Saturday, 15 October 2011

Untitled 4 : My Heart


Dengan alunan lagu lagu tempo dulunya Sheila on Seven yang walau pun didenger berkali kali tetep aja ngga bosenin, mengantarku ketik demi ketik blog kali ini. :D

I think it is the first time I tell about someone who has stood by me for years.

Secara blak blakan. One thing coming up in my mind is I have to write sweet moments here and I would open this writing again next 5 or 10 years. Seperti catatan jejak. Love to do it!:D

I have felt in love 3 times in my life. The first is when I was in elementary school on 6th grade. I had loved him since 6th grade until 3rd grade of junior high school. The second is when I was in 1st grade of senior high school. And the third is him, when I was in 2nd grade of senior high school up to now. Surely I don’t know yet what’s coming up tomorrow, what will happen tomorrow, where God bring us tomorrow. God knows me so well, God knows what I want the most, and I believe God will lead me to the best one. I just wanna tell what I feel today, now.

Banyak hal yang sudah terlewati selama jenjang waktu ini. Ada sukanya, ada dukanya. Dan, pasti banyak sukanya.

Moment yang paling aku suka adalah waktu sholat jamaah gitu. Bukan mentang mentang aku berjilbab, tapi waktu sholat, tiap gerakannya, tiap rakaatnya, rasanya bener bener susah diungkapin. Sholat bersama itu bikin bahagia. Berasa kayak di film film gitu, ah, film Korea yang romantic aja lewat. Buatku, waktu dia bilang ‘Allohu Akbar’, ‘Assalamualaikum’, atau waktu baca Alfatihah, itu romantic abisss. Waktu habis salam itu ujung romantisnya. Ketika Cinta Bertasbih lewaaaat. :D

Yang kedua itu moment tiap nganterin aku pulang dari kampus ke rumah malem malem. Dia mau nunggu tanpa marah marah, waktu aku SMS “Maaf lama:( “, dia balas “gpp…:) “ padahal dia nunggu 30 menit lebih di depan kampus.

Sampai di depannya, raut mukanya juga dalam keadaan stabil, kita makan dan menikmati sepanjang jalan Salatiga-Jambu dengan obrolan obrolan ringan maupun berat. Jalan pelan pelan, dengan angin semribit, mengobrol dan bercanda. Sangat menyenangkan dan nyaman. Rasanya pingin begitu terus nggak usah turun. :D

Bukan berarti kita selalu adem ayem. Banyak masalah yang harus dipecahkan, banyak hal yang musti disinkronkan, banyak perkara yang musti dilibas. Dan itu tidak mudah. Ada saat bak air laut, ada saat ‘pasang’, ada saat ‘surut’. Dan aku percaya, selama airnya masih ada, maka semua baik baik saja. InsyaAlloh..

Dan hal yang semakin membuatku senang, terlepas dari bagaimana masa depan menentukan masa depan bersama, yang berakhir dengan kata Allohualam dan InsyaAlloh, keluarga ku dan juga dia menerima dengan tangan terbuka, and even beyond my expectation. How grateful I am!

Melewati masa SMA dan masalah kuliah bersama membuatku bisa melalui fase perkembangan mental dan jiwa bersama. Tumbuh bersama, kira kira begitu. Dan semakin hari banyak ilmu tentangnya yang aku dapat. Dan aku ingin setiap hari bisa mempelajarinya, bisa mendalaminya, bisa menyinkronisasinya.

Dan bagiku, dia salah satu media pertumbuhan kedewasaanku. Banyak masalah di antara kita yang bisa menjadi pelajaran dan media untuk bisa lebih dewasa. Setiap kejadian yang indah atau nggak juga pasti bisa dijadiin bahan untuk bisa tumbuh dan berkembang.

Aku senang mendengar curhatannya. Aku senang kalau sukses membuatnya lega. Senang bisa berguna untuknya. Pingin selalu bilang “cemungudh eaaaa…” dan ternyata manjur . Ibarat film, dia lagi berkelahi memberantas kejahatan, udah babak belur dihajar lawannya, terus aku bilang, “cemunguutth..” Dia langsung kuat lagi, dan melibas musuh musuh, kejahatan pun dapat dimusnahkan. Ibarat dia di liga sepakbola, udah mau kalah ngelawan Malaysia, aku sorak sorak di pinggir lapangan “cemungguuuuuth!” lalu, langsung semangat dan bisa gol 3 kali berturut turut. Menaaaaaaang…Aku pingin kayak bayamnya popeye. Aku bayam, dia popeye. Aku pingin kayak tongkat sihirnya Harry Potter. Aku pingin jadi game kalau dia lagi suntuk.

Hanya perlu bersabar, dan berusaha untuk membuktikan.

I am happy being yours. I am happy spending time together with you. Holding your hand tightly. Listening to you. Everything. Then I will not say anything else, because you’ve already know everything.

14.10.2011 23:53

No comments:

Post a Comment