Wednesday, 6 August 2014

PERKARA YANG MUSTI DILAKUKAN SAAT DI PERJALANAN MUDIK Chapter. 3

Kali ini gue sudah berjumpa dengan kasur kamar kost gue yang serupa memeluk erat bumi, tak berpenyangga seperti di rumah sana. Kali ini gue bingung akan memulai postingan ini demi deskripsi atau kata kata mutiara apa. Mungkin ini bisa lebih menggambarkan.

Gue beri nama pelajaran hidup nomor 59 : “Life is hard, so live hard. Life is tough, so being tough is the only choice. It’s all about life and life is about struggling.”

Kalau di perkara session1 ataupun perkara session 2 gue masih berkubang dengan jalur mudik, saat itu gue menjadi salah satu dari ribuan pemudik. Pun setelah duduk dengan berbagai pose di bis selama 25 jam terbentur keadaan yang mana jalan cuman mengekor panjang satu buah dengan bis, mobil, dan motor yang menyemut mengerubuti satu jalan itu, lagi lagi demi satu misi : Merayakan Lebaran bersama Keluarga, gue masih bisa mengatamkan puasa dan langsung jalan jalan menyelusuri jejalanan Salatiga.

Tapi jangan tanya gimana perasaan gue saat terseret arus balik bersama ribuan pencari nasib lainnya menuju Ibu Kota Indonesia yang padahal katanya lebih kejam daripada Ibu Tiri!! Gue harus tiduran di bis selama 29 jam, merasakan betapa sumpeknya kemacetan dengan beribu motor dan mobil yang menyertai. Ahh, bahkan ini bukan macet!! Ini mogok berjamaah. Jalan telah beralih fungsi menjadi parkir raksasa!!!!! Dan gue yang berangkat dari Ambarawa pada pukul 7 malam tertanggal 2 Agustus harus mendarat di Jakarta pukul 12.15 MALAM satu hari berikutnya!! Gue ulangi lagi, gue turun di salah satu sudut jalan di Jeckardah sana jam 12.15 DINI HARI. Saat gue tahu kenyataan yang akan gue hadapi saja gue sudah bergidik ngeri. Kalau Jogja atau Semarang mungkin gue masih bisa sedikit tenang. But, it is Jeckardaaah!! Gue belum bisa bela diri, yoga pun baru bisa pose nungging ambil napas buang napas. Bayangin betapa debunya butiran ini. *halah!

Tapi kali ini gue hanya akan memberikan perkara perkara yang harus dilakukan saat melakukan perjalanan panjang, baik mudik atau balik. Kali lain gue pasti akan mengungkapkan bagaimana kelanjutan dari seorang anak manusia dengan berat badan kurang dari 45 kg harus diturunkan dari bis di negeri antah berantah dengan membawa 1 koper segede gaban, 1 backpack yang menggelayut manja dengan masih 1 tas slempang yang serasa mengikat erat tubuhnya bagian atas. Life is indeed hard!!


6. TAKE A SELFIE

Ohhh, ini jelas penting bangettt!! Berangkat dari pelajaran hidup nomor 15 : “Pictures are freezing moments”, jelas gue harus selalu mengabadikan moment moment dalam hidup gue termasuk saat sedang nestapa durjana di dalam bis. Peduli amat mau kulit berminyak, pori pori membesar, jerawat bertunas dan dompet sekarat, yang penting gue bisa begini.

Gimana? Muka gue menggambarkan apa?

Ini juga bisa mengalihkan kesengsaraan kita tentang macet yang berkepanjangan atau ketidakpastian nasib yang menjemput nanti, walau barang sekejab. Heyy anak manusia, setiap orang berhak merasa bahagia walau dalam keadaan apapun, siapa yang akan membuat kita selalu bahagia kalau bukan kita sendiri??

Jadi, saat bis sedang berhenti misal di restoran jangan buru buru turun! Ambil HP, lakukan gerakan sederhana, arahkan HP tepat di depan muka dengan angle berapa derajat dan bidik!!!

Nah, kalau sudah selfie, jangan lupa pajang tuh foto, misal di DP BBM atau WhatsApp atau sosmed yang lainnya, dan segera melakukan perkara nomor 7!

