterusnya. Begitu juga saat kami tinggal di sana, alhamdulillah kami bisa vaksin Aztrazeneca dosis pertama. Dan itu artinya apah?

Pengalaman vaksin pertama kami ada di sini ; Cara dan Alur Mendapatkan Vaksin Covid-19

Kami harus kembali lagi untuk dosis yang kedua. Yeayyyy!!! Dan benar saja, di bulan September alhamdulillah kami bisa berkunjung lagi ke Jogja setelah sebelumnya memang sempat pulang ke Ambarawa setelah tinggal di sana selama 2 bulan.

Senangnya lagi, tak hanya beragendakan vaksin kedua saja, tetapi kami juga janjian buat ketemu teman lama dari Jakarta. Violaa, liburan bareng deh di Jogja. Kini, akhirnyaaaa sampai juga aku di pantai, walaupun bukan pantai di Gunung Kidul yang berpasir putih, melainkan Pantai Baru, tetangganya pantai Parangtritis. But for me, it's so okay! Yang penting pantai berombak dengan suaranya yang menenangkan, pemandangan indah dimana laut dan langit seakan menyatu di ujung horizon, duh udah bahagia tiada tara. Memang hobiku ini lihat air berkilah kilah alias buanyak gitu. Walau disuruh duduk aja gitu 3 jam ngeliatin air atau ombak di tepi pantai nggak bakal bosan. Staying in the beach is the healing process for me!

Setelah ini, masih buanyak daftar tempat tempat traveling dan tempat jajan yang mau aku review, SEMUANYA! Anggap saja tahun ini adalah tahun mengabadikan semua momen yang kami lalui di tahun lalu. Karena setiap tempat yang kami jelajahi bersama, setiap waktu yang kami jalani bertiga, setiap tawa dan air mata yang ada, semuanya mengandung kenangan. Kenangan yang nantinya bisa kami buka kembali, baca lagi, rasakan lagi. Toh, nanti saat aku sudah nggak ada pun Julio dan keturunannya masih bisa membaca setiap perjalanan kami di sini. Dan inilah diaryku yang sesungguhnya. 

See you in the next episode, dude!



21 komentar

  1. Yogya memang istimewa ya maak, selama pandemi ini paling tidak tiap 2 bulan saya ke yogya krn mudik ke.solo nah adik rmh di yogya. Selalu saja ada yg baru sampai kemarin explore wonogiri-wonosari-gunungkidul pantai- parang tritis- bantul- yogya roadtrip dan menginap di tiap kota ajaa msh kurang explore kami.

    BalasHapus
  2. senangnya sempat merasakan tinggal di Jogja yang memang spesial ya mba.. pastinya kenangannya akan selalu di hati

    BalasHapus
  3. Turut mengaminkan mbak, semoga suatu saat bisa gantian ketemu teman-teman pak suami di Polandia.

    eh jadi sebelumnya sebulanan tinggal di Jogja itu, nggak rajin nyapu dan ngepel rumah di Ambarawa gitu ya?

    BalasHapus
  4. Jogjaaaaa... kota favorit sejuta umaatt!
    Bersyukur bgt mbaaa, bisa tinggal di sana dan mengabadikan memori di blog kece ini yak.
    Akupun pengin plesir ke Jogja lagiiii

    BalasHapus
  5. Aku baru sekali mba ke Jogja. Waktu itu ke Jogja langsung main ke candi prambanan dan malioboro. Waktu itu aku blum nikah. Otomatis blum kenal paksu. Jdi waktu jalan jalan malam hari di malioboro aku baper wkwkwkw 🤣. Karena suasananya romantis tapi aku blum punya pasangan hahaha 😂. Emang jalan jalan malam hri di malioboro itu asyik ya

    BalasHapus
  6. Kemarin kami nekat merayakan tahun baru di Jogja setelah sekian lama nggak ke Jogja sejak pandemi. Tapi terbatas juga tempat yang dikunjungi, pilih² yang nggak terlalu padat.

    BalasHapus
  7. "Gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga"
    Gitu kira-kira percisnya.
    Hahaha.

    Setuju untuk LDM, memang sedikit friksi ya.
    Iya dong.
    Masak pas saat kumpul, berantem juga.
    Aku pernah juga alami saat-saat seperti ini.
    Senangnya kalau pas mau jumpa, kayak menikah rasa pacaran, Hihihi.

