Saturday, 25 May 2013

Wangi Tanah Bertemu Hujan



Menembus kaca jendela bis, aku amati setiap butiran yang jatuh. Aroma tanah bercampur air yang khas tiap kali hujan turun melemparkan ingatanku pada bulan ke sebelas  tahun  2011 . Karena bagiku, selama bertahun tahun aku menempel di hatinya, bila ku harus memilih memory terbaik, maka akan aku pilih hari itu. Kenangan yang akan selalu menempel, menggeliat geliat tiap kali hujan turun, dan aroma tanah basah menyerbu hidung.

“Tidur saja dulu...”, sambil menepuk lututku, suaranya menembus mantel yang kita pakai berdua. Meringkuk, aku berlindung di balik punggungnya. Kakiku jelas tak terselamatkan, hujan sebesar biji jagung terus turun tanpa ampun. Berbanding terbalik dengan kakiku, hatiku suam suam kuku. 80% celcius.

Kita disambut hujan kala itu saat dia menemaniku menggali pengalaman pertama menjadi tenaga pengajar tambahan di salah satu rumah muridku.

Dan dalam hamburan air hujan, aku gali kenangan itu.


Dan tes...lalu tes..lalu tes..buliran berganti buliran, tak ada bedanya dengan waktu.

Seturunnya aku dari bis, wangi tanah semakin menyeruak hidungku, dan kenangan itu semakin tajam menguliti hatiku. Ah, tapi jelas tak terasa. Toh memang hatiku sudah terkelupas sejak dulu. Terkelupas sepenuhnya. Mau dikuliti apanya lagi?

Dan karena bis pun tidak pernah berjalan mundur kecuali hanya untuk mencari jalan. Mencari jalan untuk kembali jalan ke depan.

Bis dan aku pun tak berbeda. Karena tak peduli sederas apa pun hujan, tak peduli setajam apa wangi tanah basah menerjang hidungku, ke depan aku tetap melangkah. Ke depan, bukan ke belakang. Karena kenangan hanya untuk dikenang. Sebatas itu.

Dan kemarau, cepatlah datang...

“Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Cerita di Balik Aroma yang diadakan oleh Kakaakin”,


14 comments:

  1. bau nya seger ya kaya jus lemon! hahaha xD bikin tenang deh baunya! iya kan sob!

    Ziarah Balik Yuuaa..
    LutfieZard.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. we?? jus lemon? hahaha...

      baiklah..:)

      Delete
  2. jadi mau ikutan giveaway juga nih :D

    ReplyDelete
  3. Lagi ikut giveaway nih, semoga menang yah!

    Walopun kenangan itu hanya sebatas dikenang, seenggaknya kita bisa tersenyum sejenak ketika mengingat semua itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin..hehehe, makasih!

      ehm..yak betul..dan alhamdulillah juga punya kenangan..hahaha

      Delete
  4. walah.....lomba mbak..sukses2..ikutan juga aaaahhh :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. cieeeh, Moti mesti mau menggalau ria dengan kosa kata berat nih..hahaha

      Delete
  5. aku suka wangi tanah abis hujan. tapi gak suka kalo hujan terus2an soalnya aktivitas terganggu....hiks.

    soal domain aku belinya di rumahweb.com
    di sana bisa chatting langsung dengan CS nya :)
    nanti dipandu...ato mey ada twitter gak? follow @LOVELY_iena nanti qta twit2an..hehe soalnya wasapku lg mati.
    belinya 95 rb/taun...
    dan secara otomatis klo org ngetik alamat blogmu http://meykkesantoso.blogspot.com akan dialihkan ke meykkesantoso.com . tetep pke blogger hehehe...cuma domainnya dotcom.

    ReplyDelete
  6. iyaaaa, wanginya itu gimanaaaaa gtu..hehehe

    owh i see mbak, udah aku follow loooh..hehehe...wah keren banget aku pingin bangettttt! juni akhir maksimal udah hrus punya domain sendiri ahh..makasih inponya mbak Ina.... *sun hehehehe

    ReplyDelete
  7. Hati yang suam-suam kuku itu sensasinya memang luar biasa :D

    Terima kasih sudah ikutan pada GA Cerita di Balik Aroma ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, sensasinya emang luarrr biasa mbak..hihihi..
      iya, mbak, terimakasiiiiiih :D

      Delete
  8. Namanya juga kenangan, jangan dibuang Mbak, disimpan rapat2, siapa tau ntar bisa bermanfaat :)

    Terima kasih partisipasinya, Mbak, sudah tercatat sebagai peserta :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, bener juga..nggak aku buang kok...aku kasihkan ke kotak pandora...hehehee.

      iyaaa, semoga beruntuuuung... (sayanya) hehehe :D

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...