10 Tips Jitu Mendongeng/Membaca Nyaring untuk Anak



Berperan sebagai Ibu baru memang banyak sekali PR nya, salah satunya adalah bagaimana kita bisa menumbuhkan kecintaan anak kita pada dunia membaca/buku. Bagaimana juga kita bisa mengajarkan banyak hal dengan cara yang super menyenangkan plus mudah dipahami.

Akhir akhir ini kami berdua punya satu kegiatan menarik yang dilakukan hampir setiap hari. Yup, read aloud atau membaca dengan nyaring. Aku menggunakan buku yang beragam sesuai dengan usia anak. Let's say saat anak masih hitungan bulan, aku memakai buku bantal yang bisa dia mainkan sambil tiduran. Teksturnya yang lembut dan empuk nggak bakalan bikin anak cedera kalau bukunya lepas dari genggaman, hehe. Terus pas udah mulai setahunan gitu, Julio beralih ke boardbook. Bukunya tebal dan nggak bisa disobek dan ukurannya lebih kecil jadi lebih pas buat dia mainkan. Lalu, sekarang Julio mulai pakai buku yang malah jauh lebih besar dengan warna warni yang super beragam. Bukan lagi boardbook, hanya saja covernya tebal dan kertasnya pakai art paper yang glossy gitu kayak kertas majalah. Tujuannya supaya Julio yang udah makin berakal bisa lebih tertarik dengan bukunya.

Tapi, kadang aku suka bingung dan nge-blank kalau mau mendongeng atau read aloud ke Julio karena emang nggak pernah lihat Ibu Ibu dongengin anaknya alias kekurangan resurces dan referensi. Paaaas banget sama program #KEBelajar 03 yang mengusung tema Mendongeng Mudah Bagi Mamah 'Berjiwa' Muda. bersama Ka Aio; Founder Komunitas Ayo Dongeng Indonesia. And this is the best chance for me to learn more! Yeayyy...



Dan ternyata ada banyak tips yang bisa langsung aku praktekkan bersama Julio. Bahkan ada beberapa tips yang aku baru tau sekarang lho dan makin nambah ilmu dalam mendongeng ataupun membacakan cerita dengan nyaring.


Oiya, bedanya mendongeng dan membaca secara nyaring adalah, kalau mendongeng itu nggak harus dengan buku. Kita bisa memakai media apaaaaa saja. Bahkan yang menarik dari zoom class kali ini adalah kita bisa juga lho bercerita menggunakan remote. Ceritanya bisa tentang anak yang malas mandi terus badannya bentol bentol deh. See?
Sedangkan membaca secara nyaring, sesuai dengan judulnya adalah kita membacakan buku kepada anak kita dengan suara yang nyaring, tone yang dibuat semenarik mungkin dengan ekspresi yang beragam sesuai isi cerita. Lalu, apa saja ya tipsnya?

Percayalah bahwa anak nggak akan membandingkan kita dengan orang lain


Alias harus PEDE. Ya masa cerita sama anak aja grogi ya, moms. Hehehe. Jangan pernah takut kalau cerita kita nggak menarik, anak akan bosan, takut salah dan pikiran negatif lainnya. Bahkan anak ini bisa banget jadi media belajar kita. Toh exercise makes perfect. Jadi, semakin hari jika kita rajin mendongeng/membaca nyaring maka kita bisa jadi pencerita yang lebih baik lagi untuk anak anak kita.

Luangkan waktu, bukan mencari waktu luang


Karena toh kalau cuma mencari waktu luang, nggak akan ketemu. Lha wong pekerjaan rumah tangga plus pekerjaan ngeblog, bikin video, ngedit video, blogwalking, mikirin besok upload foto mana di instagram nggak akan habis habis. So, kita harus benar benar meluangkan waktu untuk bisa quality time bareng anak, salah satunya adalah bercerita.

Pilih cerita yang kita sukai


Pasti kita akan lebih semangat dan ide akan mengalir deras saat kita juga menyukai cerita yang akan kita sampaikan. Nah, jadi kita harus tahu dulu cerita apa sih yang sebenarnya menjad favorit kita? Atau bahkan bisa menjadi favorit Ibu dan anak? Karena nantinya cerita yang berkesan pasti akan diingat bahkan saat si anak dewasa.

Dulu, saat aku masih balita, aku juga sering sekali didongengkan tentang kancil yang mencuri timun di ladang petani. Lalu, pak tani itu membuat jebakan menggunakan lem. Eh, pas kancil mau nyuri, kak satunya kena. Pas mau meloloskan diri, eh kaki satunya kena lagi. Akhirnya kancil ketangkap deh sama pak Tani.Jadi, nggak boleh banget kita mencuri. See? Sampai sekarang aku bahkan masih ingat cerita kancil ini. 

Jangan takut dengan pertanyaan anak anak


"Kok gitu?"

"Ini apa?"

"Kenapa bisa gitu?"

nanti saat Julio udah gedean dikit, pasti akan muncul pertanyaan serupa itu. Santayy, justru dengan pertanyaan itu kita nanti bisa makin kreatif menjawabnya. Anak yang aktif bertanya pun justru sebagai tanda bahwa dia penasaran da excited dengan ceritanya.

