Sunday, 21 July 2013

Sahabat Kuliah Bak Crayon , Dadaaaah.....

Sudah lah sudah S.pd saya sabet kemarin, dan jadilah Meykke Santoso Alvia Yuntiawati S.pd. Dan sudahlah sudah kebersamaan saya bersama sahabat sahabat saya serupa crayon di dunia perkuliahan. Dan sedih lah sedih saya. Lagi lagi saya harus move on, dan move on kali ini saya harus move on dalam skala besar, dalam beberapa aspek hidup saya sekaligus.

Dan alhamdulillah selama berkuliah, saya mempunyai teman teman serupa mereka semuaaaaa

Dan mereka adalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah

1. Inggit Octavia!!



Pertama kali bertemu dengan Inggit adalah waktu PPMB! Waktu itu rambut Inggit masih pendek, dan kita masih cupu...kalau sekarang kita sih .......masihcupu sudah lebih dewasa...sedikit

Nasib mempertemukan kita pada mentor yang sama. 4 Tahun yang Laluu @.@



Dan berawal dari situ, Inggit menjadi teman saya. She is my best colleague!! Perpaduan karakter kita yang tidak sama menjadi kita semakin dekat. Saya yang kalau marah itu mendengung kayak lebah diimbangi dengan Inggit yang kalau marah itu berkiblat pada ‘silence is gold’. Style saya yang moody dan tak tau arah diimbangi dengan Inggit yang sedari dulu sampai sekarang bertemakan emo distro. Saya yang banyak bicara diimbangi dengan Inggit yang bicara seperlunya saja.

Dulu kita juga mengikrarkan diri menjadi I Am Me.
Wes, opo kui...

khan kalo bahasa Inggris juga ada artinya tu, nah kalo versi kita artinya tidak lain tidak bukan adalah Inggit AMa MEykke... buahaha..

Bahkan, Inggit bikin pin bertuliskan I Am Me dan kita tempelkan di tas masing masing.

“Wah Git, jajal dewe duwe laptop ya Git, jam jam kosong ngene dewe iso wifian bareng...”
“Iyo Mey, mesti enak banget nak duwe ya Mey...”

Celoteh kita sambil menyantap bakso 500an dibungkus plastik dengan duduk bersila di bawah pohon di taman depan kampus. Semester 1 dan 2, saat kita masih cupu, makanan favorit kita tidak lain tidak bukan adalah bakso. Jadwal kita yang amburadul dan dihadapkan pada kenyataan bahwa jarak rumah kita pun jauh, bikin kita harus muter otak. Jadi kalau nggak nangkring di taman sambil makan bakso dan ngayal berjamaah, pergi ke masjid Kauman dan ngadem di sana. Semester berikutnya, kita naik tingkat jadi lunch pake mie ayam. Oke sip.

Karena hidup pasti ada perkembangan, akhirnya kita bisa punya laptop dan mau nunggu 4 atau 5 jam ke matkul selanjutnya nggak masalah, karena kita bisa menjelajah dunia maya berdampingan.



Kalau ada Meykke pasti ada Inggit, kalau ada Inggit pastilah ada Meykke. Semester 1 sampai 7 ada saja matkul yang kita sekelas. Dan ada saja hal yang membuat kita tertawa terbahak bahak di kelas, kayak ngelawak berdua gitu.

“Git, ada satu mimpi kita yang nggak bisa terwujud ki Git...”

“Opo??”

“Ngekos bareng Giiiiiit...”

Dari dulu kita pingin bisa merasakan bagaimana rasanya jadi anak kost dan bisa satu kamar berdua.

Wah, pokoknya Inggit itu cucok sekali. Cantik, nggak neko neko, dan loyal friend.

And I will miss every single crazy thing we have ever done. We used to laugh about unfunny thing, study together, spend so much time together, hang out together, eat bakso and mie ayam together, do homeworks and assignments, cooperate in doing test, go to the beach, take pictures together!!

And I’m grateful being your friend for these four years, my best friend in college who always listen my stories, accompany me, and color my college life.

Dan semangat!!!! I will support you no matter what, until the end Giiiit!!!!