7. UPDATE STATUS!

Widiiiiiiiiiih, ini jelas penting banget. Jaman sekarang apa sih yang nggak buat status?? Abis putus bikin status.

“Maybe it is the best for us. Good bye, I love you as always” *menggelepar *mimisan

Udah putus nggak bisa move on juga bikin status.

“Melupakan orang yang pernah kita cintai itu seperti mengingat orang yang nggak pernah kita temui.” *korekkoreksampah *mimisanepisode2

Nah, udah putus mantannya udah punya pacar baru juga update status lagi.

“Mudah bagimu, sulit untukku. Sakitnya tu di sini....” *pakekemben *mandidipancuran

Udah putus lama tapi masih inget nomor Hpnya, update status

“Well, I never dial that number for almost two years. I don’t save it either. Frankly, I still remember it. In fact, I never forget it, everything.” *mimisanepisode3 *mandikembang

Ahh, bahkan mules pun sempet banget update status!!

“Aduh, mules banget nihhh! Mbak kost, cepetan keluar dari toilet doooooooong. Udah nggak tahaaaaan!”

Pertanyaannya adalah “Apakah Mbak kost online sambil mandi sampai bilang keluar aja harus lewat status? Terus dia bakalan jawab juga lewat status? “Cabal yaaa, lagi luluran nih, nanggung. Hikhikhik”

Gedorrr woyyy  gedorrrr!! Sempet amat orang heran deh.

Nah, begitu pula saat ada di perjalanan jauh. Lu harus bikin status.


 Efeknya luar biasa. Akan ada orang orang yang baik hatinya akan bertanya serupa ini.

“Sampai mana Mey?”

“Kamu kenapa Mey?”

“si Com sama si Mal uda rujuk belum di Pemalang Mey?”

“Plat nomor bisnya berapa Mey?”

Dan dari situlah titik awal chatting dengan para teman dan sahabat. Jadi nggak bosen khaaaaan?? Ide gue brilian khaaaan... Dari chatting bersama teman teman dan adik gue, ketakutan gue berubah menjadi kekuatan. Mereka kasih gue support untuk mengarungi hidup yang bergejolak ini. Mereka memberikan gue semangat serupa,

"Cemunguth eaaaaaaaaaaaaaaa...."

Karena di saat saat tertentu yang kita butuhkan cuman satu. Teman bicara, teman berkomunikasi, teman berbagi keluh dan kesah. Teman hidup *uhuk 


8. MEMBAYANGKAN HAL YANG MENYENANGKAN

Ini bisa dilakukan saat lu bingung mau ngapain lagi. Gue akan melamun dalam atau memejamkan mata walau nggak ngantuk, kemudian berkhayal. Misal saat itu lagi macet di pagi buta, gue lalu memejamkan mata dan membayangkan gue lagi di pantai ngeliat sunrise. Gue sedang tiduran di pantainya yang putih bersih dengan jilatan ombak yang membelai ujung kaki dengan mesra. Di kejauhan semburat jingga mulai membentang pertanda raja siang sedang akan merekah. Sayup sayup gue akan mendengar alunan ombak berkolaborasi dengan angin dalam level semilir berdendang di gendang telinga. Ah, indahnyaaa.....sungguh indah.

Lu juga bisa punya referensi lain tergantung kesukaan masing masing. Walau terdengar sepele cenderung ecek ecek, tapi kalau lu bisa lakuin bakalan berdampak luar biasa. Kita hanya perlu bermain dengan alam bawah sadar. *sokbisa

Just use your imagination. Trust me, it works!

9. BERDOA

Kalau semuanya sudah dilakukan dan tanah tujuan tak segera menghadang, ada satu lagi yang bisa gue dan lu lakukan, yaitu berdoa dan berserah kepada Yang Maha Kuasa. Kita hanyalah butiran debu di bentangan gurun pasir. Kita hanyalah buliran kerikil di jejalanan aspal yang melingkar lingkar. Tuhan yang Maha Segalanya.

