Saturday, 22 February 2014

[Mozaik Blog Competition 2014] Menulis Sampai Mati




AWAL DARI SEGALA AWAL.....

“Yang mana nduk?” ucap Ibu gue. Gue mencermati satu per satu benda persegi panjang dengan banyak lembaran dilingkupi sampul tebal bergambar. Tak lupa sebuah gembok dengan dua batang kunci menggelayut mesra di pinggirnya.

“Ini buk!!”, ucap gue menunjuk ke salah satu diary bergambar cowok versi anime yang sedang mengangkat sebilah pedang dengan dominasi warna kuning.

Hari itu adalah hari paling bersejarah dalam perkembangan kepenulisan gue. Ini adalah cikal bakal, awal dari segala awal hubungan romantis antara elektron elektron otak gue dan jemari gue yang berkolaborasi dengan amat mempesona.

Sejak dibelikan diary di hari itu, gue mulai menulis hari demi hari yang gue lalui. Dari soal gue beli gorengan buah nangka dikasih tepung digoreng bernama samarinda habis tiga, gue ulangan dapet 10, pertempuran gue dengan Gendro; salah satu teman yang ngejekin kalau mukanya Shah Rukh Khan kayak Se Lo Kan, peristiwa jatuhnya gue ke selokan pas mau berangkat sekolah, sampai kisah berat lika liku cinta segitiga. Semuanya gue curahkan di setiap lembar diary gue. Tanpa gue sadari, gue membangunkan kecintaan gue terhadap dunia tulis menulis sejak menginjak bangku kelas 3 SD.

SD katam, berlanjut ke SMP. Gue mulai membeli tabloid Gaul, dan dari cerpen cerpen di majalah itu, khayalan gue berterbangan tanpa batas. Hap!! Gue tangkepin satu satu, dan gue lempar ke sebilah buku bergaris. Jadilah cerita cerita pendek hasil khayalan gue. Tak berhenti sampai disitu, gue juga bisa menghasilkan uang uang pertama gue sebagai seorang penulis!!! 

Caranya???

Gue tulis cerpen cerpen yang gue bikin di kertas, lalu gue steples tuh kertas, gue kasih sampul dan juga judul dengan tulisan tangan melengkuk lengkuk khas anak SMP kelas 1 dengan glitter.

“Temen temen, sekarang aku nyewain cerpen..yang mau baca, boleh..cuman 300 rupiah satu cerpennya...satu hari ya...

Gue bawa sekitar 10 cerpen berukuran buku tulis dibagi dua. Dan uang 300 rupiah dari Iis, temen gue SMP adalah uang yang gue dapatkan pertama kalinya sebagai seorang penulis. Hari berganti, tahun merangkak. 

Di bangku SMA, gue berganti pula bacaannya. Gue rajin meminjam majalah majalah remaja di rental majalah tepat di depan sekolah. Ada satu moment membahagiakan saat gue menekuni hidup sebagai seorang anak berselimutkan putih abu abu yang gemar menulis. Saat itu, gue liat ada lomba cerpen di suatu majalah remaja terkenal yang bahasa Inggrisnya itu ‘My Friend’. Sampai rumah, bermodalkan dengan komputer di rumah nenek, gue ngetik tuh cerpen, lalu gue lengkapi segala persyaratannya, dan gue kirimkan secepat kilat menembus dunia maya. Lalu gue jalani hari berikutnya dengan apa adanya. Beberapa minggu kemudian...

“Halo? Ini Meykke Alvia ya?”

“Iyahh, ini ciapa yach??”

“Ini dari majalah Kawanku memberitahukan kalau Meykke Alvia berhasil menjadi pemenang hiburan?”

“Uhm, maksutnyah mbak?” ucap gue sambil mencubit perut karena kalau lengan udah mainstream. Awwww...atid.

“Iya, kami mau menanyakan nomor rekening Meykke untuk pengiriman honornya..”

“Mbak, enelan?”


“Ciyusss Meykke Alvia..”