Meykke dan Inggit 4 tahun kemudian, waktu masih tetap lugu


2. Elisabeth Novia Tayl


Panikan. Semua personil komplotan kita juga tahu kalau dia adalah sosok yang panikan. Yang kedua, lugu. Tapi itu....dulu.

Pertama bertemu dengan Via waktu kelas Speaking di awal awal semester. Dia sosok yang pendiam dan terkesan inferior.

“Ih, fotoku muncul di home? Aduh piye iki..piye ya, tak hapus bakal ilang nggak ya...” lalu dia handstand sambil lompat harimau saking paniknya.

“Pliss Vi, nak nggak pingin fotomu masuk home dan diliat banyak orang ya nggak usah upload atu ganti PP.” Temannya pada gedeg gedeg.

“Duh Mey, telat nih Mey..apa aku nggak berangkat aja ya..”

“Berangkat we santay we...belum masuk..”

“Ya udah aku berangkat...ni lagi nunggu bis.”

5 detik kemudian,

“Duh Mey, bis nya ngetem lama aku skip aja ya Mey...”

“Mey, udah masuk belum mey??”

“Kayaknya aku ke posnet aja deh Mey, udah telat nih..”

Saya yang kalau sedang stress di SMS dia jadi makin stress. Dia juga nggak enakan sama orang dan susah bilang “NEHI”. Dia cenderung polos dan belum terkontaminasi fananya dunia.

Tapi, kebanyakan dari itu semua...........dulu.

DULU

Lah sekarang, bahkan saya diajari cara menaburkan bedak yang baik adalah bukan dengan mengelap wajah pake spon melainkan menyentuh nyentuhkannya sedemikian rupa, tidak lupa kalau pakai blush on harus menyedot sisi pipi ke dalam dan memoleskannya ke tulang yang menonjol. Luarrrr biasa....

Dari Via, saya belajar bahwa hidup memang harus banyak belajar dan berubah, ke arah yang lebih baik tentu saja.

Satu hal yang paling saya ingat adalah sekitar tahun 2011. Waktu itu ya seperti kaum perempuan pada umumnya pernah ada masa dimana hatinya melebur sampai ke level sel yang bahkan setiap bagiannya tidak bisa dibagi lagi menjadi dua. Saya ngampus dengan pelupuk mata membesar, awan badai petir hujan gledek menyambar nyamber di atas kepala saya. Muka saya suram tak terkira, dan karena setiap kali saya stress, saya hobinya membaca buku. Lalu, waktu itu, saya ingin membaca buku ‘Melukis Pelangi’ milik Oki Setiana Dewi.

“Vi, Git, ayo tak jak...”

“Kemana?”

“Beli buku nya Oki Setiana Dewi.”

Dan melihat wajah saya yang buram kusut dan kucel, tanpa ba bi bu mereka mengantar saya. Di toko buku depan kampus, buku yang saya inginkan sudah habis.

“Vi, Git, ayo ke kota.”

Kita ke kota. Di toko buku pertama, saya bilang,

“Mbak, beli buku melukis pelangi,”

Saya disodori buku gambar sama crayon!!

 Saya makin stress. Inggit dan Via hanya bisa jalan di belakang saya sambil berdoa kayaknya. Dan hampir ke semua toko di kota saya jelajahi demi buku Melukis Pelangi, karena saya butuh dicerahkan waktu itu. Dan hasilnya...NIHIL.

Dan mereka, dengan sabar mengantar saya jalan jauuuh tanpa protes sedikitpun. Setiap saya curhat tentang patahnya gumpalan daging penyaring darah tubuh saya, mereka mendengarkan dengan takzim... Saya yang ibarat kata lebaynya sedang tercabik cabik setiap ketemu mereka saya jadi sembuh. Mereka itu bak Mixagrip untuk penderita sakit kepala, dan Promag bagi penderita Maag.

Setiap hari bertemu dan tidak pernah absen tertawa. Kita SIASAT bareng, makan bareng, sedih bareng, seneng bareng.

Via juga menjadi partner kerja saya di salah satu kursus Bahasa Inggris. Dia juga yang merekomendasikan saya di sana. Dia juga nggak papa menunggu saya di depan mesjid sewaktu saya sholat. Dan saya pikir sangat sempit pikiran orang orang yang melihat perbedaan menjadi suatu hambatan.



