Monday, 10 August 2015

Mengintip Bentangan Laut dari Pucuk Bukit Meresek, Tanjung Ann - Lombok Tengah

 

“Wushhh...Wushh....”

Genangan air tenang penuh semburat biru tua dan biru muda terpampang nyata di pucuk retina. Barisan bukit bukit yang kakinya penuh dengan pohon kelapa saling menyundul di batas pandang. Mereka mengepung pantai!! Laut yang tenang bak pangeran yang mengecup mesra daratan, menyisakan lapisan putih bergulungan syahdu bertemu miliaran buliran pasir yang tersapu lalu berhamburan ke tepi, tergulung lalu terbawa lagi, pergi dan kembali, terus dan terus...

Berdiri di tepi tebing sebuah bukit yang menjulang panjang, aku bergumam..

“Itu pasir apa perasaan cinta?”

“Uhuk.” Uma sudah berdiri di samping.

“Buset!” Aku kaget.

Aku melayangkan pandangan ke segala penjuru arah mata angin. Kini, berdiri memandang hamparan laut bukanlah sebuah mimpi. Jauh di ambang pandang, kapal kapal nelayan bergoyang pelan di tengah lautan.

“We are like those boats, aren’t we?” Aku menunjuk ke satu kapal yang pelan tapi pasti mengarungi laut.

“Why so?” Uma penasaran.

“We are those boats and sea is our world. We are passing through the sea.”

“For what?”

“To search..search fish, coral, and anemone. Then at the end we reach the land. At the end, the land is the only destination. You know? Life is searching...search and get, search another one and get another one..but at the end there will be one destination we’re looking for. Then we stop searching.”

“Galau ki bocah..” Uma gagal faham.

Ah, memang benar kata pepatah. Dari mengarungi sebuah perjalanan, seorang manusia bisa lebih mampu memaknai hidup, betapa alam dan hidup berjalan bak cermin yang saling berhadapan. Dari alam kita belajar tentang kehidupan.

Pelajaran hidup nomor 65 :

“And then I realized adventures are the best way to learn.” –unknown-
---

*switch*

Selesai meninggalkan jejak di Pantai Selong Belanak dan Kuta, gue dan Uma kembali tancap gas dan mengarungi jalan aspal di Lombok. Perjalanan dari Kuta menuju Tanjung Ann cukup dekat. Kita menghabiskan waktu sekitar 20 menit saja. Jalannya pun juga nggak susah susah amat kayak waktu ke Pantai Mawun. Di sepanjang perjalanan gue juga bisa liat bule naik motor belasan kali. Nah, yang unik di sana adalah angkotnya. Kalo di Jawa (mayoritas) khan angkot biasanya kayak begini.


Tapi angkot yang gue liat di sana adalah begini.


Atau angkot yang gue liat di Lombok kota, di dekat dekat pasar adalah jenis mobil yang bentuk belakangnya kayak gerbong dan berlubang di bagian belakangnya. Duduknya kalau udah di dalam bisa hadap hadapan. Nah, kalo angkot bak terbuka ketemu sama bule naik motor itu heboh banget jadinya. Pernah gue sama Uma jalan di belakang motor beberapa bule. Nah, ketemulah bule itu sama angkot berisi ibu ibu dan anak kecil ke arah yang berlawanan. Begitu deket,

“Halo Misteeeer.....Misteeeerrrrr.....” Kompakan! Mereka sampai dadah dadah heboh ke arah para mister yang lagi naik motor.

“Helloooo...” jawab bule sambil dadah dadah. Gue yang di belakangnya juga nggak mau ketinggalan dong. Gue juga dadah dadah. Tapi anak anak tadi cuman fokus ke mister.

“Ih seph, apaan seph...” Uma protes.

“Ikutan dadah dadah ke anak anak, seph..kan mereka mister, gue juga Miss. Miss Meykke.”

“wes karepmu.”

Di sepanjang jalan pun gue bisa liat banyak sekali penginapan dari yang kecil dan biasa biasa aja sampai yang mewah. Tinggal pilih dan bayar aja. Pokonya lengkap!!


salah satu penginapan di sepanjang jalan Kuta-Tanjung Ann


--

Pukul 3 sore waktu setempat akhirnya gue dan Uma duduk duduk di kursi kayu tepat di bibir pantai. Mentari masih menyengat tapi semangat masih hangaaat!! Setelah duduk sejenak dan foto macam begini,

Pemandangan di bibir pantai



Gue dan Uma memutuskan untuk mendaki!! Terakhir kali gue pake acara daki mendaki di pantai adalah saat gue dan Uma mengunjungi pantai Pok Tunggal,Jogjakarta!! Kala itu, gue terbius oleh kecantikan pantai pesisir Jogja dari pucuk bukit Panjung. Sekarang, gue dan Uma akan kembali mendaki bukit untuk bisa melihat keseluruhan pantai dan laut dari atas di pulau yang berbeda! Dan tentu saja dengan suguhan pemandangan yang berbeda pula. Sebelum mendaki, gue dan Uma galau. Ada dua bukit di samping kanan dan kiri. Di sebelah kiri adalah bukit karang yang tak terlalu tinggi dan puncaknya sudah dipenuhi orang. Di sebelah kanan, ada bukit berumput lebih tinggi yang puncaknya memanjang dan menjorok ke lautan.

