Thursday, 31 January 2013

Warna Warni Kuliah Part.1




Assalamualaikum para penjelajah dunia yang tak nyata.....

Bagaimana harimuh? Senang? Sedih? Galau? Ragu ragu?

Gue mau curhat. Ini penting banget ini. Gue sudah nggak sanggup menyimpan ini semua. http://www.emocutez.com

Jadi begini.

Gue bangun pukul 5 dan sholat. Gue nggak tidur lagi karena harus ngerjain tugas TOEFL dan juga ngapalin buat presentasi Public Relation nanti jam 9 bareng temen gue, namanya Mbak Ruth, Mbak Oni, Ninit, sama Devi.

Gue siap siap dan naik bis. Kayak biasa, gue baru naik langsung merem, dan 5 menit kemudian kepala gue sudah berayun rayun selaras dengan angin sepoi sepoi.

Sampai. Dengan seribu langkah gue langsung menuju gedung F, dimana gue menimba ilmu. Dan seperti mahasiswa lainnya, kita selalu menggunakan the power of kefefet, saudara saudara. Jam 9 kita presentasi, jam setengah 9 kita masih ubyek dengan segala piranti. Makalah belum diprint, belum ada referensi nya, slide show bagian gue masih kurang, dan segala tetek bengek yang ada. kita mobat mabit, dan memang feel nya presentasi itu lebih dapet kalau sebelumnya kita mobat mabit. #sesat

And finally, well done, Saudara setanah air!

Dan hal yang paling gue suka selain menulis adalah berbicara di depan publik. Gue suka presentasi, gue suka ngomong di depan orang banyak. Dan, akhirnya setelah selesai, kita disuruh memberi feedback satu sama lain, dan temen gue bilang,

“excellent.”

“bagus, eye contactnya juga bagus..”



Dan dosen gue bilang..

“You are good, and if you put more gestures, you will be an excellent presenter. But, something you have to keep in mind is that if you want to emphasize something, just put stress on it or say the part louder.” http://www.emocutez.com

Dan gue berasa terbang di angkasa, dan ketemu elang lalu ke pasar beli pisang. Gue bahagia. Karena memang gue suka ngomong, gue suka banget bicara di depan orang banyak. Gue SUKA!!
Selesai.

11-4  PM = BLOGGING TIME

Karena rumah gue jauh bukan kepayang, gue nggak pernah pulang lagi lalu balik lagi mau selama apapun itu. Dan itu gue ada waktu lowong 5 jam, saudara saudara. Dan selama ada laptop dan wifi sehat wal’afiat, gue bahagia. Gue bisa ‘berjumpa’ dengan teman teman dunia maya gue, baca kisah mereka di belahan dunia yang lain, yang juga punya hoby sama gue, yang juga gokil kayak gue. Temen temen gue di Blogger Energy. Hoby gue akhir akhir ini adalah blogwalking dan bikin cancik blog gue, atau ngepost segala hal yang ada di otak gue dan mengalir ke dalam tulisan seperti air terjun tujuh bidadari. http://www.emocutez.com

Dan 5 jam itu, gue menjadi penghuni setia ruang ACCESS, ruang para anggota majalah ACCESS, majalah fakultas gue. Dan gue, bahagia. Di sana kita bisa tidur, bisa wifian, bisa ngesot ngesot, bisa numpang sholat, bisa loncat harimau.

Karena temen gue udah pada makan, tinggalah gue sendiri dengan perut melilit lilit, dan gue memutuskan buat makan, sendirian. Sambil nenteng dompet, hape, dan gembes 1 liter, langkah gue berayun ayun di sepanjang jalan kampus, cari makan.

Ngomong ngomong soal makan, gue kayaknya habis keracunan sama nasi ayam depan kampus, gue suka bilang nasi ayam kampus. Soalnya kemarin gue habis makan di situ, perut gue mual mual dan pusing. Dan bahkan, malamnya alias tadi malam gue kebangun gara gara sakit perut mual banget dan kepala gue pusing. Bahkan gue mimpi kalau gue nggak bisa berangkat presentasi karena gue sakit. Dan itu gue sambil merem sambil nahan mual sama pusing. Dan gue itu pertama kalinya terjadi sama gue. Dan gue memutuskan buat makan daun aja. Gue ke warung lotek, udah laris dan udah kukutan. Dan akhirnya karena gue bingung sendirian, gue makan di cafe kampus depan.

Cafe itu tau kah elu, cafe berkumpulnya sebagian besar mas mas dengan rokok mengepul di tangannya. Tapi, demi gue nggak makan daging, gue bela belain betah. Gue pura pura sibuk dengan hape gue. Karena gue bingung mau sms sapa, gue sms sahabat gue, Uma.

“Seeeph...”

“Yaaa???”

