Wednesday, 8 May 2013

Sahabatku, Motivatorku

sumber


Assalamualaikum...

Bila bicara tentang sahabat, maka banyak hal yang langsung muncul di pikiran saya. 

Sahabat bagi saya memegang peranan yang besar, andil yang sangat significan. Kali ini saya akan bercerita tentang tiga sahabat saya. Apa yang sudah mereka berikan kepada saya, hal hal yang telah mengubah sedikit banyak hidup saya.

Mashlahatul Umami. Awal mula kita bertemu dan berkenalan saat kita masih berseragam putih biru. Ya, 10 tahun yang lalu, saat saya masih duduk di bangku SMP kelas 1. Saat itu dia juga menjadi ketua regu Pramuka, regu Matahari.

“Menyebalkan!”, satu hal yang sangat membekas dalam hati saya dulu. Dia pemimpin yang galak, dan tidak santai. Lalu, kelas 1 terlewati, kelas 2 pun terlewati, dan beranjak kelas 3 SMP, kita ditempatkan di kelas yang sama, 3F. 

Entah bagaimana prosesnya kita bisa satu bangku. Setiap hari berbagi meja bersama. Dan ternyata bukan hanya itu, setiap hari, kita beradu argumentasi. Terkadang kita merewelkan hal hal kecil, lalu kita senewen terhadap tingkah laku keras masing masing, tetapi selalu kembali melunak pada akhirnya. Pertengkaran membuat kita semakin akrab. 

Kamu tahu berapa lembar surat yang dia berikan kepada saya saat ulang tahun saya yang ke 15 tahun 2006? 7 lembar. Berisikan gambar kue ulang tahun yang dia gambar sendiri, lengkap dengan 4 buah kejelekan saya versi dia, ada pula puisi berjudul Special Day yang juga merupakan buah pikirannya kala itu. Saya masih suka senyum senyum sendiri tiap kali membacanya. 



Lalu, ada juga halaman yang berisikan gambar benda benda kita yang kita beli kembar. 


Dia bilang,

 “Meykke, do you agree if we are friend forever?” Lalu disisipkan gambar cincin dan bros berhuruf M yang saat itu kita beli bersama. 


Kalau orang pacaran memanggil pacarnya dengan panggilan sayang, kita pun juga punya.

“Bun”. Asal kata Buntut. Karena saya mengklaim dia selalu membuntuti saya, dan dia juga mengklaim hal yang senada, jadilah kita saling membuntuti atau mengikuti satu sama lain. Panggilan itu kemudian dimodifikasi karena dianggap terlalu frontal. Saat pelajaran Biologi, kita mendapatkan secercah ide.

“Seph”, dari kata sephalotorax. Sephalotorax adalah hewan yang kepala dan badannya menyatu.

"The cephalothorax is a tagma of various arthropods, comprising the head and the thorax fused together, as distinct from the abdomen behind.", ucap Google penuh takzim. Tak terpisahkan.

Bahkan, saat kita mencari SMA, kita mencari SMA bersama ayahnya. Saya ikut ke sana dan ke mari mencari sekolah membonceng motor ayah Uma bersama dengan Uma.

“Duh, aku keterima nggak yaaa...”, ucapnya.

“Dicoba dulu, semoga keterima. Semangat!!”

Dan akhirnya kita bisa memakai seragam dengan identitas yang serupa. Walau pun kita tidak pernah satu kelas, kita justru semakin dekat. Kala itu, kelas 1 SMA dia sudah mengukuhkan iman untuk memakai jilbab.Kala itu jilbab tidak se-trend sekarang. Bahkan, jilbab paris pun belum eksis, apalagi shawl dan hoodie. Jilbab masih minim peminat, dan bisa dikatakan dulu, yang berjilbab memang sudah teruji tingkat keniatannya, bukan sekedar mengikuti trend seperti sekarang.

Bermula dari sering pulang satu bis dan menyukai game online serupa Audition kala itu, dari dua gelintir tubuh jangkung ini, bertemulah dengan dua gelintir tubuh lainnya. Ellena Rosmayanti dan Dany Aprilla.

Sahabat saya yang lain.

