9 Tips Mudik Asyik Walau Sendirian



Perjalanan mudik adalah perjalanan yang pastinya penuh sukacita. Sebentar lagi rasa rindu akan menemukan penawarnya, segera bertemu dengan keluarga dan merayakan hari penuh berkah : Idul Fitri. Tapi, untuk beberapa orang yang mudik dengan menggunakan moda transportasi bis atau kereta, pasti pernah merasakan saat saat jenuh dan suntuk. Apalagi kalau mudik seorang diri macam saya ini.

Nah, makanya saya share lagi tentang tips mudik asik mengusir sepi dan bosan berdasarkan pengalaman saat saya mudik dulu. So, check this out!


1. Baca buku sambil dengerin musik


Ini asik banget. Saat melakukan perjalanan jauh, lu harus punya ini.



Dan juga ini.




Saat itu gue bingung. Nih bis masih pusing pusing di sekitaran Jeckardah, menclok dari satu terminal ke terminal yang lain demi menaikkan penumpang. Karena tidur gue belum ngantuk, maka gue mengambil buku dari tas gue, lalu membacanya. Nah, biar sensasi perjalanannya lebih terasa, maka gue memilih buku bertajuk travelling. Olehnya gue dibawa menuju Lombok, lalu Aceh, berpusing pusing ria di banyak pantai. Kalau sudah membaca, enaknya sambil dengerin musik. Duduk tepat di samping jendela dengan sesekali mengamati kemacetan dengan banyak bis sebagai pelakon utamanya. Gue menyegarkan diri dengan membaca dan mendengarkan musik. Sensasinya tu asoy bingit, udah kayak scene di dalam drama Korea. Coba deh!

2. Liat bulir bulir air hujan


Ahh, ini jangan sampai dilewatkan. Beberapa kali selama perjalanan, hujan meruah ruah dari langit, menyisakan buliran buliran yang meliuk liuk mengalir dari balik kaca. Sensasinya akan sangat terasa saat kita mematung sambil meneliti satu persatu butiran air seakan setiap butiraanya mewakili setiap cerita hidup kita, scene scene yang berkelebat cepat serupa adegan DVD yang dikenai tombol fast forwards, atau pun tiap tiap butirannya mewakili setiap ide dan gagasan tentang awang awang masa depan. Duh, asek banget gue. Ha ha ha. Well, rain is indeed amazingly beautiful!!! Membawa kita ke satu sensasi yang bahkan susah dilukiskan dengan kata kata dan diuraikan dengan goresan gambar.

3. Memikirkan masa depan


Saat kita di bis, yang bisa kita lakukan hanyalah satu perkara. Duduk di seat. Itu adalah yang utama. Dan kerja sampingannya memang ada banyak. Salah satunya adalah menerawang masa depan. Iyess,, nggak salah lagi. Atau bahasa asiknya melamun. Akan ada banyak waktu untuk kita memikirkan banyak hal saat ada di dalam bis. Lalu wusssss!! Serupa peluru yang dimuntahkan dari balik corong pistol, semua hal yang terjadi dan ingin terjadi terus bergiliran menampakkan diri. Tapi satu hal yang harus diingat, saat pikiran mundur beberapa langkah ke belakang, jangan terlalu lama menyesapi moment demi moment yang bikin galau. Itu tidak bagus untuk kesehatan. Jadi, saat galau sedang akan mendera, langsung saja arahkan pikiran untuk menambah kecepatan dan melangkahi masa sekarang yang lalu menembus masa esok dengan semangat yang berapi api. Di bis, gue banyak melahirkan banyak ide mengandung semangat tentang masa depan. Banyak harapan dan mimpi. Banyak angan angan dan rencana rencana masa depan. Jadi, ini harus dicoba!


4. Ngobrol Syahdu dengan Teman Seperjalanan


“Ehm...tujuan mana?”

“Dari mana?”

Itu adalah pertanyaan permulaan yang bisa mendeteksi tentang seberapa ingin mereka membalas obrolan kita. Kalau semisal jawabannya hanya satu suku kata serupa,

“Ehm...tujuan mana?”

“Cikarang.”

“Owh, Cikarang...berarti nanti mbak/mas dulu yang turun. Aku nanti di Pasar Rebo..darimana mbak/mas?”

“Dari tadi.”

“...............” Lu harus langsung pura pura tidur, lalu ngorok.

Nah, kalo seandainya jawabannya yang didapat serupa di atas, maka segera akhiri sajalah semuanya. Kalau buat gue, berdo’a sebelum memulai perjalanan itu tidak hanya sangat penting untuk keselamatan jiwa, tetapi juga hati. Alangkah indahnya perjalanan kalau kita bisa menemukan teman satu seat yang asik dan bisa diajak ngobrol, sukur sukur bisa jadi temenan. Di perjalanan naik bis edisi terdahulu gue punya temen satu seat ibu ibu. Lalu, beliau bercerita banyak tentang keputusannya merantau dan bekerja sebagai salah satu buruh pabrik yang UMR nya lebih tinggi dibandingkan UMR di kampungnya. Dia juga bercerita tentang keberhasilannya menyekolahkan anak anaknya di kampung. Kala itu banyak sekali yang bisa gue petik tentang pengorbanan seorang ibu demi kata bahagia untuk anak anak tercintanya. Bila kalian adalah orang yang gemar berbicara seperti gue, mengobrol dengan teman satu seat sangat menyenangkan. Hanya saja hal ini tidak berlaku kalau teman satu seat kita adalah :

a. om om

b. mas mas

At least, menurut pengalaman gue. Di perjalanan merantau kemarin gue satu seat dengan seorang om om dan mudik ini gue duduk bersama mas mas. Saat gue asik menggantungkan ujung headset ke kedua belah telinga, dia tiba tiba nanya.