Hampir tiap hari pulang bareng naik bis SARI atau pun SUKSES.
I will miss it!!!

3. Melawati Sugiyanto



Ada satu hal yang tidak akan saya lupakan tentang sosok Mela .Saya yang dari dulu pingin nyoba rasanya ngekost, keinginan saya terkatamkan karenanya. Saya sudah banyak kali tidur di kostnya dengan dalih nonton drama, mau sepedaan pagi pagi, dan alasan lainnya. Dan saya tidak pernah merasa canggung bobok di kostnya. Saya laper disuruh makan, saya dikasih bantal, saya dibuatin Nutrisari hangat, kita bobok bersama, nonton film bersama, ngomong ngalur ngidul sebelum bobok bersama, dan saya juga kenal dengan beberapa teman kostnya. Kemarin kemarin saya ngelesi di dekat kostnya selalu mampir ke kosnya untuk sekedar ngesot ngesot melepas lelah atau numpang sholat.

Walau pun terkadang kata katanya itu bak pisau habis diasah, tapi Mela sosok yang baik, yang tulus nolongin orang (kayak saya).

“lha pancen...” adalah kata favoritnya tiap kali kita memberitahu sesuatu..Hehehee...

Dan walau pun tiap kerja kelompok kita selalu adu argumen, bahkan saya terkadang suka membuka mulut dengan membabi buta, tapi apa yang saya katakan atau apa yang dia katakan tidak pernah menghujam sampai ke hati. Karakter Mela memberi variasi tersendiri, saya jadi punya teman dengan banyak varietas karenanya. 

Mela DULU

Mela SEKARANG, Horeeeeeeee......

Dan terimakasih sekali untuk Mela, jasa jasa mu akan saya kenang sepanjang masa. I will miss it, a lot!!!

4. Novince Puspitaria

Nah, ini....

saat -jadicewek- sedang feminine
5 tahun ke depan, akan ada satu hal yang saya pasti ingat dari Vince.

SANGAR!!


aksinya saat -nantanginlayar- nyanyi
Dia adalah teman perempuan saya yang paling tomboy dan paling sangar sepanjang hidup saya. Gaya berjalan dan berbicaranya khas,

“weh, ora yo leeeeeek...ngawur ora ngono yooo...”

“Ih ! Ih ! Ih! PD men kek wonge kek..”

Semua orang dipanggil lek. Dan dia juga yang ngarang nama saya dari Meykke menjadi Meyek. Dan menular ke teman teman dekat saya.

“Yek, sesuk ojo telat Yek...”

“Yek, iyo ok ya Yek saiki jam 11 ya Yek...kowe nggowone WIA ok ya yek...Waktu Ambarawa ya yek..”, celotehnya begitu saya sampai pada pukul 12.

Kalau mau antri, tiap kali ada Vince saya jadi tidak was was diduluin orang.

Kita mulai dekat pada semester 4 an kalo nggak salah. Makanan favoritnya kalau nggak mie ayam balungan ya tahu campur cabe 5. Cemilannya krupuk urang. Jadi, kalau kita sedang ngumpul gitu dan mendekati makan siang, kita segerombol akan makan mie ayam berjamaah di depan MAN atau makan tahu campur di depan pom bensin sayangan. Dia juga memperkaya varietas teman saya. Tapi, she is a loyal friend. Dia juga sangat peduli dengan teman dekatnya. Ibarat kata, muka preman sangar, hati beriman.

“Yek, yek awas Yek keno minyak..”, ucapnya sehabis makan tahu campur.

Walau pun kita sering bertengkar karena hal hal remeh, tetepi pertemanan kita sama sekali tidak remeh, ora sewu mangatus..ora...

“O lha kekancan sewu mangatus...”, itu adalah ucapan favoritnya..

Asoy banget lah dia...I will miss you!!!

5. Garwidha Rafwani




Bagi saya, dia adalah teman kampus paling pekerja keras. Dia tidak banyak neko neko dan mukanya itu type muka tersenyum. Jadi, kalau liat dia, walau pun dia lagi nggak tersenyum karena bibirnya melengkung ke atas jadi kayak tersenyum setiap saat. Bersyukur sekali punya muka type begitu.