Ellena Rosmayanti. Bila mengedarkan kenangan saya kembali beberapa tahun dari fase waktu itu, saat SMP, saya pun satu SMP dengannya. Dan, saat kelas 1 SMP, kita bertiga satu kelas.

Dia dulu adalah sosok imut tak terperi. Dia cute dan pendiam. Kalau Uma adalah ketua Pramuka yang galak, dia adalah teman les Matematikaku yang cantik. Setiap hari Rabu kita les di rumahnya, dan dari situ awal pertemanan kita. Hanya saja, dulu masih sebatas teman les. Lalu maju ke beberapa fase waktu ke depan, kita pun satu SMA. Yang pada akhirnya, karena dia juga suka game online dan sering naik bis pulang dan pergi, kita menjadi semakin akrab. Lalu, siapa Dany Aprilla?

Sama seperti Uma dan Ellena, kita berasal dari SMP yang sama, karena toh tempat tinggal kita sama sama di Ambarawa. Hanya saja, waktu SMP, saya tidak mengenalnya, hanya sebatas tahu saja. Dia termasuk jajaran ‘murid’ eksklusif di SMP.

Menginjak kelas 1 SMA, 1A mengantarkan kita pada bangku yang sama. Kita sebangku, tepat di depan meja guru, paling kanan persis di samping jendela yang menghadap langsung ke arah lapangan saat itu.

Dan dari situ kita mulai berteman. Dan sama dengan saat saya sebangku di Uma jaman SMP kelas 3, tak jarang kita bertengkar, lalu baikan. Bertengkar lagi, baikan kemudian. Dan dari pertengkaran kita bisa semakin menyelami karakter satu sama lain. Jangan salah, bukan hanya dalam hal cinta terhadap lawan jenis saja perlu penyelaman karakter, dalam bersahabat pun sikap saling mengerti harus dipupuk. Dia adalah orang yang energik, pemberani, kuat, tangguh dan nekat. Saya dulu adalah orang yang cenderung konservatif, pemalu, dan pendendam. Hidup sebangku bersamanya selama setahun mengembangkan mental saya. Asal tahu saja, saya sekarang sedemikian narsis dan suka berfoto juga gegara dia. Karena dia suka berfoto, dan saya ketularan.

Dan dari pertemuan demi pertemuan itu, kita semakin akrab, merasa senasib, merasa mempunyai banyak persamaan, dan merasa cocok.

2007, ala anak SMA, kita mengukuhkan persahabatan kita.

“Group kita ini harus punya nama.”, ucap salah satu dari kami.

“Masalahnya namanya apa??” Kita berfikir keras.

“Sepha plus plus?”, ucap Uma antusias. Karena kita berdua adalah sepasang Sephalotorax, dan mereka menambah kemeriahan kita berdua.

“Idiiih..”, Dany sensi.

Saat itu kita juga bahkan membeli jaket kembar berempat dengan diskon besar besaran karena belinya di toko baju milik Ayahnya Ellena. Gambarnya Pinqueenz dengan warna dasar putih bertuliskan, “too cool, too cool..”.

“Pinguin!”

“Jangan, kurang berkarakter!”

“Pinqueenz!!”, kita plesetkan saja, khan kita emang queenz queenz, ucap salah satu dari kita, Pede.
Walau artinya adalah ratu jamur, kita tetap senang tak terkira saat itu.

“Okeh, sekarang kita Pinqueenz!”, Kita berempat berpelukan macam Teletubbies.



Lalu apa pengaruh mereka terhadap hidup saya??

Tak terhitung lagi. Tanpa mereka, saya belum tentu seperti sekarang. 

Misi kita adalah saling memotivasi dan menginspirasi, saling berbagi suka dan duka, dan saling meringkan beban.

Untuk saya, ada satu pengaruh besar dari mereka.

Kelas 1 SMA, Uma adalah satu satuny dari kami yang memutuskan untuk berjilbab. Disusul Dany saat kelas 3. Lalu, kami saling memotivasi. Ellena berhasil mengukuhkan niat saat menginjak dunia perkuliahan. Lalu saya??

