Thursday, 24 May 2012

Unpredictable Attack

Tertanggal 23 Mei 2012.

Pagi itu seperti biasa aku berangkat dengan semangat 45 menuju kampus karena memang aku sedang mengikuti semester pendek bersama teman teman deketku. Setelah menempuh jarak 25 kilometer jauhnya, menuruni lembah, mendaki buit, menyeberang sungai Tuntang, melewati rawa berbuaya, dan memanjat titian jembatan yang setengah ambruk sehingga aku harus berjalan sembari memanjat di satu sisi yang tersisa, akhirnya aku sampai di kampus. Bertemu dengan teman teman, dengan pelajaran yang menyenangkan, dengan hidupku yang mejikuhibiniu, tapi juga gluduk seringkali menyambar nyambar di antaranya, menyisakan warna abu abu pucat.

Sampai di kampus, aku melambai lambai ke arah Mela yang berjalan dengan gaya khas preman @.@

Di depan kelas aku ndlosor membelakangi tembok seperti biasa waktu tiba tiba Mela berdiri dan buru buru pergi, semenit kemudian dia kembali dengan wajah senyum tegang abstrack luar biasa. Semenit kemudian, Vince datang dengan wajah subhanalloh garangnya, lalu entah kode apa yang diberikan, Mela berangsut pergi mengikuti Vince yang masih dengan tampang preman pasar. aku bingung, aku nggak diajak. Lalu, tiba tiba Inggit, Wida, Vince, Shinta, Nurul, Mela datang bareng bareng, Cecek masih teguh denga ekspresinya, dan Mela memasang wajah tertindas. Datang bersama sama seperti sekawanan cewek cewek sebangsa SNSD di serial korea gitu, mereka melangkah dengan gerakan slow motion, rambut Inggit berkibar kibar tertiup angin, Vince memicing micing matanya sambil memonyongkan mulut sedikit seolah berkata, “I’m sexyyyyhhh…”, dan mereka berdua memisahkan diri, 3 bersama Vince, 3 lainnya bersama Mela. Luar biasa….

“Ono opo iki?”, tanyaku pada Vince yang duduk di sebelahku persis, sedang memainkan hpnya, menyentuh layarnya, digeser kanan, geser kiri, jarinya mobat mabit, aku mendongak ke atas kepalanya, petir menyambar nyambar, gluduk berkumandang, suram..

Dan kata mereka, Vince dan Mela benar benar sedang dalam pertempuran sengit yang aku nggak tahu berakar dari mana.

Selesai 2 kelas, aku diseret seret Mela diajak ke bukit Salib, dia mau curhat. Kalau mau curhat khan bisa ndlosor di depan F, sambil makan juga bisa karena perutku waktu itu gemericik tak karuan. Dia nggak mau, dia emosi begitu sampai bibir bawahnya gemetaran waktu ngomong sama aku. Aku akhirnya mau. Di ajaklah ke bukit di samping bukit Salib itu. Entah masalah segede apa sampai harus diselesaikan macam ini, aku takut nanti mereka akhirnya main kasar, tampar tamparan sambil gelindingan menuruni bukit, atau jambak jambakan, atau tindakan anarkis lainnya. Shinta dan Nurul pun datang, di bawah naungan Cecek, mereka bertugas layaknya team pembela Cecek. Selang beberapa menit, Mela bilang Mela mau menyusul Vince untuk datang kesini. Logikanya, kalau mereka berantem, masa iya Mela sendiri mau menyuruh Vince face to face untuk datang ke bukit itu dan menyelesaikan semuanya. Kenapa nggak ditemuin, terus seketika itu diselesaikan? Coba aku marahan sama inggit sebegitu hebohnya begitu, aku datang menemuinya sehabis kelas langsung, dan membicarakannya hanya berdua, biar mesra. Lalu Shinta yang menimang nimang tempat pensil gede sambil berkali kali bilang dari rumah Mbahnya dan dikasih makanan itu juga pergi untuk menyusul Vince. Makanan semahal dan seberharga apa sampai ditenteng dimana mana begitu? Ditaruh tas juga aku nggak bakalan ambil terus aku makan walau pun aku lagi lapar begini.