Jangan menginterupsi cerita


"Ih ini lho, dengerin dulu Mama mau cerita dulu."

"Mau ngapain? dengerin dulu sampai habis gitu lho."

Lah, nyeritain kok maksa. Kita aja kalau lagi di kelas dulu saat dosennya ngebosenin rasanya pingin keluar kelas ya. Kita aja nggak mau dipaksa. Lebih baik buat cerita yang lebih menarik dan atraktif, dengan harapan nggak perlu disuruh macam itu pun anak dengan senang hati mau mendengarkan plus merespon cerita kita.

Jangan ngasih tahu kesimpulan cerita


Nah, ini termasuk ilmu baru bagiku. Alih alih memberi tahu kesimpulan cerita macam,

"Makanya, jadi anak itu harus jujur, biar nggak dihukum kayak ini nih, cerita si Budi.",

kita bisa memberi pertanyaan terbuka,

"Nak, kalau gitu kita harus jadi anak yang apa?"

"Kenapa kok harus jadi anak yang jujur?"

Dengan begitu, kita nggak langsung memberi kunci jawabannya, tetapi memberikan kisi kisi, supaya anak juga bisa berpikir kritis plus bisa menjadi tolak ukur pemahaman anak tentang cerita yang kita bawakan. Cihuyyy, seru ya!

Lakukan skinship saat mendongeng/membaca nyaring bersama anak balita


Entah dengan dipangku atau at least bersentuhan. Why? dengan skinship kita juga sekalian membangun bonding yang kuat antara Ibu dan anak. Kita bahkan bisa sambil membelai, mencium anak kita, memeluk. Duh, mendongeng ternyata bisa sesyahdu ini ya. Toh nanti kalau anak sudah beranjak remaja, pasti akan susaaaaah sekali kita cium cium. Nah, mumpung anak masih balita, yuk puas puasin cium peluk pelukin!

Pengalaman sehari hari bisa jadi bahan cerita


Misalnya tadi siang si anak habis jatuh naik sepeda. Nah, malamnya bisa banget nih jadi ide cerita untuk bisa lebih hati hati. Bisa kita ceritakan aja gitu pakai nama lain, kronologisnya gimana sampai pada kesimpulan kalau naik sepeda harus pelan pelan dan hati hati. Khan malah lebih mengena moral story nya kalau diambil dari kejadian yang dekat dengan kita.

Saat membaca dengan nyaring, jangan sederhanakan kalimat. 

Justru ini adalah momen yang bagus untuk memperkaya kosakata si anak. Cuman, boleh nih kita jelasin setelahnya. Jadi, baca aja plek plek dengan buku yang kita bawa. Makanya, buku yang kita pilih pun sebisa mungkin sesuai dengan umur si anak. Memang, buku adalah sarana yang super bagus untuk menambah kosakata anak plus mengajarkan adab kepada anak.

Be creative! 


Saat kita kehabisan ide mendongeng, kita bisa lihat tools/benda di sekitar kita dan latih daya kreativitas kita. Kita bisa kok mendongeng pakai botol, streples, tempat makan, sendok, dan lain sebagainya.

Temukan solusi dari diri tokoh utama sendiri


Artinya, cerita yang bagus adalah cerita dimana tokoh utama bisa menemukan solusi sendiri dari apa yang menjadi masalahnya. Misalnya si remote alias anak yang bentol bentol karena nggak mau mandi tadi. Alih alih dikasih tahu sama Mamanya,

"Makanya Mot, kamu harus rajin mandi biar nggak gatal gatal begini."

Akan lebih baik saat kita bercerita,

"Ah, aku harus rajin mandi. Aku nggak mau bentol bentol lagi kayak gini. Gatal sekali! Ibuuu...aku mau mandi Ibuuuu..."

Nah, ternyata mendongeng dan membaca nyaring pun ada tips dan triknya ya moms. Biar kegiatan ini makin seru dilakukan bersama anak plus banyak manfaat, baik untuk diri kita sendiri dan untuk anak kita.

Semangat mendongeng dan menebar kebaikan ya moms. Kalau moms, cerita favoritnya apa nih?


21 komentar

  1. Anak tuh suka nanya. Kalau cerita pasti ada jedanya buat mereka mempertanyakan sesuatu. Aku masih belajar banget soal dongeng

    BalasHapus
  2. Duluuuu aku juga suka mendongeng buat anak2 tapi ga nyaring bacanya. Jadi berpengaruh juga ya mbak? Kadang suka ada pertanyaan2 ajaib yg sederhana tapi kita mikirnya lamaaa bingung jawabnya. Misal sex apa apa? Padahal jawab aja artinya jenis kelamin....hehehe :D Anak2 biasanya suka cerita tentang binatang, acara jalan2 diulas lagi dll. TFS mbak Meykke.

    BalasHapus
  3. Ternyata nggak asal aja ya mendongeng untuk anak, ada tips dan triknya juga.
    Jadi inget dulu waktu anak-anak masih kecil, mereka paling senang kalau aku mendongeng dengan alat peraga, seperti misalnya boneka Jari hehehe.

