Friday, 29 July 2016

Pernah?



Pernah nggak sih kalian ngerasain saat kalian ada di persimpangan? Satu jalan lurus yang kalian sudah hafal dan yang satu jalan yang tak terlihat ujungnya, yang menggelitik rasa penasaran, yang rasa rasanya bila kalian memilih jalan itu, hidup kalian akan penuh dengan tantangan?

Pernah nggak sih kalian hidup masih penuh dengan tanda tanya? Seolah kalian berlayar di samudera sangat luas, dan yang kalian tahu adalah...tangkap ikan dan hasil laut sebanyak yang dibisa, tapi nggak tahu mau berlabuh di mana. Karena pada akhirnya para pencari ikan juga akan pulang ke daratan, mencari tempat untuk berlabuh dan akhirnya menikmati hasil tangkapan. Tapi, kalian nggak tahu kemana akan berlabuh. Seolah yang kalian lihat hanyalah samudera dan ambisi untuk terus menangkap ikan, lobster bahkan rumput laut. Tapi, kalian butuh peta untuk bisa sampai ke daratan. Karena di daratan itulah hidup yang sesungguhnya. 

Pernah nggak sih kalian panik tiba tiba karena hal yang buruk seolah akan terjadi?Seperti lusa semua yang direncanakan tidak sesuai dengan ekspektasi. Sama halnya dengan gagal tidur karena memikirkan soal macam apa yang akan dikerjakan esok hari. Gimana kalau yang kita pelajari nggak keluar? Tapi justru hal yang nggak kita ngerti malah keluar? Gimana kalau nilai kita jeblok? Gimana kalau kita nggak naik kelas sedangkan yang lainnya naik kelas? Gimana kalau ini dan itu? Jam 2 subuh, kalian masih terbangun.

Pernah nggak sih kalian tiba tiba ngerasa bingung, ngerasa kurang, ngerasa galau tanpa alasan yang jelas? Kayak hal yang kalian lakukan itu masih kurang di mata kalian sendiri. Kayak kalian pingin melakukan banyak hal. Dan karena ekspektasi yang tinggi dengan daftar terlalu panjang, akhirnya kalian nggak mensyukuri apa yang sudah diterima. Seolah kalian ngeliat sebuah gelas dengan air yang hanya setengah. "Itu sebenarnya setengah kosong atau setengah berisi?" Kalian nggak ngerti.

Pernah nggak sih kalian tiba tiba pingin memuntahkan semua yang kalian rasain? sama halnya kayak ombak yang nggak malu malu menghantam karang, namun karang tetap tegap dan memeluk ombak kapanpun dia bergulung menyerangnya. Seperti halnya langit yang kapanpun sedia menggulung mentari lalu melepaskannya lagi, memeluk lalu membiarkan dia mengudara;menyinari galaksi bima sakti.

Pernah nggak sih kalian menginginkan sesuatu tetapi dalam waktu yang sama juga takut memilikinya? Seperti ingin memetik mawar, tetapi takut tertusuk duri. Atau ingin memeluk balon, tetapi takut dia meledak dan melukai. Kalian memimpikannya, sekaligus takut untuk menabung kemantapan. 

Pernah nggak sih kalian punya banyak ketakutan? Takut gagal, takut salah jalan, takut sia sia, takut tersesat, dan takut kehilangan.

Pernah?

Kalau pernah, Sholatlah. 

1 comment:

  1. Sebagai manusia gue pernah merasakan semuanya.

    Jujur, dalem bahasanya. Memang sholat adalah obat segalanya. Hmm...

    Semoga kita bisa sama2 menjaga solat agar dapat di terimaNYA.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...