Tuesday, 23 October 2012

Teaching Practicum's Story


20.10.12 14:33

Assalamualaikum the world!!

Setelah lama tidak menjamah blog karena sibuk tiada tara, akhirnya tersempatkan juga barang satu dua paragraph hasil kerjasama jari dan otak terlihat di layar.:D

Sibuk banget sumpah berangkat pagi pagi pukul 6 sambil setengah lari lari karena takut bis nggak terkejar. Tragis banget kalau hal lain sudah tak terkejar, ini Cuma bis aja juga ikut ikutan ninggalin aku.

Menurutku, hidup ini adalah kegiatan mengejar dan dikejar. Mengejar antara lain bisa dikarenakan mengejar cita cita, cinta, nilai, rejeki, dan tetap tak bisa terhindarkan, mengejar bis tiap hari. Sementara itu, hal lain yaitu dikejar bisa dikarenakan dikejar waktu, umur, deadline, dan bagi beberapa orang bisa jadi dikejar cinta atau pun penagih hutang. Saat kecil dikejar kejar biar pintar, SD dikejar masuk SMP favorite, begitu halnya sampai SMA. Waktu SMA dikejar biar bisa masuk IPA. Selesainya, dikejar biar masuk perguruan tinggi favorit, masih lagi dikejar keadaan untuk mendapat IPK menyilaukan. Hampir 4 tahun dikejar kejar biar cepetan lulus, plus IPK yang tetap bersinar. Sudah lulus, dikejar kejar biar dapet pekerjaan bagus untuk meraih pendapatan menganak pinak. Sudah begitu, agak tuaan dikit dikejar kejar biar cepetan nikah. Udah nikah, dikejar biar cepat memulai program pelestarian jenis supaya tidak punah. Sudah dikasih satu, dikejar kapan adiknya nyusul. Sudah begitu dikejar kejar biar dapet penghidupan yang layak demi anak anak dan begitu aja terus sampai nanti dikejar kejar. Jadi, hidup itu melingkupi dua hal. Kegiatan mengejar dan dikejar.
At least, dengan pengejaran itu, kita tidak stuck di satu titik. Karena dikejar kita harus berlari. Dan karena lari itulah kita bisa berkembang dan maju ke depan. Mungkin kebanyakan liat Mario Teguh dan baca buku motivasi pikiran gue jadi agak complicated.

Dan karena kesibukanku yang memuncah muncah, aku nggak sempat melenggang lenggongkan jari jari lentik kayak biting pedesku di atas keyboard.

Aku  masih di kesibukan terbaruku, jadi student’s teacher di SMA ku dulu. Dan seperti entry sebelumnya, click! Bagi sebagian orang mungkin hal itu tergolong hal biasa, tapi bagiku bisa PPL di SMA itu adalah impianku semenjak aku tahu kalau aku akan mengalami satu masa dimana aku harus mengajar beneran di mata kuliah tertentu yaitu teaching practicum.

Sebenarnya menjadi guru adalah hal yang tidak terbayangkan bagiku. Dosen ELTM ku bilang, kalau hal pertama yang ingin kamu dapatkan di pekerjaan itu adalah uang, don’t choose to be a teacher. Kalau teacher itu uang adalah tingkat ke 4 atau 5 an, yang utama mungkin mengemban misi ikut mencerdaskan bangsa, atau suka anak kecil, atau semacamnya yang mulia. Kalau tujuan utama adalah mengumpulkan pundi pundi materi, working in the company could be the best one.

Dan memang mau tidak mau semua harus dilakoni, dan di sini aku sekarang. Semester ini aku harus PPL dan bergelut dengan lesson plan, management class, dan juga panggilan ‘bu’. Dan jujur dari hati paling dalam, aku menikmatinya.

Bisa mentransfer ilmu kepada orang banyak itu rasanya sesyuatu banget. Yang terakhir aku mengajari anak anak kelas 10 tentang noun clause dan adjective clause. Dan karena entah demi apa hal yang paling aku suka dari Bahasa Inggris adalah grammarnya, aku mengajari mereka dengan menggebu gebu. Dan saking menggebu gebunya, di hari kedua dimana itu Cuma merampungkan lesson plan karena waktunya tidak cukup untuk menampung seluruh aktivitas yang aku susun di lesson plan, yang hari kedua itu aku pure ngajarin mereka perbedaan kedua clauses itu tanpa dinilai, itu juga aku masih menggebu gebu. Melihat murid murid yang hanya beda sekitar 5 tahunan saja yang rasa rasanya pingin aku anggap teman saja itu mudeng apa yang aku maksut itu rasanya benar benar menyenangkan. Melihat mereka excited, lalu kalau nggak mudeng tanyak, terus tetap menghargai, dan bersikap hangat itu sangat sangat menyenangkan. Dan saat kemarin hari Kamis itu aku ngerasain how wonderful being a teacher is!!

Memang ada saatnya aku merasa diacuhkan, tidak diindahkan dan semacamnya. Tapi entah miapah gitu, I feel so amazed. Menyuruh mereka membuat dialogue atau bikin 10 kalimat, atau menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan mereka mengerjakan dengan ‘terlihat’ sepenuh hati itu rasanya bikin bahagia, banget. Itu semacam recognition buatku.

“Well, I exist, they know I exist, and they appreciate me”

Rasanya seperti itu. PPL ini memberiku banyak pelajaran dan sejauh ini bikin bahagia. What we need is recognition, right?? And being a student’s teacher, I get such a thing!

Dan PPL ini akan aku kerjakan dengan sebaik baiknya, I know Iike teaching although I am not going to be a teacher. Selagi ada kesempatan mengajar SMA seperti ini, I will do my best for sure.


Wish me luck!! :D

1 comment:


  1. wristwatches, branded soon after Leon Breitling, exactly who set up his or her corporation with 1884 with Swiss, include in recent times come to be on the list of major tag heuer replica sale models, while extravagance hasn't been what exactly originally owned the formation. Breitlings were being actually intended for aviation preliminary in addition to a lot of the incredibly technological operates many people hire, include in truth become what exactly possesses manufactured these individuals an array of desired chanel replica sale currently. Pilots expected wristwatches having substantial looks intended for superior precense in addition to this outsized event experience have grown a progressively favorite element involving males hublot replica uk. wristwatches chronographs deliver a variety of high-tech attributes such as flyback functionality, minute, silent celestial body step, time frame present, sale paper fall concept within the bezel along with troubles. While quite a few wearers connected with chanel replica sale likely are not aware the best way to perform like troubles, none complete needed these individuals, simply just acquiring these individuals within a check out (the direction they glimpse) possesses manufactured these individuals lavish, high-priced and as a consequence, sought after. Due to the fact tag heuer replica uk unquestionably are made for adult males (here are a few can easily wristwatches), it's mostly men's famous people that contain delivered to bringing these individuals all around the wrists.



    ReplyDelete