Duluuuu sekali awal awal semester, kost Wida adalah kost tujuan saya dan Inggit. Waktu saya dan Inggit belum punya laptop, dan kita bingung mau ngapain untuk menunggu matkul selanjutnya, kita selalu ke sana untuk sekedar menggelepar di lantai dan membunuh waktu. Kadang juga suka tiduran sampai 2 jam.

foto di kost Wida, 4 tahun yang lalu waktu masih cupuu
photobox bertiga, sekitar 2009

Pernah juga di semester awal kita tersesat di Semarang. Nggak elita banget!!

"Heh, ora ndaaa...", ucapnya sambil menunjuk nunjuk orang yang diajak bicara dengan senyum mengembang dan mata menyipit.

She is independent girl! Dia bisa mengajar seharian dan selalu riang penuh energi.

“Berakit rakit ke hulu, berenang renang ke tepian”.

Pelajaran hidup yang bisa saya ambil dari kesehariannya. Dan saya pasti juga akan kangen saat saat bersamanya. Dia senior saya di kursus Bahasa Inggris di Salatiga, dan dia juga yang merekomendasikan saya. I will miss you!!

6. Dian Pratiwi



“Wes Mey...rapopo...”, ucapnya sambil menepuk nepuk punggung saya di ruang Access. Dia adalah teman dekat Vince yang kemudian menjadi teman dekat saya. Kita juga partner kerja untuk menulis di majalah fakultas. Dia itu mungil dan imut, apalagi rambutnya bergaya Korean-wave, dicepol sedemikian rupa. Hobynya melihat status para artis Korea cowok cowok, lalu dia lihat dan diamati satu per satu fotonya. Udah gitu aja.



Berbeda dengan cecek yang kadang tidak menggunakan filter waktu ngomong, pembawaan Dian ini tenang.

Kadang dia bisa dikategorikan sebagai pendiam. Tapi ketawanya itu khas.... gimanaaaa gitu.. Tapi, merek berdua pengagum berat Infinite. Nggak tau lah yang dikagumi apanya. Kalau saya sih pengagum SNSD. SNSD Forever!

Waktu pertama kali kenal Dian, saya agak takut. Kalau SMSan, saya SMS banyak, dia Cuma balas.

“Iy.”

Kadang SMSnya nggak dikasih titik titik di belakang, saya jadi mengira dia lagi marah. Lalu, saya tanya Vince, ternyata Dian memang efisien dalam mengetik. And I will miss Dian!

7. Shinta Amalia




Bos besar yang satu ini menyulap mimpi kita untuk bisa berlibur ke pantai BARON dengan harga miring menjadi kenyataan.



Dia 11 12 dengan Cecek dalam hal memproses kata per kata. Tapi, bukan karena memancing perkara, tapi memang karakternya seperti itu. Sama juga kayak Vince, kalau antri bersama mereka, saya jadi merasa aman, apalagi berebut nomor antrian. Walau pun kita dekat baru semester semester 6, tapi kita cukup dekat. Kita juga satu supervisor dengannya. Bagi saya, dia pemicu semangat saya.

“ Ayo Mey, kamu pasti bisa Mey..pasti bisa skripsinya..”, bukan, bukan seperti ini memicunya.

Tapi..

“Aku udah revisi kedua minggu depan diambil terus lanjut revisi ketiga..”

Lalu saya,

“Asem Shinta uwes revisi 2, aku revisi we durung, isih ngolah data...”

Lalu, sampai rumah saya buat kopi dan ngolah data sampai selesai. Saya berangkat pagi sekali dan langsung beli kopi buat sajen di perpus kampus. Saya cari referensi dan sumber sampai dapat, saya semedi sampai saya selesai mengolah data. Jelas pemicu jenis ini jauh lebih cespleng.

Itu berkat siapa?? Berkat mereka semua...

8. Nurul Utami




Yang saya ingat dari dia adalah suara ketawanya. Saya sering takut kalau dia ketawa..

Kalau lagi malam jumat, ketemu dia terus dia tiba tiba tertawa duh, jangan sampai...

