YANG BERJASA DI JAKARTA (Episode 1)


Banyak orang bilang Ibu Kota itu lebih kejam dari Ibu Tiri. Padahal film tentang Ibu Tiri yang pernah gue lihat film jaman SD tentang kisah Ari yang tewas disiksa ibu tiri; film ngehits era 90an. Gue pikir, lah ibu tiri aja kejamnya kayak gitu apalagi ibu kota yang katanya lebih kejam. Tapi, gue tetap berangkat.

Gue pikir di sana akan serba susah, termasuk susah mencari teman baik. Nyatanya, MasyaAllah. Teman dan orang baik ada dimana manaaa...Selama lima tahun berkiprah di Jakarta, banyak hal yang gue temui, banyak orang yang gue kenal, kejadian yang gue alami, suka duka semuanya. Dan ada juga orang/pihak pihak yang sangat berjasa dalam hidup gue. Dan kini, gue ingin mengabadikan mereka yang berjasa di hidup gue selama di Jakarta.  


1. BULEK WIWIK DAN LITA



Kalau ditanya siapa yang berjasa atas hidup gue yang penuh warna macam pelangi di Jakarta, jawabannya banyak! Dan kehadiran bulek dan Lita adalah yang paling paling berjasa.

Bagaimana tidak? Mulai dari mengantar ke SD IT yang dulu sempat gue daftar di Depok kemudian gagal, mengantar test interview ke Sunter yang panasnya nggak ketulungan sampai akhirnya mengantar interview ke Steps2Success yang membawa gue pada kesuksesan versi gue. Lalu bulek dan Lita lah yang nyariin kos plus ngisiin kos sekalian macam TV, rice cooker sampai sepeda motor. Lha wong enam tahun yang lalu itu gue ke Jakarta Cuma bekal ijazah dan bismillah.

Ah, kalau dijabarkan jasa Bulek dan Lita ini esay lima puluh halaman juga nggak bakalan muat. Bersama Bulek gue jadi melek mall mall seantero Jakarta, dari Plasa Cibubur, Gandaria, Ciputra, GI, Summarecon sampai Casablanca. Berkat mereka gue bisa staycation dari Ibiss, Aston, Ina Garuda hingga Pullman Central Park. Mencicipi kuliner hingga kenyang dan puas. Tiap sabtu dan Minggu gue tinggal pulang ke rumah Bulek tanpa mikirim besok makan apa. Pulang pulang gue masih dibawain bekal. Sampai kondangan pun gue diajak! Intinya, gue numpang hidup enak.

Tapi, bukan melulu soal itu. Karena kalau yang tinggal di Jakarta bukan bulek Wiwik walau dengan kondisi yang sama, belum tentu gue juga bisa ngerasain hal yang sama. Belum tentu gue diajak liburan sampai Malaysia, belum tentu gue diajak kemana mana, difasilitasi banyak hal, dibantu banyak perkara. Kalau bulek yang tinggal di Jakarta itu bukan Wiwik, belum tentu gue bisa request mau pesan Go Food apa atau request nonton film apa atau bahkan belum tentu gue setiap Sabtu dan Minggu pulang ke sana. Karena apa? Bulek Wiwik walaupun kalau marah kayak macam kerah tapi hatinya tulus. Walau mulutnya pedas tapi hatinya lembut,perhatian dan welas asih. Lita walau kalau ngambek kayak anak macam kerah tapi hatinya juga sama, penuh kasih sayang. 


Itu Mengapa, menjadi keponakan Bulek Wiwik gue terlampau bahagia dan bersyukur. Dia selalu ada untuk membantu mulai dari 0 sampai saat gue mau pulang kampung saat hamil besar, mulai dari gue lajang sampai mau melahirkan. 

Di mata gue, Bulek-Lita-Om adalah sosok yang paling berjasa. Terimakasih Bulek. Muaaaaaacch


Baca juga : 




2. GENK KATELIA RAYA




Rejeki tidak hanya berupa materi, teman teman yang baik juga menjadi berkah hidup tak terperi. Ungkapan yang tak main main, teman. Ungkapan yang akhirnya gue buktikan sejak pertama kali gue mendaratkan kaki di Jakarta. Gue mencoba hidup seorang diri di sebuah kos kecil nan bersih, lalu datang lah satu demi satu penghuni kost baru. Genap berlima, kami memupuk rasa kompak dan mengikrarkan diri menjadi Genk Katelia Raya semata mata karena kos kami ada di Jalan Kasuari Raya As 5.