    Btw,
    Dari ke 3 tempat di atas, Malioboro yang pernah aku icipi.

    Setuju lagi, Yogja selalu sukses membuat kita "kembali!"

    BalasHapus
  8. Jogya selalu istimewa ya mbak
    Berapa kali ke Yogya juga nggak akan bosan
    Aku bahkan pengen punya rumah disanan someday,
    Buatku Yogya juga sangat membekas di hati

    BalasHapus
  9. Jogja memang bikin rindu ya mba. Setiap sudutnya menyisakan banyak kenangan yang selalu membuat untuk kembali dan kembali lagi. Saya termasuk beruntung lahir dan besar di Jogja. Sampai saat ini pun tinggal di Jogja meskipun pernah merantau ke kota lain, Jogja tetap paling nyaman untuk stay..

    BalasHapus
  10. aku tuh juga ngebayangin enaknya tinggal di yogya adalah anytime bisa piknik gak pake jauh2 dan dengan biaya yang jauh lebih ramah di kantong hahaha...
    udah gitu pilihan kuliner juga buanyaak bgt hihi Yogya emang ngangenin

    BalasHapus
  11. Jadi kangen ke Jogja juga. Namun pandemi kaya gini, gak kepikiran buat dolan, lebih tepatnya ditahan aja dulu karena malas ribet di jalan. Ya mari nikmati saat-saat di rumah aja

    BalasHapus
  12. jadi ingat pernah ke jogja pas smp belasan tahun yang lalu. kami juga jalan-jalan ke malioboronya pas malam hari gitu trus sempat ke prambanan dan borobudur juga

    BalasHapus
  13. Aku terakhir ke Jogja sebelum pandemi, jadi belum kesana lagi deh. Wah baru tau kalau terjebak di kost mbak.
    Wah seru ya main di Taman Pintar, selain tempat bermain juga sekaligus untuk mengasah kreativitas & mengandung unsur edukasi juga tamannya.
    Alhamdulillah ada hikmahnya juga tinggal bertiga di Jogja

    BalasHapus
  14. Pastinya udah puas banget jalan-jalan dan kuliner-an di Jogja ya, selama tinggal bertiga aja. Aku pun kalau bisa pengin tinggal di Jogja, tetapi sepertinya sudah tidak mungkin. Jadi sementara ini kalau ke Jogja plesiran aja. MAin ke rumah Mbak dan sodara-sodara. Jogja emang nyaman buat tinggal dan sekolah.

    BalasHapus
  15. Seru banget mba.... bulan lalu aku ke jogja tapi belum sempat mampir ke taman pintar dan malioboro. malioboro terutama udah berubah banget ya, makin banyak sculpture keren.

    BalasHapus
  16. Jadi kangen banget bisa ke Jogja lagi Tahun berapa ya aku pernah ke Jogja ketika Akhir Kuliah dan itu juga rame-rame sama teman-teman

    BalasHapus
  17. huaa, pengen ke jogjaaa! udah lama banget ga ke sini. tahun ini mau ke jogja eh aku hamil, hihi. semoga nanti bisa wisata dan kuliner lagi di jogja ^^

    BalasHapus
  18. Huaaa jadi kangen ke Jogja udah lama banget gak kesana, eh waktu ke Malioboro aman kan ya? Jogja memang istimewa kayak kata orang, Jogja kota Rindu ^_^

    BalasHapus
  19. Bahagianya bisa tinggal di Jogja ya walaupun sebentar, temanku juga ada yang pindah Jogja selama pandemi bareng anaknya buat merasakan atmosfer kota ini, ah jadi kangen, lama nggak ke Jogja

    BalasHapus
  20. Mbak Meykke apa kabar? Waaah sempat stay di Jogja yah sebelum corona datang. Gimana, kangen jalan di Malioboro? Tergoda belanja apa aja di sana?
    Eh ternyata yang biasa LDM begitu tinggal seatap malah muncul tantangan konflik? Begitulah Naik turun naik hubungan di keluarga.

    BalasHapus
  21. Waah Julio betah banget main di Kidzoona dari jam 2 siang ampe jam 7 malam. Woow...berarti disambi sambi makan trus ntar masuk lagi gitu ya mbak?

    BalasHapus

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)