Gue langsung nari rumbai sambil pecak silat disudahi lompat harimau sembari handstand. Girang jelas bukan kepalang!! Pertama kali gue mengadu peruntungan dengan sebilah cerpen dan bisa tembus!!! Juga, seminggu kemudian nama gue shine bright like a diamond di bawah judul cerpen salah satu halaman majalah kegemaran gue itu. Juga, pada akhirnya rekening Ibu gue bertambah 265ribu!!! Itu adalah uang kedua gue setelah 300 rupiah sebagai seorang penulis. Yang pasti menulis sudah mendarah daging, walau pun tubuh gue cenderung tulang dan kulit saja.

Di akhir perjalanan gue sebagai anak SMA, gue mulai akrab dengan dunia maya, dan begitu tahu ada diary tak berkertas yang bisa dibaca oleh semua orang bernama blog, gue seketika langsung mendaftarkan diri. Dari diary berbadan yang sudah menumpuk di kamar, gue urbanisasi besar besaran ke blog. Sejak saat itu, nafsu menulis gue berletupan, tak terhentikan. Gue dengan telaten dan penuh kasih sayang merawat blog gue hingga menjajaki dunia perkuliahan.

PEDIH DARI SEGALA PEDIH.....

Seperti halnya hari yang tak selalu berpelangi, juga hidup yang tak selalu beralaskan bahagia, menulis pun tak selamanya lancar jaya membahana. Ada masa masanya gue bak butiran debu di padang pasir Mesir sana.
Tahun pertama gue ngeblog, tiap kali gue berkunjung, banyak jaring laba laba di atap atapnya, lampunya mati, dan debu setebal 5 meter melingkupi seantero lantai udah persis kayak waktu gunung Kelud muntah. Blog gue, ibarat mau seberapa kue yang dihidangkan, tamu sebiji pun tak menampakkan diri.

“Eh, baca blog gue yah, Melted Javanese Sugar!! Hari ini ada postingan baru lo, cerita waktu gue pingsan saat upacara kemarin ituu..baca yaaa...Seru loh..”, ucap gue sambil bersimpuh di kaki temen gue. Ironis memang. Boro boro follower, pengunjung juga sebiji dua biji, itu pun temen sendiri saking kasihannya ngeliat muka gue yang memohon sampai mimisan.

Bahkan, gue sempat berpikir akan membuat akun blog secara massal lalu memainkan settingan layaknya artis artis masa kini.

“Ih, nice post cc!! Ceritanya seru bangetttt!!!”

“Makasih cc, sering sering ya berkunjung..salam kenal...!”

Tapi, saat gue tidur, tiba tiba Ibu Kita Kartini datang ke mimpi gue.

“Meykke, habis gelap terbitlah terang...”, ucap beliau.

“Iya Ibu...ibu kita kartini...putri sejati...putri Indonesiaaaa...harum namanyaaaaa...” jawab gue di alam mimpi dilanjutkan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini full version. Gue nggak jadi menyerah. Gue mencari sumber terang sejak itu.

Lain blog, lain pula lomba.

Hari itu gue menulis dengan penuh gejolak jiwa. Yang gue yakini, kata kata terlahir dari hati. Gue nggak bakal bisa menulis kisah bahagia saat gue sedih, dan juga sebaliknya. Sebagai orang yang memegang teguh keyakinan itu, sebelum gue menulis naskah perih sesuai dengan temanya, gue liatin folder folder lama pemancing ingatan manis yang berakhir dengan duka nestapa. Pun gue juga berkali kali menengok video yang dia buat dengan background “Selamanya Cinta” biar hati gue semakin tercabik cabik. Dan leburan hati gue akan gue sulap menjadi kata kata penuh ruh. Gue sampai terbawa suasana dan terberai berai sambil nulis. Gue yakin banget itu tulisan gue bisa lolos dan dibukukan. Gila aja orang nulisnya sambil sesegukan dengan ingus menganak pinak begini.

Gue yakin banget cerita gue akan mengundang keharuan dan air mata, gue yakin cerita gue lolos..dan ternyata..tidak!!!