Kalau di tiap kos ada Ibu peri, maka wanita paling dewasa yang tulus hatinya baik budi pekertinya serta penolong sesama bernama Mbak Tutik itulah Ibu peri di kos Kasuari Raya.

Entah kenapa, dulu saat gue ngekos, ada ada aja penyakit yang menimpa gue. Pernah suatu ketika gue pake eyeliner, eh mata gue kecocol. Lah Cuma kecocol doang aja mata gue merah, berair dan bengkak. Lalu, siapa yang ngantar gue ke dokter di sekitar kompleks? Ya mbak Tutik. Saat gue gondongan dan cuti berhari hari lalu nggak keluar kos karena malu punya leher kok besar biru biru, siapa yang nganterin ke dokter? Mbak Tutik. Lalu, saat jari kaki gue dijahit dua terus malah infeksi sampai kulitnya mengelupas tak karuan akibat terlalu gaul sampai foto underwater di Umbul Ponggok dan terkena kail, siapa yang ngantar ke dokter sampai rumah sakit? Ya jelas, Mbak Tutik. Walau pun kadang kami berselisih paham alias gontok gontokan, tapi malamnya kami makan bareng bareng lagi sambil nonton tipi.

Tak hanya mbak Tutik, genk Kasuari Raya juga diramaikan dengan kehadiran Mbak Rani, Nisa, dan Candra. Jadwal wajib kami tiap bulan tepatnya di awal bulan saat dompet masih tebal adalah makan luar bersama, menjajal kuliner kuliner baru sambil foto foto unyu.

Kami juga pernah naik bis sampai ke Cipanas, Garut sana demi menghadiri pernikahan Mbak Rani. Sialnya, kami salah naik bis menuju Garut via puncak. Estimasi waktu yang semula empat jam mengular menjadi delapan jam sampai kaki kami bengkak bengkak karena terlalu lama duduk di bis ekonomi yang penuh sesak. 


Masa muda kami juga diramaikan dengan keracunan massal setelah makan bulanan di salah satu warung makan seafood akibat kerang. Ah, saking serunya gue sampai bikin sekuel cerita Genk Kasuari Raya berepisode episode di blog. 


Sayangnya, sekitar dua tahun tinggal di sana, kami harus kena gusur karena kos akan dibangun menjadi kontrakan dua pintu. Eh tapi, makan makan sebulan sekali tetap berlanjut. 

Lalu, siapa bilang hidup di Jakarta yang ada kekejaman melulu? Bersama teman teman yang lucu kita punya hidup yang seru! 

Terimakasih atas masa lalu penuh cerita, genk Kasuari Raya!


Baca juga : 



3. KELUARGA BESAR STEPS2SUCCESS ENGLISH COURSE





Yang paling gue ingat dari Steps2Success adalah percakapan antara gue dan bos di hari pertama kita bertemu. (pasti kalian bisa menebak bosque yang mana di foto foto itu)


“Miss, Miss Meykke rencana di Jakarta sampai kapan?” dan tanpa pikir panjang gue menjawab, “Sampai saya dapat kerja, Miss”

Keesokan harinya, gue diterima. Menjadi guru full time selama tiga tahun berlanjut guru part time selama dua tahun membuat gue belajar banyak. Walau pun gue pernah mengajar saat kuliah, tetapi ini adalah kali pertama gue mengajar anak anak kecil. Hari pertama gue ngajar, ada dua anak kecil seusia TK. Gue ngomong, mereka bingung. Gue terus aja ngomong eh yang satu nangis yang satu tidur. Pulang pulang gue yang nangis sambil tidur.

Tapi dari pengalaman pahit itu gue mulai belajar cara mengajar anak kecil, bagaimana menarik hati mereka, bagaimana membuat game game asik supaya anak anak nggak lagi bosan sampai belajar bagaimana menghadapi problema kehidupan di tempat kerja yang kadang bikin panas hati dan telinga. Tapi itu dulu saat negara api menyerang. Negara api pergi, tak ada lagi.

Steps2Success benar benar menempa gue untuk menjadi sosok yang kuat, nggak menya menye, berambisi dan semangat menjadi guru yang kian baik hari demi hari. Gue menemukan teman rupa rupa dan karena mereka, gue kaya pengalaman.

Bahagia pernah menjadi bagian dari Tim dengan banyak cerita ini. Steps2Success menyulap gue sedemikian rupa. Yuk, les di Steps2Success!! (lah ngiklan)

Baca juga :


No comments

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)