Bukit karang yang nggak begitu tinggi.
bukit berumput yang mengular dan menjorok ke lautan.

Pasti tau khan gue dan Uma lebih memilih bukit yang mana??

Setelah berdiskusi dan karena golongan darah kita sama, gue dan Uma mantap melangkah. Tapi, karena bukitnya jauh di sana dan kita nggak mau membuang waktu hanya dengan berjalan menyelusuri garis pantai (baca : males jalan takut capek), akhirnya gue dan Uma keluar dulu, naik motor dulu, lalu masuk lagi dan parkir di dekat kaki bukit.

track menuju puncak bukit!!

“Seph, ayo kita mendaki!!!See you on the top!!”

Gue dan Uma yang masing cemunguth dengan cepat dan penuh semangat segera mendaki. Gue nggak sabar pingin liat dua sisi laut yang mengapit bukit kanan dan kiri. Jadi, bukit itu mengular dan membelah lautan. Kan namanya juga tanjung Ann. Gue jadi inget arti kata tanjung pas masih SMP dulu. Keren abisss!!!

tanjung 1/tan·jung / n tanah (ujung) atau pegunungan yg menganjur ke laut (ke danau);

Udah sampai akhirnya!! HOSH!!
bukitnya panjaaaaaaang sampai ke ujung noh!
Banyak juga yang mendaki sampai balita juga ada lho. Hebat!
Naahh, benar saja!! Begitu sampai di puncaknya, gue bisa melihat pantai dan laut di sisi kanan. Pantainya kayaknya jauh lebih sepi ato mungkin memang nggak dibuka buat wisata. Ombaknya lebih ganas dan lautnya biru menyeluruh tanpa semburat. Kayanya dalem bingit.

Pantai di sisi kanan bukit/tanjung

Nah, kalau pantai yang di sebelah kiri adalah pantai yang kita datangin sebelum menuju puncak. Lihat saja kerumunan orang orang udah kayak pentol cilot dicocol saus. Gue tertegun sesampainya di puncak.

Pantai di sisi kiri bukit/tanjung

“Ya Alloh, ini Lombok apa surga??” Habisnya bagus bangeeeetttt!! Mungkin karena diapit oleh dua sisi jajaran bukit dan angin dari laut langsung ditampik punggung bukit, ombaknya itu tenang...terus permukaan lautnya juga warnanya nggak cuman biru aja, tapi biru tua lalu biru muda, biru tua lagi, eh biru muda di antaranya. Gradasi acak dan penuh semburat pokoknya. Indah bangeeeeettt!! Dan Uma yang udah pegang kamera langsung membidik gue yang udah siap siaga di tepi.

“Seeeeeph, mari kita abadikan jejak kita!!”

“CEKREEEEK!!”

Ini kita boboan di rumput lho.


Touch the sea!!!
"Put hands up and enjoy life!!"

"Rokku Kawur"

"If I jump, will you jump too?"

Gue dan Uma juga sempet rekam video video instagram yang mentok 15 menit yang isinya muter muterin badan gitu. Ini juga kali pertama gue buat video video macem itu. Noh ada di video di atas.

Sayangnya, semakin sore anginnya semakin nggak santay...Gue rasanya kayak mau terbang kebawa angin. Lah bisa bisa gue sama Uma ditiup sampe Pantai Ancol. Karena anginnya yang lama lama kenceng abis dan satu per satu pengunjung udah balik turun, gue dan Uma mau tak mau juga harus turun. Perjalanan masih panjang, cerita masih bersambung. Gue akhirnya turun dan menuju ke pantai terakhir hari ini.

Abis ini gue dan Uma akan coba ngomong sama Manda. Dia masa mau lompat ke laut, coba?? Padahal dia masih muda. Dan kayaknya ini masalah cinta. Cinta mah emang gitu...membangun dan menghancurkan, menghidupkan dan mematikan. Coba nanti Manda nurut apa kata kita nggak ya...

“Beaches are the most beautiful places for me.” 

“You’ve already told me millions times.” said Uma

“Standing by the sea like this, I feel so happy. I can see water everywhere. I can hear wave and wind sound. I can feel the breeze. I can.... get rid of useless thoughts.”

“Good, then.”









13 comments:

  1. Walah kerenn jadi pengen kesana .. ngomong-ngomong Mbak Santoso cantik banget :v .. bisa saingan sama lulu tuh :v .. oh iya lagu yang di vdeo itu judulnya paan ?

