Monday, 22 April 2013

My Part-Time Job, NGELESI !!



Wah, aku berarti lebaran kemarin udah ngelesi di sini ya Miss?”

“Uhm..iya Miss kayaknya udah setahunan gitu Miss..”

Nggak kerasa pake banget ternyata udah setahunan aku part time job sebagai tenaga pendidik tambahan, yaitu guru les Bahasa Inggris. Dan di les ini aku bukan hanya sebagai guru Bahasa Inggris tetapi merangkap sebagai guru Bahasa Indonesia dan juga guru les SD.

Sukses Cemerlang. Nama bimbelnya. Bila melemparkan ingatanku ke setahun yang lalu, waktu itu aku kira kira semester 6. Aku ditawari oleh Mbak Devi, salah satu pengajarnya dulu. Setelah melamar dengan CV, surat lamaran dan transkrip nilai, juga ikut test mengerjakan UAN Bahasa Inggris SMA, juga wawancara, akhirnya aku resmi menjadi salah satu guru les di sana.

Tetapi dulu pencarian itu tidak semulus seperti kelihatannya.

Bila kembali melangkah mundur dari titik itu, aku juga pernah melamar beberapa bimbel. Yang pertama adalah bimbingan belajar segala matpel di Ambarawa bernama MMC. Sebenarnya, MMC memang kekurangan tenaga pengajar. Hanya saja di sana jadwal kurang fleksibel karena sudah dipatok setiap hari ini dan itu, dan sayangnya waktu itu secara aku masih kuliah dan juga lumayan sibuk, jadwalku bertabrakan dengan jadwal ngelesi. Gagal.

Kedua, waktu itu aku mendaftar di J*smine,
salah satu tempat les dekat SMA dan juga kampusku. Ini juga lumayan baru karena dulu tempat ini adalah NEO game center yang menaburkan banyak kenangan di dalamnya bersama sahabat dan yang lain. Nah, ini bimbel, pengajarnya kayak sinetron gitu. Karena dulu aku berpakaian serupa anak kuliah apa adanya dengan old jeans yang sudah pudar warnanya dan juga kemeja garis garis dipadukan dengan sweater hitam dan flatshoes hitam bolong bolong kecil, dan mbaknya sudah sampai pada level make up mendekati advance, mata berganjal soft lens dan bertepikan eye liner sedemikian rupa, dengan baju berbahan halus sependek dengkul, dan tak lupa pengganjal heel kakinya yang menyulapnya menjadi lebih tinggi secara instan sekitar 5 sampai 7 sentimeter. Dan dalam hidupku, aku merasa diacuhkan dan merasa dipandang iyuuh begitu, ini yang paling parah. Sampai sekarang aku juga masih ingat sangat jelas lekuk bibir, lengkungan mata, dan tinggi mbaknya itu. Hehehe...Dan karena waktu itu mentalku masih menye menye, aku melambaikan tangan pada kamera sebelum maju ke medan perang yang sebenarnya. Gagal.

Selain metode konvensional dengan mengirim pengajuan surat lamaran, aku juga pernah mencoba jalan lain. Menyebar selebaran bertuliskan,
Ingin bisa bahasa Inggris??
Ingin les bahasa Inggris dengan harga terjangkau??
Hubungi : Ike 0856415646**
Aku tempelin di fotokopian, juga aku sebarin di SMP Negeri 3 dimana adikku bersekolah juga di SMP Negeri 2 Ambarawa dimana sepupuku menimba ilmu. 
Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu. Nihil. Nggak ada yang nelpon. Beberapa bulan kemudian, ada satu yang akhirnya menelepon, dan bersedia menerima jasaku. setelah telepon sekali dan aku disuruh menyebutkan nominalnya, Ibunya tidak telepon aku lagi selamanya. Syediihh..Maka, metode ini dinyatakan GAGAL.

Temanku, Olin, mengajakku ke tempat dia ngelesi. Ini metode yang agak berbeda. Bimbel hanya mencarikan klien dan kita bertandang ke rumah para klien dengan pembagian honor 1:3, atau sebagai tenaga pengajar, aku memperoleh gaji dua pertiga dari jumlah yang dibayarkan oleh klien. Ini bisa dianggap berhasil. Nah, ini pertama kali yang berhasil. Setahunan yang lalu,

“Ih, aku dikasih alamat rumahnya tapi aku nggak tahu ik..piye jal?”
“Lha ada ancer ancernya?”
“Ada, tapi kalau nanti aku jalannya jauh piye ya? Padahal aku nggak tahu dimana daerahe..”
“Lha terus pie?”
“Anterin..”

