Friday, 19 April 2013

MENGGAPAI PUNCAK ANDONG BAB 3



Assalamualaikuuuum...



Now, Menggapai Puncak Andong Bab 3

10.00 AM

Setelah setengah perjalanan meniti punggung sapi raksasa selangkah sebelum mencapai puncak, saya dan ketiga partner saya seratus persen tercengang dan takjub saat Alloh membuka ‘tirai’ di sisi kanan dan kiri kita.



Yang semula hanya arakan kabut yang menutupi pandangan, saat kita mencapai setengah perjalanan, kabut bergerak maju, dan lamat lamat....

Di sisi kanan kita terlihat hamparan sawah berpetak petak, rumah bersususun, jalan meliuk liuk, hutan tertata sedemikian rupa. Allohu akbar banget lah deh speechless banget. Kereeeeen banget! Sampai sekarang saya masih bisa membayangkan apa yang ada di depan mata saya saat ngesot di sana. Bahkan, saya dan awan pun tinggian saya. Lihat gumpalan kapas itu mengingatkan saya pada arum manis.  Hap!! Saya meraih gumpalan awan, saya bawa pulang.










10.09 AM

Nah, tibalah punggung tertipis sebelum sampai ke kepalanya.

Ini adalah titik ternadir dari yang ternadir. Dindingnya tipis dan sekarang kita sudah bisa melihat apa yang ada di kiri dan kanan kita.

Ini bagus untuk terapi bagi mereka yang takut ketinggian. Sadis sekali ini. Maka, untuk kesekian kalinya, demi masa depan yang cerah, kita memutuskan untuk ngesot bersama.





tebing sebelah kirinya kita, kemiringannya daebak!!!!



fotografernya

10.21 AM

Dan tanjakan terakhir kita daki dengan penuh semangat di sisa sisa tenaga kita.

“Skripsiiiiiiiiiiiiih, I Love Youuuuuh!!!”, karena saya tidak pernah teriak teriak, gunung adalah tempat yang sesuai untuk teriak teriak. Toh hanya sekawanan burung, ilalang yang bergoyang, dan pohon pohon yang meliuk liuk berjamaah tertiup angin.

“ Wisudaaaaaaaaaaaaaaaaah!!!!”

“Penempataaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!!!”

“Pak Astikaaaaaaaaaaaa!” saya semakin brutal.

“Bu Maria Ekooooooo!!” Agam tak kalah brutal menyebutkan supervisor kita. Hehehe.

Tak perlu berteriak saja hati saya sudah terasa sangat lapang. Cukup melihat hehijauan dimana mana, dan warna biru kesukaan saya terhampar di atas kepala bercampur dengan kapas alam berarakan sudah membuat hati saya lapang bukan kepalang. Lapang sekali.

“Skripseeeeeeeeeeeeeh!!!”

“Skripseeeeh oyeeeeeeeeeh!!!”

Untuk kita berdua, hal yang terpenting sekarang adalah susunan kata bermakna pengantar kelulusan.

“Meyk, bayangkan puncak itu hari wisuda kita Meyk!”

Dan langkah saya semakin menjadi jadi.

“Bayangkan ini revisi terakhir setelah second reader, gam!” Langkah Agam tak terkendali.

10.21 AM

Dan finally!!!!!!!! Yeaaaaah!!!!!

Sampailah kita pada muara segala muara, hasil segala peluh yang berhamburan, hasil dari segala semangat yang berkobar selama perjalanan, hasil dari pendakian saya yang pertama kalinya seumur hidup saya.




Saat kita mencapai puncak, di sekeliling kita masih tertutup kabut putih. Kita tidak bisa melihat dasarnya.
Dan seperti tadi, serta merta Alloh meniup awan untuk menepi. Dan yasalam...subhanalloh Allohu Akbar.



Sepanjang mata memandang dari pojok sebelah kanan sampai memutar badan ke sebelah kiri, pemandangan dasar yang sangat sangat keren sekali. Kereeeeeeeeeeeeeeeen sekali! Susah sekali diungkapkan dengan kata kata.



Saya seperti melihat peta 3D, tiga demensi. Di depan kita berdiri sangat kekar gunung Merbabu. Di kaki gunung Merbabu sampai kaki gunung Andong, berpetak petak sawah, aspal bergaris garis, genting genting mungil berjajaran, hutan yang seakan membentuk formasi, segalanya terlihat mini dan indah. Manusia tidak terlihat dengan mata telanjang. Dan bahkan awan ada di atas kepala kita, menyapu nyapu jilbab saya, mengenai wajah saya, saya bisa menyentuh ‘awan’!!!