Gue udah nangis nangis segala termehek mehek, mengorek ngorek koreng lama, gue menulis dengan penuh penjiwaan sampai gue kebablasan galau di sebulan berikutnya, dan naskahnya ternyata nggak lolos itu rasanya kayak naik flying fox waktu sampai tengah talinya putus lalu jatuh di sungai ditangkap buaya yang ternyata jelmaannya Suzana kayak di pilem pilem gitu. Periiiih!!! Tertatih tatih. Gue putus harapan. Hanya saja, sebelum gue merealisasikannya, tiba tiba Ryan D’Massive datang sambil membawa gitar, tapi nggak nyanyi “Bujangan”. Ini Ryan, buka Rhoma.

“Jangan menyerah....jangan menyerah...jangan menyeraaaaah...syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini...melakukan yang terbaik..”

Seketika gue manggut manggut. Gue yakin, layaknya gagal move on adalah move on yang tertunda, pun begitu dengan kegagalan naskah dibukukan adalah keberhasilan naskah yang tertunda.

KENAPA OH KENAPA......

Dulu saat blog gue lebih sepi dari kuburan Jeruk Purut, gue tetap menulis. Saat upaya gue ikutan lomba sampai berlinangan berujung gagal, gue juga tetap menulis.

Kenapa??

Seperti halnya makan biar kenyang, tidur biar segar, makan eskrim biar riang, buat gue, menulis biar senang. Menulis bagi gue adalah sebuah kebutuhan. Menulis bisa menjadi obat saat perih mendera atau hadiah saat bahagia melingkupi jiwa. Menulis bisa menjadi perpanjangan akal dan ilmu yang dapat dinikmati oleh banyak orang tak peduli jarak yang terbentang. Pun menulis bisa mengabadikan setiap patahan masa agar leluasa dikecap di kemudian hari. Kata orang bijak, manusia bisa mati, tapi tulisannya tetap abadi!

Gue ingin hidup 1000 tahun lagi. Kalau pun bukan tubuh gue, at least tulisan gue.

Banyak inspirator yang mengguyurkan banyak penyegaran ke dalam pikiran gue. Gue jatuh cinta pada tulisan Andrea Hirata dengan diksi cantiknya yang meliuk liuk memainkan hati. Gue juga terpikat pesona Alitt Susanto dan Raditya Dika dengan tulisan tulisan lucu, konyol, tetapi tetap berinti. Pun gue begitu mengidolakan Oki Setiana Dewi dengan kata katanya yang mendamaikan sanubari. Banyak inspirator yang menerangi jalan gue. Tak lupa, banyak sekali teman yang melangkah berdampingan bersama gue, menulis bersama sama, menularkan ilmu berjamaah. Setelah Ibu Kita Kartini datang, mereka bergerombolan menghampiri gue, menuntun gue menuju cahaya dan mulai menyemarakkan kehidupan blog gue. Mereka adalah keluarga gue, sahabat sahabat gue, dan pemandu sorak blog gue. Mereka adalah Blogger Energy, sebuah komunitas blog paling kece.

Dan bila ditanya sampai kapan saya akan menulis. Dengan tatapan tajam penuh arti,


“Selama hayat masih dikandung badan, InsyaAlloh..”

51 comments:

  1. kecil-kecil udah dapet ide supaya dapet uang dari menulis, bayar 300 biar bisa baca cerpen.. hahaha idenya brliant

    kalo gue usia SMP kaya gitu masih banyak main di sawah, nggak tau fungsi buku diary, soalnya ketika gue liat buku diary bayangan gue udah tentang cowo lembek ajah.. haha

    untuk sebagian orang blog sepi adalah hal yang wajar, soalnya siapa juga yang mau baca tulisan seorang yang gak terkenal. gue juuga gitu.. dulu blog gue sepi kaya kuburuan.. but, gue tetep nulis, dan bergabng dengan BE :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, tau dah dapet ilham darimana, dapet aja gitu...

      samaa..itu aku abis nulis diary terus mainan layang layang disawah sama temen temen...

      iyaa, alhamdulillah berkat BE sekarang udah rame :')

      Delete
  2. Kata "aku ingin hidup 1000 tahun lagi" itu kereen! Bener juga ya, kita mungkin bisa mati, tapi tulisan kita bakal tetep dibaca semua orang. Lihatlah Tan Malaka, Pramodya A. toer, Buya Hamka. :D

    Menulis ada cara agar kita terus diingat. :)

    ReplyDelete
  3. Woww. . .
    keren Mbak Mey. . .
    Memang seperti itulah seharusnya seorang penulis; menjadikan menulis itu kebutuhan hidup yang wajib terpenuhi. ibarat kata Kang Abik, "Kalau kita tidak menulis, sama seperti kita terus-terusan makan tapi nggak pernah BAB". . .