Dan ini adalah pertama kalinya aku ngelesin. Lewat bimbel jenis ini, aku memulai karierku sebagai guru les Bahasa Inggris. Dan hari itu, dianterin dulu aku punya pacar.

Pertama kalinya, aku ngelesin anak SMA cowok dan anak SMP cowok di satu rumah itu. Mereka bersaudara. Dan sekarang aku masih ngelesin di sana, tapi siapakah dia?
foto ambil dari whatsappnya 




Memasuki beberapa bulan les, si anak SMA tiba tiba menyetop tidak ingin les lagi. Beberapa bulan kemudian, disusul si adik anak SMP yang juga menyatakan diri untuk tidak usah dilesi olehku. Dan sebagai guru les, aku merasa gagal. Tetapi, melihat celah untuk tetap bisa mengelesi adiknya, aku jalani sepenuh hati apa yang ada.

Dan sampai sekarang yang aku lesi adalah adik mereka, SD kelas 5.

Nah, dan kembali ke benang merah tadi. Lewat perantara Mbak Devi aku bisa mengajar di bimbel ini. Dari bimbel ini aku kaya pengalaman. Mengatasi anak anak dengan mental masih labil setara SD, SMP, dan juga SMA. Padahal, aku sendiri juga terkadang labil.

Piye jal?

Di SD, aku juga mengajar anak ‘istimewa’. Aku mengajar baca dan tulis, berhitung, tentang jenis jenis planet, dan juga nama nama benda di dalam kelas dalam bahasa Inggris. Di SMP aku mengajar tentang macam macam tenses sederhana dan juga berbagai macam majas, penokohan dalam drama dan cerpen, tentang perbedaan gagasan utama, simpulan, dan juga rangkuman. Di SMA, aku mengajarkan tentang macam macam jenis teks serupa narasi, deskripsi, prosedur dan semacamnya dalam bahasa Inggris beserta segepok grammar yang ada. Dan dari situ, aku terus belajar hal yang sudah aku lupa.

Mengajar adalah bagian dari proses belajar. Pelajaran nomor 78.

Bukan hanya belajar tentang mata pelajaran yang harus kita ajarkan, tetapi belajar untuk membentengi hati dari serangan mendadak para siswa.

“Nggak mau ah Miss kalau yang itu, aku maunya sama Miss  A”

 Anak anak SMP sering sekali memilah milah guru yang mana yang mengajar mereka. Dan pernah juga dihadapkan pada percakapan macam ini sewaktu aku masih mengajar di kelas lain. Jelas, membicarakanku. Syedihhh.

Dan jangan kaget. Karena lain waktu aku juga menangkap percakapan yang sama. Tapi objeknya bukan aku, melainkan guru lain.

Dari situ, aku sadar kalau sebagai guru memang harus tebal hati.

Dan juga, aku yakin bukan maksut mereka untuk memekakkan telinga guru lesnya, tetapi sebatas ingin mendapatkan jasa didik yang mereka inginkan.

“Miss! Miss! Mau pulang Miss??”

“Iya, pulang sek ya..” Aku melambaikan tangan dengan muka se semringah mungkin. Tadi sore.

Ini baru tadi terjadi. Dua anak cewek sambil antri beli pentol cilot menyapaku di jalan. Dan mereka adalah anak yang sama yang mengatakan tidak ingin diajar olehku dulu.

Dulu dan sekarang bisa berubah. Dulu karena masih baru, aku bingung bagaimana cara mengajar yang bisa mengenyangkan otak para siswa dan juga menyenangkan hati mereka. Dan lama kelamaan aku semakin terbiasa dengan caraku mengajar dan juga cara menghadapi siswa. Dan semakin ke sini, semua siswa semakin bisa diajak bekerja sama.

“Apakah aku menikmatinya?”

Aku sangat menikmatinya

Murid SMP kelas 3 mengerjakan try out Bahasa Indonesia

yang ini mengerjakan soal Try Out Bahasa Inggris, persiapan UAN SMP.