Maka saat gue sudah mulai pingin nangis karena nggak sampai sampai, mana gue lupa lupa ingat Pasar Rebo itu dimana dan bentuknya seperti apa, lalu gue berdoa. Pun gue berdoa saat gue menghadapi kenyataan kalau gue akan sampai di sana dini hari. Hidup ini hanyalah sementara. Apa yang terjadi berikutnya adalah misteri dan hanya Tuhan yang tahu. Maka, berdo’a lah...

Lalu, apa yang terjadi sebenarnya sama gue??

Apakah gue bisa bertahan di kerasnya jejalanan Ibu Kota??

Apakah kaki gue masih flesibel dan masih bisa kayang setelahnya?

Apakah Pasar Rebo ramai atau sepi?

Apakah ada elang lagi parkir di Pasar Rebo?

Allohualam.

Tamat.


11 comments:

  1. Wah ditanya soal penafsiran waJAH saat di foto ya. Heiheihie. Menggambarkan apa ya? Agak susah juga menggambarkan apa ya. Tapi karena kadung sudah ditanya, saya akan coba menajwab menggambarkan suasana hati yang sedang GALAU

    ReplyDelete
  2. Jalan Jalan di Bis sambil Selfie ??
    Ga takut apa HPnya diambil orang ??
    Dan yang terakhir itu gua setuju banget soalnya kalo berdoa

    Insha Allah~~ Insha Allah~~ Insha Allah ~~
    Insha Allah, Allah beri Jalan~~~

    ReplyDelete
  3. hehe aku juga suka selfie dulu :p
    habis itu berdoa :D

    untung di kereta ada soket, jadi kalau kehabisan batre tinggal coloook :p

    ReplyDelete
  4. 29 jam dibus? waah pasti pegel bnget tuh kk. Kak Meykke anak gaul abis. cara2nya ajiib. bisa dicoba nih.

    berselfie, trus upload. haha. berdoa itu harus pasti.

    ReplyDelete
  5. Cie cie selfie... Btw, udah follow blog gua blum. kalo belum, follback ya :)

    ReplyDelete
  6. kak meykkeeeeee maygat XD nggak kepikiran itu yang selfie ckck
    menurut kacamata nilam, muka kakak menggambarkan kelelahan, ngantuk dan/atau laper :3 hoho
    eh, iya juga ya, kalau adpet gitu maka muncullah kesibukan tiba-tiba :D karena banyak yang nanyain itu. taaapi, kayaknya seru kalau yang nanya itu orang yang kita suka :p #apasih

    ReplyDelete
  7. Mudik kemaren buat orang-orang yang mudiknya di wilayah jawa, pasti sudah bosenya tibgkat dewa karena ngelewatin perjalanan yang macetnya puluhan jam -_-
    Ini hal yang dilakuin cuma sampe sembilan ya, kalo aku yang bisa aku lakuin cuma diem aja sampai pantatnya nempel di kursi bus

    ReplyDelete
  8. point ke 6 dan 7 itu membutuhkan HP yg tangguh. yang nggak cepet habis batrainya. kalo tipe-tipe HP gue, baru setengah hari aja udah lowbath. heuhhh....

    bener jg, updte PM di BBM emang cara paling ampuh utnuk mengundang org ke dalam chat. hahaha

    ReplyDelete
  9. What? Serius Kak 29 jam? Huhuuu aku udah nangis kayaknya. Nggak tahan itu lama sekali. Kalo aku ya, hmm, udah langsung bete banget. Seharian di dalam bis dengan kondisi macet dan kesel. Apa nggak panas pantatnya?

    Bener apa kata Kak Risah, harus butuh hp yang tahan lama batrenya. Kalo nggak, belum 29 jam udah mati. Makin bete dan kesel deh.

    Aku doain Kak Mey nih semoga cepet dapet temen hidup, orang Ambarawa juga yang bekerja di ibu kota. Kenapa? Jadi mudiknya bisa bareng. Kan, selama ada temen hidup nggak akan kesel dan kesepian hihi. Aamiin :))

    ReplyDelete
  10. Mey sepertinya dirimu memang narsis gangster ya hahaha . Always selfie every where....

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...