    Tetap semangat menulis Mbak Mey, semoga menjadi salah satu inspirator generasi mendatang lewat tulisannya. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehehe, iya bener...

      wah, aamiin ya robbal alamiin doakan ya kk!! semangaaatt!! :D

      Delete
  4. Kak meykeee, aku terharuuuu :'D
    Peluk aku kak, peluuuuuuuuk {}

    Sungguh kak Mey terlahir menjadi sesosok wanita keleeen, masih kecil udah tau aja nyari duit dengan cara begitu.
    Pengen baca dong cerpen zaman kecil nya.
    Hihi

    Tetep terus menulis ya kak Mey, sampe aku bisa jadiin kakak itu insprirasi ku :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahaha, makasih banget cc Ayu. waduuuh, aamin banget ituuu...iya, doakan yaak, kamu juga ayo semanyattt!!

      Delete
  5. ow..kamu dah suka nulis dari kecil ya :-D
    sbuah ide yg kreatif.
    bikin cerpen trus dihias2, 'disewain' bayar 300?

    hohoho klo inget lomba cerpen kaWanku itu, jd pgn menang lg deh :')

    semangat yaaakk...
    dlm menulis ada pasang surutnya.
    yg penting qta tetep berusaha konsisten.

    aku baru tau info lomba blog ini dr kamu.
    tenkiuuu...
    nanti klo sempat aku ikutan juga deh.

    kapan ya bisa kopdar ma kamu?
    kyknya hobi qta bnyk yg sama.
    kcuali soal kegemaran pilem, itu yg agak beda hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, suka bingiiiitttt...hehehehe..wah, kmu jga pernah menang??? syama dooong, sensasinya itu nendang bangettt yak!!! :D

      iya, mau bangettt kopdar sama kamu mbaaaak...banyak hal yg pgn aku omongiiinnnn :3

      Delete
  6. Nice post kak Mey..
    Hebat ya dari kecil udah bisa nulis dan pinter cari duit, ya menulis adalah cara kita untuk tetap di ingat, tulisan itu abadi :)

    ReplyDelete
  7. ini ni, ini kereeen.. ckck mantep deh ka mey.. inspiring banget. buset dapet 265 ribu ?? O_O gila bisa buat beli pisang goreng.. keren deh ka poko nya semoga suatu saat bisa menjadi penulis hebat (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, pisang goreng buat makan sau bulan Dho..hahaha...

      waaah, aamiin ya robbal alamiiin..makasih yak Ridhooo :D

      Delete
  8. Gila, kamu punya modal. Dari kecil kamu udah punya kareakteristik sendiri. Ceritamu itu loh, sama kayak penulis-penulis terkenal lainnya yang punya cerita jatuh bangun dan inspiratif. Aku yakin suatu saat nanti orang-orang kayak kamu calon regenerasi penulis terkenal. Keren!

    Oh ya gorengan Samarinda ya? haha mungkin cempedak

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduuuuuuuh, alhamdulillah aamiin ya robbal alamiiiiin, makasih harapan dan doanya yak kk!!! semoga menjadi nyataaa..hehehe

      owh, beda nama yaaak :D

      Delete
  9. dari kecil udah bikin cerpen dan jiwa bisnisnya udah jalan, sampai 300 rupiah kalo mau baca :)

    perjuangan kita sama, berat banget. Tapi anggap aja semuanya tertunda dan akan ada waktu di mana semua pengharapan bakalan terkabul satu per satu.

    tapi entah kenapa baca tulisan ini kek ada yang beda. Apalagi sampai ada Ibu Karti itu, sumpah absurd banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, semua indah pada masanya yang penting terus berusaha sembari berdoa Bay...
      kenapa emang??? hahahaha iya Ibu Kartini itu berjasa bingiiitttt Bay!!