“Darimana?”

“Dari tadi, eh maksutnya dari gunung putri. Masnya?”

“Cikarang. Sekolah apa kerja?”

“Kerja.” Nih mas mas nanyanya serius amat, gue jadi takut. Dan pada akhirnya kita menghabiskan waktu 25 jam berdampingan. Kadang saat bis berhenti dan gue pingin pipis, si mas mas lagi bobok. Karena gue duduk di dekat jendela, gue harus bangunin masnya dulu buat lewat. Setelah baca ayat kursi gue mulai nyolek nyolek masnya. Gue takut dikira modus. Padahal pertahanan gue udah di ujung. Lalu dengan mata merah menyala masnya terbangun. Malamnya, si mas mas tidur harus pake posisi segala. Dia miring menghadap gue dengan keseluruhan tubuhnya ditutupi selimut dan kakinya ditekuk serupa tidur miring di kasur. Helooooooo, ini seat bis mas. Lama lama kepala masnya mulai menunjukkan tanda tanda kurang baik. 2 cm lagi kepala masnya sudah nempel di pundak gue. Dia kira kita lagi syuting drama Korea???? Gue berdehem dia nggak denger. Gue pura pura ngulet takutnya kepalanya malah jatuh ke bahu gue. Akhirnya gue ngorok aja.

Maka, perkara nomor 4 kali ini gagal gue lakukan, terbentur keadaan.

5. Mendengarkan Musik Lewat Headset


Karena hal ini juga gue sampai beli Powerbank. Gue nggak bisa bayangin apa jadinya perjalanan gue tanpa musik. Pun musik bisa diset berdasarkan cuaca dan waktu. Saat senja mulai menjalar dengan awan hitam menggantung pilu, gue mulai memutar lagu lagu galau. Diiringi dengan liukan bulir air yang meluncur turun dari balik kaca, lagu lagu serupa “Say Something”, Hold on We’re Going Home”, “Breathe Again”, “How Could You” dan lagu lagu bernada pilu lainnya bisa sangat meresap. Ini jelas asik!! Sensasi sensasi syahdu lalu merasuki pikiran gue dan gue jadi berasa lagi ada di salah satu scene drama Korea. Coba bayangkan!! Duduk di bis seorang diri di ujung senja dengan buliran air meluncur bebas dari balik kaca jendela berlatarkan alunan lagu lagu ber-beat slow cenderung tertatih tatih. Beuuh, feelnya dapet bangett!!!

Malam itu gue juga nggak bisa tidur. Lalu, gue mulai memilih lagu relaxing music yang isinya alunan piano dengan latar suara desir angin di pantai dan juga percikan air. Lu bisa cari di google dengan keyword ‘relaxing music’ atau ‘spa music’, ‘atau nature music’. Gue memilih durasi musik satu jam penuh. Violaaaaaaaaaaaaa....akhirnya gue bisa tidur.

Lain lagi kalau pagi sudah mulai menyapa. Gue akan memutar musik musik yang lebih menghentak biar gue nggak ngantuk melulu serupa “Please, don’t go”, “How Do I Breathe”, “Turn Me On”, “The Monster”, “Girl on Fire”, sampai “Burn”!! Lalu, gue akan penuh semangat walau gue sadar gue masih di Banyumas, melampaui terlalu jauh dari Ambarawa dan mengambil jalan berputar, lagi lagi karena si Com dan si Mal putus. Tujuh jam lagi, cuy!!

6. Take A Selfie


Ohhh, ini jelas penting bangettt!! Berangkat dari pelajaran hidup nomor 15 : “Pictures are freezing moments”, jelas gue harus selalu mengabadikan moment moment dalam hidup gue termasuk saat sedang nestapa durjana di dalam bis. Peduli amat mau kulit berminyak, pori pori membesar, jerawat bertunas dan dompet sekarat, yang penting gue bisa begini.


Gimana? Muka gue menggambarkan apa?

Ini juga bisa mengalihkan kesengsaraan kita tentang macet yang berkepanjangan atau ketidakpastian nasib yang menjemput nanti, walau barang sekejab. Heyy anak manusia, setiap orang berhak merasa bahagia walau dalam keadaan apapun, siapa yang akan membuat kita selalu bahagia kalau bukan kita sendiri??

 Jadi, saat bis sedang berhenti misal di restoran jangan buru buru turun! Ambil HP, lakukan gerakan sederhana, arahkan HP tepat di depan muka dengan angle berapa derajat dan bidik!!!