Agak lama, datanglah Vince, Dian, Shinta, dan juga Mela berjalan di paling belakang.

“Mela nangis.”, bisik Shinta dari kejauhan, aku membacanya dari bentuk mulut Shinta yang dibuat sedemikian rupa. Aku panic,

ono opo iki???”

Vince datang, awan mendung petir menyambar nyambar. Aku takut. Memang mereka berdua kadang terlibat pertengkaran. Dua duanya mempunyai mulut yang ibarat kata tak berfilter, suaranya pun selalu di nada ‘do’ kedua setelah ‘si’. Tak jarang mereka gelut gelut sedikit lalu berdamai lagi. Sekali damai, mereka jadi lebih mesra.

Vince yang kelihatannya terbakar emosi, duduk di tempat duduk beton yang dibuat serupa tempat duduk lengkap dengan sandarannya, membelakangiku. Tak disangka dan dinanya, entah waktu itu apa yang terjadi..

Dia menoleh cepat, rambutnya terkibas mengikuti kepalanya seakan terbang di udara indah sekali dalam keadaan slow motion, tangannya mengibas sekuat kuatnya ke arahku.

“Cepok!!!”

Lalu disusul yang lain,

“Cepok..cepok..cepok..duarr..Plok…Diessss!!”

Muncullah pasukan pembawa kue dengan 4 lilin di masing masing pieces kuenya dengan krim yang kaya di bagian top nya. Itu beli di Vivin, dan rasanya enak banget…Tenan…Inggit, Mela, Via, muncul. Lalu,

Seorang laki laki datang membawa seikat bunga mawar seperti 3 tahun yang lalu, sambil membawa lipatan kertas yang setiap helainya dia tunjukkan padaku. So sweet sekali….

Dia mendekatiku, dan membuat jantungku bak bedug semenit sebelum Sholat Id dilaksanakan.

“Dug durudug dug dug…duuuug”

He said, “Will you…”

Sekonyong konyongnya Vince mengelap wajahku seperti mencuci lengkungan wajan. Tangannya yang kuat berhasil membuat wajahku penuh dengan tepung basah. Keadaan menamparku dan melemparkanku seknoyong konyongnya kembali pada kenyataan, man…Hahaha…

Kue datang, lilin ditiup, untuk polesan terakhir, kita foto bersamaaaaa….Yeaaaahhh!!!

Dan kado diberikan..hehehe..

And here we were..





Again and again, it would be unforgettable moment for me. Passing beautiful moments in togetherness gets me realized that friends are worth-holding onto. Get along, make our life as colorful as rainbow, turn us from ulat to kupu kupu, and every single moment inside is worth-remembering. Here we stand, here we run our life, here we make friends, here we pursuit happiness together!! I send up a wish that we will take pictures again together in front of BU next year while wearing kebaya and toga, putting make up on our face, soooooooooooooooooooooo beautiful!

Oh yeaaaaah!!

:DD

Thanks for the gift you gave to me, and the letters too. It is the most creative happy birthday letter I have ever had!!:D

You are all the best!! My all friends are the best!:D

24 comments:

  1. Eh Meykke ulang tahun ya?? Ah maaf aku telat tahunya. Happy birthday ya mey. ALl the best for you. Ah andai aku juga bisa berpartisipasi ngelemparin telur ke arahmu bak ngerajam para pendosa. Hahahah. #kabur
    Anyway, congratulation mey. :)

    ReplyDelete
  2. maacih Nggaaa....hehehe. haisssh, dipikir aku apaaan..+.+ untung nggak bertelur..telur mahal e..:D