    ReplyDelete
  2. keren pemandangannya, jadi pengin kesana. Walopun gue skrg di Palembang -___-

    itu travellingnya berdua aja gitu ? nggak ada yang laen ? ah gak seru -,- Pada jones semua nih kayaknya. hahaha *piss mbak piss. Kidding

    ReplyDelete
  3. what a great place! I hope to be there with you. Yea you know? Lombok, who don't want to get there?
    Though I do not really like the beach, I prefer to climb the mountain, but Lombok is an exception. I'll get there as soon as possible :D

    ReplyDelete
  4. Greget gitu ya pas ketemu bule, tiba-tiba pingin dadah-dadah ke tuh bule.

    Sumpah deh bagus tempatnya, sampai bingung mau ngomen apaan. Keren, semoga bisa kesana deh

    ReplyDelete
  5. Huaaa keren sekali pantainya kaka mey... Sekali lagi kau tlah membuatku envy akut dengan foto2 mu yg sangat indah bagaikan pelangi diatas puncak semeru ituu *majas personifikasi* ajak aku kesana juga dong kakmey... Huaaa keren benerr dahh

    ReplyDelete
  6. masih dalam rangka liburan di lombok yaa
    bagus banget lautnya. biru bening. jadi pengen mandi disana
    ngomong-ngomong lama amat ya liburannya :v

    ReplyDelete
  7. keren banget pantainya.
    iri banget sama orang-orang yang bisa liburan ke pantai dan tempat-tempat keren lainnya.
    itu angkot di sana enak ya...lagsung kena ac dari alam

    btw, denger lagu yang di video kok enak sih apa lagi nge-jazz gitu juga

    ReplyDelete
  8. Kaak Mey.. Aku bingung mau komen apaa... pantainya indah bangeett.. subhanallah :')
    Apalagi degradasi warna lautnya, biru muda biru tua gtuu.. huhuu..
    Itu foto yg diatas bukit jg cakep bet yak! Berasa kyak lautnya deket banget gtu sampe bisa disentuh. Hahaa. Yaudahlah, selagi aku blm bisa mampir ke lombok, aku baca postingan kak Mey ajadeh, skligus liat gambarnya, trs tinggal masang kipas angin yg gede deh biar anginnya kenceng brasa dipantai. Haha. Aku mah cuma bsa ngebayangin aja :')

    Ada bule didadah2in, aku jg pernah bgtu pas ngeliat bule sama sodara2ku, trs kita teriak "Heloooo misteeerr!" Asli norak abis, pantesan mnurut mreka org Indonesia itu ramah2 yak.. Org setiap mrka lewat kita pada heboh dadahin atau manggil2 gajelas gtu. Wakakakk

    ReplyDelete
  9. kampret. gue jadi kangen liat laut. di tempat gue harus pergi ke luar kota baru bisa nemuin laut. hahah

    tapi kyaknya emang seru sih ya, bisa liat yg biru'', bisa denger gelombangnya, bisa liat orang berenang juga malah duuh *eeh
    tapi kok nanggung banget ka mey, ga sempet nyemplung di laut. yah, minimal main'' air gitu lah. kan unyuk'' gtu, ahahah. tapi kyaknya bahagia banget ya bisa naik ke bukit trus liat kanan kiri lautan semua. pngen lompat ga ka?

    oh iya, ka mey. mngkin mksdnya videonya 15 detik kali. masa di ig vid 15? bisa nnton tiga video klip itu sih, hahah

    ReplyDelete
  10. Meykke Meykke... gadis riang sang petualang. selalu suka sama semangatmu yg menggebu2 Meyk, yg bertekad ingin mekeksplore Indonesia, kamu luar biasaaaa!!!
    Tu foto2nya yg kamu pajang di IG kan? hihihi

    Itu Lombok apa surga??? Lautnya biruuuuu, menyejukkan mata.
    Tapi angkot disana lucu ya Meyk, bak terbuka. Kalau di Jawa bisa kena tilang tuh hahhaa
    Penginapannya juga hampir sama seperti wisata di Jawa, ada penginapan murah sampai yg mewah.

    Btw diksi kamu memang juara

    ReplyDelete
  11. Kak mey, blognya makin berat ya? Saran buat kak mey, sebaiknya ukuran foto yg diupload dikecilin, biar loadnya gak berat. Saran, sih.

    Kalo udah kak mey yang nulis cerita perjalanan kek gini, gue udah takjub aja kak. Lombok emang lokasi wisata yang kerennya pake banget.

    Andai aja kak mey ngajak gue kemaren, guekan bisa foto bareng. Seru pastinya...

    Semoga gue bisa dateng ke kota lombok ya... Amin...

    ReplyDelete
  12. Mey... Luar biasa... iri banget bisa kesana, laut birunya memanggil-manggil nama gue barusan... Semoga suatu saat bisa menginjakkan kaki ditempat indah itu... Mey budget berapa dan darimana? wakakak

    ReplyDelete
  13. yg hbs dr lombok dan ga ngasih oleh2, ok fine

    jadi iri, kamu bisa jalan2 ke lombok
    jadi pengen ke sana juga :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...