“Gy apah seph? Aku lagi makan di cafe depan sendirian, lhek tau nggak to, banyak banget mas mas dan aku ngerasa kesepian di sini seph...makanya aku sms kamu biar keliatan sibuuuk sama HP.”

Faktanya hape gue sunyi senyap. Ngenes.

“Ya kan smsan sama akika, hahaha...”

Dan bagi gue, Uma itu.....sesuatu banget! Kalo dia cowok kemungkinan kita pacaran. -___________-

Pecel sudah diantar, dan dalam 10 sendokan, habis sudah tak bersisa.

Dan gue bayar, gue kembali ke ACCESS.  

Pengisian energi, DONE.

Setelah sholat dan touch up *nggayabanget, gue kelas lagi, kelas TOEFL.

Oke, singkat cerita selesailah kelas itu dan gue pulang naik angkot dulu sama Bawen. Dan karena betapa suwungnya gue, gue bayar sampe 2 kali. Nggak sadar waktu mau turun gue ngasih uang lagi ke kondekturnya, dan diterima aja gitu. Ampun.

Gue naik angkot lagi Bawen sampai Pauline. Dan gue nunggu Ayah gue di situ. Gue bad mood maksimal karena Ayah gue lamaaaaaaaa nggak datang datang. Sampe gue beli roti bakar keju, dan itu sudah antri, sudah dapet, sampai mbak mbak pabrik yang pada nunggu suaminya juga udah pada dijemput, dan gue.....gue sama siapa??? Gue nunggu, mblo...nungguuuuu.... *sesat *abaikan

Sampai hampir satu jam Ayah gue nggak sampe sampe, padahal kalau gue naik angkot dari rumah sampe Pauline itu kira kira seperempat aja. Dan gue bener bener badmood maksimal, gue rasanya pingin nggulung nggulung, gue pingin joget Gangnam Style, gue pingin joget ala Aitakata saking capek nunggunya. Beban tas gue sama beban hidup sama sama beratnya. Gue dari pagi bergelut dengan kerasnya dunia, dan sekarang Cuma mau pulang aja banyak banget rintangannya.

Akhirnya karena muka gue udah kusut banget dan Ayah gue nggak datang datang, gue nangis. Ya, penting banget ini, gue NANGIS. Gue nangis sambil duduk di emperan toko AA (emang banyak yang duduk di situ), sambil megangin kepala gue sedemikian rupa, dan gue nangis. Gue bener bener gimana ya...susah dijelaskan dengan kata kata. Gue capeeeeeeeeeeek banget. Sumpah, capek banget. http://www.emocutez.com

Dan akhirnya Ayah gue nyampe. Gue diem aja sambil langsung makan roti bakar. Biasanya kalau gue bad mood gitu, terus gue makan, jiwa gue langsung baikan. Dan ternyata ada nenek gue juga.

“Ayo maem sek ning biasane...” kata nenek gue bagai oase di gurun sahara. Dan seketika emosi gue mereda.

Makan di warung Lamongan karena selain enak, di sana juga murah. Tadi gue sempet sok sok anti ayam, sekarang tanpa ba bi bu, gue makan satu porsi dengan nasi level tukang bangunan. Buanyak banget!!! Dan karena nangis itu mengeluarkan banyak energi, gue juga harus makan banyak. *alibi

Gue habis dalam 10 menit saja. Gue jadi bahagia lagi. Gue gampang emosi, tetapi juga gampang redanya. Gue gampang tersinggung tapi juga gampang sembuhnya. Gue gampang tersulut tetapi gue juga gampang padamnya. Kalo bad mood, tinggal dikasih makanan, biasanya gue langsung good mood. Cuman kalo bad moodnya udah di atas garis maksimal, justru gue nggak doyan makan.

Dan finally, gue sampe rumah, sodara sodara. Penting banget khan curhatan gue. Terakhir gue nangis itu beberapa minggu lalu, tapi bukan karena manusia lain, melainkan karena gue sendiri yang sedih sama gue sendiri. *absurd

Dan sekarang, gue sudah di kamar, dan tinggal mandi terus ngeblog. Dan gue meyakini, betapa indahnya hidup ini. Berliku liku, tidak monoton, keluar dari zona aman, experience many things, try something new, dan sekonyong konyongnya menghadapkan gue pada pelajaran hidup nomor 94 :

“As youth just happens once, live up your youth. Face every obstacle, and fight for things you want and desire in. And don’t forget to keep close with God, Alloh SWT”


Amien.
Wassalam.
29.01.2013
21:32

2 comments:

  1. hahaha.. lu kate gue sesuatu? -_____- untungnya gue cewek ya . hahaha

    ciyusan tu nangis??? ckckckck dasar galauer :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha...iya untungnya lue cewek jadi kita nggak bakal jadi MANTAN.

      iya sephhh, habisnya tu hatiku kayak diudek udek gituuu, capek badan, capek pikiraaaaaaaaaaaaaaaaaaan

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...