Karena capek, kita memutuskan untuk istirahat sejenak sambil menunggu Alloh membuka sempurna ‘tirai’ alam. Cuaca alhamdulillah cerah luar biasa.




Dan tiba saatnya tirai sepenuhnya terbuka dan sepanjang mata memandang, lautan daratan di bawah terlihat sangat sangat daebak!!

Agam benar, “Our life is not perfect, but it has a perfect moment.” Pelajaran hidup nomor 19.

And for me, it was one of my perfect moment!! Sepenuhnya perfect! Memandang sampai batas pandang, pemandangan yang belum pernah saya saksikan terhampar luas di depan.

Istirahat katam, kita memutuskan untuk foto foto. Daebak moment ini harus diabadikan. Siap??????

-to be continued-
Wassalam 

25 comments:

  1. Indaahhh bangett ya Allah, pengen kesana, itu ternyata tebing curam banget, sereeemmm, tapi pengen kesana...!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiihihi, Riau jauh sih ya Va..sini sini ke Jawa :3

      Delete
  2. Numpang lewaaaaaaaaaaaaaaatttttttt kakak. :p
    Aaah aku jadi pengen balik kesana lagi meyk, eh enggak ding. Pengen ganti tempat ajaaaa. :p
    Btw, masih bersambung ajaaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan lewat kakaaaaaaaaaak..hahaha:p

      iya aku juga pingin banget ke sana Ngga, tapi lebih pingin lgi ke Sragen!!! hehehehehe :D

      Delete
  3. kayanya mendaki jadi another choice buat refreshing deh...recommended!

    salam ...

    ReplyDelete
  4. kereen tuh , mendaki gunung .. kabutnya kok bisa gitu ya .. diharepin ilang , eh beberapa saat ilang o.o

    oh iya disana itu ndak dingin ya , kok ada yang pakai celana pendek o.o

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya...Alloh Maha Baiiiik..hhehehe...:D
      nggak terlalu dingin sih, dan juga karena kita kan mendaki jadi menghasilkan panas tubuh jadi dinginnya ya..biasa gitu..

      Delete
  5. wiihh kaya yg di film 5cm nih yaah ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah belum nonton lo Vin, besok pinjem kaset di rentalan ah..ahaha

      Delete
  6. pasti adem banget bisa berdiri diantara hijaunya alam...
    Jadi ngiri mey...gak ada gunung disini...adanya jg tower...masa menuju puncak tower sih...kan gak elit... -___-'

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah, bener banget Rit...adeeeem banget sampai merasuk ke dalam hati. hehehe..Yah, kamu sama Iva sama sama di Riau ga ada gunung ya? tapi banyak pantai kan...
      sini Rit, main ke jawaaaa..nanti aku ajakin backpackeran :3

      Delete
  7. akkkkkk keren kerennnn T^T
    akkkkk jadi mupengggggggg T^T
    aaaakkkkkkkkkkkkkkkkkk T^T

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi, heboooh Dil...sini sini sama akuuuu :3

      Delete
  8. indah banget tuh ya, jadi beneran pengen kesana lho kaka' meyy... ajakin.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. buanget la Zim. hehehe, ya sini sini kakak ajakiiiin..hahahaha. tua banget aku yak -____-

      Delete
    2. udah mau skripsian kok, berarti udah tua, paling enggak dibanding aku yg masi unyu2 ini wkwkwk

      Delete
    3. aku juga masih unyuk unyuuuk..wek3..

      Delete
  9. subhanallah.. indah sekali tapi ngeri juga ya curam sekali :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya indah, tapi ga curam curam banget kok, kalo ngesot insyaAlloh nggak ada apa apa..hehe

      Delete
  10. subahanallah, kerennn amat puncaknya :')
    eh eh itu betisnya gak pegel daki gunung? -o-

    #follback aku yaa~ ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, nggak cuma pegel, sehari setelahnya aku nggak bisa jalan Yan, sakit banget. tapi 2 hari kemudian alhmadulillah bisa pulih. hihi...

      oke siap :3

      Delete
  11. subhnallah, kerennnn.
    coba deh ke mahameru heehe


    visit: www.rizkyboncell.com

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...