    ReplyDelete
  3. keknya cara itu udah terlalu mainstream untuk yg ulang tahun. tapi mendinglah daripada gak ada yg ngerayain yg penting ada kenangannya untuk diingat di masa tua nanti

    kalo temen2 gue hobinya ngelempar yg ulang tahun dari atas jembatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener banget, walopun udah tua begini jga gitu kan ya, ya tapi daripada nggak gitu..hahaha...

      ebuset, mau ngerayain ultah dan berharap panjang umur apa pendek umur?-.-

      Delete
  4. seru juga ultahnya ...
    seneng tuh masih ada temen2 yang inget , walopun ya gitu deh ..
    terlalu radikal hehe

    met ultah ya ..
    wish u all the best ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih serruuu..ini juga pertama kalinya kayak begitu, tapi memorable banget gitu deh :D

      terimakasiiiiih..doain bisa nulis buku kayak kamu, aku sudah punya lhooo...hehehehe :D

      Delete
  5. wah, bener-bener menyenangkan ya.. :D
    seneng banget punya temen yang kayak gitu.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya alhamdulillah Dek...unforgettable walo umur udah banyak @.@

      Delete
  6. Tulisan paling bawah perlu tarnslate google XD

    Haha ... Happy Birthaday Mbak Mieykke :D

    Semoga sehat selalu, dan sukses di dunia dan selamt di akhirat . Amin .. (/-,-\)

    kalau di colek tempung dan cream biasa . tapi kalau dilempak endog kuwukan (Telur Busuk) sumpah cetar membehana badai , langsung mandi junub 10 kali XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah, harus les bahasa Inggris ni kayaknya :p

      terimakasiiih, amien ya robbal alamien :)

      waaah, curhat ni kayaknya :p

      Delete
  7. gue masih heran kenapa kalo utlah harus pake acara kayak begituan, mending diomlatte kan bisa kenyang :)

    selamat milad yang semoga resolusinya bakalan tercapai semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe, itu nggak pake telur kok Bay, telur khan mahal, eman2..amis jugaaa...

      wah, amien ya robbal alamien, terimakasih Bay :)

      Delete
  8. paling seneng klo dikasih kado ama sahabat :D and surprise juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sama Mir :) teman emang...sesuatu :)

      Delete
  9. ya allah, itu parah banget kalo sampe dilemparin kayak githu. kalo aku mah udah aku balaes. meski ulang tahun, tapi gak kayak githu kali becandanya. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehehe, iya parah juga sih, malu juga..tapi kalo dipikir lagi jadi indah banget, seru gitu masa mudaku *syahh.. hehehe..

      Delete
  10. wah mei selamat ulang tahun ya, hehehe keren banget sama temen e dikasih berceplokan telur hohohoh temen2 kamu kok masih ingat ultah kamu ya hohoho kueren

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, makasih tapi udah bulan Mei kemarin @.@ iyaaaa...lha kan di fb juga ada terus mereka juga temen temen deket aku, jadi pasti tahuuuu...hehehehehehe :D

      Delete
  11. hahahaa ini ulangtahun aku lohh *siapa yg nanya*
    aku juga barusan aja disiram pake bumbu khas ulangtahun, dingin nih brr

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaaah, selamat ulang tahun sayy...curhat nih yee...hehehe, memorable ya kalo kayak begini :)

      Delete
  12. semoga di tahun ini temen2nya juga masih seseru itu ya kak mey :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih kak Diiin..amien ya robbal alamien :)

      Delete
  13. radidtiya dikal banget *ehhh radikal banget tuh di ceplokin telur ahihihiihi... ee namanya juga 1 x ultahnya tiap taun..

    selamat ulang tahun ya mba' :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasiiih Mad. hehehehehe
      eit, tapi itu nggak pake telur kook. cuman air dicampur tepung dibungkus plastik di lemparin aku gitu..hahaha :D telur eman eman, mahal soalnyaa:D

      Delete