Baiklah, selalu bersama selama beberapa tahun itu, lalu berpisah adalah hal yang lumayan berat. Uma berhasil masuk di Fakultas Kehutanan di universitas super favorite di Jogja. Ellena pun yang semula di Semarang lalu transfer ke Fakultas Kedokteran Gigi di salah satu universitas islam di Jogja. Dany pun berhasil menduduki seat fakultas Kedokteran Gigi di salah satu universitas terkenal di  Bandung. Mereka semua sudah berjilbab. Dan saya hanya maju beberapa langkah untuk kemudian berkuliah di kota yang sama, di salah satu universitas Kristen di kota itu.

Mereka melalang buana, saya hanya berpindah beberapa meter saja. Kala itu, rambut saya masih terberai berai, bisa dikucir, bisa ditata mengikuti trend rambut masa itu, bisa juga digerai lalu disematkan bando di atasnya.

Melihat sahabat sahabatsaya bisa sedemikian kuat niatnya memakai jilbab, hati saya mulai tergelitik untuk bisa belajar tentang jilbab. Saya mulai bertanya tentang jilbab, bagaimana rasanya memakai jilbab, bagaimana kalau saya nanti merasa terpinggirkan karena saya bersekolah di universitas kristen, kalau saya nanti tiba tiba berubah haluan dan mencopotnya lagi, bergantikan rok selutut warna warni,  bagaimana ini dan itu, bagaimana dan bagaimana...

Sahabat saya satu per satu menjawabnya.

“Alloh pasti beri jalan....”

Lalu saya membeli buku “Engkau Lebih Cantik Dengan Jilbab”, lalu meminjam buku mengupas tentang jilbab yang ditulis oleh Asma Nadia di perpustakaan Daerah, lalu mulai membeli satu helai, dua helai, tiga helai.

Dan 22 Mei 2010, tepat di ulang tahun saya yang ke 19, saya memakai jilbab. Berkat siapa? Berkat sahabatsahabat saya. Juga, keluarga dan teman SMA saya yang lain tentu saja.

Bila ditanya tentang kontribusi apa? Saya menjawab, ini kontribusi terbesar yang sahabat saya berikan kepada saya. Pemahaman tentang jilbab. Mengubah sudut pandang saya. Mengukuhkan niat saya.

Toh pada kenyataannya, tidak ada sedikit pun perasaan ‘merasa terpinggirkan’ saat saya memakai jilbab di universitas itu.

“Waaah, Meykke sekarang berjilbab, cantik kok..”

“wah, selamat ya Meykke pake jilbab.”

Bahkan teman teman dengan iman yang berbeda pun mendukung saya. Dan apa yang dipikirkan, ketakutan ketakutan tak jelas itu belum tentu adalah kenyataan yang sebenarnya. Ini yang terjadi malah sebaliknya, tidak menyudutkan, tetapi menyambut dengan hangat.

Dan bila harus disebutkan satu per satu kontribusi sahabat sahabat saya ini, maka novel pun pasti tercipta. Banyak sekali dukungan sahabat sahabat saya ini.

Saya juga merasa termotivasi dari keaktifan mereka berorganisasi hingga di semester 4 saya berhasil menjadi koordinator salah satu KBM tulis menulis dan mempublish buletin setiap bulannya dalam bahasa Inggris. Juga, menjadi kolumnis majalah Fakultas yang juga berbagi berita dalam bahasa Inggris.

Dan bagi saya, sahabat adalah motivator terbesar. Keberhasilan mereka memicu saya untuk terus berkarya, untuk terus bisa mengoptimalkan diri. saling memotivasi, dan saling menangkap keberhasilan. Yeah!

Memang benar pepatah ini, “You are with whom you make friends”

Kamu adalah dengan siapa kamu berteman. Berteman dengan anak punk, maka pastilah kamu punk. Berteman dengan komplotan pencuri, bisa jadi kamu termasuk dalam komplotan itu. Dan berteman dengan orang soleh, maka kamu akan tertular ‘kesolehannya’.

