5 Langkah Menggunakan Panci Presto Dengan Aman



Lebaran sudah di depan mata! Lebaran pasti identik dengan baju baru, silaturahmi, plus makanan yang bervariasi terhidang di atas meja. Kita bisa memakannya bersama dengan keluarga besar entah untuk sarapan setelah sholat ied bersama atau pun saat makan malam bersama.

Tapi, gimana sih caranya biar masak memasak ini menghasilkan daging yang empuk dengan bumbu yang merasuk plus waktu memasak yang bisa dipangkas karena pasti banyak hal juga yang harus kita lakukan selain memasak.

Well, memanfaatkan panci presto adalah koentji untuk ibu rumah tangga macam Ibu saya. Setiap kali memasak rendang dan makanan berdaging lainnya, Ibu selalu mengandalkan panci presto demi daging yang empuk dan bumbu yang lebih terasa. Dan memang terbukti, rendang buatan Ibu adalah yang terbaek!


Tapi, gimana sih cara menggunakan panci presto yang aman dan benar? Jangan salah ya, salah salah daging bisa saja tetap mentah atau pun malah gosong. So, sebelum memasak dengan panci presto masing masing, yuk simak 5 langkah menggunakan panci presti dengan aman berikut ini, dears!

 1. Pastikan panci dalam keadaan bersih.

Sebelum digunakan, sebaiknya kita memeriksa kebersihan panci dulu. Pastikan panci dalam keadaan yang benar-benar bersih.

Why? Karena ada kotoran yang menghambat sedikit saja bisa membuat tutup panci presto tidak tertutup dengan rapat, sehingga tekanannya pun akan berkurang.

Selain itu, pastikan juga kondisi gasket atau cincin karet tidak kering, retak, ataupun rapuh, karena bisa mempengaruhi tekanan pada panci. Well preparation is the key, dears! Saatnya masak deh!

2. Baluri daging dengan bumbu sebelum dimasak dengan panci presto

Nah, begitu kita membumbui daging yang akan kita masak, panci presto mampu melunakkan daging plus membuat bumbu meresap dengan sempurna sampai ke dalam. Itu mengapa rendang Ibu jadi lebih enak!

3. Isi panci dengan air dan daging secukupnya

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan saat menggunakan panci presto yaitu mengisi panci sampai penuh. Padahal hal tersebut justru tidak baik. Sebaiknya, isi panci dengan air dan daging sampai setengah panci saja agar tekanan dalam panci tidak berkurang dan daging matang secara merata. Mengisi panci secukupnya juga akan menghindari kerusakan pada panci karena bekerja terlalu keras.

4. Kecilkan api saat panci sudah berbunyi

Salah satu ciri khas dari panci presto adalah bunyi yang nyaring dihasilkan saat tekanan uap sudah tinggi. Nah, saat panci presto anda sudah berbunyi, sebaiknya kecilkan api demi menghemat gas. Karena saat panci sudah berbunyi, otomatis uap sudah tinggi, sehingga besarnya api tidak akan mempengaruhi tingkat kematangan daging. Kalaupun kita ingin menggunakan api besar, gunakan hanya di waktu awal memasak saja ya.

5. Jangan membuka panci sampai semua uap dalam panci keluar

“Tunggu dulu beberapa saat baru dibuka ya kalau mau makan..” Itu mengapa Ibu selalu bilang begitu saat rendang sudah masak.

Setelah mematikan kompor, usahakan untuk tidak langsung membuka paksa tutup panci karena uap di dalam panci masih tinggi. Jika tutup panci dibuka secara paksa, maka uap akan terdorong keluar dan tidak menutup kemungkinan uap tinggi tersebut akan melukai kita. Jadi demi menghindari kecelakaan, ada baiknya anda membiarkan semua uap dalam panci keluar dengan sendirinya. Baru setelah itu anda bisa membuka tutup panci dengan aman tanpa takut terkena uap panas.
Kini, rendang sudah siap dihidangkan deh. Jadi, siapa nih yang udah nyoba masak rendang pakai panci presto?


No comments

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)