Mengajar membuatku banyak bersyukur. Membuatku mengerti bagaimana bersikap dan mengerti orang lain. Begitu sarat pengalaman. Setiap kali selesai mengajar, sambil berjalan pulang, rasa senang dan bangga meletup letup. Yang tadinya bad mood menjadi good mood.

Dipanggil Miss saja sudah membuatku merasa bahagia. Hahaha..

“Wah, aku sudah Miss Miss..”, pikirku. Dan membagikan ilmu yang aku serap dan aku tularkan kepada mereka lebih membahagiakan lagi. Melihat mereka mudeng dan bisa mengerjakan test mereka, ah, kepuasaannya berlipat ganda. Dan menerima hasil setiap awal bulan dan bisa me’recharge dompet juga memberikan kepuasaan tak terhingga.

Tahu bagaimana susahnya mencari uang membuatku menjadi berhati hati dalam membelanjakan. Misal, mau beli rok unyuk. Misal harga 80ribu. Ngiler lihat rok berjuntai juntai nan indah di foto yang di tag oleh online shop di facebook.

Wah, unyuk. Pingin beliii...”
“Meykke, jadi hasilmu bicara meluber luber selama 7 pertemuan alias 7 jam kelas SMP Cuma dihabiskan dalam beberapa menit demi keunyukan inih??”

Lalu, uang tetap tidur nyenyak di dompet.

Mau beli apa, inget bagaimana susahnya cari, jadi nggak jadi. Lebih menghargai uang. Kecuali emang dari jauh sebelumnya sudah dirancang mau beli rok unyuk. Itu beda cerita. Hahahaha...

Sekarang, aku nyaman dengan part time jobku sebagai guru les, dan ingin mendaftar lagi ke bimbel lain untuk bisa menambah jam terbangku. Sudah banyak waktu yang tersisa karena sekarang aku hanya fokus pada skripsi saja. Dan mumpung masih ada waktu sebelum nanti akhirnya aku lulus, aku ingin menimba pengalaman dan ilmu mengajar sebanyak banyaknya, dan juga, menabung pundi sebanyak yang aku bisa.
Karena kalau Alloh menghendaki, aku ingin menekuni dunia non-pendidikan sebagai mata pencaharian tetapku lusa. Idealisme ku menggiringku ke angan angan itu, selagi masih muda dan masih banyak waktu untuk berkarya tanpa digelayuti urusan mengurusi anak orang dan anak sendiri.

Lusa, semua ada waktunya.

InsyaAlloh...

Aamiin..

22.04.2013
22:17


14 comments:

  1. wah asyik ya bisa jadi pengajar, aku juga punya keinginan... nampaknya mengajar memang mengasyikkan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. keinginan buat mengajar?? iya, mengasyikkan...pekerjaan yang ga terlalu memeras tenaga dan pikiran tapi uangnya lumayaaan..hehehe

      Delete
    2. aduh, sama nih saya juga kepingin...

      dari kecil sih udah suka sama dunia pendidikan tapi beberapa kali merubah haluan...

      Delete
    3. owh, sudah kerja ya?? rasanya kerja bagaimana??hehe

      Delete
  2. awesome experiences dek ! ~(^_^)~
    betul banget dek kepuasan tersendiri sebagai guru kalo siswanya bisa paham ttg materi yang diajarkan =D

    owh y q mo share dikit , klo q yang pling bikin trenyuh itu klo mrid2ku salim n cium tangan sambil bilang : "terimakasih Miss" T_T #terharu

    Good Luck vo us dek ..aamiin ^__^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbaaaak....bener banget!

      kalo itu sih aku jarang mbak, soalnya mereka sudah yang SMP dan SMA gitu kebanyakannya, jadi aku nggak pernah disalimi..hiks

      yap, semangat yah mbak!!:D

      Delete
  3. lesin aku dong.... wkwkwk...

    itu yg nempel2in yg terus gagal berarti disuruh menjaga kebersihan , soalnya kalo seumpama berhasil n ketagihan, wah berabe tuh bisa2 hehehe :P

    itu bintang2 terkahir nomor hpenya berapa ya *eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahahaha...mulai ya Zim :p

      itu aku nempelinny nggak di jalan jalan tapi cuma di fotokopian gitu kok..huhu..

      wkwkwkwkw, tebak tebak berhadiah:D

      Delete
    2. iya iya lesin sekarang ....


      entar dapet hadiahnya apa ya :0

      Delete