Prinsip Desain Grafis dalam Menciptakan Desain Logo Profesional

Desain Logo Profesional
https://www.pexels.com/photo/person-using-macbook-209151/
Prinsip desain tersebut berfungsi untuk memastikan keterlibatan gambar dan hubungannya dengan perusahaan.
Dengan adanya prinsip-prinsip desain grafismakasebuah perusahaan akan memiliki desain logo profesional yang akan memgberikan persepsi terarah atas brand/ merek yang ditawarkan kepada konsumen.
Berikut iniSribu memberikan informasi mengenaiprinsip-prinsip desain grafis dalam menciptakan desainlogo profesional.

Balance (Keseimbangan)
Keseimbangan (Balance) merupakan prinsip desain grafis yang berguna untuk distribusi gambar yang merata dalam menciptakan efek visual yang menyenangkan. 
Keseimbangan akan memberikan pengaruh psikologi pada persepsi manusia. 
Prinsip ini dapat diterapkan dengan memperhatikan tata letak huruf pada skala yang tepat. 
Keseimbangan terbagi menjadi dua jenis yaitu formal balance (simetris) dan informal balance (tidak simetris). 
Formal balance dapat dicapai dengan memposisikan halaman pada bobot yang sama dan posisi yang simetris. 
Sedangkan non formal balance dapat dicapai dengan mengubah nilai, ukuran, atau lokasi elemen pada halaman. 



Kontras merupakan variasi dari elemen dalam produk yang tercetak pada desain logo profesional. Sebagai contoh, jika penggunaan garis hanya menggunakan garis tebal saja maka akan terkesan monoton, tetapi jika ditambahkan garis tipis maka akan terkesan lebih menarik. 
Desain logo profesional dapat dikontraskan untuk menghasilkan variasi keterbacaan dan daya tarik yang lebih besar. 
Beberapa kontras desain logo profesional dapat dibuat dengan memadukan beberapa bentuk seperti bulat dan lurus, berhias dan polos, dan luas dan sempit. 

Unity (Kesatuan)
Kesatuan merupakan prinsip desain grafis yang menekankan keseimbangan tepat dari semua elemen dalam sebuah desain logo profesional.
Sehingga hasil keseluruhan gambar bila dipandang akan menjadi satu kesatuan yang menarik
Setiap elemen pada desain logo profesional yang dibuat harus berada pada posisi yang tepat untuk menciptakan citra yang harmonis. 
Desain dapat dipindahkan dan dimanipulasi untuk menciptakan kombinasi elemen yang lebih menarik dan fungsional. 

Rhythm (Irama)
Prinsip desain grafis selanjutnya adalah Irama (rhythm) yang sangat antusias dengan pergerakan mata pembaca. 
Orang yang melihat sebuah logo sering terpengaruh oleh bentuk yang digunakan pada gambar yang digunakan. 
Bentuk yang berirama harus mencerminkan gerakan horizontal dan vertikal. Selain itu, bentuk lain seperti segitiga berguna untuk mencerminkan gerakan diagonal, dan bentuk lingkaran harus dapat mencerminkan kurva yang jelas. 
Irama dalam hasil desain logo profesional berguna sebagai elemen yang dapat digunakan untuk membuat gerakan dan arah visual. 
Irama juga bisa diperoleh melalui penggunaan pola atau pengulangan. Pola dapat ditata dengan berlawanan terhadap elemen untuk membuat desain yang lebih efektif. 

Proportion (Proporsi) 

Proporsi adalah hubungan antar elemen dalam suatu citra desain logo profesional. Desain grafis harus menerapkan prinsip proporsi untuk membantu mencapai keseimbangan dan kesatuan dalam suatu tata letak. 
Seluruh elemen harus sebanding satu sama lain sehingga menciptakan daya tarik dan pemahaman terhadap identitas yang diharapkan. 
Jika menggunakan jenis gaya yang berbeda, maka untuk mengikuti elemen lain proporsi harus mampu mengembangkan hubungan yang menyenangkan secara estetis antara masing-masing elemen dalam tata letak. 
Pengetahuan dasar tentang elemen dan prinsip desain grafis merupakan kunci untuk memahami pedoman yang digunakan dalam tata letak. 
Tata letak atau mekanis yang telah selesai harus menunjukkan prinsip desain grafis yang baik. Proses penyusunan layout sheet harus dilakukan oleh desainer ketika membuat desain logo profesional.


Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif untuk desain logo profesional. 
Tipografi berkaitan erat dengan pemilihan atau penciptaan jenis huruf. Jenis huruf dipilih tidak berdasarkan pada selera semata, melainkan harus memperhatikan elemen lainnya.
Dalam penerapan prinsip tipografi, ada dua hal penting yang harus digunakan, yaitu Legibility dan Visibility. 
Legibility adalah kecondongan desain grafis pada tingkat keterbacaan yang ditentukan oleh segala atribut visual yang dapat membuat huruf lebih terbaca. 
Sedangkan, Visibility merupakan kecondongan desain grafis yang lebih fokus pada jenis huruf tertentu dapat dilihat atau tidak. 
***
Itulah beberapa prinsip desain grafis yang harus ada dalam membuat desain logo profesional perusahaan. 
Prinsip-prinsip tersebut hanya dapat dimiliki oleh desainer yang profesional dan berpengalaman. 
Maka dari itu, Sribu menjadi pilihan yang tepat bagiperusahaan Anda untuk membuat desain logo profesional.

No comments

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)