Tuesday, 14 April 2015

TERNYATA DUNIA LUAS SEKALI

Penerbit Meta Kata, Desember 2013 (Indie) - Cerpen

Genre : Romance, Inspiratif



Meykke Santoso

Sudah genap setahun aku mengentaskan hubunganku dengan seseorang yang terus menemaniku. Mengentaskan? Rasa rasanya kata kata ini terlalu positif untuk hubungan yang bukannya mentas, melainkan karam. Kami sepakat untuk berjalan bersama dengan degup rasa yang senada sejak kami duduk di bangku SMA kelas dua sampai semester akhir perkuliahan. Tidak tanggung tanggung, kami telah berusaha untuk berjodoh selama lima tahun. Bisa dikata, kita tumbuh dewasa bersama, dari anak SMA ababil yang sedang menemukan jati diri sampai menjadi sosok yang dibilang dewasa karena telah menginjak bangku perkuliahan, bahkan di detik detik kelulusan. Hanya saja, usaha kita terpaksa kita sudahi karena...Well, cinta bukanlah dosa dan aku tidak bisa menyalahkan dia atau pun rumput yang bergoyang kalau kenyataannya dia ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan.....orang lain.

Ah, bukan. Bukan ini yang ingin aku bahas. Karena justru inilah titik awal ceritaku. Sahabatku sering bertanya kepadaku.
“Mey, menyesal nggak Mey?”
Maka jawabanku tidak.
“Kenapa?”, tanyanya lagi.
“Karena setelah sendiri, aku sadar bahwa dunia ini luas sekali.”
Ya. Dulu, selama lima tahun aku merasa senang sedihku, riang galauku, semua ada di tangan pacarku.
Sehari aku memang bisa sangat bahagia.
Namun, lain hari aku bisa merasa porak poranda. Dan efeknya melebar kemana mana, belajar tidak fokus, mudah terpancing emosi, dan lebay atau tidak, semua aspek kehidupan bisa jadi terpengaruh hanya karena urusan hati.
Ibarat kata aku secara tidak sadar meletakkan kebahagiaan di bahu orang lain, yang belum tentu berakhir dengan happy ever after.
Sekarang?Aku bahagia karena aku memang memilih bahagia. Pun aku bisa leluasa melangkahkan kakiku kemana mana tanpa sejuta pikiran tentang,
“Duh, kalau kita LDR jangan jangan dia bosan terus selingkuh?”
“Aduh,hari ini kok nggak ngabarin sih???Tanya udah makan apa belum juga nggak!”
“Dia lagi ngapain ya, rindu ini begitu menyiksa kalbu. Aku ingin pulang saja.”
Kini aku bisa bergerak leluasa. Ya, setelah lulus kuliah, aku membulatkan tekadku untuk bekerja di luar kota, di 500an kilometer dari kota asalku. Dan langkah terasa sangat ringan. Aku bisa berteman dengan begitu banyak orang, dan bisa mengerti diri sendiri dengan lebih baik lagi.
Kalau dulu, setiap ingin mengambil satu langkah, alih alih menjadi pacar yang baik, aku selalu meminta pendapatnya. Dan secara tidak sadar, aku memasang mode mute pada pendapatku sendiri.
Sekarang? Aku bisa lebih mendalami diri ku sendiri karena semua langkah yang akan aku ambil bisa aku tentukan sendiri. Untuk bisa fokus terhadap karier dan masa depan pun juga terasa lebih mudah.
Beberapa hari yang lalu, Ibuku yang memang dulu juga sudah merestui aku dengannya bertanya kepadaku.
“Ke, gimana? Sudah punya teman deket lagi?”
“Ibu, I’m single AND I’m so happy!”
Ibarat kata selama lima tahun aku selalu bermalam di sarang, sekarang aku bebas mengepakkan sayap. Juga, menjadi single membuatku ingin selalu mengupgrade diri sendiri. Bila Tuhan berkata yang baik akan mendapatkan yang baik dan sebaliknya, maka saat sendiri adalah saat saat untuk terus bisa memantaskan diri untuk suatu hari nanti mendapatkan yang pantas untuk kita, dan kita pantas untuknya. Dan aku percaya, semua indah pada waktunya. Words : 491


9 comments:

  1. Single itu pilihan. Sedangkan jomblo adalah keadaan yang men-iyakan pendapat orang lain tentang kita yang terpaksa sendiri, menurutku :) Banyak hal yang bisa dilakukan seorang single, selain memantaskan diri untuk pasangan hidup kelak. Seorang single juga bebas & terlepas dari hal-hal yang berpotensi menjadi dosa. Jalan berdua sama pacar, pegangan tangan, pelukan. Duh, rugi kan dipegang2 klo ujungnya nggk jadi merrid ? ><
    Overall, suka sama cerpen ini karena endingnya :)

    ReplyDelete
  2. Dibalik setiap hal, pasti ada hikmahnya. Tidak ada musibah di dunia ini, semua hal Tuhan lakukan supaya kita sadar, Tuhan sayang sama kita kalau dia memberi kita 'sesuatu'.

    Salah satunya seperti yang terjadi di postingan ini, ketika sendiri kita bisa bebas keluar dari sangkar :)

    ReplyDelete
  3. ceritanya menarik, semua indah pada waktunya. Keren ceritanya bisa masuk buku dan bisa diterbitkan. Ternyata itu namanya buku antologi, penulisnya ada banyak, keren sekali sepertinya bukunya :)

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Gue baru punya dua pengalaman dimana cerpen gue dibukukan secara antologi oleh penerbit indie.

    Emm.. ceritanya bener-bener inspiratif apalagi buat jomblo-jomblo kayak gue. Sebagai pembaca, gue merasa kak meyke telah berhasil menyampaikan pesan lewat cerita yang dibuatnya ini. Jadi, mulai sekarang sebagai jomblo gue harus terus bahagia! Hidup Jomblo! :D

    ReplyDelete
  6. Jomblo itu adalah keadaan paling baik untuk menata diri dan mempersiapkan serta memantaskan diri untuk jodoh terbaik :D

    Jomblo emang bukan alasan untuk menutup diri dan tak mau membuka diri. Jomblo adal waktu yang tepat untuk mengenal dunia yang luas. Setuju sama ceritanya :D
    Keep Jomblo Before Maried XD

    ReplyDelete
  7. saat kita sendiri (jomblo) kita bebas bisa melakukan apa saja yang kita mau, dan mengejar impian kita lalu fokus untuk menggapainya. namun untuk sebagian orang jomblo itu terasa sangat menyakitat (termasuk gue juga terkadang mereas begitu), tapi gue bukan jomblo yang terus-terusan galau di bawah shower, untuk mengisi ke jombloan gue, gue isi dengan menulis yang membuat hidup gue lebih cerah dan bahagia membuah orang lain terhibur karena gue.

    hidup jomblo kreatif :D

    ReplyDelete
  8. Memang saat kita pacaran dunia itu terasa sangat sempit, karena dunia dirasa hanya milik berdua.
    Tapi kalau udah sendiri, alias ehmm... JOMBLO. Dunia itu memang sangat terasa luas, karena hanya kita sendiri yang bisa merasakan, pahit dan manisnya dunia ini.
    Ingat! Jomblo mah bebas

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...