      Delete
  10. Gue tertinggal lagi nih. Belom sempet ikutan event ini.

    Ternyata menulis udah dari jaman SD, bisa dapet duit pula. Gue malah baru mulai nulis 1,5 tahun yang lalu.
    Semoga menang yah..

    ReplyDelete
  11. Ini kok terharu banget ya kak aku bacanya :') dan kenapa kita samaan? Aku juga mulai suka nulis dari kelas 3 Sd lewat sebuah diary. Diary itu jadi awal mula karya-karyaku sekarang.

    Setuju tuh. Kalo ada yang nanya kenapa pengen nulis, dengan yakin aku jawab "karena aku tidak hanya ingin dikenang dengan nama. Tapi juga dengan karya" hidiihh merinding sendiri dengernya.

    Btw, selain nulis, kak mey juga berjiwa bisnis kayaknya. Keliatan dari sewaan cerpen-cerpennya dulu :D

    Terus menulis dari hati kak mey! Biarin orang tau kita karena karya kita. Semangat!:))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kita anak diary kayaknya Dwiii..hahaha.berawal dari diary jadi tau kalo hobi nulisss...

      waah, doain bisa jadi pembisnis juga yaaakkk :3

      iyaaa, pasti. semangatttt!!

      Delete
    2. Haha anak diary. Iya bener, jangan lupa kita berterima kasih sama diary saat kita udah jadi penulis sukses kelak :)

      Aku doain kak, aamiin

      Delete
  12. wah selamat ya Meykke udah lolos majalah Kwanku, padahal itu udah lama banget
    kamu emang keren dari belia udah rajin menulis
    pantes tulisan dan kosa katamu banyak bgt
    emang sih menulis penuh rintangan tapi kalo udah dapet hasilnya itu sesuatu banget
    kereeen bisa nambah temen pula yihaaa
    goodluck ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah, makasih bingittt kak Meiiii....iya kak Meiii...kamu jga keren langsung bisa nembus penerbit mayor bareng Blogger Energy!! :D

      Delete
    2. aaih itu belum seberepa Meyk, masih banyak yg lebih keren diluaran sana, tapi alhamdulillah aku bersyukur...

      eh btw berarti kita sama2 keren bingiiiiiiiiiit yaaa hahahhaa
      smg kita smua sukses Meyk, berawal dari tulisan, amin

      Delete
  13. Nice pos Meyke...
    Jadi aku tahu, bagaimana perjalan kepenulisanmu..
    Dari SD, SMP dan SMA sampai detik sekarang. Perjalanan yang jauh sekali ya. Melelahkan namun memberikan banyak arti dan kenyataan...

    Selamat berkarya selalu... wuih, sudah ada di dalam dua antologi nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, makasih ya Gha...alhamdulillah, semoga terus bertambaaahhh dan bisa menembus target antologiku tahun ini!! :D

      Delete
  14. Waaw banget deh pokoknya.. Gue nggak nyangka lo udah nulis dari kelas tiga SD.
    Setelah baca tulisan2 lo selama ini, gue serasa mengenal lo lebih jauh. Penuh kharakter, lo cewek yg berkemauan tinggi, kreatif, meskipun kadang2 galau. Semua yg lo lakuin adalah progres kedepan...kapan ya gue bisa se ulet lo?

    Nice post mbak,, baca perjuangan lo selama ini dalam hal menulis bikin gue ngerasa nggak ada apa2nya ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, waaaah...over value nih Rie...tapi alhamdulillah yak aamiin semoga menjadi nyataa..hehehehe

      ah, lo...khan lo langsung nembus penerbit mayor kemarin gue baca Rie...keren mana yg pertamaaa..ceritanya gookiiiiil..keren daaaaah haha

      Delete
  15. menulis sampai mati, pas nih sama temanya. salut Mey, udah cerdas dari smp bisa kepikiran buat sewain cerpen. cara yg benar2 cerdas. Motivasi bagus, semoga ke depan ada hal positif yang didapat dari kgiatan menulis ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiiin doain ya Laaang, makasih bingittt :)

      Delete
  16. Krena udh jarang nge-blog, gue ga tau klo ad GA bginian. _ _"....

