Thursday, 4 November 2010

Kuch Kuch Mripatmu. Oh gosh!!

Masih inget dulu lagu lagu india booming banget di desa gue. Yang paling gue inget Kuch kuch Hotahai. Gue punya temen namanya Isa Nia Laela Inayah alias mbak Isa yang daya serapnya Subhanallah dalam hal ngapalin lirik lagu India. Gue aja berguru sama dia, tiap sore sambil jalan ato naik sepeda ke tempat TPA, gue sama dia berdendang di sepanjang perjalanan. Sambil naik pit onthel warna biru yang depan ada keranjangnya, gue yang pakai kerudung, bedak tebal hasil karya ibuk, bau semerbak harumnya minyak kayu putih, gue kayuh sepeda hadiah ulang tahun dari bapak gue. Angin semilir sore menyapa gue, menerbangkan ujung kerudung gue, di sebelah gue ada mbak Isa yang seirama mengayuh sepeda. Kayak sinetron sinetron India gitu, slow motion ngayuh sepeda sambil berdendang.
Tumpaseae…yumuskurae…tumenejanekya…sabenedikae… Abetomeradil…jagenashotahai…kakaroae…kuch kuch hotahai….
Tapi, adegan soundtrack gue sama mbak Isa kadang putus di tengah jalan. Lha piye? Tiap ada cowok cowok nakal yang kita lewati, dia langsung jawab..
Kuch Kuch Mripatmu!”
MasyaAllah, gue nggak mood seketika.
tak andakke bapakku koe..” gue bilang menahan emosi.
Eh, mereka bilang…
yo tak andakke Allah toh…”, asem. Kalau mereka bilang ke ALLAH, gue
bilang sama sapa lagi coba??
Gue sama mbak Isa ngeloyor pergi. Kalau mau nyanyi lainnya juga yang baru apal Cuma itu tok…itu aja apal Cuma reff nya tok. Habis itu gue bertekad, gue bakalan nyatet lagu lagu India!!Harus!! gue ambil buku kosong di rumah, gue setel itu kaset bajakan di VCD gue. Mata awas gue liat tiap lagu yang diputer. Ada Dil To Pagal Hai yang nyanyi nyanyi di hujan gitu. Dasar tukang ngayal, soundtrack seketika muter di otak gue.
Gue pake kain saree yang keliatan pusernya gitu, gue tindik puser gue biar kliatan subhaallah seksi, gue nari nari di hujan gitu. Tiba tiba datang si Andang yang juga engkleng engkleng, joget joget di tengah ujan gitu.

Diltopagal hai… diltiwanahe….dil to pagal hai…diltiwanahe… Tureepyarkatehetu……janeabsana…arepyarekartahetoo….

Gue lari lari ujan ujan, dia ngejar ngejar gue. Gue umpetan tiba tiba dia ada di belakang gue. Gue lari, dia narik kain saree yang ada di pudak gue, langsung kita nari nari dengan gerakan yang sama. Tangan sejajar air ke depan, agak melengkung, jari tangan nunjuk ke atas, abis itu pundak diturun atasin.

Diltopagail hai…diltiwanahe….

Udah dulu ngayalnya, gue mau nyatet liriknya. Wadu, tapi si mbak India nyanyi cepet amat yak! Gue baru nyatet 1 kata yang nggak tau gimana nulisnya, dia udah satu bait. Bisa get depressed ni kalo kayak gini, piker gue. Ilham datang di otak gue. Gambar lampu menyala di atas kepala gue.
Ahha!!buat apa ada tombol pause??
Langsung aja tiap kata gue pause. Mana kagak tau artinya lagi…nulisnya gimana juga kagak tau. Peduli semut, penting gue apal liriknya biar mereka nggak isa mlesetin lagu gue lagi, pikir gue..
Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu.
2 bulan kemudian, VCD gue diservice. Tiba tiba nggak bisa muter kasetnya. Gue sok sok innocent..
gelo..kakean di pause dadi rusak VCDne…”
Kalo gue critain gimana sakitnya hati gue waktu cowok cowok itu bilang “kucek kucek mripatmu” juga Bapak nggak bakal ngerti. Gue punya satu buku yang isinya lagu lagu India semua. Ada juga lagu pemujaan yang Rani Mukhrjee nyanyiin di Kuch Kuch Hotahai.

Omje jagedi seharee…..famijee jagedi…sehareee….

Gue udah bertekad, gue mau apalin semua lagu lagu India. Biar kalau mau nyanyi banyak variasinya.
Lama kelamaan, gue tertarik sama Shah Ruhk Khan,
Lama kelamaan gue suka mampus sama Shah Rukh Khan,
Lama kelamaan gue tergila gila sama Shah Rukh Khan,

Gue hunting kaset kaset VCD yang ada SRK nya, jalan dari rumah sampai rental VC D yang jauhnya hampit satu km, gue jabanin, mengingat waktu SD gue takut naik angkot sendirian nggak bareng ibuk. Tiap siang, gue sama temen temen gue dengan semangat Pancasila, singsingkan lengan baju, lakukan stretching sebentar, kita jalan menjemput kebahagiaan kaset India. Cring! Seribu lima ratus buat satu film. Mengingat ntar yang nonton nggak Cuma gue, ya jelas yang bayar juga bukan Cuma gue. Gue tariki temen temen gue. Gue baru sadar, pokil nian gue! =.=
Habis itu pulang, menuju temen gue, Vina. Langsung disetel itu film. Belum ada setengah film, gue liat Mbak Isa udah mewek mewek. Gue liat ke kanan, Vita mendadak pilek sendlap sendlup, di belakang gue Vina udah meres kaos. Gue nggak mau ketinggalan, gue sok sok ngusep air mata gue. Sok sok sesegukan.
Ke, mbok nak ra pingin nangis, rasah ditangis tangiske! Bombongan!!” mbak Isa nyeletuk di tengah tengah meweknya. Gue langsung nyetop sesegukan gue. MasyaAllah…..galak tenan mbak Isa….gue jadi nangis beneran. Gue juga baru sadar satu hal. Gue emang nggak bisa acting!!

To be continued…

karena gue baik hati, gue kasih ni bonus buat loe.... ;p

3 comments:



  1. The good Way to Release Pressure is find some things make you feel happy and let you forget the worried things. hublot replica uk are one kind of things in life be precious and cherished forever. Cartier is a brand to trust when it comes to stylishness and luxuriousness of jewelries and even watches! Several people want to own an chanel replica sale but they cannot afford them just for its sheer price. Cartier Reproduction Watches give such men an opportunity to possess a Cartier look-alike on their arm. Try not to be tricked by the name of the watch. The style, feel and craftsmanship of the rolex replica sale are bound to fool even the connoisseur who knows all well about the original watches. You can be assured that those Watches take care of the correct time as authentic ones does if you are focused on the time keeping capabilities of this beautiful watch. Have you ever tag heuer replica sale and have you noticed the personality of the main character? While his looks and clothes attract the attention of others. You can reach a situation like that simply with the Cartier Reproduction watches. You can decide upon a wide range of models and most of the fake chanel hangdbags models are also available as Cartier Reproduction Watches.





    ReplyDelete