Dia adalah personil yang heri cetar membahana tak terhingga. Kalau foto pun pose dia subhanalloh sekali...tidak biasa. Kalau nggak ada Nurul, pokoknya kurang rame. Kalau ada dia langsung...waaah..pecah semua! Noh gayanya waktu KARAOKE BERJAMAAH.



ayu ayu ok ngene..jan..jan

Nurul itu ceria sepanjang masaaaah

Dan kita saling mendorong satu sama lain dengan cara kita sendiri.
------

Dulu waktu jaman skripsi,

“Piye? Thesise wes tekan endi?”

“Piye revisimu??”

“Wes tekan second reader??”

Adalah pertanyaan sehari hari. Kita ngeperpus bareng, kita berdiskusi tanya ini dan itu, ndlosor berjamaah di depan ruang supervisor menunggu jam revisi, dan tidak lupa...foto foto. Kita berjuang bersama!!

Kalau mungkin perkumpulan teman lain tiap ketemu,

“Gimana say kemarin?”

“Aku sedih banget beb, dia kayaknya udah nggak care sama aku...”

“Ya sudah say...coba liat besok gimana...”
Atau

“Gimana bisnismu??”

“Lancar banget nih, aku udah bisa naik jabatan jadi manager Oriflame..kamu?”

“Aku masih di sini sini aja, pasarku sempit sih say..”

“Ah nggak papa, nanti juga ketemu jalannya..”

Kalau kita :

“ Piye Running Man minggu iki wes didownload urung?”

“Uwes to yo..”

“Njaluk...”

“Cah ok njalukan..”

Atau

“Ih sumpah wingi aku nangis banget, sedih aku...”

“ La ngopo?”

“Jebule akhire ki mati ya Alloh...sedih banget..iya lha pelurune cowoknya nggak bisa dikeluarin ok...”

“Wes tekan bar???”

“Uwes aku sampe jam 3 dini hari bayangkan!!”

“Lha yang baru, 49 days uwes nonton?? Kui yo akhire mati..”

“Ih, wekku rung lengkap, njaluk...”

“Cah kok njalukan..”

Atau...

“Kwangsoo ku emang bodo banget tong kok iso isone dileboni ora iso metu lah...”

“iyo, tapi keren ki Song Ji Hyo berani bungee jumping padahal liyane malah do wedi,...”

“Ih sumpah wingi delok Running Man anyaran iki aku sampe guling guling lompat harimau, lucu pooool...”

“ Iyo bener lha mosok ....”

“Eh tapi kira kira Gary karo Song Ji Hyo pacaran beneran ra ya??”

“Ora yo, Ji Hyo wes duwe pacar ok...”

“Kok ngerti?”

“Nggolek Google to.”

Luarrrr binasa....

Dan tanpa mereka, hidup perkuliahan saya tidak akan seindah, serame, seberwarna, seheboh, dan seasoy ini.

Kita piknik bersama, pitpit an sambil hujan hujanan bersama, bikin tugas sampai jam 8 malam sampai pesen makan dibungkus bersama, kita nyobain makanan makanan se-Indonesia, saya ulang tahun malah dilempar tepungVia dan Murni ultah kok disiksa, habis konsultasi skripsi manjat pohon, ngelotes bersama, mengakhiri semester 6 dengan bersepeda, sepedaan lagi, ribut dan panik SIASAT berjamaah, kita download sampai capek dan saya jadi penadah, kita ngomongin drama Korea, Running Man dan dunia tidak nyata lainnya. Saya juga pernah mbahas teman teman ajaib ini di since.

Dan saya pasti akan sangat kangen sekali banget dengan masa masa di kampus bersama mereka. Dan tidak hanya mereka, buanyaaak teman teman kampus yang kalau saya jabarkan satu satu bisa jadi novel nanti. Ada teman teman saya di ACCESS serupa Yuyun, Tiwi, Noel, Meyra yang di akhir akhir sering menghabiskan waktu bersama, Ada Niners alias Angkatan 2009 yang pada akhirnya saya bisa ikut berpartisipasi di LOVED yang terakhir. Ah, pokoknya buanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak kenangan kenangan asik yang tertoreh bersama mereka semua.


