Memilih Layanan dan Jasa Digital Terbaik di Indonesia



Pernah nggak sih teman teman saat melihat suatu brand, rasanya ih kok iklannya aku banget sih. Kok menjawab kebutuhanku banget sih? Atau sempat kepikiran kok brand ini laris banget sih, semuanya pada pakai, semuanya pada konsumsi? Hmm, jadi ternyata brand brand ini nggak bekerja sendirian dalam mempromosikan brand mereka supaya bisa 'menyentuh' para konsumen dan akhirnya mempengaruhi penjualan produk itu sendiri.

Yup, perkenalkan RED Miles, tools terbaru yang dapat meningkatkan efektifitas strategi komunikasi brand di media social. Singkatannya adalah Redcomm Machine Learning for Engagement on Social. Wah, apa itu? Jadi, RED Miles ini memanfaatkan teknologi machine learning dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk membantu brand merancang strategi komunikasi berbasis data, sehingga menghasilkan output yang lebih cost-efficient dan efektif di social media.

Diluncurkan dengan harapan membawa semangat perubahan dan beradaptasi dalam industri periklanan digital yang kini jelas jelas berkembang sangat pesat, digital marketing agency Indonesia Redcomm meluncurkan RED Miles sebagai tools pertama yang dibangun in-house dan diluncurkan ekslusif bagi para klien yang mempunyai machine learning untuk strategi komunikasi. Semangat ini juga ditunjukkan pada peluncuran logo baru di awal tahun 2021.


Lalu, bagaimana RED Miles bekerja untuk bisa ‘menyentuh’ para konsumen lewat media social? Dari pemrosesan jutaan data menggunakan machine learning dengan beragam fungsi yang bertugas untuk mendeteksi dan mengklarifikasikan formula dan variable, sebuah konten dimaksutkan bisa berhasil terekspose dengan baik di media social. Dari sinilah kemudian, mereka bisa memberikan rekomendasi kepada brand untuk bisa berkampanye dengan efektif di media sosia untuk memperkenalkan produk mereka dan mencapai suatu objektif marketing. Jadi terkenal deh brandnya.

Lebih jelasnya lagi, fungsi utama dari RED Miles ini sendiri adalah penggunaan algoritma dalam machine learning yang berguna untuk mendeteksi elemen dan komposisi dalam suatu gambar; subjek utama atau lingkungan sekitar ( machine learning RED Miles ). Dari deteksi komposisi gambar tersebut, RED Miles bisa memprosesnya dalam hitungan detik, kemudian menampilkan rekomendasi prediksi ( predictive amalytics) tentang penggunaan gambar mana yang paling efektif untuk mempromosikan brand sehingga nantinya brand bisa mencapai objectif komunikasi yang lebih cost-efficient dengan hasil yang lebih memuaskan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi dan digital yang mengalami kemajuan pesat ini telah memberikan akses informasi tentang interaksi pengguna yang mengarah kepada perilaku dan preferensi masyarakat. Nah, data ini yang digunakan brand untuk bisa merencanakan strategi komunikasinya. Namun jelas, pengolahan informasi secara manual tidak akan bisa berhasil.

Dan dari situlah RedComm melihat peluang machine learning dan artificial intelegence untuk membantu mengolah informasi tersebut. Teknologi mampu membantu brand untuk bisa mengambil kepustusan yang lebih data driven, alias tidak berdasarkan spekulasi.

“Kami menepati komitmen kami di awal tahun untuk membawakan perubahan dan adaptasi industri advertising atau periklanan melalui menggunakan data dalam membaca perilaku target konsumen, berkomunikasi melalui sosial media, menyampaikan cerita melalui konten, mengukur performa dengan data, penggunaan teknologi machine learning dan AI untuk implementasi yang lebih tepat sasaran dan berdampak.” ujar Damon Hakim selaku Founder RedComm.

Memangnya sebelumnya tidak ada analytics tools yang serupa? Ada. Namun, pada umumnya social media agency hanya mencakup fungsi dasar yang menampilkan data tanpa insight sesungguhnya. Di sinilah layanan alternatif premium seperti RED Miles diluncurkan untuk para brand yang dapat menggabungkan semua poin data dari bermacam macam platform sehingga bisa melakukan analilis korelasi secara langsung pada konten dan preferensi audiens.

Tidak tanggung tanggung lho, Mans. RedComm; jasa digital marketing agency ini sudah 20 tahun berkiprah di industri periklanan. Dan kini juga meluncurkan RED Miles yang semakin menambah kapabilitas komunikasi dan marketing bagi daftar Panjang portfolio klien brand local maupun internasional. Di umurnya yang sudah sedemikian Panjang, RedComm jelas sudah mumpuni dalam melihat potensi dan kesempatan di era transformasi digital yang bergerak super dinamis. Tujuan RED Miles untuk membantu para brand mendapatkan unfair advantage sehingga investasi brand teralokasi pada strategi komunikasi dan marketing yang lebih terarah, terukur, dan pastinya ; efektif.

Lalu, bagaimana posisi Redcomm di industry periklanan di Indonesia? Well, Redcomm Indonesia baru saja meraih Gold di Ajang Agency of The Year 2020. Keren! Tak hanya itu, RedComm juga berturut turut memenangkan emas di Campaign Asia’s Awards of The Year.

RedComm Indonesia yang berlokasi di Jakarta atau sebagai digital marketing agency Jakarta juga menandai pencapaiannya sebagai agensi independen di Indonesia yang telah memenangkan medali penghargaan Gold untuk ketiga kalinya selama dua tahun berturut turut di ajang Campaign Asia’s Award of The Year di Singapure, Desember 2019.

Oleh karena itu, RedComm dikenal sebagai salah satu perusahaan local terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang komunikasi pemasaran berbasis data, strategis dan kreatif dengan memanfaatkan teknologi dan media digital. Siapa saja yang sudah sukses terbantukan oleh RedComm ini? Let’s say Starbucks Coffee, Uniqlo, Samsung, Shopee, Traveloka, BCA, Youtube Go, dan banya lainnya. FYI, RedComm telah membantu banyak merek dari para pemimpin pasar nasional, perusahaan perusahaan Fortune 500, hingga beberapa dari 20 merk global terkemuka untuk menghasilkan dampak bisnis positif dari investasi pemasaran mereka selama 18 tahun beredar.

 


Tidak ada komentar

Assalamualaikum wr wb,

Terimakasih sudah mampir ke sini ya... Yuk kita jalin silaturahmi dengan saling meninggalkan jejak di kolom komentar.

Terimakasih .... :)