Cara Merawat Gusi dan Gigi yang Baru Tumbuh, Ibu Wajib Tahu!




Gigi pertama Julio itu tumbuh di sekitar bulan ketujuh, yaitu dua gigi seri bagian bawah yang kemudian disusul dua gigi seri bagian atas dan jadilah empat gigi tumbuh secara bersamaan. Dan sejak saat itu juga aku udah mikir keras nih tentang bagaimana baiknya merawat gigi Julio.

Maklum, baru juga punya anak satu dan masih harus banyak belajar. Jadi, berbekal dengan membaca beberapa artikel di Google, sejak Julio MPASI aku udah mulai sikat gigi Julio pakai sikat gigi khusus bayi silikon seperti ini.

Enaknya pakai ini kita jadi bisa leluasa meraba gusi dan lidah bayi tanpa salah menggosok atau terlalu keras menggosok.

Dan ternyata seharusnya perawatan gigi dan gusi dimulai sejak anak lahir saat mereka masih ASI eksklusif lho demi menghindari karies dini. Terus bagaimana caranya ya?

Lalu kalau giginya sudah tumbuh, perawatan gigi seperti apa lagi yang harus kita lakukan? Perlu pakai pasta gigi nggak? Apa bu ibu juga punya pertanyaan yang sama seperti aku? Tenaaaang...Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan mengikuti kulwap tentang cara merawat gusi dan gigi yang baru tumbuh.


Oiya, kulwap ketje ini pembicaranya Drg.  Christine H,  Sp.  KG,
FICD,  FISID. Melalui kulwap ini aku jadi makin tercerahkan tentang bagaimana merawat gusi dan gigi Julio. Hmmm...demi anak tersayang, terus menimba ilmu yuk bu ibuuu....

Baca juga :
Julio's Diary #7 dan #8 : Gigiku Ada Empat
Manfaat dan Step By Step Cara Memijat Bayi
5 Cara Mengasuh Bayi

Perlu membersihkan gusi dan gigi bayi, bahkan saat mereka belum mulai tumbuh


 Iya.  Bahkan sebelum bayi Kita memiliki gigi pertama, biasakan seka gusinya dengan kain kasa atau kain lap basah yang lembut  sewaktu mandi.  Tidak perlu menggunakan pasta gigi apa pun.  Cukup lilitkan kain atau kasa di sekitar jari telunjuk Kita dan gosok dengan lembut di atas gusinya.

Bakteri di mulut biasanya tidak berbahaya sebelum gigi muncul, tetapi sulit untuk mengetahui kapan gigi mulai tumbuh, jadi Kita harus mulai lebih awal.  Membiasakan bayi Kita untuk membersihkan mulut sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari juga akan membuatnya lebih mudah untuk beralih ke menyikat gigi di kemudian hari.


Cara terbaik untuk menyikat gigi bayi saya setelah mereka mulai tumbuh


 Ketika gigi anak Kita mulai muncul (umumnya sekitar 6 bulan), American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar Kita mulai menyikatnya dengan sedikit pasta gigi berfluoride.  Begini caranya:

1. Sikat dua kali sehari. 
2.Sikat di pagi hari dan tepat sebelum tidur. 
3. Gunakan sikat gigi bayi dengan kepala kecil dan pegangan yang cocok untuk tangan Kita.

4. Gunakan sedikit pasta gigi fluoride.  Oles tipis pasta gigi berfluoridasi seukuran sebutir beras ke sikat (Perhatikan bahwa banyak pasta gigi yang dipasarkan untuk bayi tidak mengandung fluoride.)

5. Sikat dengan lembut di bagian dalam dan luar masing-masing gigi bayi Kita, serta lidahnya, untuk mengusir bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut.  Karena Kita menggunakan sedikit pasta gigi, tidak perlu dibilas.

6. Ganti sikat gigi segera setelah bulu mulai terlihat usang atau rusak

Bayi membutuhkan fluroude dengan jumlah yang tepat


 Fluoride membantu mencegah kerusakan gigi dengan memperkuat enamel gigi dan membuatnya lebih tahan terhadap asam dan bakteri berbahaya.

 Tetapi fluoride hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, terlalu banyak itu dapat menyebabkan kondisi yang disebut fluorosis, yang menyebabkan bintik-bintik putih muncul pada gigi dewasa anak Kita.  Inilah sebabnya mengapa penting untuk hanya menggunakan sedikit pasta gigi sampai anak Kita cukup besar untuk membilas dan berkumur

 Setelah bayi Kita berusia 6 bulan, ia juga harus mendapatkan sejumlah fluoride dari air minum atau air yang digunakan untuk membuat susu formula.  Jika air Kita tidak mengandung cukup fluoride, anak Kita mungkin perlu mengonsumsi suplemen fluoride.