Saya bersyukur mempunyai sahabat sebaik mereka. Kita sudah mengukuhkan persahabatan selama 6 tahun. Dan sampai sekarang kita pun masih terus bersahabat, dan insyaAlloh akan terus bersahabat 5, 10, 15, 20, 25 tahun mendatang. Sampai kulit keriput. Aamiin.

Dan untuk sahabatsahabatku, mari gapai cita cita kita, songsong masa muda dengan penuh semangat yang memuncah muncah, and the future, here we Go!







Dan sahabat sahabat saya yang lain akan saya ceritakan di cerita berikutnya !

Wassalam.. 

“Tulisan ini diikut sertakan dalam GA “Siapa Sahabatmu?” pada blog senyumsyukurbahagia.blogspot.com, hidup bahagia dengan Senyum dan Syukur”

23 comments:

  1. hahahaha . padahal itu galaknya cuma covernya doang wkwkwkw .
    eh bukannya kita SMP itu 3E ya??
    #mikir

    jaket kita tulisannya pinguin sep !! bukan pinqueenz .. itu baru diplesetkan kelak beberapa bulan yang akan datang di kala itu . hahahaha

    ReplyDelete
  2. Astaga!! oh iya 3E, aku khilaaaaaaaaaaaaaaaaf!! ah biasa seph, udah tuiirrrr...

    La iyooo, itu kan aku tulis pinguin, tapi kurang berkarakter terus diplesetkan..doain semoga menang!!! :3

    ReplyDelete
  3. cerita tentang persahabatan tak ada habsnya aku juga punya teman dan sebuag genk ketika sma dulu kami berlima dengan sebutan "kampung boy" :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, sahabat itu emang sesuatu! itu pasti dri cowok cowok kampung artinya ya?? hehehe

      Delete
  4. kok bisa salah gitu ya, bisa dimaklumin sih 10 tahun yang lalu. yang saya dapatkan adalah ide bagus kalo temen kita ultah kita kasih ajah gambar kue ulang tahun dengan quote tentang persahabatan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, lupa banget sih ini..hehehehe. iya udah lama..yang penting kebaikan kebaikannya jangan dilupa..hehehe

      Delete
  5. sahabat itu emang sosok yang penting banget dan berperan banyak dalam hidup kita :D

    ReplyDelete
  6. Baca ini gue jadi inget sahabat2 gue waktu SMA.

    Keren tuh pake panggilan khusus buat sahabat, apalagi nama2nya unik.

    SEmoga persahabtan kalian semakin kompak yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, iyaaaa..aamiin! semoga sahabatnya situ juga makin kompak dan tidaaaak terpisahkan!:3

      Delete
  7. Ya allah kaka meyke gue terharu bgt baca tentang sahabat.

    Jadi kebawa suasana inget2 sahabat wkt SMP.
    Tp skrg jarang kontek :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, makasih Nggit!
      waaah, eman eman ya, nggak pernah ngasih kabar gitu yaaa..hmmm...

      Delete
  8. sahabat ya.... :(
    entahlah sampe sekarang gue jadi bingung ngelompokkin yg mana teman dan yg mana sahabat.
    pokokknya.........ah sudahlah.. :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaaaah, kok malah jadi galau??? @.@

      Delete
    2. hahaha iyaaa.. abis iri lihatnya huhuhu :'(

      Delete
  9. hidup tanpa sahabat tu kayak jiwa tanpa raga.

    gak ada sahabat gak ramee :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. terus bedanya sama belahan jiwa apa dong Riz?? heheehhehe

      Delete
  10. kalau memang menjadi motivator, maka beruntunglah kakak udah bisa menemukan sahabat yang benar-benar bisa merubah kehidupan kakak jadi lebih baik :D
    Sukses ya GA nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, alhamdulillah..makasih ya Va :3

      Delete
  11. Wah.. salut...
    diskripsi yang keren...
    Sahabat-sahabat yang jua tak kalah keren. Salam untuk mereka ^^
    Selamat ya sudah jadi pemenang utama
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah, makasih udah dikasih tau yaaa cc Vera..nggak nyangka juga bisa jadi pemenang utamaa..alhamdulillah :)

      Delete
  12. keren.. nggak salah nih jadi juara satu..
    slamat ya...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...