    Keren bner sumpah, prnah mnang lomba nulis kyak gtu. Smpe msuk majalah sgala lgi. Gue iri deh. Caranya biar bsa msuk majalah kyak gtu, gmana yak caranya. Dan apalagi, lo suka nulis pas sd, mey... Hebat bget. Gue aj bru suka nulis pas sma. Heheheh....

    Pgen jga ikutan lomba kyak gtu. Smoga aja, jurinya khilaf, dan akhirnya gue yg menang. Hahah

    Nlis smpai akhir hayat. Gue jga pgen bget nulis kyak gtu. Klo, mey, ga ush d rguin lgi soal nulis. Rajin bget dah. Gue jga pgen kyak gtu. Tpi kok knpa akhir" ini jdi mles yak? Yah, smoga mlesnya ga berkepanjangan dah. Amin.

    Sukses buat GA nya, mey

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayooo ikutaaan..hehehe

      waah, makasih yyak Mad :D

      hehehe, makasih lagi nih banyak bangett yg ngasih semangattt dan ngasih do'a...jadi terharuuuu :')

      iyaa aamiiin, lo juga hebattt tulisannya bisa langsung merebak ke gramediaaa...gue udah beli bukunya kemarin di Gramed lo :)

      Delete
  17. Iya zep ak jadi inget dulu waktu jaman SMP ak sering jadi pelangganmu :p jadi inget komik yang dulu disita sama pak guru elektro gara2 ketahuan baca komik pas pelajaran hahahaha. I guess u were so mad at me but now we're BFF wkwkwkw

    Slh 1 knci sukses jadi seorang penulis emang harus pantang menyerah. Sekali ditolak maka harus beratus kali berkarya. Ibaratnya 1 pintu ketutup tapi ratusan pintu nunggu buat dibuka hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhhh lo seeeph, masih inget aja,,,sampe ngakak aku bacanyaaa..hahaha..iya gara gara kamuuu hahaha..iya sekaranggg I luph uuuuuuu :D

      iya donggg seph, doain yak semoga yg ini menang ayewwww...:*

      Delete
  18. Hy kakak..... Meykke lama ngga BW ke blog kakaak.... saya suka sama semangat nulisnya,

    tulisannya buat saya bangkit kembali untuk mengarungi dunia penulisan kembali, setelah sempat vakum bbrapa waktu... :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaaah, alhamdulillah kalo gitu, emang tujuan aye jga itu biar pada bisa semangattt jugaaa :D hehehe...makasih ya kk :)

      Delete
  19. SubhanAllah... kok hatiku deg2an ya baca tulisanmu dari awal ampe abis, seolah2, ada arus listrik yang menyengat2 tubuhku memberikan aliran motivasi kepadaku, bahwa utk menjadi seorg penulis terkenal itu penuh pengorbanan dan hrs menjalani proses yg panjang. Tidak hanya sekedipan mata ataupun sekedar membalik telapak tangan..

    Jika ini "true story" tentang dirimu... aku acungkan byk jempol utk semangatmu... semoga kelak kesuksesan akan kamu dapatkan, amin.

    BTW, salam kenal ya... ^_^
    mampirlah ke blog sederhanaku...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehehehe...aku baca komennya jga jadi deg deg an nih, apa bener sape segitunyaaa kk..hehehe..alhamdulillah tapinya kalo bisa memberikan aliran semnagttt ga sia sia aye ikutan ini...doakan bisa lolos juga ya kk :D

      iya, ini 100 persen true story kk.,,,hehehehe

      iya, salam kenal, sudah aye follow blogg kk :D

      Delete
  20. haloo mey..lama tak bersua... :) apa kabar??