 Catatan: Secara umum, itu bukan ide yang baik untuk memberi bayi Kita air sampai dia berusia sekitar 6 bulan.  Sampai saat itu, dia akan mendapatkan semua hidrasi yang dia butuhkan dari ASI atau susu formula, bahkan dalam cuaca panas.

 Jika air yang Kita gunakan untuk membuat susu formula bayi Kita mengandung fluoride, ia akan mendapatkan fluoride dari pemberian susu botolnya.  Sebagian besar pasokan air kota diperkaya dengan fluoride yang memadai.  (Hubungi otoritas air setempat untuk mencari tahu tentang Kita). 

  Dokter dapat meresepkan fluoride dalam bentuk tetes yang dapat Kita tambahkan ke botol atau sereal bayi Kita sekali sehari.  Para ahli tidak merekomendasikan suplemen fluoride untuk bayi di bawah 6 bulan.

Saat yang tepat untuk membawa bayi ke dokter gigi


 American Academy of Pediatrics dan American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan agar Kita membawa anak Kita ke dokter gigi dalam waktu enam bulan setelah gigi pertamanya tumbuh, atau pada ulang tahun pertamanya, yang mana yang lebih dulu.

 Sementara itu, pada setiap kunjungan bayi yang sehat, penyedia layanan kesehatan utama bayi Kita harus memeriksa gigi bayi Kita (jika ada) dan mengoleskan lapisan fluoride setiap tiga hingga enam bulan, tergantung pada risiko bayi Kita mengalami gigi berlubang.  Faktor risiko termasuk riwayat keluarga gigi berlubang dan kesehatan gigi yang buruk pada ibu selama kehamilan.

 Ketika Kita membawa anak Kita ke dokter gigi, pastikan untuk mengkomunikasikan perawatan fluoride apa yang telah diterima bayi Kita di dokter.


Makanan yang merusak gigi


 Makanan-makanan ini dapat berkontribusi pada gigi berlubang:

  •  buah
  •  buah kering, seperti kismis 
  •  jus 
  •  selai kacang dan agar agar manis
  •  roti
  •  kerupuk
  •  Pasta
  •  kue dan snack

 Sajikan makanan ini dengan air sehingga kemungkinan besar akan langsung tertelan dan tidak akan terlalu lama menempel pada gigi.

Catatan!  Jangan meletakkan bayi Kita di tempat tidur dengan botol susu, susu formula, jus, atau cairan manis.  Cairan ini memberi makan bakteri di mulut yang menyebabkan kerusakan gigi.

Oiya, kadang kita juga merasa kawatir karena gigi anak tak kunjung tumbuh ya bun. Tapi menurut dokter, faktor pertumbuhan gigi bisa dipengaruhi oleh gizi, genetik, lingkungan dan lain sebagainya dan usia maksimal bayi harus tumbuh gigi adalah antara 12-13 bulan. Jadi nggak perlu kuatir karena makin lama tumbuhnya maka faktor resiko gigi berlubang juga maki kecil. Kalau lebih dari umur itu belum tumbuh gigi maka harus cek ke DSA ya, bun.

Nah, setelah dapat ilmu dari kulwap ini, aku langsung berburu sikat dan pasta gigi yang cocok untuk Julio seperti ini, bun.

Kemarin aku beli di Toko bayi dan anak harganya 60k dapat 1 set berisi 3 sikat gigi sesuai umur/jumlah gigi ini, bun. Source : Bukalapak.com
Kalau ini aku beli harganya 15k, bun. Source : Tokopedia.com

Walaupun kadang suka susah untuk membuka mulut sembari digosok gigi, gusi dan lidahnya InsyaAllah lama lama Julio bakalan terbiasa. Menurut aku sih yang penting jangan ada pemaksaan karena nantinya yang ada anak jadi trauma dan makin susah buka mulut untuk gosok gigi.

Ah, kulwap ini benar benar bermanfaat banget untuk Ibu newbie macam aku nih. Jadi, sudahkan si kecil gosok gigi pakai sikat dan pasta gigi yang sesuai, bun?



2 comments

  1. Wah sy punya anak 4 baru tahu kalau mulai merawat gigi anak sebelum dia tumbuh gigi. Bagus banget infonya, akan sy mulai praktekkan pada anak ke empat sy baru usia 4bulan. Mampir ke blog sy juga jeng.

    ReplyDelete
  2. Makasih banget infonya mbak, bermanfaat banget buat bekal nanti merawat gigi si bayik..

    ReplyDelete

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)