Sunday, 7 April 2013

Hasil Gemilang Wawancara di Selasar Kartini!



Assalamualaikuuum,

Nah, gue menempati janji gue tentang mampublish hasil apa yang gue peroleh dari hasil wawancara demi menggoreskan nilai jurnalism yang menawan dan seperti yang gue harepin kemarin.

Sebelumnya, gue akan cerita itu apa Jurnalism? 

Jadi ceritanya begini. Di semester gue yang ke delapan dan insyaAlloh terakhir ini, gue ambil satu mata kuliah elektive means mata kuliah yang bisa dipilih, ada banyak mata kuliah pilihan, seperti public relation untuk mereka yang berniat kerja menjadi public relation officer di kantor dan perusahaan, ada juga mata kuliah tentang American Language and Literature untuk mereka yang lebih tertarik pada bahasa dan budaya Amerika, ada pula Theme Song yaitu menganalisa lagu, Song Subtitling bagi mereka yang tertarik untuk menyubtitle film Barat misalnya, ada pula Teaching English for Young Learners untuk mereka yang tertarik untuk bisa menjadi guru Bahasa Inggris di Kindergarten yang sukses, dan Jurnalism adalah salah satu dari mereka, bagi mahasiswa yang suka dunia tulis menulis seperti gue.

Oke, katam.

Dan di Second News Story kita disuruh menulis lagi tentang berita yang terjadi sekitar Salatiga, kota kecil yang selama hampir sepertiga hidup gue, setiap hari gue bolak balik dan melakukan banyak hal di kota itu.

Dan gue memilih menulis tentang Selasar Kartini. 

Apa itu Selasar Kartini? Loe bisa baca sendiri hasil artikel yang gue tulis.

Dan memang, bila kerja keras, usaha, dan do’a bila digabungkan bisa menjadi nasib baik. Setelah gue mempertaruhkan urat malu gue yang menjadi sangat fleksibel waktu wawancara di tengah keramaian Selasar Kartini tempo hari dibantu oleh temen baik gue, Via, lalu menulisnya menjadi berita dengan mencampurkan ilmu ilmu jurnalism yang udah gue terima di kelas, lalu setelah itu harus konsultasi dan revisi, akhirnya hasil yang gue tunggu tunggu bertahta indah di kertas gue.
Ini sebelum direvisi :3

Ini hasil revisi gue beserta feedback dan nilainya :3


Pengalaman wawncara gue ada di .SINI

Dan gue girang bukan kepalang waktu gue tahu akhirnya usaha gue tidak sia sia. Gue dapet A untuk cerita kedua kali ini. Cerita pertama kemarin gue juga mendapat hasil yang senada. Yang pertama gue menceritakan tentang Penanaman Pohon yang dilakukan oleh 1500 mahasiswa penerima beasiswa jenis beasiswa apa saja, ada yang berdasarkan prestasi, ada juga yang berdasarkan kadar ekonomi. Dan karena gue salah satu di antaranya, dan dengan menggunakan prinsip, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, selagi gue melakukan tanam pohon itu, gue juga sekalian menulisnya menjadi berita.

Hal serupa juga terjadi waktu gue nulis soal Selasar Kartini. Hari itu, gue dan teman teman kuliah gue sepedaan dan berujung di Selasar Kartini, ceritanya di SINI. Selagi kita beristirahat, tiba tiba muncul ide buat menuliskan Selasar Kartini ini sebagai salah satu berita gue. Selasar Kartini ini taman kota Salatiga yang lagi booming.

Dan jadilah....

Pelajaran yang gue yakini dari cerita kecil ini adalah, gue yakin kalau usaha, kerja keras, berani malu, dan selalu bersemangat bisa jadi membawa kita ke hasil yang memang kita harapkan. Dan bila suatu hari tenyata masih tidak, gue pikir itu karena kita belum menangkap keberuntungan. Dan sumber dari segala keberuntungan yang terjadi adalah Tuhan, Alloh SWT. Untuk bisa mendekati keberuntungan, gue yakin, dekatilah Tuhan kita. Pelajaran hidup nomor 5.

Entah gue habis makan apa gue nggak ngerti, tapi itu yang ada di dalam tempurung kepala gue saat ini. Alloh selalu ada bila kita menginginkan untuk ada.

Semangat!!!

Ini artikel gue :3 kalau kala fotonya nggak bisa kebaca.

Selasar Kartini, The New Entertainment in Salatiga


Selasar Kartini is a new park in Salatiga providing in-line skate rental for all-age people. People from children up to the older can borrow and do in-line skating while spending time together there.

“Selasar Kartini is the opportunity to open up the new business,” said Leo Alf, one of in-line skate rental’s owner, “There is eight until nine in-line skate rentals here.”  They open up their rental starting from 3 PM up to 9 PM.

For those who are interested in trying and learning how to ride in-line skate, the visitors  need to pay Rp. 10.000 for an hour. Saturday and Sunday are the most crowded day because it is weekend and many people hang out here, said Leo.

“Selasar Kartini is the best choice to hang out and to have quality time with family in Salatiga.” said Fauzy Tulus, one of the university students who often visits there.

No only in-line skating, people can also do many things there, such as sitting on the concrete chairs, playing with the family, and enjoying the evening breeze. There are even many university students riding sky-board at night. “Selasar Kartini helps Salatiga youth to appreciate their talent and build the community,” Fauzy said. “There is a community of skateboard named Sketlatiga playing skateboard every evening and night.”

Selasar Kartini is such a long park started from T-intersection heading to Pancasila field until T-intersection heading to Junior High School 1. Between the garden with many trees and plants, there is a long road with floor and there are many concrete chairs that the people can sit on it. It will be opened up formally by Salatiga government at February, 27 th 2013, explained Leo.

Leo Alf said, “Selasar Kartini is the new entertainment for Salatiga People”



Wassalam..:) 
-rightaway-


5 comments:

  1. wow artikelnya dalam bahasa inggris yak.
    sip sip sip! ^^
    maju terus... awas nabrak. hehe maksudnya ,tingkatkan prestasinya :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasiiiih Mbak Ina, hehehe iya lha kan aku di fakultas bahasa dan sastra Inggris mbak Ina..hehehe.

      oke mbak Ina, you too,, semangat!!

      Delete
  2. Blogg dan artikelnya bagus banget, bisa tolong ajarin ga mbak ?? Hhe...

    ReplyDelete
  3. wah bahasa inggris artikelnya. perlu bnyak blajar kyaknya nih. lanjut...lanjut...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, iya kan fakultasnya bahasa Inggris...ya syud, belajar belajarrr..hehehe

      Delete