    eh baca tulisan mu jadi ingat pas pertama beli diary..kelas 4 sd..mana pas dibawa kesekolah disita sama wali kelas pula..hihihi..untung isinya biodata temen2 sekelas doang..

    salut mey..bisa bikin karya yang menghasilkan itu pasti menyenangkan..300 rupiah dulu kan bisa dijajanin macem2 ya mey..hehe.. kalo aku, tulisan pas smp cuma nempel dimading doang..

    yaa..teruslah menulis mey... sekarang gak perlu khawatir blognya sepi..karna keluarga BE akan selalu menyerang mu dengan komentar2 yang sakti untuk menyalakan semangat muu.... *bahasague

    ReplyDelete
  21. mulai kecil udah jago bikin cerpen? semangatnya luar biasa besaaar , ini nih generasi penerus yang baik ...
    dan bisa menang lagi, semoga aja bisa bagus dari blogger blogger terkenal :3

    ReplyDelete
  22. ampun deh..dari SMP otak bisnis kamu udah jalan ya meyk...sampe sewain cerpen kayak gitu... -__-"

    btw kemarin2 aku juga mau ikutan lomba ini tapi gajadi...hahaha

    bener banget...seenggaknya kalo kita ninggalin dunia, tulisan kita bakalan tetep hidup, syukur2 kalo tulisan kita bisa menginspirasi banyak orang... :D

    ReplyDelete
  23. 300 rupiah dan ada yang mau juga -__-
    kecil-kecil bisa mikir juga nyari usaha, bayaran cerpennya lumayan tuh 265ribu akhirnya haha

    tapi gue emang salut sama elo Mey..
    tiap ada lomba nulis elu selalu ikut, bahkan sekarang buku antologinya udah tiga biji. kalo gak salah loh ya... dan elu juga sukses melewati tantangan 30 hari ngeblog!
    Joz.. padahal elu juga punya kesibukan yang jelas. patut ditiru semangatnya nih.

    ReplyDelete
  24. kak Meyke kereen, pertama nyoba langsung lolos *prokprokprok* ah emang kadang kalo kita terlalu terobsesi emang gitu kak, jadinya malah sebaliknya, ya ada baiknya kita g terlalu percaya diri tp jangan minder jg. kreatip banget yak punya pemikiran minjemin cerpen gitu.

    ReplyDelete
  25. Ih kak meyke keren bgt. Sampe kepikiran bwt jadiin bisnis dr hobby :3 keren maksimal deh.

    Biasanya yg terlukis dan terkarya dari hati, itu lebih memiliki ruh kyk tulisan2 kakak. Aku suka gayamu kak <3

    ReplyDelete
  26. Berkaitan banget tentang buku yang gue baca kemarin.
    Setelah membaca tulisan lo kak mey, gue serasa lagi membaca perjalanan hidup penulis besar yang melewati proses yang panjang. Dari bawah hingga menuju kesuksesan. Ternyata selain mengajar bahasa inggris, hobby lo adalah menulis ya kak Mey. Gue kira ini blog semacam curhatan iseng-iseng aja untuk menghilangkan penat. Eh tau-taunya, sejak SD lo udah suka yang namanya menulis. Nggak heran juga sih, sewaktu lo turut mengikuti tantangan 30 hari menulis di blog dari Kokoh Kepen. :D



    ReplyDelete
  27. Halo kak Mey, salam kenal kak, hehe
    Selalu salut sama orang yang tau dimana titik awal ia mulai nulis, salut sama kakak yang masih ingat detail ceritanya :)
    dan salut juga kakak udah tau apa hobi kakak sejak kecil, keren! biasanya kan anak-anak kecil gitu masih labil hobinya, dan konsisten gitu.

    semoga ketularan semangatnya kak Mey buat selalu nulis. Tulisan kakak sangat menginspirasi saya. Bahasanya mengalir, tulus dan ngena banget. Makasyiiiiihhhh kakak *virtual hug*

    ReplyDelete
  28. Iya. Keren, Mey perjalananmu menempuh jalan menulis dari awal hingga kini. Terus pertahankan ya. Semoga cita cita Meyke tercapai dengan menulis ini:D

    ReplyDelete