Nah, kalau sudah selfie, jangan lupa pajang tuh foto, misal di DP BBM atau WhatsApp atau sosmed yang lainnya, dan segera melakukan perkara nomor 7!

7. Update Status


Widiiiiiiiiiih, ini jelas penting banget. Jaman sekarang apa sih yang nggak buat status?? Abis putus bikin status.

“Maybe it is the best for us. Good bye, I love you as always” *menggelepar *mimisan

Udah putus nggak bisa move on juga bikin status.

“Melupakan orang yang pernah kita cintai itu seperti mengingat orang yang nggak pernah kita temui.” *korekkoreksampah *mimisanepisode2

Nah, udah putus mantannya udah punya pacar baru juga update status lagi.

“Mudah bagimu, sulit untukku. Sakitnya tu di sini....” *pakekemben *mandidipancuran

Udah putus lama tapi masih inget nomor Hpnya, update status

“Well, I never dial that number for almost two years. I don’t save it either. Frankly, I still remember it. In fact, I never forget it, everything.” *mimisanepisode3 *mandikembang

Ahh, bahkan mules pun sempet banget update status!!

“Aduh, mules banget nihhh! Mbak kost, cepetan keluar dari toilet doooooooong. Udah nggak tahaaaaan!”

Pertanyaannya adalah “Apakah Mbak kost online sambil mandi sampai bilang keluar aja harus lewat status? Terus dia bakalan jawab juga lewat status? “Cabal yaaa, lagi luluran nih, nanggung. Hikhikhik”

Gedorrr woyyy  gedorrrr!! Sempet amat orang heran deh.

Nah, begitu pula saat ada di perjalanan jauh. Lu harus bikin status.



 Efeknya luar biasa. Akan ada orang orang yang baik hatinya akan bertanya serupa ini.

“Sampai mana Mey?”

“Kamu kenapa Mey?”

“si Com sama si Mal uda rujuk belum di Pemalang Mey?”

“Plat nomor bisnya berapa Mey?”

Dan dari situlah titik awal chatting dengan para teman dan sahabat. Jadi nggak bosen khaaaaan?? Ide gue brilian khaaaan... Dari chatting bersama teman teman dan adik gue, ketakutan gue berubah menjadi kekuatan. Mereka kasih gue support untuk mengarungi hidup yang bergejolak ini. Mereka memberikan gue semangat serupa,

"Cemunguth eaaaaaaaaaaaaaaa...."

Karena di saat saat tertentu yang kita butuhkan cuman satu. Teman bicara, teman berkomunikasi, teman berbagi keluh dan kesah. Teman hidup *uhuk 


8. Membayangkan Hal yang Menyenangkan


Ini bisa dilakukan saat lu bingung mau ngapain lagi. Gue akan melamun dalam atau memejamkan mata walau nggak ngantuk, kemudian berkhayal. Misal saat itu lagi macet di pagi buta, gue lalu memejamkan mata dan membayangkan gue lagi di pantai ngeliat sunrise. Gue sedang tiduran di pantainya yang putih bersih dengan jilatan ombak yang membelai ujung kaki dengan mesra. Di kejauhan semburat jingga mulai membentang pertanda raja siang sedang akan merekah. Sayup sayup gue akan mendengar alunan ombak berkolaborasi dengan angin dalam level semilir berdendang di gendang telinga. Ah, indahnyaaa.....sungguh indah.

Lu juga bisa punya referensi lain tergantung kesukaan masing masing. Walau terdengar sepele cenderung ecek ecek, tapi kalau lu bisa lakuin bakalan berdampak luar biasa. Kita hanya perlu bermain dengan alam bawah sadar. *sokbisa

Just use your imagination. Trust me, it works!

9. BERDOA


Kalau semuanya sudah dilakukan dan tanah tujuan tak segera menghadang, ada satu lagi yang bisa gue dan lu lakukan, yaitu berdoa dan berserah kepada Yang Maha Kuasa. Kita hanyalah butiran debu di bentangan gurun pasir. Kita hanyalah buliran kerikil di jejalanan aspal yang melingkar lingkar. Tuhan yang Maha Segalanya.

Maka saat gue sudah mulai pingin nangis karena nggak sampai sampai, mana gue lupa lupa ingat Pasar Rebo itu dimana dan bentuknya seperti apa, lalu gue berdoa. Pun gue berdoa saat gue menghadapi kenyataan kalau gue akan sampai di sana dini hari. Hidup ini hanyalah sementara. Apa yang terjadi berikutnya adalah misteri dan hanya Tuhan yang tahu. Maka, berdo’a lah...

Lalu, apa yang terjadi sebenarnya sama gue??

Apakah gue bisa bertahan di kerasnya jejalanan Ibu Kota??

Apakah kaki gue masih flesibel dan masih bisa kayang setelahnya?

Apakah Pasar Rebo ramai atau sepi?

Apakah ada elang lagi parkir di Pasar Rebo?

Allohualam.

Tamat.


No comments

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)