Jadi terimakasih untuk para sohabat semuaaaaaaaaa!!!:D

Masa masa gila yang berpedoman pada “Study Hard, Play Hard”, terinspirasi dari salah satu dosen saya, Alm. Pak Hendro.

For all my friends, Thank you so much. Hopefully we all can pursue our dreams and happiness. We can reach whatever dreams we aim. Hope we find out what we are looking for. We can find out our passion and fulfill it. Hope we can gather with different destiny, be much better in the future!

Because I do realize, without you my college life is just black and white paper. And being with you, my page is full of bright color. We struggle together!!

All the laughter and jokes are the things I won’t forget. All the memories I would write them down not only in my blog, but also in my heart!

God is good, isn’t it??

Let’s move on to the new chapter with new challenges! God will always guide us! SEMANGAT!!!!


Thus, MY COLLEGE LIFE IS TRULY GORGEOUS!!!

27 comments:

  1. ketika orang mengucapkan, "selamat udah jadi sarjana"
    tapi gue cuma pesan,
    "WELCOME to THE JUNGLE"

    beneran mey dunia kerja itu kejam,, tapi semoga gt g pada kamu lulusan guru... amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ya Robbal Alamien..doain Nem, doaiiiin!! lagi galau mencari kerja yang sesuai dengan passion dan barokah. semoga di dunia kerja aku dapet temen temen 11 12 sama mereka. bakalan nggak stress.

      Delete
  2. selamat ya udah jadi sarjana..
    welcome to the jungle bener bgt kata rinem...

    tmn2 nya ada yg cantik ada juga tp cantik cantik kelakuan di fotonya haha gk marah kan tuh tmnnya aibnya di bongkar :)
    hihihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, doain ya Za...

      hehehe, nggak marah..mereka mah santai santai ajaaaa...hehehe, cuma bercanda gituu...hehehe tapi mereka lovable ok <3

      Delete
  3. aisssss. asik banget yang udah di wisuda. bukan mapala, dan bukan penjaga kampus. mungkin gue masih lama banget buat ke stap itu, kaprett..

    ehh ia mba inggrit lumayan tuh, salam dari gue yaaa. bilangin aslammualaikum, sama jangan suka lupa makan. daaaghh

    ReplyDelete
    Replies
    1. mapala tu mahasiswa apa San?? kok malah curhat, San?? sabar yah, hidup emang suzaaaah...

      haha, bilang assalamualaikum nya yg bener dong Saaan :p

      Delete
  4. ecie udah jadi sarjana. selamat ya :)
    wkwk. aib temennya dibongkar. temenya pada gokil gokil...
    oya aku cuma sedikit ngerti omongannya. soalnya sedikit pake bahasa jawa. dan aku bukan orang jawa :\ wkwks
    salam buat temen temennya.
    sekali lagi selamat ya udah jadi sarjana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ya Deya, doakan segera dapet kerja yang barokah dan membahagiakan dunia akherat luar dan dalam ya Deyaaaa...:D

      wah, maapin yaaa..itu nggak sempet nulis terjemahannya, tanya Google gimana? hehehe...

      iya, thank you a lot, cc!

      Delete
  5. Aduh, rada galau nih. Soalnya mau jadi anak kuliahan. bisa dapet sahabat kaya gitu gak ya? u.u

    ReplyDelete
  6. wuidiiihh............ selamet dah kak mey yg udah wisuda.

    gue masih lama ngerasain hal kayak gitu. terkadang juga temen dket lebih perhatian sama ortu loh. dan enak banget yak bisa wisuda bareng' dan ga ada yg ketinggal

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ya MAd, kenapa skrang mendadak jadi manggil kak padaan yak?@.@ udah tuir gitu aku yak? hahaha

      iya bener sih, karena kan seumuran jadi kalo diajak curhat jadi lebih tau apa yg kita rasain dan bisa ikutan lebay gitu Mad..haha

      uhm...maunya sih gitu, tapi kenyataan berkata lain Mad :'(

      Delete
  7. Panjang beneeerrrr.....

    Selamat udah jadi S.Pd. Tantangan yg lebih besar menanti anda kawan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, ini saking semangatnya ngomongin soal sahabat gitu jadi lupa diri nulisnya gitu Lang.
      iya Lang, makasih doakan segera dapat kerja yag barokah dan sesuai passion yak! aamiin!