    BalasHapus
  4. Sedih banget deh ketinggalan kelasnya KEB yang ini. Tapi makasih, Mbak Meykke sudah berbagi materinya. Ternyata mendongeng bisa dengan menceritakan kembali kisah sehari-hari ya.

    BalasHapus
  5. Wah iyaa, intonasi kudu menarik, supaya anak makin antusias dgn dongeng yg kita bawakan.
    Selamat mendongeng dan tingkatkan bonding dengan buah hati yaaa

    BalasHapus
  6. Membacakan nyaring untuk anak melatih mereka konsentrasi mendengarkan juga ya Mbak. Iya anak-anak tidak akan pernah membandingkan kita dengan pencerita lain. Makanya dulu Mamin percaya diri aja membaca kencang sambil sesekali minta perhatian...hahaha ternyata itu gak boleh ya

    BalasHapus
  7. Ya Allah, aku terharu, di awal uda langsung anak tidak membandingkan kita dengan org lain. Menambah pede ku banget.. padahal yg dengerin juga cuma mereka aja ya, harusnya aku pede aja

    BalasHapus
  8. MashaAllah.. nice to share sista.. seneng deh bacanya.. runut banget dan bisa jadi bahan informasi untuk para ibu ibu yang masih kesulitan mendongeng buat anak ya..

    BalasHapus
  9. Selain sebagai bentuk quality time antara orang tua dan anak. Bukan hanya menyenangkan, aktivitas mendongeng juga berpengaruh besar pada pembentukan karakter yang positif

    BalasHapus
  10. Mendongeng dulu pernah menjadi kegiatan rutin saya bersama anak menjelang tidur. Tapi lama-lama ternyata dia kecanduan sementara kadang saya sedang banyak kerjaan. Akhirnya saya akhiri pelan-pelan bir dia bisa tidur tanpa didongengkan. Kalau ingat ini saya jadi merasa bersalah banget.

    BalasHapus
  11. Thanks for your sharing, i am be late folow the class by KEB. THe story telling is importand in my home because my kidz like hear my sound in the story, hahaha

    BalasHapus
  12. Wah ternyata membaca nyaring juga ada tips dan triknya ya, saya dulu asal baca aja, sambil mengubah intonasi suara kalau pas ketemu bacaan berupa dialog.

    BalasHapus
  13. Wah sayang aku ngga nonton livenya nih padahal topiknya seru banget, anakku udah SD dan SMP aja senang banget dibacain buku hihi

    BalasHapus
  14. Duh kangen masa mendongeng. Anakku udh 18 tahun. Tai aku selalu memyediakan waktu untuk mendengar anak bercerita

    BalasHapus
  15. Anak-anakku udah abg semua, dah pada gak mau didongengin. Wkwkwk. Tapi terharu banget lo, ketika kapan hari si anak lanang tiba-tiba mengingat salah satu dongeng yang seirng kubacakan waktu dia kicik, duh... meleleh deh emaknya. Ternyata bener, kenangan indah itu luar biasa berharga.

    BalasHapus
  16. Selama ini kalau saya cerita ke adik-adik yang masih kecil, bahasanya masih lempeng-lempeng aja. Dan ternyata mendongeng itu tak semudah yang dibayangkan. Udah berusaha PD tapi tetep aja rasanya ada yang kurang.

    Semoga nanti pas anakku mulai besar aku bisa meluangkan waktu untuk mendongeng. Dicatat ini mah, luangkah waktu bukan cari waktu luang.

    BalasHapus
  17. Membaca cerita secara nyaring udah jd ritual sblm bobo hehe. Kdng emang pertanyaannya ajaib, trus kalau aku gk tau krn aku gk mau sembarangan jawab aku gugling wkwkw. Kdng hp kuset mic langsung mbah gugel biar anaknya nanya sendiri haha, walau kdng pertanyan dan jawabannya gak nyambung

    BalasHapus
  18. thanks for all the tips mbaaa. Aku juga suka membaca nyaring dn seru dengan anak - anak waktu mereka kecil. Sekarang mereka masih menikmati hobi embacanya

    BalasHapus
  19. Jaman anakku kecil dulu, kegiatan mendongeng paling ditunggu karena aku suka menirukan suara binatang yang berbeda. Wkwkwkk, ternyata anak-anak masih ingat sampai sekarang

    BalasHapus
  20. Aah...haturnuhun kak...sudah dituliskan di blog.
    Jadi aku bisa ikutan baca ilmu yang diberikan kak Aio dalam mendongeng.
    Anak-anakku sampai sekarang masih excited kalo mamak pinjem buku di iPusnas atau Gramedia Digital.
    Karena uda pada gede, mereka bosan sama koleksi buku kami yang masih belum nambah karena belum kemana-mana gini...

    BalasHapus
  21. Mendongeng ini memang bagus banget buat bonding antara ortu dan anak. Tapi kalau di saya sering banget cerita ga selese karena mereka banyakan nanya, atau malah minta cerita yg sama diulang2 melulu hihihi

    BalasHapus

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)