      Delete
  8. wuiiih, selamat yaaaa. selamat menempuh hidup baru meyke, mudahan dapat perkerjaan yang sesuai :D

    ReplyDelete
  9. 1: puanjang banget postingannya, tapi seruu :D
    2: selamat atas nama barunya kak mey, nanti aku juga mau dapet gelar itu di belakang namaku :3 tapi 5 tahun lagi :p
    3: aku juga punya cerita ples kenangannya yang serupa ini. Jadi kangen temenku,-
    sahabat emang (nyerempet) segalanya ;)

    ReplyDelete
  10. 1: puanjang banget postingannya, tapi seruu :D
    2: selamat atas nama barunya kak mey, nanti aku juga mau dapet gelar itu di belakang namaku :3 tapi 5 tahun lagi :p
    3: aku juga punya cerita ples kenangannya yang serupa ini. Jadi kangen temenku,-
    sahabat emang (nyerempet) segalanya ;)

    ReplyDelete
  11. 1: puanjang banget postingannya, tapi seruu :D
    2: selamat atas nama barunya kak mey, nanti aku juga mau dapet gelar itu di belakang namaku :3 tapi 5 tahun lagi :p
    3: aku juga punya cerita ples kenangannya yang serupa ini. Jadi kangen temenku,-
    sahabat emang (nyerempet) segalanya ;)

    ReplyDelete
  12. 1: puanjang banget postingannya, tapi seruu :D
    2: selamat atas nama barunya kak mey, nanti aku juga mau dapet gelar itu di belakang namaku :3 tapi 5 tahun lagi :p
    3: aku juga punya cerita ples kenangannya yang serupa ini. Jadi kangen temenku,-
    sahabat emang (nyerempet) segalanya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. makasih ya cc Aini, saking semangatnya ini..:D
      2. hehehe, makasih ya cc Aini, waduuuuuuuuuuh masih unyu sekali dirimu...-_____- selamat dan semangat!
      3. hahaha, nyerempet, iya juga sih..karena yang segalanya tu Alloh SWT :D hehehehe

      Delete
  13. Selamat ya.
    Ini baru awal lho, disini titik awal yang bakal tambah berat.
    Semangat !!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener Efnu, ini awal!! hiaaat!! hosh!!! fighting!!!

      Delete
  14. selamat ya kak sudah lulus dan bertitel S.pd. Insyaallah gue menyusul dua tahun lagi, sarjana pendidikan bahasa inggris! kita sama jursan ya kak!

    Oya, ngebaca tulisan lo, gue jadi sedih. gue kebayang gimana nanti kalo gue wisuda. gue pasti bakal kangen dengan temen2 seperjuangan. sama kangennya seperti saat ini dengan teman2 SMA. kadang gue berpikir "knapa sih waktu berlalu begitu cepat, padahal gue pengen merasakan masa-masa ini lebih lama."

    well, tulisan yang ngebuat gue sedih, huhu.

    Oya, kalo cewek seru yah bisa berhubungan sesama teman ceweknya sampe sedekt itu. tapi klo cowo enggak. geli malah! hiiii

    terakhir, sory gue nge-skip percakapan jawa lo. Gue enggak ngerti. sumpah! moga aja lo nanti tulis translatenya1! haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah, sama yak! oke! semangat yak!!!makasih doakan segera dapat kerja ya Yog :D

      iya, bener bangett..makanya Yog mumpung masih da waktu no sama temen temenmu, banyakin main, foto foto, sama makan bareng *ehh

      iya jga sih ya, klo kmu sama temenku sedeket aku sama Inggit malah iyuuh yaa..hahaha

      hehe, maapin ya belum sempet aku transletin, tanya Google ya Yog..makasih lo :D

      Delete
  15. sahabat sahabat yang punya kepribadian yang unik-unik, ngumpul jadi satu beuh pasti banyak rasa... seru abis...
    Coba satu-satu mey, itu kan temen-temen kamu masuh banyak tuh yang dipoto...

    btw selamat yaaa... udah S.pd nih... keren mau jadi guru yaaaaa...

    ReplyDelete